Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda

Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda
47:47


__ADS_3

Sebenarnya Dea agak sudah mulai sedikit tidak respect dengan sang ibu, karena walaupun mereka sudah menikah. Semua kehidupan Dea dan Lexza masih di atur oleh bu Anjani, seperti yang dikatakan Dea. Kedua suaminya Lexza dan Dea juga kayak kerbo di cucuk hidung. Apapun yang dikatakan oleh bu Anjani mereka ikut aja, bu Anjani kayak pake pelet.


Setelah Dea dan Tahir pergi tinggallah Lexza dan suaminya sedangkan Paman Gibran dan istrinya, akhirnya Lexza dan suaminya gegas pergi Kenedy pergi ke kantor sedangkan Lexza rencana hari ini mau pergi cek restoran yang ditanganinnya saat ini.


Hampir satu jam lebih Dea sampai di Mall dan menuju ke tokoh yang berlian....karena tujuan utama pergi ke mall karena memang rencana beli berlian.


Pada waktu bersamaan Dinda pergi ke mall. Sebab hari Ini Dava dan ibu mertua menyuruhnya untuk belanja emas sesuka hati.


Tapi Dava sudah memberikan perinta bawah Dinda pergi harus dengan pengawal, jadi Dinda dengan senang hati menyetujuinya,


Sampai di mall, Dinda berjalan dengan anggun menyusuri toko berlian yang hanya orang kaya yang bisa masuk kesana. Wanita cantik mata coklat kulit putih mulus dan berbadan tinggi membuat siapapun terpana melihatnya. Banyak pria yang mengodanya, Mereka masih mengira kalau Dinda belum memiliki suami.


Meskipun di kawal oleh pengawal tapi kedua pria berbadan kekar itu tidak begitu dekat menjaga Dinda. Mereka memberi jarak jalan padanya, karena itu sesuai permintaan Dinda.


Dia tidak ingin mereka menjaganya terlalu dekat, sehingga Dinda terlihat tidak nyaman.


Namun seketika Dinda memperlambat langkah kakinya ketikan melihat seorang wanita, menawar kepada seorang penjanga toko berlian. Terkisar harga tidak main-main karena berlian terpilih dan toko berlian itu toko yang memiliki barang langkah.


Wanita itu tampak memaksa penjual itu untuk mengurangi harga berlian itu, maksudnya harga rendah karena uangnya tidak cukup, katanya orang kaya tapi uang tidak cukup gimana sih.


Dinda tahu kalung itu bukan kalung sembarangan karena ada pasangannya harga mencapai satu miliyar. Sedangkan perempuan itu tidak ambil semua dia hanya beli kalungnya saja sedangkan cincin, gelang dan antingnya tidak ia beli yang jelas pemilik toko tidak akan mau karena itu sudah satu set empat item.


Setelah Dinda menyimak percakapan itu dengan penjual Berlian mahal itu Dinda mendekati mereka, Dinda memiliki ide mengerjain wanita itu.


"Mbak jika dia mau hanya satu item aja aku mau satu set lengkap semuanya, harganya berapa tinggal katakan."


Sontak wanita itu menoleh ke arah Dinda. Betapa terkejutnya dia bawah Dinda muncul setelah kabur dari rumah keluarga Winata.

__ADS_1


"Di, Dinda"? Sapa perempuan itu memastikan, ia sangat terkejut.


Dinda dengan anggun tersenyum kearah wanita itu, dia adalah Dea kak kandung nomor dua.


"Hay kak Dea apakabarmu, sudah lama tidak bertemu, yups salah sebut kita bukan saudara lagi ya" ujar Dinda.


Sementara itu Dea masih tercengang. Dia masih membuka mulutnya sedikit dan matanya membulat. Dia terkejut melihat penampilan Dinda yang sangat menawan dan memakai barang-barang branded lainnya, dan sekarang Dinda tidak tanggung-tanggung mau beli berlian harga kisaran meliyaran.


Dea menatap Dinda dari ujung kaki sampai ujung kepala. Semua yang dipakai Dinda adalah brand nomor satu didunia. Seperti tas jam tangan yang dimiliki hanya dua wanita Nyonya Aprilia dan Dinda.


Dea masih terdiam. Dia belum menjawab pertanyaan dari Dinda. Kemudian Dinda tersenyum dan mulai bertanya


Dea tersadar dari lamunannya. Ketika mendengar pertanyaan dari adiknya. Dia langsung menormalkan wajahnya seperti semula.


Kemudian Dea menjawab dengan tengas. "Tidak! aku tidak terkejut melihatmu. Hanya saja aku heran kenapa kau berada di mall ini, bukankah mall ini hanya di kunjungi oleh orang-orang kaya saja? Dan orang miskin sepertimu tidak bisa berkunjung ke mall ini."


Hahahha Aku sebenarnya orang kaya, hanya kau saja yang tidak kaya, buktinya kau sekarang masih numpang di rumah ibumu, kau dan suami kau adalah bebalu, jangan menunjukan kesombongan kalian sama aku karena kalian bukan apa-apa. Dinda berbisik tepat di telinga Dea.


Mendengar perkataan Dinda Dea kesal dan geram, Dea ingin menampar Dinda tapi Dea sadar posisinya sekarang berada di mall, yaitu di tempat ramai. Dia tidak bisa tiba-tiba menampar Dinda, itu akan menimbulkan keributan dan yang jelas dia akan di permalukam bahkan di viralkan.


Dinda melanjutkan ngobrolnya dengan pemilik toko berlian itu, Dinda ingin membeli berlian yang tadi di tawarkan oleh kaknya Dea , karena Dinda mau menunjukan kalau dia adalah orang kaya.


"Mbak maaf ya, saya ingin membeli kalung ini lengkap semuanya kira-kira berapa ya mbak"?


"Oh kalau semuanya satu miliyar nona muda, maaf tadi nyonya besar sudah telpon, katanya nona akan datang kemari jadi saya mamang sudah siapakan ini untuk nona hanya saja mbak ini datang dan memaksa untuk membeli tapi hanya satu item yang dia ambil.


"Haahah...ok baiklah kalau begtu mbak saya transfer aja sekarang ya, saya ambil semu."

__ADS_1


"Eh...tidak usah nona..karena sudah di bayar lunas oleh nyonya."


Dea yang mendengar membulatkan matanya dengan sempurna ia tidak percaya mendengar perkataan pemilik toko berlian dengan Dinda anak miskin itu.


"Wah kalau begitu makasih banyak ya mbak, jika nanti ibu! telpon bilang kalau saya sudah mengambil barangnya" ujar Dinda memang Dinda sengaja menyebut kata ibu agar Dea penasaran


"Sama-sama nona muda," ujar pelayam


Dea yang melihat pelayan toko berinteraksi dengan Dinda bikin hatinya panas, dia berpikir dari mana Dinda mendapatkan uang sebanyak itu dan nyonya yang dimaksud pelayan itu siapa. Apalagi Dinda justru menyebutnya dengan kata ibu.


Setelah selesai Dinda pamit pergi meninggalkan Dea masih berdiri mematung di depan toko itu, namun tak lama ia sadar karena Dinda sudah pergi akhirnya dia berusaha keluar mengejar Dinda tapi sayangnya Dinda sudah masuk kedalam mobilnya dan keburu pergi.


"Ah sial!...sial....hari ini apes banget hidupku, aku tidak terimah di permalukan seperti ini sama anak miskin itu, eh...tapi kalau dia miskin mana mungkin dia berpenampilan seperti itu."


Akhirnya dengan kesal Dea gegas pergi meninggalkan mall dengan membawah pulang malunya. Dea sempat kembali ke kota berlian untuk menanyakan siapa nyinya yang dimaksud tapi pelayan toko justru tidak mau beritahu.


Dinda tersenyum licik melihat kaknya emosi, dalam hatinya ini permulaan, kita lihat saja nanti seperti apa aku mempermalukan kalian semua.


Dinda mengendarai mobilnya menuju ke restoran bintang lima yang sudah disepakati untuk pertemuan wanita-wanita kaya yang akan membahas arisan.


Sedangkan ada seorang wanita paru baya dengan gaya hedongnya tiba di parkiran restoran dan turun dari dalam mobilnya dan melengang pergi, masuk kedalam restoran dan langsung ketemu dengan teman-teman sosialitanya. Seperti biasa cipika cipiki, tapi biarpun seperti itu wajah bu Anjani tidak pernah berubah selalu datar dan kesombongannya itu tidak hilang.


"Jeng kita mulai aja yuks, semua sudah hadir nih kita langsung aja masih nungguin siapa lagi" ujar bu Anjani.


"Tunggu dulu jeng masih ada teman baru kita, dia adalah orang terhormat, mungkin sebentar lagi juga sampai" ujar jeng Lili.


"Iya nich jeng ada loh teman baru kita, tapi dia masih muda kaya raya lagi" sambung jeng Pita.

__ADS_1


"Ah siapa sih jadi penasaran sekaya apa sih orang itu, perasaan aku deh yang paling kaya di antara kita semua." ujar bu Anjani menyombongkan diri. Membuat yang lain tertawa, sehingga wajah bu Anjani jadi marah.


__ADS_2