
Akhirnya sampai juga dirumah , aku sangat lelah jadi aku langsung masuk kedalam kamar rasanya pengen cepat cemplung diri ini kedalam bak mandi atau kolam renang biar hilang rasa lelah ini, namun saat aku masuk mendapati istriku asyik bermain dengan sih kembar di atas ranjang, rasanya lelah ku hilang seketika, saat aku hendak memberikan ciuman kepadan Dinda dan sih kembar bukan Dinda yang melarang melainkan susternya sih kembar membuat aku terkejut, aku juga tidak sadar kalau aku baru pulang membunuh orang dan tubuhku masih penuh dengan virus.
Masih juga bercak darah yang menempel di pakianku, tadi aku sudah di suruh ganti baju di dalam mobil oleh asiste Arfan tapi aku tidak ingin menganti baju. Sampai dirumah baru ganti aja setelah mandi pikir ku.
"Hay kesayangan papi, sini deh papi gendong terus cium dulu papi langen banget sama kalian, setelah papi melihat kalian lelah papi langsung hilang" ujarku melangkah mendekati mereka, namun langkah ku terhenti saat aku di hadang oleh kedua suster, aku memang terkejut tapi justru aku merasa lucu dengan cara mereka.
"Stop Tuan muda, tolong jangan dulu Tuan muda menyentuh nona kecil dan Tuan kecil, karena Tuan baru dari luar jadi banyak virus yang lengket di tubuh Tuan muda, lebih baiknya Tuan muda bersihkan diri dulu, setelah itu baru Tuan muda bisa menyentuh Tuan kecil dan nona kecil. Karena kulit Tuan kecil dan nona kecil sangat sensitif jadi jangan sampai nona kecil dan Tuan kecil sakit gara-gara Tuan muda" ujar kedua suster itu hampir bersamaan.
Astaga..aku tercengang mendengar perkataan susternya Gretta...luar biasa kedua suster sih kembar. Baru kali ini aku di larang untuk melakukan sesuatu disini, aku melirik ke arah Dinda justru Dinda menahan tawah, jadi ternyata istriku menertawakanku. Aku juga paham dengan kekuatiran kedua suster, jadi aku bersyukur untung mereka cepat mencengah sehingga aku tidak sampai menyentuh mereka kalau sampai itu terjadi terus kedua cucu kesayangan Tuan Adinata, nyonya Adinata, Tuan Winata dan nyonya Winata sakit aku bisa habisa di tangan mereka hehehe.
Dinda pikir aku marahin kedua suster itu, sehingga Dinda membela mereka berdua, aku tidak mungkin sembarangan marah seseorang, aku juga tahu mereka lakukan untuk kesehatan sih kembar.
"Mas, jangan marah ya, apa yang di katakan suster benar, mas tidak lupa bukan baru pulang dari mana? Banyak sekali kotoran dan virus di pakian dan tangan mas, jadi lebih baik mas mandi dulu setelah badan sudah bersih baru bisa bermain dengan kembar sebelum mereka tidur. Jangan asal mengendong apalagi cium mereka mas, apa mas lupa kalau anak bayi itu kulitnya masih sensitif" Ujar Dinda.
__ADS_1
"Tidak sayang, apa yang di katakan oleh suster itu benar. Kalau begitu mas mandi dulu karena sebentar lagi kita makan bersama, sebelum kita makan mas masih bisa gendong putra, putry kita sayang." ujarku.
Dengan semangat aku langsung gegas pergi dan masuk kedalam kamar mandi dan merendamkan tubuh yang sangat lelah di kedalam bathtub, aku langsung menutup mata merengangkan semua otot-ototku dan merileskan pikiranku, aku membiarkan air hangat menuluk setiap pori-poriku dengan sabun aroma terapi sangat nyaman sekali, aku hampir ketiduran.
Hampir setengah jam aku didalam kamar mandi akhirnya selesai juga, aku buru-buru keluar dari kamar mandi berharap masih bisa mengendong sih kembar yang mengemaskan itu pipinya gembul, tapi ternyata harapan ku pupus saat aku keluar sih kembar sudah tidur dan mereka kembali ke kamarnya sayang sekali, aku tidak sempat gendong mereka berdua tapi nanti saja kalau nanti setelah selesai makan baru, aku ke ruangan mereka berdua.
"Mas pakian gantinya sudah Dinda siapkan segeralah ganti biar kita turun kebawah, karena makan malam pasti sudah siap. Oh ya mas, besok Dinda pengen ke mall boleh ya ada yang ingin Dinda beli sekalian jalan-jalan sebentar soalnya bosan juga mas kalau di rumah terus semenjak Dinda hamil jarang kemana-mana, ikut arisan aja hanya dua kali pertemuan selain dari pada itu Dinda tidak perna ikut lagi" ujar Dinda
"Oh boleh dong sayang, apa yang tidak boleh untuk mu sayang tapi besok pergi dengan Elsa ya jangan sendirian, terus di antar oleh asisten Arfan nanti mas dengan pak Erik saja berangkat ke kantor tapi itu belum pasti juga semoga besok tidak ada meeting biar mas bisa temani kamu pergi belanja. Tapi jangan pergi dengan sih kembar" ujarku.
Ha...jadi Dinda ternyaya ingin bertemu dengan sih Felix? Tidak...aku harus antar Dinda enak aja main ketemu dengan pria kalau sih Felix macam-macam bagaimana, biarpum katanya teman terus sih Felix sudah punya pasangan tapi bisa jadikan kalau nanti dia mengodah istriku.
"Ha....kok sayang tidak bilang sih sama mas dulu ingin ketemu dengan pria itu, ya sudah besok mas aja yang antar kita pergi ketemu dengannya, memangnya apa yang ingin dia bicarakan dengan kamu sayang" tanyaku.
__ADS_1
"Tidak ada mas, katanya hanya ingin ketemu saja karena sudah lama sekali tidak bertemu, tadi kata mas Dinda pergi sama asister Arfan kenapa tiba-tiba mas ingin ikut kalau ada meeting di kantor bagaimana" jelas Dinda.
"Itu bisa di atur sayang, yuk kita makan dulu sudah jam tujuh nih"
Kami langsung turun kebawah dan makan bersama keluarga besar, ternyata di rumah ini tidak ada yang tahu tentang semua kejadian hari ini selain kami yang ada di lokasih, soalnya semu sepupu dan keponakan ku tidak ada yang bertanya baguslah.
Karena aku sudah sangat cape sehingga setelah kami makan malam aku dan Dinda langsung kembali ke kamar dan pengen istirahat, namun sebelum istirahat aku kembali cek kedua bayi kembarku.
Setelah dari kamar bayi kami langsung istirahat karena cape sekalih. Keesokan harinya aku tersadar dari tidurku saat aku melihat jam ternyata menunjukan pukul lima pagi, wah ternyata masih pagi juga namun yang membuat aku resah sih joni masih pagi-pagi meresakan, dia meminta jatahnya aku ingin bangunin istriku tapi kasian dia pulas banget. Tapi kalau aku tahan sangat menyiksa belum sempat aku membamgunkan Dinda aku di kangetkan dengan suara Dinda.
"Mas sudah bangun, jam berapa mas?" tanya Dinda keberuntungan berpihak kepadaku pagi ini aku belum membangunkan istriku sudah bangun.
"Jam lima sayang, kenapa kamu bangun" tanyaku.
__ADS_1
"Lah Dinda pikir mas yang bangunkan Dinda makanya Dinda bangun karena pikir sudah pagi" ujar Dinda aku tersenyum baru berbisik di telingannya " Sayang bukan mas yang bangunin kamu tapi sih joni yang ingin sayang boleh tidak" ujarku mbuat suaraku seperti anak kecil hehehe.
Dinda tertawa geli mendengar suaraku.