Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda

Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda
258


__ADS_3

Pov Lexza.


Hidupku benar-benar hancur berantakan setelah selesai pemilihan, ternyata karena skandal video yang di lakukan oleh mas Kenedy menjatuhkan reputasinya dan membuat masyarakat hilang kepercayaan, apalagi di tambah video me**m ibu aku benar-benar syok selama ini aku tidak percaya apa yang di katakan Dea dan bibi Lya karena aku sangat percaya sama ibu.


Setiap kali ada masalah aku garda terdepan untuk membela ibu, tapi ternyata ibu menyembunyikan banyak kebohongan tentang aku, saat aku tahu aku bukan anak kandung ayah Evan aku hilang respeck sama ibu bahkan aku melawannya, puncak dari masalah adalah setelah selesai pemilihan padahal aku sudah berjuang maksimal tanpa lelah pergi pagi pulang sore bersama para relawan untuk mencari suara tapi hanya hitungan jam semua hancur.


Memang setelah muncul video itu aku sudah mulai kuatir karena kami punya hutang yang sangat besar menurutku, bagaimana kami bisa membayar, singkat cerita setelah pemilihan sorenya kami pulang kerumah ternyata banyak wartawan dan warga masih memadati halaman rumah, kami mau putar balik juga tidak mungkin akhirnya terpaksa kami masuk, menurutku tidak ada yang perlu di jelaskan karena semua sudah jelas berita sudah viral dimana-mana jadi apalagi yang mau mereka tanyakan.


Saat kami turun semu berkerumini kami banyak pertanyaan yang mereka lontarkan tapi mas Kenedy jawab sekedar saja.


"Tuan Kenedy apa Tuan yakin akan menang dalam pemilihan ini?" tanya salah satu wartawan.


"Tuan apa yang Anda lakukan jika anda tidak menang dalam pemilihan itu." sambung temannya.


"Tuan apakah ada pihak yang patut disalahkan jika anda kalah dalam pemilihan ini"?


"Maaf para wartawan semuanya saya tidak bisa menjelaskan apapun kita tunggu saja hasilnya" ujar mas Kenedy dan langsung menarik tanganku masuk kedalam rumah, namun betapa terkejutnya aku saat aku sampai didalam rumah dari atas tangah sampai di bawah barang-barang berserahkan dimana-mana, aku yakin kalau bukan ula ibu terus ula siapa lagi hanya ibu yang selalu melakukan ini.

__ADS_1


Sedangkan tidak ada siapapun di ruang tengah kayak rumah ini tidak ada penghuni, aku memanggil ibu tapi tidak kunjung keluar. Sih Dea dengan suaminya juga sepertinya tidak dirumah entah kemana mereka.


"Ibu.....kenapa ini berserahkan begini sih ada apa,? siapa yang melakukan ini?" ujar ku.


Baru saja kami mau naik ke atas tangga suara ibu sudah mengelegar di dari lantai atas, yang membuat aku dan mas Kenedy kanget itu bukan suara ibu kencang tapi dia mengusir kami berdua dari rumah, apa salah kami aku anak kandungnya bahkan dia mengatakan kalau aku anak sialan siapa yang tidak sakit hati mendengarnya, dari sini aku sadar ternyata selama ini ibu baik padaku karena ibu pikir mas Kenedy akan jadi presiden. Lagian belum di umumkan hasil akhirnya walaupun dari tadi selalu di beritakan kalau lawan mas Kenedy selalu unggul sekarang aku pasra.


"He anak sialan kenapa kalian berdua masih pulang ke rumah saya, sekarang saya minta kalian berdua angkat kaki dari sini dan jangan perna kembali kesini lagi. Masa harus kalah bagaimana sih. Menantu dan anak tidak berguna nyesal saya menumpang manusia tidak berguna kayak kalian.


"Apa dia bilang manusia tidak berguna keterlaluan sekali."


Karena aku sudah tidak tahan lagi dengan kata-kata ibu akhirnya aku lawan, toh selama ini dia tidak perna menghargai aku dan mas Kenedy juga.


Setelah aku berkata begitu ibu datang tanpa aba-aba langsung menampar aku dan menarik rambut ku dengan kuat membuat aku terjatuh dan kesakitan.


"Argar sakit bu lepaskan.


"Dasar anak sialan berani kamu berkata begitu kepada ibu kamu sendiri, memang sifat jahat kamu parsis kayak ayah kandung kamu"

__ADS_1


Deg.......!


Jelas aku terkejut mendengar penuturan ibu, sakit sekali hati ini


Mas Kenedy yang melihat aku di tarik dan di tampar reflek dengan kuat menampar ibu sampai tersungkur dilantai sambil mengaduh kesakitan.


"Berani-beraninya ibu memperlakukan istriku begini, ibu macam apa kamu ha, ternyata kamu ibu yang paling buruk" bentak Kenedy dari semua masalah ini aku benar-benar makin membenci Dinda, karena dia juga yang sudah membuat keadaan makin memburuk karena klarifikasihnya aku akan membalasnya nanti lihat saja, padahal dia sudah tahu bahwa mas Kenedy pasti kehilangan banyak suara soal video itu seharusnya dia membantu dengan membantah kalau video itu tidak benar agar semua masyarakat percaya dan kembali memilih mas Kenedy.


"Dasar mantu sialan silahkan pergi dari rumah ini karena rumah ini adalah rumah saya kalian cepat angkat kaki dan keluar dari sini" teriak ibu enak saja dia main usir mana mau aku keluar dari sini lagian rumah ini peninggalan ayah Evan.


"Enak aja ibu mengusir kami, he ibu...kami juga berhak tinggal disini karena ini rumah peninggalan ayah Evan, Lexza tidak akan pergi dari sini" ujarku tapi ternyata aku mendapatkan balasan tidak terduga dari ibu.


" He! Anak haram ayah kamu itu bukan Evan tapi Admaja sih penjahat itu pergi sana cari ayah jahat kamu itu biar kamu tinggal bersama dia"


"Deg...."lagi-lagi setiap perkataan Dea dan Dinda sialan itu yang benar tapi kali ini kesabaran aku sudah habis menghadapi ibu aku langsung melepaskan diri dari mas Kenedy, dan memukul ibu membaby buta aku tidak hiraukan lagi teriakan meminta aku berhenti aku sudah kayak orang kerasutan setan sampai mas Kenedy kewalahan menghentikan aku di bantu oleh pengawal.


"Anda bilang aku anak haram tapi karena anak haram ini kamu bisa masuk ke rumah mewah ini, aku tidak masalah kalau memang aku sudah di takdirkan untuk di lahirkan seperti ini tapi anda sebagai ibu yang melahirkan seharusnya malu dan intropeksi diri. Bukannya mala ngatain aku kayak gini, terus kalau Lexza bilang ibu perempuan pelacur bagaiman? ibu sakit hati tidak atau dengan senang hati ibu menerima pertakaan dan hinaan itu belum tentu."

__ADS_1


Aku sudah tidak peduli aku langsung masuk kedalam kamar dan membanting pintu kamar dengan keras, aku meringkuk di sudut kamar dan menangis sejadi-jadinya disitu, kenapa semenjak ayah Evan meninggal semua jadi kacau, dari tadi aku tidak melihat Bibi Lya dan paman Gibran entah mereka kemana aku tidak peduli karena mereka juga sama sekali tidak peduli sama aku.


Aku akan membuat peehitungan dengan Dea dan Dinda mereka harus membayar semua penderitaanku ini, apalagi Dinda kalau mas Kenedy tidak menang berarti dia yang harus bertanggung jawab, begitu juga ibu aku semakin membencinya pengen aku membunuhnya kalau aku tidak berpikir dia ibu kandungku yang sudah melahirkan aku mungkin aku sudah menikamnya.


__ADS_2