Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda

Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda
238


__ADS_3

Aku mengajak mas Tahir keluar dari kamar untuk melihat apa yang terjadi diluar dan ternyata mas Tahir juga nurut saja, namun langkahku terhentih saat sampai di depan pintu betapa terkejutnya aku melihat dari dalam kamr sampai di luar kamar ibu banyak sekali pecahan barang berserahkan dimana-mana, ini manusia tidak punya otak setiap kali ngamuk pasti banyak barang yang di pecahkan.


Semua pengawal dan pelayan sudah berbaris di hadapan perempuan itu untuk di interogasi, jujur kalau aku sebagai pengawal dan pelayan aku sudah berhenti bekerja kalau punya nyonya seperti ini, sedangkan Lexza dan Kenedy juga berdiri tidak jauh dari situ apalagi bibi Lya dan perempuan itu bersih tengang mereka berdua.


"Apa...kamu bilang tadi? Jaga ucapan kamu ya Lya jangan sampai aku hancurkan mulut busukmu, pengawal? siapa maksudmu kamu pikir serendah itu harga diriku sampai aku mau bercinta dengan peegawal rendahan itu. Aku tidak selevel dengan mereka, atau jangan-jangan kamu yang kurang belaian dari suami kamu makanya kamu doyan jajan dengan pengawal.


Walaupun suami ku sudah meninggal bukan berarti aku harus jual diri diluar sana apalagi dengan pengawal rendahan jijik, aku memanggil kalian kesini bukan untuk menyuruh kamu bicara tidak sopan sama aku ingat aku ini masih status ipan kamu."


Ya Tuhan, betapa tidak sadar dirinya perempuan ini bicara, katanya dia tidak jual diri tapi sama brondong untuk memuaskan hasrat itu apa?. Dan kenapa tadi saat aku melihat perempuan itu bicara soal pengawal matanya selalu lirik salah satu pengawal dan pengawal itu juga seperti emosi. Dari gerekan tubuh seseorang kita tahu dia bohong atau tidak


Prokkkk....prokkkk!


"Kamu cocok di sebut ratu drama Anjani , karena memang kamu jagonya kalau bersandiwara kamu juga cocok disebut perempuan tidak tahu diri, apa mungkin tidak ada kaca di kamar makanya kamu tidak ngaca dulu baru bicara.


Tidak perlu menutupi kebusukan kamu Anjani karena aku tahu semua dari ujung kaki sampai unjung rambut, siapa yang masuk keluar kamar kamu pas tengah malam aku tahu, siapa juga pengawal yang selalu memuaskan hasrat kamu aku juga tahu, aku diam bukan berarti aku takut sama kamu tapi aku diam karena aku tunggu waktu yang tepat baru aku bicara. Atau kamu mau aku tunjukan kesemua orang di rumah ini siapa pengawal yang mrnjadi budak cinta kamu?"

__ADS_1


Seketika ibu terlihat sangat ketatukan, apa iya, ibu bermain dengan pengawal kok aku baru tahu.


"Ka..kamu..." ibu tidak melanjutkan perkatannya karena langsung disambung oleh bibi Lya.


"Kamu tidak perlu bilang kamu perempuan suci dan berkelas Anjani, karena aku tahu dengan siapa kamu pergi masuk keluar hotel, dengarkan bibi baik-baik Dea, Lexza. Ibu kalian ini tidak seperti yang kalian bayangkan, dia bisa membolak-balikkan fakta. Apakah kamu mau bukti Anjani biar aku tunjukan sama kamu" ujar bibi Lya perempuan itu aku lihat dia mengepalkan tangannya dan memukul meja sampai mengeluarkan bunyi yang sangat besar.


Brakkkk....!


"Kurang ajar kau Lya! Jangan kamu mempermalukan aku didepan semua orang, kalian dengarkan baik-baik yang jangan dengarkan perempuan ini, dia hanya omong kosong saja, dia sengaja menjatuhkan harga diriku didepan kalian semua agar kalian tidak mau menghargai aku lagi sebagai kepala keluarga disini."


Tidak ada seorang pun yang berani menjawab kalau dia yang mengambilnya, ya jelas tidak ada yang ngaku orang aku yang mengambil semua itu. Karena aku lihat tidak ada yang angkat bicara akhirnya aku yang bicara.


" Baguslah kalau semua harta itu hilang, aku jadi senang namanya juga mendapatkan harta itu dengan cara jahat, ya gitu pasti harta itu akan hilang dengan sendirinya. Makanya mau jadi orang kaya itu lebih baik usaha sendiri jangan jadi maling untuk mencuri harta yang bukan milik sendiri.


Palingan harta itu sudah kembali kepada pemilik aslinya. Siapa tahu ayah hidup kembali terus setelah tidak ada dirumah dia kembali untuk ambil semua hartanya, bukankah tadi katanya tidak ada yang tahu kodenya apalagi brangkasnya tidak rusak sama sekali pakek logika saja deh."

__ADS_1


"He....Dea maksud kamu apa bicara begitu sama ibu, jadi maksud kamu harta itu ibu dapatkan dengam cara jahat, jangan sembarangan kalau bicara anak ingusan tahu apa kamu, beraninya kamu bicara begitu. Harta itu ada karena usaha ibu juga makanya bisa terkumpul, dan mama mungkin orang sudah meninggal bangkit lagi"


"Memang kenyataan seperti itu kok, bukan karena harta kamu jadi seorang pembunuh, menyewah orang untuk menghabisi nyawa seseorang, apa itu tidak dinamakan seorang pembunuh karena terobsesi dengan harta. Lagian semua harta itu peninggal ayah kenapa kamu mau ambil semua aku anak kandungnya dan aku juga berhak mendapatkan bagian ku begitu juga Dinda didalam semua harta itu ada hak Dinda juga. Jangan bulang usaha kamu bu tapi kekayaan itu sudah ayah miliki sebelum ibu hadir dalam kehidupan."


"Enak saja kamu bilang harta itu juga ada hak kamu dan anak itu, tidak ada hak-hak untuk kalian berdua karena semua harta peninggalan ayah kalian adalah hak aku sebagai istrinya"


"Hehehe....kamu tidak usa berbelit aku tahu didalam surat wasiat asli di pak Dendy nama kamu tidak ada didalam sebagai pembagian hak waris, karena didalam surat wasiat itu yang mendapatkan harta paling banyak adalah Dinda baru aku, kalau seandainya tiba-tiba ayah datang aku mau lihat seperti apa reaksi kamu nanti.


Jadi lebih baik kamu kembali masuk kekamar kamu dan jangan pikirkan lagi harta dunia itu karena itu bukan milik kamu, dan satu lagi tolong jadi perempuan itu jangan bodoh masa perempuan bayar laki-laki baru tidur dengannya, kasian ya murah sekali biasanya laki-laki yang bayar perempuan untuk memuaskan napsunya tapi kenapa justru ini kebalikan, rela berikan tubuhnya gratis ke pria itu dan bahkan dengan bangganya memberikan uang miliyaran rupia ke pria tersebut. Disini kalau aku lihat ibaratkan harga diri pria lebih mahal dari pada harga diri perempuan. Buktinya laki-laki dibayar dengan mahal baru mau tidur dengan kamu sedangkan kamu dapat apa? Tidak dapat apa-apa"


Sangkin bencinya aku, aku tidak memanggilnya dengan sebutan ibu lagi, tapi pakek kata kamu.


" Tidak, aku tidak akan biarkan hartaku di ambil oleh orang apalagi semua sertifikat itu semua, hanya itu yang aku miliki saat ini jadi aku akan melaporkan kejadian ini ke pihak berwajib untuk menyelidiki siapa yang berani mencuri semua harta didalam brangkas."


"Hahaha....silahkan saja kalau kamu berani lapor polisi, karena jika polisi menyelidiki kasus pencurian ini, berarti mereka juga kembali menyelidiki soal kematian ayah siapa pembunuh dan motifnya apa, bisa jadikan ayah meninggal karena ada kesengajaan karena ada yang mau menguasai harta ayah, oh ya bibi dan paman juga hati-hati takutnya nyawa bibi dan paman juga dalam bahaya."

__ADS_1


Aku memelihat wajah Anjani sama sekali tidak bersahabat dengan ucapakanku, biarlah manusia sepertinya dia tidak perlu di kasihhani untung ayah kandungnya Lexza sudah meninggal kalau tidak aku yakin mereka berdua pasti akan bersatu kembali dan meraka makin jadi manusia serakah di muka bumi ini .


__ADS_2