
Setelah Dinda selesai menenangkan diri ia kembali menjawab pertanyaan para wartawan lainnya.
"Bukan karena saya takut untuk melawan waktu itu, tapi karena saya takut mereka mencelakai suami saya karena itu bukan kali pertama saya disiksa sudah beberapa kali bahkah suami saya tahu betul bagaimana perlakuan mereka terhadap kami berdua, suami saya sering membelah saya, tapi justru dapat hinaan dari mereka terkhusus nyonya Anjani.
Maaf bukan saya tidak mau memanggilnya dengan sebutan ibu, tapi saya rasa panggilan itu tidak layak baginya disini bukan saya saja yang kena siksaan tapi suami saya juga, dia hina dan direndahkan saya melindungi suami saya dari orang jahat itu makanya saya memutuskan untuk membiarkan suami saya pergi dari rumah.
Tapi setelah suami pergi justru saya kembali disiksa dan sampai di masukan kedalam kamar mandi, saya di kunci apakah itu adalah perilaku seorang ibu yang baik, jadi intinya disini Nyonya Winata hidupnya penuh dengan kebohongan. Kalau soal skandal video yang lagi viral silahkan lihat sendiri dan teliti dengan benar apakah itu asli atau bukan tapi menurut saya, video itu sangat asli bukan editan bukan juga rekayasa.
"Nona muda apakah anda masih menganggap nyonya Winata adalah ibu kandung nona muda."
"Makasih pertanya,annya, sekarang ibu saya hanya yang ada disamping saya, ini adalah ibuku satu-satunya saya menjanganya dengan seluruh jiwa dan raga saya, tapi ayah saya ada dua yaitu ayah Adinata dan ayah Evan. Jadi tidak ada ibu saya yang bernama Anjani"
Maaf,saya tidak banyak memberikan jawaban nanti para wartawan bisa cari tahu sendiri." Setelah selesai Dinda bicara kami hendak mau pulang ,namun para wartawan justru mencengah aku sama ayah untuk memberikan sedikit keterangan.
"Maaf Tuan muda jika saya lancang, bagaimana perasaan Tuan muda mengetahui istri Tuan muda disiksa oleh ibu mertua."
" Terimah kasih atas pertanyaannya, saya secara pribadi marah dan juga saya pengen menghukum orang-orang tersebut tapi karena saya memiliki seorang istri yang baik dan lembut hati dia berhasil membuat hati saya luluh dan memaafkan mereka."
"Bagaiman pendapat Tuan Adinata mengenai hal ini"?
__ADS_1
" Jelas saya sebagai orang tua yang sangat menyayangi putry saya, sangat terkejut dengan berita ini, saya tidak menyangka masih ada manusia tidak punya hati di negara ini, untung saat saya tahu amarah saya sudah hilang kalau tidak saya tidak segan memberikan hukuman kepada orang yang sudah berani melakukan hal jahat itu kepada putra dan putri saya. Tapi disini biar semua orang tahu saya tekankan jika ada yang masih berani menyentuh atau mencelakai putra dan putry saya, saya tidak sengan memberikan hukuman setimpalnya kepada mereka." Ujar ayah
"Ngeri ya, punya ibu seperti itu saya tidak menyangka loh padahal Nyonya Winata itu kalau kita lihat dia di wawancara sopan dan ramah, terus selalu bilang kalau keluarga itu utama bukan harta, karena harta bisa dicari tapi sekarang aku tahu bawah semua itu bohong."
"Iya jeng saya juga sampai terkejut mendengar pernyataan nona muda ternyata sifat ibunya jahat sekali rasanya tidak percaya dengan semuanya tapi memang itu fakta, sepertinya menantunya tidak akan menang deh dalam pemilihan ini apalagi sudah viral video itu dimana-mana, awalnya masyarakat yang ingin memilihnya jadi undur dan memilih lawannya, untung saya tidak memilihnya tadi"
"Gila perlakukannya sangat menjijikan cobak nonton videonya bukan kayak perempuan berkelas lagi tapi sudah sama kayak perempuan malam. Pantas anak kandung sendiri tidak mau mengakuinya sebagai ibu memalukan sekali, tapi saya penasaran loh dengan pria itu soalnya wajahnya asing jadi saya tidak kenal."
Banyak hinaan dan makian keluar dari mulut ibu-ibu yang ada semua relawan dari Kenedy hanya diam saja tidak mengeluarkan sepata katapun dari mulut mereka.
Mampus kamu kenedy kamu dimana jantung kamu sudah tidak aman, begitu juga dengan bu Anjani pasti ngurung diri dirumah saja sudah malu keluar nanti banyak tetangga yang mencibirnya, karena selama ini sama tetangga saja tidak mau menyapah mereka justru bu Anjani bersikap cuek dan sombong sering juga ngatain tetangga miskin kaya rakyat jelata, padahal kehidupan tetangganya juga bukan orang sembarangan.
Sekarang kena karma dia biarlah mereka yang merasakannya.
Setelah selesai kami bersiap mau pulang ke rumah.
"Sayang kamu tidak kenapa-kenapa kan? Kita pulang yok sudah selesai memilihkan biar sayang istirahat dirumah saja ya mas temani, jangan kemana-mana dulu kita sampai dirumah baru kita nonton tv dikamar saja nanti makan siang baru kita turun."
"Dinda baik-baik saja mas jangan kuatir, Dinda lagi membayangkan betapa hancurnya mereka bukan hanya Anjani yang ketakutan tapi Kenedy dan Lexza, dimana jantung mereka tidak aman. Dinda jadi penasaran apa yang terjadi di kediaman Winata nanti sampai dirumah Dinda mau hubungi kakak Dea terus tanya apa yang terjadi disana"
__ADS_1
Astaga istriku ini lucu masa tertawa ini yang dinamakan bahagia diatas penderitaan orang lain, tapi ya karma untuk mereka dulu bagaiman mereka tertawah di atas penderitaan aku dan Dinda.
"Ayah, ibu kita pulang atau kemana lagi" tanya Dinda.
"Putry ayah mau ikut tidak ke butik ibu soalnya ayah dan ibu mau kesana, nanti kalian pulang dengan mobil ini saja, biar ayah dan ibu ikut dengan asisten Arfan kalau putry ayah mau pulang"?
"Ikut yah, bu. Dinda mau lihat baju cantik keluaran baru di butik ibu, Dinda mau curi satu hehehe"
Belum juga aku jawab Dinda sudah duluan jawab ya sudah aku ikut saja dari pada nanti salah lagi.
"Sayang memangnya kamu tidak capek di butik ibu sangat luas loh nanti kamu capek keliling"
"Tidak mas, Dinda mau ke butik ibu soalnya hanya sekali Dinda kesana sampai sekaraang belum"
Akhirnya kami masuk kedalam mobil dan berlalu pergi ke butik ibu sedangkan dua pengawal dan pelayan pulang kerumah untuk gantian menjaga dan yang lain bisa ikut memilih.
Hari ini aku senang karena aku ingin menyaksikan kehancuran bu Anjani dengan mantu dan anaknya, selama ini Anjani membangakan Kenedy sekarang lihatlah apa yang terjadi.
Betapa malunya mereka pasti wartawan sudah datang menyerbuh kediaman Winata, biarlah itu urusan mereka karena dengan seperti itu mata mereka terbuka dan tidak semena-mena merendahkan orang lain sekarang ibaratnya sudah jatuh ketimpah tanggah seperti itu lah pepata.
__ADS_1
Mobil kami membela jalan raya kami merasakan indahnya jalan raya dan gedung-gedung yang tinggi tenyata negara ini sebenarnya kaya tapi banyak oknum yang menjadi penjilat sehingga menjilat semua keuangan negara."