Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda

Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda
134


__ADS_3

Aku bertengkar hebat dengan ibu bahkan aku sama sekali tidak menunjukan rasa hormatku lagi kepadanya, mulai dari situ aku putuskan untuk mengubungi adiku Dinda dan suaminya untuk minta bantuan aku sangat berharap mereka mau membantu dan ternyata pada saat aku hubungi Dinda dan Dava mereka merespon dengan baik. Singkat cerita kami bertemu besoknya dan kami sepakat untuk membalaskan semua rasa sakit ayah.


Setelah pertemuan kami bertiga aku pulang ke rumah karena berencana akan menbongkar brangkas harta yang sudah disimpan oleh ayah dan ibu selama ini, aku akan mengambil semuanya agar membuat ibu tidak memiliki apapun karena aku sudah bertekab akan keluar dari rumah ini jika pembalasan sudah selesai.


Setelah aku pamit dengan Dinda dan Dava aku sengerah pulang ke rumah sepanjang jalan aku selalu berdoa semoga rencanaku berhasil, aku tahu paman dan bibik masih dirumah waktu aku pergi tapi aku berharap mereka sudah keluar entah kemana supaya aku bisa bebas mengambil apa yang perlu aku ambil. Nanti jika sudah berhasil aku harus segerah pergi untuk menyembunyikan semua yang sudah aku ambil.


Ternyata agak sedikit macet itu yang memperlambat aku pulang tapi aku berusaha tenang karena perempuan itu dia pasti sangat sibuk di kantor jadi tidak secepat itu dia pulang kerumah. Begitu juga dengan Kenedy dan Lexza biasanya setelah mereka selesai kampanye mereka akan buka bersama dengan semua relawan, dan mereka akan berkumpul untuk mencari cara agar Kenedy bisa mendapat banyak suara...bagaimana bisa banyak dapat pendukung sedangkan video asusilanya sudah tersebar dimana-mana.


Setelah hampir sepuluh menit terjebak macet akhirnya lolos juga aku langsung tancap gas dan menuju ke rumah, ternyata benar dugaanku saat aku masuk mobil paman gak ada berarti mereka ada keluar baguslah berarti Tuhan mendengarkan doaku.


Aku segerah parkir mobil dan gegas masuk kedalam rumah ternyata rumah sepih hummm semua pelayan mungkin mereka sudah selesai mengerjakan tugas mereka sehingga mereka lagi santai di kamar masing-masing.


Baguslah aku harus lenyapkan cctv sebelum aku melakukan aksi ku, setelah semua beres ini saatnya aku harus masuk ke kamar ibu, aku gegas ke kamar ibu untung juga kamarnya tidak di kunci karena biasanya kamar ibu selalu di bersihkan setelah ibu pergi, jadi memang kamar ibu jarang di kunci karena pikir ibu tidak akan ada maling di rumah ini apalagi brangkas itu hanya orang tertentu yang tahu dimana letaknya.


Bahkan aku sebagai anak kandung saja aku tidak perna tahu ada brangkas tapi aku tidak sengaja memergoki ibu membuka brangkas itu, selalu saja ibu cerobo dalam melakukan sesuatu dan aku juga orang yang selalu beruntung dalam kecerobohan itu.


Bahkan aku hafal betul kode brangkas rahasia itu karena ada dua brangkas jadi satu itu semua isi rumah tahu dimana letaknya tapi kalau yang satu ini hanya ibu dan ayah yang tahu kalau bukan aku diam-diam memergoki mungkin sampai kapanpun aku juga gak tahu.

__ADS_1


Saat aku sampai didalam kamar aku berencana buka duluan brangkas rahasia jadi kalau nanti pas aku dengar ada orang yang pulang segaknya aku sudah mengambil sesuatu yang berharga.


Aku dengan hati-hati mengangkat lukisan yang tergantung di tembok karena di situ ada brangkas rahasia. Setelah aku angkat aku ingat betul kodenya jantungku sudah tidak menentu berdebar dengan kecang antara takut dan bahagia bercampur jadi satu.


Jangan sampai ketahuan ya Tuhan, kalau sampai ini terjadi aku bisa mati ditangan perempuan itu. Aku tekan tombol dengan kode aku ingat


krekkk...krekkk.


Ternyata berhasil tapi bunyi rupanya kalau buka pintu brangkas gila benar untung gak ada yang dengar, setelah brangkas terbuka mataku membulat sempur melihat apa isi dari brangkas rahasia ini semua berlian ibu ada didalam bukan hanya itu tapi ada emas batangan dan uang lumayan banyak beserta dengan barang berharga lainnya, aku tidak mau menunggu lama aku langsung mengambil tas ransel dan mengeluarkan semua isi dari barangkas itu.


Aku masukan kedalam tas ransel dengan cepat aku menutup kembali brangkas itu. Dan aku pindah ke brangkas yang satu lagi disini aku agak sedikit kesulitan karena setahu aku kode brangkas ini adalah tangal lahir ayah namun saat aku cobak tidak bisa, aku binggung bagaimana caranya aku sekali lagi mencoba pakek tangal kematian ayah ternyata perempuan Licik ini sudah ganti.


Aku langsung mengambil semuanya dan sengerah turun ke bawah ternyata belum ada yang pulang aku kembalikan cctv seperti semula. Aku membawa ransel itu kedalam mobil dan rencana aku mau bawah ke apertemen ayah karena aku nemiliki kuncinya, namun saat aku masuk kedalam mobil tiba-tiba aku dapat telpon dari Dava adik ipar yang menyampaikan jika besok dia ingin mengajak aku dan Dinda kesuatu tempat.


"Hallo kakak..."


"Hallo Dav...ada apa"?

__ADS_1


"Kakak sudah di rumah ya...maaf ya kakak Dava menganggu Dava mau tanya besok kakak ada kegiatan gak sekitar jam sembilan begitu"


"Gak ada sih paling ke restoran saja Dav ada apa kita baru juga ketemu tadi tumben kamu telpon"


"Iya kakak maaf aku baru ingat padahal tadi aku mau bilang sama kakak tapi lupa besok Dava rencana mau ngajak kakak dan Dinda ke suatu tempat kakak bisa gak"


"Memangnya mau ngajak kemana Dav...apa kakak gak bisa tahu gitu"?


"Janganlah kakak kalau Dava kasih tahu berarti gak kejutan dong Dinda saja aku tidak kasih tahu dia kakak jadi bagaimana kakak bisa gak"


"Iya aku sangat bisa lebih baik senang-senang dengan adik-adikku dari pada mikirin manusia ular ini, terus besok kita ketemu dimana biar nanti aku langsung kesana saja."


"Besok kakak kembali ke restoran tadi saja nanti mobil kakak titip di restoran biar kita naik satu mobil saja nanti kakak pulang baru ambil mobilnya."


"Ok baiklah besok aku juga sekalian bawakan apa yang sudah aku ambil saat ini aku mau simpan dulu ketempat aman agar besok aku tinggal ambil saja"


"Memangnya kakak sudah mengambil semuanya, kakak gak ketahuankan sama orang-orang disana"

__ADS_1


"Kamu tenang saja aman tidak ada yang tahu ya sudah nanti besok kita ketemu lagi salam buat adik Dinda ya"


Aku mengakhiri panggilan telpon dengan Dava dan kembali simpan hp kedalam tas terus aku hidupkan mesin mobil dan menjalankan keluar mobil dari pekarangan rumah dan berlalu pergi.


__ADS_2