Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda

Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda
406


__ADS_3

Kami di kagetkan dengan kedatangan Tuan Adrak dengan tiba-tiba berarti benar yang di katakan asisten Arfan kalau Tuan Adrak sudah dari tadi berdiri di bekang kami, apa maksud Tuan Adrak lakukan ini. Kalau memang Tuan Adrak sudah dari tadi disini berarti Tuan Adrak punya rencana tapi tidak tahu rencana apa yang Tuan Adrak jalankan.


"Selamat pagi semuanya maaf saya sedikit terlambat karena ada sedikit kendala di jalan, bagaimana Tuan Dava, Tuan Maulana dan Tuan Malik apakah sudah lama menunggu disini,"? Tanya Tuan Adrak.


Selain arogan ternyata Tuan Maulana juga suka cari muka, mungkin Tuan Maulana pikir dengan cara itu dia bisa mendapatkan proyek. Tuan Adrak bukan orang bodoh yang gampang menyerahkan proyek besar itu kepada seseorang lagian ini kali kedua aku perusahaan Adinata satu proyek dengan Tuan Adrak, hanya saja proyek pertama di tangani oleh ayah dan Pak Erik. Mungkin itu juga yang membuat pak Adrak secara langsung meminta aku sendiri yang menemui beliau.


"Oh tidak masalah Tuan Adrak....kami juga baru sampai disini hanya saja Tuan Dava yang agak sedikit telat datang, ya begitu lah kalau seorang pemimpin masih sangat muda tidak bisa mengatur waktu dengan baik" ujar Tuan Maulana.


"Bagaimana anda mengatakan Tuan Dava datang terlambat sedangkan saya saja baru datang? dan ternyata Tuan Dava saja sudah disini? Secara tidak langsung anda juga mengatakan jika saya juga datang terlambat begitu kah Tuan Maulana? dan satu lagi mau datang terlambat atau datang tepat waktu tidak ada hubungannya dengan waktu. Oh ya, maaf jika saya langcang kenapa ini agak berantakan ya dan kenapa Tuan Dava tidak memakai jas?" tanya Tuan Adrak.


"Hahaha Tuan Dava tidak mempersiapkan diri dengan baik Tuan Adrak, jas aja tidak bawah bagaimana jika proyek besar di percayakan kepadanya bisa mengalami kerugian besar. Saya sudah bilang dari awal kalau Tuan Dava masih minim dalam pekerjaan Tuan Adrak" ujar Tusn Maulana, pria tua satu ini dia buta apa kalau jas ku masih di sampingku di pengang asisten Arfan.


"Maaf Tuan Adrak tadi saya pakek jas tapi terjadi insiden sedikit sehingga saya membuka jas saya, dan ini jas yang saya pakek tadi, jadi apa maksud dan tujuan Tuan Maulana bicara begitu? saya heran deh kenapa dari tadi Tuan Maulana selalu mencari-cari kesalahan dengan saya." ujarku.


"Insiden apa Tuan Dava? Kok bisa? dan untuk Tuan Maulana jangan suka nyambung perkataan orang tadi saya tanya Tuan Dava bukan tanya Tuan Maulana. Belajar punya etika sedikit Tuan"


"Ada sedikit insiden Tuan, tapi saya rasa tidak perlu di bahas lagi sekarang kita fokus pada tujuan kita datang kesini, saya sudah sispkan proposal saya Tuan saya yakin Tuan paati tertarik dengan penawaran saya untuk kerja sama dalam proyek ini" ujarku.

__ADS_1


"Tuan Adrak ini proposal saya juga saya yakin pasti Tuan Adrak tertarik dengan penawaran saya kerena keuntungan sangat besar" ujar Tuan Maulana hendak menyodorkan proposal ke arah sekretaris Tuan Adrak. Begitu juga Tuan Malik tapi justru Tuan Adrak menolak.


"Baik Tuan Dava, Tuan Maulana Dan Tuan Malik. Maaf sebelumnya saya rasa tidak perlu melakukan presentasi lagi karena saya sudah tahu kualitas dari ketiga Tuan ini. Dari cara bicara saya sudah tahu jadi saya memutuskan untuk tidak perlu presentasi karena saya sudah punya pilihan sendiri sebelumnya juga semua proposal sudah di kirim jadi saya sudah lihat" ujar Tuan Adrak membuat kami bertiga tengang siapa ya kira-kira yang sudah di pilih oleh Tuan Adrak sehingga tidak mau presentasi lagi.


"Tuan...bukankah kita kesini untuk membicarakan proyek dengan menunjukan atau mempresentasikan hasil dari setiap perusahaan masing-masing kenapa tidak jadi, apakah hanya dengan di baca saja sudah cukup memyaskan tanpa adanya presentasi." tanya ku.


" Iya itu benar Tuan Dava tapi saya tidak perlu melakukan itu lagi untuk buang-buang waktu, karena penilaian saya sudah dari tadi jadi tidak perlu saya menilai yang kesekian kalinya."


Aku berpikir dengan perkataan Tuan Adrak, katanya dia sudah menilai dari tadi atau jangan-jangan kedua pelayan tadi adalah suruhan Tuan Adrak? Astaga bisa jadi mereka di sewa oleh Tuan Adrak untuk menilai seseorang tanpa menunjukan skil melalu presentasi. Ya sudah semua sudah terjadi, mau bagaimana lagi siap terimah saja apapun keputusan Tuan Adrak aku terimah orang yang punya proyek kan Tuan Adrak.


"Oalah...saya pasti yang di pilih Tuan Adrak lantaran saya juga memenuhi persyaratan dan perusahaan saya juga lagi dalam masa-masa berkembang jadi pasti proyek ini akan membawah keuntungan besar buat kedua perusahaan." ujar Tuan Malik berperang dengan pikiran masing-masing.


Astaga sifat Tuan Malik dan Tuan Maulana tidak mencerminkan wibawah mereka di depan orang, mala berdebat kayak an***ng baku rampas tulang. Tuan Adrak hanya mengelengkan kepala melihat pertengkaran kedua orang ini. Aku aja enek lihat mereka.


"Tuan Maulana dan Tuan Malik kapan kita bisa membicarakan proyek kalau anda berdua berdebat. Saya mau pergi soalnya jadi saya tidak bisa lama disini saya mau mengatakan kalau siapa yang berhak mendapatkan proyek ini. Jadi saya sudah memutuskan bahwa yang berhak mendapatkan proyek ini adalah.....Tuan Dava....saya sudah memilih Tuan Dava untuk mendapatkan proyek ini. Selamat Tuan Dava atas kemenangan anda." ujar Tuan Adrak sambil menyali ku.


"Makasih Tuan Adrak karena sudah mempercayakan proyek sebesar ini kepada saya, kita akan mendapatkan keuntungan besar nanti dari proyek ini Tuan Adrak. Saya janji saya tidak akan mengecwwakan kepercayaan Tuan Adrak kepada saya sekalilagi teeinah kasih tuan Adrak

__ADS_1


Kedua orang ini didepan ku terkejut mendengar kalau aku lah yang mendapatkan proyek besar ini sehingga membuat mereka tidak menerimah keputusan Tuan Adrak. Mereka berdua mulai memberontak terhadap Tuan Adrak dasar manusia pemberontak. Dari tadi selalu merendahkanku dan sekarang giliran aku berhasil mendapatkan proyek besar ini justru mereka tidak terimah, dasar manusia bermuka dua.


"Tidak! Keputusan macam apa ini Tuan Adrak...saya sudah dari tadi pagi menunggu disini meninggalkan pekerjaan saya, dan saya juga kena kesialan disini karena di tumpahi minuman oleh seorang gadis sialan. Masa saya tidak menang tender ini bagaimana sih Tuan Adrak, saya tidak bisa menerima semua ini lebih baik batalkan dan kita bersaing saja di presentasi.


Saya yakin proposal saya lebih berkualitas di bandingkan proposal Tuan Dava, apalagi Tuan Dava masih muda begini Tuan Adrak yakin kalau proyek ini bisa di handle oleh Tuan Dava, saya sih tidak yakin, jangan nanti Tuan Adrak menyesal karena tidak memberikan proyek ini kepada saya" ujar Tuan Maulana dengan suara agak sedikit meninggih.


"Iya saya juga tidak bisa menerimah jika proyek ini di menangkan oleh Tuan Dava, saya rasa Tuan Adrak salah menilai deh seharusnya proysk itu jatuh ke salah satu di antara kami berdua" ujar Tuan Malik.


"Tuan Malik, Tuan Maulana saya lebih menyesal lagi jika saya memberikan proyek besar ini untuk di menangkan oleh salah satu diantara kedua Tuan busa hancur semuanya. Maaf keputusan saya sudah bulat karena saya ingin memberikan proyek ini ke seseorang yang memeliki kualitas, bukan hanya dalam pekerjaan saja tapi harus punya attitude yang baik kepada orang lain terutama seorang perempuan. Biar saya beritahu anda jika saya datang ke restoran ini jauh sebelum anda datang dan saya tahu anda sampai disini jam berapa dan apa saja yang anda perbuat.


Dari anda menghina Tuan Dava, anda menyuruh Tuan Dava pulang karena tidak layak mendapatkan proyek tersebut, sampai masalah kedua anak muda satu gadis dan satu lagi pria muda, anda berdua menghina mereka sampai anda menaikan tangan ke pipi putry saya, anda tahu tidak yang anda tampar tadi adalah putry saya, dia ikut kesini bersama saya untuk membicarakan bisnis dan anda tahu restoran ini adalah punya saya. Saya sengaja menyuruh putry saya dan salah satu karyawan disini untuk mengetes anda berdua termasuk Tuan Dava juga dan minuman yang tumpah tadi bukan hanya kena jas anda tapi juga kena jas Tuan muda paling banyak karena saua juga yang menyuruh melakukam itu."


Ternyata benar dugaan ku kalau semua yang terjadi atas suruhan Tuan Adrak tapi aku terkejut ternyata gadis cantik tadi adalah putry Tuan Adrak pantas saja sangat cantik dan ramah, aku melihat wajah kedua pria arogan ini sudah merah sekali wajah mereka berdua karena takut.


"A...Apa....jadi Tuan Adrak yang menyuruh mereka untuk menumpahkan minuman ke jas saya, astaga kenapa Tuan Adrak tidak bilang kalau ternyata Tuan Adrak yang suruh. Jadinya tidak tahu kami kalau gadis itu adalah putry kandung Tuan Adrak"


Hahaha mampus kalian berdua, jadi maksudnya di kasih tahu agar kalian sok bersikap baik dan rama begitu padahal terpaksa.

__ADS_1


__ADS_2