
Astaga jadi malu dengan istri sendiri tapi memang sih kalau seni bela diri aku tidak kalah jago dari Dinda, tapi kalau soal tembak menembak sepertinya istriku lebih jago jadi apa salahnya aku belajar sama istriku sendiri toh kalau dia yang ajarin aku pasti lebih banyak waktu bersamanya dan juga lebuh seru.
Aku sangat senang dong bisa di ajarin sama istriku sendiri akhirnya aku iyakan saja lagian memang aku harus belajar agar bukan aku yang di lindungi oleh Dinda melainkan aku yang harus melindungi istriku. Aku menikahinya untuk melindungannya bukan untuk melindungi aku, kenapa sekarang jadi kebalikan ya aku yang dilindungi hahaha.
Aku menatap istriku yang lagi serius menyetir mobil dia diam saja sepertinya ada yang ia pikirkan karena dari rawut wajahnya nampak sekali kalau di lagi nemikirkan sesuatu.
Aku orangnya suka penasaran jadi dari pada penasaran lebih baik aku tanyakan saja sama dia.
"Sayang apa yang kamu pikirkan kenapa kamu tidak seperti biasanya soalnya setelah kejadian tadi kamu kebayakan diam sayang ada yang kamu pikirkan? kamu jawab jujur dong sayang sama suami kamu agar suami kamu tidak pikiran. Mas tahu kamu tidak mau jujurkan sama mas padahal ada yang kamu senbunyikan dari mas."
"Iya mas memang aku memikirkan sesutau sepertinya orang yang mencengah kita di jalan tadi adalah orang suruhan seseorang, tapi tujuannya bukan menghabisiku tapi target utama adalah kamu mas, bisa jadi ini dendam dari masa lalu dan sekarang ini mereka kembali muncul setelah mereka tahu mas sudah kembal."
" Karena jujur mas aku sangat kenal orang-orang itu berasal dari mana mereka itu berasal dari satu organisasi yang suka.di pakai oleh orang-orang serakah yang ingin menghabisi seseorang. Dengan pembayaran yang tidak sedikit dan mereka juga sudah punya sumpah janji yang mereka selalu pengang, jika nanti pada saat mereka menjalankan misi mereka terus mereka tertangkap mereka tidak bisa membuka mulut siapa bos mereka kalau tidak keluarga mereka dalam bahaya"
"Tapi sayang jangan kuwatir mereka itu hanya klan atau kelompok kecil kekuatan mereka tidak sebanding dengan kekuatan yang kita miliki, tapi ada baiknya kita harus waspada karena musuh sudah mulai muncul kembali dan bisa saja aku juga sudah menjadi incara mereka nantinya."
__ADS_1
" Cobak ayah Evan masih hidup pasti dia akan cerita seperti apa klan yang aku maksud. Tapi sayangnya ayah sudah tidak ada jado ayah tidak bisa membantu kita, ayah Evan jago dalam semuanya sama seperti aku juga kalau kakak Dea jangankan untuk melindungi orang lain sekedar melindungi diri sendiri saja tidak bisa."
Jadi ayah Evan juga tahu soal klan yang di maksud Dinda baiklah aku akan temui Ayah Evan nanti aku mau tahu klan seperti apa yang kami hadapi saat ini. Tapi aku percaya dengan perkataan Istriku karena dia perempuan yang sangat hebat jangankan bisa menjaga diri sendiri, diriku saja dia yang jaganya buktinya saja tadi dia yang berusaha melawan musuh sedangkan aku bisa apa lagk nyetir dan bidohnya aku tidak bawah senjata.
"Sayang boleh mas Tahu dari mana kamu memiliki senjata itu sedangkan selama ini setahu mas kamu tidak punya senjata"
"Haahha mas....mas jangan meremekan aku, sebenarnya senjata ini sudah lama aku simpan tapi aku menghindari orang-orang, apalagi dari keluarga Winata jadi selama ini aku simpan di luar jadi setelah aku keluar dari rumah sakit barulah aku pergi ambil tanpa pengetahuan para pengawal."
"Karena menurutku lebih baik membekali diri ini dengam sebaik mungkin sebelum kita di habisi oleh musuh, kita ini seorang pembinis sayang jadi tanpa kita sadari musuh bermunculan dari mana-mana bahkan adakalahnya tanpa kita sadari musu terutamah itu berasal dari orang terdekat kita seperti saudara atau siapalah itu."
"Sayang sebenarnya ada kok sekretaris di kantor hanya saja mas berpikir jika pak Erik yang mengurus langsung lebih detail laporannya"
Memang benar yang di katakan oleh Dinda aku kadang lemah dan memang aku butuh pak Erik sebelum aku belajar menembak dari istriku sendiri.
Aku dan Dinda akhirnya tiba di rumah baru saja turun dari mobil, ternyata mobil pengawal juga memasuki gerbang beruntung juga Dinda yang menyetir mobil tadi jadi dia sengaja jalan pelan agar bisa menunggu mobil pengawal karena kalau kami pulang dan tidak dengan pengawal nanti menimbulkan kecurigaan.
__ADS_1
Hummm aku baru sadar kenapa istriku yang ngotot bawah mobil karena alasan itu, coba aku yang nyetir mungkin kami sudah lama sampai dirumah dan pengawal tertinggal jauh, ya ampun kenapa istriku bijak sekali cara berpikirnya ya bisa juga dia berpikir sampai disitu sedangkan aku, ah...aku kalah kesekian kalinya dari istriku.
Saat aku dan Dinda melihat mobil pengawal masuk aku langsung memberikan kode kepada mereka agar segerah menyeret bajingan itu ke penjara bawah tanah, karena masih ada seseorang yang kami kurung juga disana kalau nanti kami sudah menahan bajingan ini tapi dia juga tidak mau mengakui lebih baik dia juga ikut di lenyapkan dari muka bumi.
"Pengawal tolong simpan barang saya kegudang ya dan jangan sampai hilang kalau hilang aku akan tuntut kalian bertiga, tunggu aku datang untuk melihat barang itu kalau menurut saya bagus ya saya akan pajangkan dia nanti namun kalau menurut saya tidak berguna lebih baik buang"
Wah mantap banget kata-kata istriku dia gak terang-terangan bicara bilang tawanan tapi justru dia bilang barang, pintar sekali istriku mencari kata-kata. Dan paling ngerinya lagi pengawal juga langsung paham kemana arah pembicaraan istri ku
"Baik nona kami akan simpan barang ini nanti nona periksa dulu sebelum kami buang"
"Baiklah kalian boleh pergi" ujar Dinda menyuruh pengawal itu membawah tawanan itu pergi.
"Yuk mas masuk kita tunggu ayah saja didalam kalau ada ibu gapapa kita santai saja dengan ibu dulu sambil menunggu kedatangan ayah, karena ini tidak bisa didiamkan begitu saja, ini akan menjadi masalah bersar dan kalau kita gegaba dan tidak waspada kita bisa dalam masalah besar."
"Baiklah sayang yuk kita masuk," akhirnya aku merangkul pinggang istriku dan kami berdua jalan bersama kedalam rumah, ternyata didalam rumah sepi dan tidak ada orang yailah palingan semua pada istirahat, atau bisa jadi mereka lagi di taman belakang biasanya sepupu dan keponakan mereka main di taman belakang sambil mandi apalagi siang airnya dingin sejuk ditaman belakang.
__ADS_1
"Sayang gak ada orang jadi kita langsung ke kamar aja yuk kalau kamu capek istirahat saja dulu sambil nungguin ayah pulang