Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda

Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda
436


__ADS_3

Nona Dinda dan Tuan muda langsung bersiap, nona muda pake gaun yang di kirim oleh nyonya Ziya karena nona muda tidak mau nyonya Ziya kecewa karena tidak memakai gaun yang sudah di siapkan. Nona muda samgat menghargai nyonya Ziya jadi nyonya muda urungkan niat untuk pakek celana jeans biar santai namun tidak jadi.


Bukan hanya nona muda saja yang pake gaunnya tapi Tuan muda juga pakek jas sesuai dengan permintaan nyonya Ziya


"Mas cantik tidak bajunya menurut mas cocok tidak Dinda pake ini,? Kalau Dinda si nyaman banget pake baju ini selain lembut bahanya juga dingin" tanya nona muda. Tuan muda yang lagi serius pakek jas menoleh ke arah nona muda dan seketika pandangan Tuan muda penuh kekaguman saking cantiknya.


Memang nona muda sangat cantik dan angun sekali.


"Wow....bidadari baru turun dari langit cantik sempurna, tidak bisa terkatakan lagi pokoknya sangat cantik sekali, memang ibu luar biasa bisa menilih gaun secantik ini dan yang pakek juga sangat cantik cocok sekali dengan jas mas juga, sayang pakek haihils senada aja dengan bajunya. Soalnya kamu cantik sekali" ujar Tuan muda.


"Iya mas makasih ya atas pujiannya, mas juga sangat tanpan. Sangking tanpannya banyak cewek matanya jelalatan setiap kali melihat suami Dinda, makanya mas kurangi tanpan mu kalau keluar dari rumah biar tidak ada ulat buluh ingin lengket di baju mas " ujar nona muda.


"Astaga sayang bagaimana mau di kurangi memang sudah seperti ini tanpan mas, tanpan kayak Grey terus sayang cantik parsis kayak Gretta."


Nona Dinda dan Tuan Dava keasyikan di kamar sedangkan di taman belakang sudah di penuhi dengan para tamu undangan dan keluarga, ternyata semua orang yang datang mengenakan pakian pesta pakek gaun juga , pantas aja nyonya Ziya memilih gaun cantik untuk nona Dinda.


Ternyata Den Grey dan nona Gretta sudah keluar juga ke taman dan bergabung dengan yang lain sembil bermain bersama anak-anak Tuan muda Gama dan Tuan muda Rafa, sekarang yang tinggal di dalam rumah tinggal nona muda dan tuan muda. Mereka masih sibuk bahas baju semoga cepat kelar pembahasan agar bisa keluar karena kakau tidak bisa sampai besok disini

__ADS_1


"Wah...lihat deh jeng sepertinya ini cucu Tuan Adinata dan Jeng Ziya, astaga cantik dan tanpan sekali baru kali ini saya lihat loh, ah saya videoin biar saya posting pasti banyak yang like dan komen" ujar seorang tamu undangan.


"Jeng bukannya saya lancang untuk melarang jeng ambil video kedua cucu Jeng Ziya, tapi saya minta lebih baik jangan cari masalah, jeng tahu sampai sekarang ini cucu dari Tuan Adinata belum terekspos di media karena keluarga Tuan Adinata punya privasi. Jadi lebih baik Jeng jangan melakukan hal konyol ini kalau jeng Ziya dan Tuan Adinata tahu bjsa bahaya, disini juga afa Tuan Winata jangan cari masalah", ujar salah satu tamu undangan.


Tamu undangan itu masih tetap ngeyel dan mengeluarkan ponselnya dari dalam tas dan hendak video tiba-tiba pak Erik muncul.


"Maaf nyonya apa yang anda lakukan, saya sarankan saja lebih baik anda berhenti memgambil gambar Den Grey dan nona kecil, jika nyonya tidak ingin mendapatkan masalah besar berhenti karena sebentar lagi nyonya dan Tuan akan keluar kesini" ujar pak Erik mencengah tamu ngeyel itu dengan terpaksa tamu itu kembali masukan ponselnya kedalam tasnya.


Tuan Adinata dan nyonya Ziya sudah keluar, untuk menyapah para tamu undangan kalau keluarga besar sudah pada datang, semua tamu undangan menunggu di taman belakang aja tidak ada yang datang menganggu Tuan muda dan nona muda termasuk nona Dea dan Tuan Winata.


Karena mereka semua sudah tahu kalau Tuan muda dan nona muda lagi bersiap di kamar.


"Pah....sudah berapa lama Dinda tinggal disini, ibu rasa papa sudah sangat mengenal sikapnya Dinda adalah istri dan anak yang baik, dia sangat takut untuk membuat orang lain kecewa apalagi orang yang dia sayang, jadi ibu yakin mereka berdua pasti pakek pakian yang ibu kirim, ayuk kita keluar untuk bertemu dengan para tamu undangan karena pasti tamu undangan sudah pada hadir ini sudah jam lima lewat."


Nyonya Ziya mengandeng lengan Tuan Adinata dan mereka keluar dari rumah menuju ke taman belakang, Tuan Adinata sampai kagum dengan dekorasi taman belakang sangat cantik dan indah. Tuan Adinata tidak menyangkah dengan WO yang di sewa oleh pak Erik bukan WO sembarangan, atau bukan WO abal-abal melainkan WO berkualitas.


Padahal semalam baru Tuan Adinata memberitahu pak Erik untuk mencari WO terbaik, herannya secepat itu kah pak Erik bisa mendapatkan WO terbaik itu. Dan bahkan harus jam empat subuh datang mendekornya kalau oramg WO di minta mendadak begitu belum tentu mereka mau, bisa jadi pak Erik menawarkan jasa yang sangat memuaskan sehingga para pemilik WO sangat tergiur makanya tidak masalah jika harus bagun jam tiga.

__ADS_1


Pak Erik memenuhi permintaan Tuan Adinata, hal itu membuat Tuan Adinata puas dengan hasil WO pilihan pak Erik.


"Wow....pah lihat deh indah dan mewah banget pah, pak Erik sewah WO ini dari mana ya kok sebagus ini, padahal seingat ibu papa menyuruh pak Erik mencari WO yang terbaik, biasanya kalau kita cari WO mendadak begitu apalagi sudah tengah malam jangan harap mereka mau apalagi dekor nya harus jam empat subuh. Singguj ajaib pak Erik dia serba bisa " pinta nyonya Ziya.


"Apalagi papa ibu, papa aja kaget lantaran papa tidak percaya dekor semewa dan indah ini tapi mantaplah papa puas, berarti Erik memenuhi permintaan papa, oh ya bu, si kemnar sudah keluar belum ya jangan sampai ada tamu undangan yang jail dan mau mengambil gambar mereka."


"Nah itu dia pah, itu juga yang ibu kuatirkan dari tadi jangan sampai tamu undangan justru memanfaatkan momen ini untuk mengambil gambar si kembar, bisa-bisa Dinda dengan Dava ngamuk, ibu juga belum siap cucu kita di kenali publik pah soalnya mereka masih kecil ibu tidak mau gara-gara itu kebebasan mereka terhambat dan pergaulan mereka ternganggu, ibu mau siapa pun yang berteman dengan mereka tidak melihat dari status kaya atau miskin, tapi mereka berteman dengan tulus dan mau menerimah cucu kita dengan baik." ujar nyonya Ziya.


"Iya bu tapi ibu tenang saja, kedua cucu kita aman, ada nak Gama, nak Rafa dan nak Tahir disitu terus Erik dan Arfan jadi tidak perlu takut mereka pasti aman. Yuk kita menyapah tamu yang ada disana sebentar lagi acara akan segera di mulai tunggu Dinda dan Dava datang dulu biar MC memanggil Dinda dan Dava aja kedepan, atau nanti papa yang bicara nanti " ujar Tuan Adinata.


Tuan Adinata dan nyonya Ziya kagum dengan dekor yang di sewa oleh pak Erik.


"Hallo Jeng makasih ya sudah datang, memenuhi undangan kami, maaf undangannya mendadak karena rencananya juga tiba-tiba...silahkan menikmati semua hidangan yang ada. Jangan sungkan semoga cocok dengsn lidah jeng" Ujar nyonya Ziya.


"Wah...tidak masalah jeng justru saya senang bisa di undang kesini walaupun mendadak tidak masalah, jujur saya bangga sana menantunya jeng saya salut umur masih muda tapi sudah menjadi seorang CEO perusahaan besar lagi siapa yang tidak bahagia memdapat istri sebaik dan sehebat nona Dinda, saya aja pemgen punya menantu seperti nona Dinda tapi itu tidak mungkin, karena anak saya sudah menikah dengan seorang perempuan yang kerjanya hanya berfoya-foya menghabiskan uang."


"Iya jeng benar memang saya sangat beruntung punya menantu secantik dan sepintar menantu saya, makanya hari ini sengaja buat acara sederhana untuk merayakan produk baru yang baru saja launcing kemarin, menatu saya orangnya bekerja keras tapi tidak pern lupa kewajibannya sebagai istri, tapi maaf jeng semua manusia tidak ada yang sempurna jadi jeng jangan bicara begitu sama menantu jeng tidak baik." ujar nyonya Ziya.

__ADS_1


"Maaf ya jeng tapi memang kenyataan begitu, oh ya jeng tadi saya lihat loh cucu-cucu jeng tadi disini astaga cantik dan tanpa sekali, tapi saat saya ingin videokan mereka ada seorang pria mencengah saya dan justru marah, katanya saya jangan melakukan itu kenapa jeng saya tidak bisa melakukan? Padahal tadi saya rencana setelah selesai video saya mau posting ke media sosial saya, saya gemas banget soalnya pasti banyak like dan komen." ujar tamu undangan itu.


Seketika Tuan Adinata dan myonya Ziya saling pandang karena terkejut dengan perkataan tamu undangan itu, ternyata benar apa kata nyonya Ziya kalau si kembar lagi dk incar untuk mengambil gambar di pergunakan untuk kepentingan pribadi dan mencari popularitas semata, kurang ajar memang tamu undangan yang satu ini tidak tahu kalau nyonya Ziya lagi murka.


__ADS_2