Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda

Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda
372


__ADS_3

Aku tahu Dinda wanita yang baik jadi dia tidak akan menolak permintaanku, Dinda selalu bilang kalau menolak melayani suami itu adalah dosa terbesar bagi seorang istri, jadi selama kami menikah tidak sekali pun Dinda menolak permintaanku untuk bercimta dengannya. Dinda selalu siap untuk melayaniku kapan dan jam berapa pun itu Dinda selalu siap. Itu yang aku sula dari Dinda seorang istri yang baik, hanya saja selama kami menikah belum perna aku membahagiakannya karena selalu ada masalah datang silih berganti, bahkan hampir sedikit Dinda kehilangan nyawah karena kelalaian ku.


Aku ingin segera mengakhiri semua polimik ini agar kehidupan aku dan keluarga ku bisa tenang, tinggal selangkah lagi semua akan berakhir, tetap bertaham ya sayang, mas selalu ada di saping kamu dan buah hati kita.


"Bagaimana sayang mau tidak, sih joni dari tadi menunggu jawaban dari kamu sayang memang sih joni sangat meresahkan, dia tidak tahu waktu coba di sentuh sayang hehehe" ujarku terkekeh melihat ekspresi lucu istriku.


"Mau dong mas, itukan suatu kewajiban seorang istri melayani suaminya kapanpun, jadi Dinda selalu siap mas. Kalau Dinda menolak itu dosa besar untuk Dinda " Ujar istriku membuat gairaku makin bertambah.


Akhirnya pagi ini aku berbagi peluh dengan istriku, kami kembali bercinta seperti biasanya satu putaran sudah selesai tapi sih joni masih tengang aku sangat bahagia, semua sudah tersalurkan sih joni juga sudah mendapatkan apa yang dia inginkan, tapi sih joni masih ingin lagi Dinda wanita yang hebat tidak perna merasa lelah. Mau berapa kali pun kami bercinta dia selalu siap, soalnya istriku adalah canduku dia sangat memuaskanku, sehingga aku tidak perna memikirkan untuk mendekati wanita siapapun. Karena selain Dinda berikan kepuasan kepadaku Dinda juga adalah wanita yang sangat aku cintai jadi aku tidak ingin menghianatinya.


Setelah satu rondeh aku minta sekalih lagi ternyata Dinda juga tidak menolak hehehe masih pagi-pagi dapat asupan segar dari istriku, apakah sih kembar pengen punya adik lagi. Ah jangan kasian istriku dua saja sudah cukup tidak perlu banyak. Aku yang menyaksikam waktu saat melahirkan saja sudah menahan rasa sakit jadi cukup dua saja.


"Sayang boleh sekali lagi tidak? Lihat deh sih joni belum puas sepertinya, soalnya dia belum mau tidur mungkin dia belum pusa sayang jadi dia minta sekali lagi ya sayang" ujarku merayu padahal tanpa ku rayu pun istriku pasti mau.

__ADS_1


"Boleh dong mas, Dinda tetap siap melayani mas sampai mas puas istri akan mendapatkan pahala besar kalau melayani suami dengan tulus hati mas, jadi Dinda tidak mau kehilangan pahala itu hanya karena menolak keinginan suami, jika nanto Grey dengan Gretta punya adik lagi juga tidak masalah tapi tunggu sampai mereka dua tahu begitu baru bisa mas."


Kali ini aku tidak mau di atas ranjang karena sudah jam enam juga jadi sekalian mandi pikirku, aku langsung mengendong istrimu ala bridal style dan membawahnya kedalam kamar mandi. Rasanya lebih nikmat kalau di dalam kamar mandi karena istriku juga sangat senang.


Aku langsung meletakan istriku kedalam bathtub dan aku langsung masuk kedalam, kami kembali bergulat didalam bathtub, yang membuat aku makin bergaira adalah setiap erengan halus keluar dari mulut istriku membuat ku makin mengila, sih joni juga sangat nyaman beradah di dalam tempat persembunyiannya.


"Mas rasanya nikmat sekali, mas memang suami yang paling hebat setiap kali kita bercinta mas selalu berikan kepuasan kepada Dinda, apakah mas juga puas setiap kali bercinta dengan Dinda mas? Atau sebaliknya mas tidak puas" tanya Dinda dengan suara parau karena merasakan nikmatnya yang luar biasa.


Aku tersenyum mendengar pertanyaan istri cantik ku, Dinda tidak tahu kalau tubuhnya sangat candu bagiku, aku selalu puas setiap kali bercinta bersamanya karena Dinda sangat lihai. Dan Dinda tahu bagaimana caranya membuat aku makin mengila dan puas, semalam badanku terasa sangat lelah tapi pagi ini badanku sangat sengar mendapatkan vitamin c dari istriku.


"Oh, ya mas. Kenapa selama kita menikah mas tidak perna sekalipun bertugas keluar negeri bahkan keluar kota sekali pun tidak perna, padahal banyak sekali proyek dan kerja sama dengan investor dari luar negeri juga" tanya Dinda.


Jadi Dinda benar selama kami menikah aku tidak sekalipun perjalanan kerja keluar negeri bahkan ke luar kota sekalipun tidak perna, kenapa aku tidak perna melakukan itu apakah tidak ada kerjaan di luar negeri atau diluar kota? Sehingga aku tidak perna bepergian. Sebenarnya selalu ada kerjaan di luar kota tapi aku tidak perna pergi, kenapa? Karena aku tidak ingin jauh dari istriku jadi kalau ada pekerjaan di luar kota atau di luar negeri, aku selalu mengutus pak Erik bersama sekretaris pergi.

__ADS_1


"Ada sayang hanya saja mas tidak ingin jauh darimu jadi mas selalu mengutus pak Erik dan sekretaris pergi untuk mengurus pekerjaam itu, mas dan ayah sudah percaya kepada pak Erik jadi semua yang di kerjakan pak Erik selalu berhasil" ujarku membuat Dinda tersenyum dan langsung memberikan aku sebuah kecupan yang manis.


Setelah usai kami bercinta, kami berdua la gsung mandi dan keluar dari kamar mandi aku kembali mengendong istriku ala bridal style dan mendudukan di atas tempat duduk di depan meja riasnya.


Ternyata sudah setengah tujuh, aku bantu mengeringkan rambut Dinda, setelah semua sudah siap kami berdua cek dulu sih kembar baru turun ke bawah untuk sarapan. Ternyata mereka belum bangun biar aja sebentar baru mereka berdua bangun langsung mandi.


"Sayang yuk kita turun ke bawah hari ini pasti kita berdua juara karena baru setengaj tujuh kita sudah menunggu di meja makan, biar ayah dan ibu tahu aku juga bisa bangun pagi." ujarku semangat.


"Iya dong mas, mas semangat karena sudah mendapatkan obat mujarab tadi makanya semangat empat lima kalau tidak jam segini Dinda jamin mas belum selesai mandi hahaha" astaga istriku sangat mengemaskan, bisa-bisanya dia bicara begitu tanpa dosa cengegesan lagi.


Tapi memang ada benarnya juga yang di bilang Dinda, untul ada pertolongan dari vitamin C tadi kalau tidak jam segini aku belum bergerak.


Ternyata benar tebakanku saat kami sampao di meja makan belum ada satu orang pun hanya kami berdua, semua hidangan sudah di hidangkan oleh pelayan satu persatu mereka datang dengan senyum rama mereka dan melirik Dinda entah apa yang menarik perhatian mereka sehingga mata mereka selalu tertuju kepada Dinda aku jadi penasaran.

__ADS_1


Ah sudahlah mungkin mereka merasa ane karena masih jam segini kami berdua tumben sudah di meja makan terlebih dulu, jadi biar saja.


__ADS_2