
Ogen langsung dapat tatapan tajam dari pak Reno dan bahkan pak Reno melayangkan tinju ke wajah Ogen sampai keluar darah.
Ayah mertua menyuruh pengawalnya ambil air satu ember, entah apa yang akan dilakukan oleh ayah mertua dengan air satu ember itu. Aku hanya diam mengikut instruksi ayah mertua.
"Pengawal ambilkan air satu ember bawah kesini, bila perlu airnya jang yang bersih kotor aja lebih bagus." pinta ayah mertua.
"Ayah, untuk apa air itu? Siapa yang mau dimandikan"? Tanyaku
"Ada yang belum mandi nak jadi biar kita mandikan siapa tahu otak dan hatinya juga langsung bersih" ujar ayah mertua.
Wah....seru juga otak dan hati hehe...unik sekali ayah mertua ku selain tanpan dan awet muda dia juga sangat unik.
Tidak lama kemudian seorang pengawal datang dengan membawah air satu ember penuh dan menyerahkan ke ayah mertua aku nenaikan kedua alisku.
"Maaf Tuan tidak ada air kotor hanya ada yang ini".ujar pengawal.
"Tidak masalah yang penting ada" ujar ayah mertua.
Ayah mertua mengambil air dan melangkah mendekati bu Anjani, aku pikir ayah mertua mau ngapain ternyata disiramnya air itu ke tubuh dan wajah bu Anjani.
Buyaerrrrrrr...buyeerrrrrr!
__ADS_1
Seketika bu Anjani langsung membuka matanya sambil berteriak memaki orang yang menyiram airnya ke tubuhnya, bu Anjani tidak tahu kalau ayah mertua yang menyiram makanya dia memaki. Aku dengan pak Reno terus asisten Arfan hanya senyum aja. Kami mau lihat reaksi bu Anjani kalau tahu ayah mertua yang menyiram.
"Kurang ajar siapa yang berani menyiram aku. Dasar tidak punya sopan santun." teriak bu Anjani berusaha duduk sambil meringis kesakitan karena luka-lukanya terasa peri pas kena air.
"Saya yang nenyiram kamu kenapa kamu mau marah silahkan marah, saya tidak peduli. Bagaimana rasanya kalau pria yang kamu cintai dan sanjung ternyata tidak mencintaimu, justru dia punya wanita lain dan bahkan punya rencana untuk menghabisimu, sekarang kamu menikmati saja nasibmu, oh ya aku punya kejutan juga untukmu, karena selama ini kamu tidak perna puaskan dengan satu pria saja sehingga kamu bisa menghianati aku, sekarang aku berikan kamu waktu satu jam untuk bersenang-senang kamu tidak perlu takut kamu pasti puas."
Wajah bu Anjani langsung pias, bu Anjani sangat takut, takut kalau nanti di cambuk lagi tapi aku rasa siksaan ayah mertua masih berlanjut, kalau seperti ini ada timbul rasa kasihan juga mau bagaimana pun juga bu Anjani seorang perempuan tapi waktu dia menyiksa Dinda juga dia lupa kalau Dinda seorang perempuan. Inilah yang dimanakan tabur tuai apa yang kita tanam itu yang kita tuai.
"Mas, jangan lakukan itu mas, aku tidak mau disentuh oleh pria-pria bajingan itu mas tolong, apakah mas tidak kasihan sama aku mas ingat kita perna bersama bahkan kita punya anak mas kemana kasih sayang kamu selama ini, aku mau kita kembali seperti dulu mas." Walaupun bu Anjani sudah memohon ampun tapi ayah mertua tidak peduli.
"Reno bawah mereka bertiga kesini buka borgol mereka dan masukan mereka kedalam sini sekarang juga" ujar ayah mertua .
"Ayok keluar, kalian harus nurut apa kata Tuan supaya kalian tidak di siksa karena siksaan kalian sudah selesai jadi sekarang Tuan berikan kalian bertiga kesenangan" ujar pak Reno tapi tidak ada tanggapan sama sekali dari mereka bertiga justru mereka hanya nurut saja.
Kami membawah mereka bertiga kehadapan ayah mertua dengan ikatan kaki yang sudah terlepas. Dengan senyum mengerikan ayah mertua mendekati mereka dan menyuruh mereka buka baju.
"Sekarang buka baju kalian bertiga, kalian dengarkan aku baik-baik ya, dan ikuti apa kataku kalau kalian lakukan apa yang aku perintahkan, aku janji akan bebaskan kalian dan kaliab boleh menjadi pengawalku dengan gaji yang tinggi tapi aku butuh pengawal yang jujur bukan penghianat"
Wah....luar biasa ayah mertua menjanjikan hal itu kepada mereka tapi aku juga sependapat dengan ayah mertua, karena mereka melakukan itu hanya karena tuntan dalam kegidupan keluarga, selagi mereka mau berubah masih ada kesempatan kedua.
"Baik Tuan kami siap dan apa yang harus kamu lakukan" ujar mereka kompak.
__ADS_1
"Baiklah kalau begitu, kalian lihatkan perempuan itu? perempuan itu sangat haus akan sentuhan para pria jadi aku berikan kesempatan kepada kalian bertiga waktu satu jam untuk kalian pakek dia sesuka hati silahkan kalian bawah reruangan itu dan aku menunggu disini"
Betapa terkejutnya aku mendengar penuturan ayah mertua, jadi maksud ayah mertua membiarkan ketiga pria badan tinggi hitam dan agak sedikit gemuk itu bermain dengan bu Anjani ya ampun, sangat sadis cara ayah mertua menyiksa bu Anjani padahal jujur bu Anjani sudah tidak berdaya, masa kembali di giring lagi, aku perhatikan ketiga pria itu mulai ada rona bahagia diwajah mereka dan hasrat mereka bertiga sudah mulai keluar. Jelas dengan senang hatilah mereka menerima tawaran ayah mertua.
"Ha...serius Tuan, Tuan tidak bercanda"? Tanya mereka.
"Memangnya wajahku kelihatan bercanda ya,cepat masuk aku kasih waktu satu jam."
Ketiga pria itu langsung masuk kedalam ruangan itu mereka bergantian mengiring bu Anjani di hadapan Ogen tapi sih Ogen memang pria berhati iblis dia sama sekali tidak merasa ibu terhadap bu Anjani padahal dia menyaksikan sendiri hal menjijikan di hadapannya, bukan hanya itu suara teriakan bu Anjani menolak sentuhan para pria itu mengemah di seluruh ruanga.
Tiga pria itu benar-benar melakukan apa yang ayah mertua perintahkan hampir satu jam lebih baru mereka bertiga keluar dengan peluh membasahi tubuh mereka.
"Maaf Tuan kelewatan waktunya soalnya keenakan tadi servisan perempuan itu oke juga Tuan" ada seorang pengawal Ogen berani bicara seperti itu dengan ayah mertua namun ayah mertua hanya tersenyum saja,"
Setelah selesai kami kembali masuk kedalam ruang betapa terkejutnya kami mendapatkan pemandangan menjijikan di depan kami ternyata Ogen dengan bu Anjani tidak sengan bercinta dihadapan kami, ayah mertua tersulut emosi langsung mengambil cambuk dan langsung menghajar mereka berdua, sampai mereka berdua meringis kesakitan tadi Ogen punya nyali juga dia tidak berhenti justru makin mengila membuat bu Anjani mengeluarkan Erengan menjijikan.
Lucu aja sih tadi sih Ogen bilang jijik sama bu Anjani tapi kelihatan dia sangat menikmati hahaah mungkin seperti yang di bilang Ogen tadi kalau di kasih ya hajar.
Dari sini aku tahu kalau Ogen sengaja melakukan itu didepan ayah mertua karena Ogen ingin membuat ayah mertua panas dan benar saja ayah mertua makin emosi, ayah mertua emosi bukan karena cemburu tapi karena sangat menjijikan, setelah selesai Ogen sengaja membantu bu Anjani memakaikan pakuannya baru saja selesai ayah mertua menyiksa bu Anjani bertubi-tubi sampai bu Anjani berteriak minta tolong belum sampai disini ayah mertua mengambil belati dan nenyayat wajah bu Anjani sampai wajah cantik bu Anjani sudah tidak berbentuk.
Sudah kayak buruk rupah hal itu membuat bu Anjani tidak berdaya.
__ADS_1