Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda

Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda
356


__ADS_3

Tidak masalah pikirku karena memang ini hari bahagian keluarga kecilku, aku memengang erak tangan istriku, aku mau tunjukan ke perempuan sinting itu dan semua tamu undangam bahwa betapa aku sangat mencintai Dinda istriku, tidak ada wanita lain di hatiku selain Dinda.


Aisya menatap aku dengan tatapan nyalang dari belakang sana, aku melihat betapa emosinya dia. Bodoh amat memang dia siapa, Gama masih berdiri di sampingnya Gama takut dia akan merusak acara hari ini, tidak mungkin coba saja dia berani aku meremukan tulangnya. Sekarang masalah soal Lexza saja belum selesai Lexza masih di penjarah bawah tanah dengan dua anal buah ayahnya, akhirnya mereka ketemu juga bagus ada sebuah permainan.


Aku kembali menyapah para tamu undangan, ternyata hari ini yang hadir di acara bukan hanya orang tua tapi bayak juga para pembisnis membawah anak gadis dan anak laki-laki mereka.


"Assalamualaikum, Para tamu undang yang terhormat, terimah kasih atas kehadiran bapak ibu, suatu kebahagiaan dan kehormatan bagi kami keluarga Adinata dan keluarga Winata atas kehadiran bapak ibu saudara semua. Mungkin bapak ibu sudah tahu bahwa istri tercinta saya baru selesai melahirkan, dan tepat hari ini istri saya keluar dari rumah sakit, saya patut mengucap syukur kepada Allah karena Allah memberikan sebuah hadia terindah bagi keluarga besar kami. Jadi kami dari keluarga besar menyiapkan hidangan untuk bapak ibu saudara, silahkan di nikmati sambil mengikuti acara selanjutnya." Ujarku.


"Wah....memang benar ya cantik sekali istri Tuan muda, baru kali ini gua ketemu langsung dengannya loh, waktu resepsi pernikahan Tuan muda kami juga dapat undangan hanya saja gua masih di luar negeri jadi aku tidak sempat ikut hanya papi dan mami yang ikut tapi katanya mewah banget ya.?"


"Oh ya, gua lupa kalau waktu itu lo nggak ikut, iya waktu itu gua juga ikut sama ayah dan ibu dan lo tahu malam itu apa yang terjadi disini, lo masih ingat nggak putry nya Tuan Arlo Jelin yang baru meninggal itu loh karena kecelakaan?"


"Iya gua ingat sih tapi nggak begitu dekat kenapa? Bukankah ayah dan ibu nya sudah bercerai dan sekarang ayah nya sudah menikah lagi terus hampir sedikit perusahan ayah nya bangkrut kan"?

__ADS_1


"Iya lo benar, perusahan mereka hampir bangkrut karena ula bu Aini dan Jelin tahu nggak malam itu gua malu banget walaupun gua nggak begitu dekat dengannya tapi gua juga berteman lah dengan Jelin jadi dia itu membuat masalah dengan ibu nya di acara resepsi Tuan muda dam nona muda tahu nggak? Sampai Tuan muda marah besar dan Jelin dengan ibu nya di usir paksa dari sini, malu nya itu lo kalau itu kena gua nggak bakal unjuk muka lagi keluar rumah karena video itu viral."


"What!...kok bisa sih, kenapa?"


"Ya karena Jelin mengodah Tuan muda dan ingin menjadi istri kedua, bahkan sampai Jelin menghina nona muda jadi Tuan muda tidak bisa menerimah itu akhirnya Tuan muda marah besar"


Aku hanya mendengar percakapan beberapa gadis yang lagi santai duduk sambil menilmati hidangan yang ada, ternyata mereka ini masih teman dengan perempuan itu sih Jelin tapi kok bisa meninggal ya padahal pagi itu aku lihat Jelin sudah mendapatkan pertolongan. Ah sudahlah itu bukan urusan ku yang penting sekarang aku memberitahu pembawah acara untuk memperebutkan hadia sebbentar lagi.


Karena ada kupon untuk yang nomor undiannya keluar berarti dia akan mendapatkan hadia, hadia nomor satu adalah sebuah apertemen, hadia kedua adalah mobil Alphar sedangkan hadia ketiga adalah sebuah kalung emas seharga lima ratus juta. Sebenarnya ayah ingin menambah satu unit rumah tapi aku dan Dinda tidak mau, karena kami rencana akan mengadakan acara bersama dengan anak-anak panti asuhan. Jadi lebih baik banyakin memberkati anak-anak yang masih kekurangan dari pada berikan kepada orang-orang yang sudah berkelebihan, untung ayah juga langsung setujuh jadi kami membuat hadia hanya tiga saja.


"Hallo Tuan muda dan nona muda , maaf baru saja sampai." Ujar Andy mengandeng seorang wanita cantik, wanita itu langsung melempar senyum ke arah aku dan Dinda sambil mengulurkan tangannya, sepertinya pasangan Andy kayaknya.


"Hallo brow! tidak masalah yang penting sudah hadir, saya dan istri saya sangat bahagia, oh ya ngomong-ngomong kapan saya terimah undangan nih jangan lama-lama brow, sekarang sudah mapan sudah punya pekerjaan yang bagus masih kurang apalagi, jangan lama-lama." Aku sengaja menjaili Andy, aku tidak peduli dia memanggilku Tuan muda, sudah sering kali aku bilang jangan panggil Tuan muda juga tapi susa, jadi biar saja kalau aku tetap memanggilnya dengan sebutan brow.

__ADS_1


"Oh ya, kenalkan ini calon istri saya brow kalau tidak ada halangan mungkin secepat mungkin kami menikah" nah gitu dong panggil brow kan enak di dengar apalagi kami berteman, aku senang mendengarnya semoga ini adalah yang terbaik untuk Andy karena aku tahu Andy pria yang baik, bukannya aku menilai buruk wanita di mataku tapi semua wanita hampir sama hanya satu-satu saja yang seperti istriku ini yang dia menikahi ku tanpa melihat harta.


"Wah....selamat ya brow aku senang mendengarnya semoga hubungan kalian langeng ya, aku tunggu loh undangnya." aku kembali mengulagi kata-kata ku tadi.


"Tenang brow undangan pertama pasti Tuan muda baru yang lain karena Tuan muda penyelamatku." ujar Andy terkekeh.


Saat kami asyik ngobrol mc kembali naik ke atas panggung dan mulai kembali acara selanjutnya.


"Para tamu undangam yang terhormat, pada sore menjelang malam ini kita juga di sediakan hadia berupa mobil apertemen dan juga kalung emas, bagi tiga pememang. Di bawah kursi dimana anda duduk di bawah ada nomornya dari sekian banyak nomor hanya tiga nomor yang kita pilih dan itu akan menjadi pemenang" ujar mc


Semua para tamu undangan kembali duduk ke kursi masing-masing dan mereka mencari nomor yang ada, dengan senang hati mereka menunjukan nomor mereka ke pada mc.


"Ok baiklah jika semua sudah mendapatkan nomor, saatnya saya memanggil Tuan muda dan nona muda untuk penarikan nomor pertama, semoga anda beruntung ya."

__ADS_1


Aku dan Dinda kembali di panggil untuk memilih salah satu nomor yang ada di dalam sebuah guci kecil yang sudah di gulung, siapapun yang mendapatkannya pasti dia bahagia tapi aku berharap semua ini jatuh ketangan karyawan.


__ADS_2