
Akhirnya aku kembali kedalam ruangan dan langsung ceritakan semua kepada ayah tanpa di dengar oleh ibu dan Dinda , karena ibu dan Dinda lagi sibuk dengan kedua baby twins, Dinda harus berikan mereka susu jadi aku ingin memberikab mereka susu toko tapi kata Dinda dia ingin menjadi ibu yang baik jadi mereka harus minum asi kalau soal susu toko itu bisa di berikan sebagai tambahan nutrisi.
"Ayah...ada hal penting yang ingin Dava bicaa berdua dengan ayah, jadi kita disini saja agar ibu dan Dinda tidak mendengar" ujarku. Ayah juga langsung menatapku dan aku jelaskan kepadanya sesuai dengan apa yang di ceritakan oleh asisten Arfan dan apa yang barusan aku lihat, ayah hanya manggut-manggut tanda mengerti.
"Iya nak...sekarang kejahatan semakin merajalela jadi kita harus memperketak penjangaan jangan sampai kita teledor, Aisya itu ayah yakin jika dia benar-benar menginginkan kamu dia pasti melakukan apa yang dia inginkan, jadi dia akan melakukan banyak hal demi memenuhi keinginannya. Ayah tidak mau cucu dan putry ayah kenapa-kenapa nak jadi harus menempatkan pengawal-pengawal hebat untuk menjaga mereka.
Ayah yakin sekarang ini Lexza belum bisa melakukan sesuatu karena dia masih mencari celah, pastikan pengawal menemukan dia jangan biarkan dia lolos apalagi suaminya. Kalau berani mereka menyentuh cucu-cucu ayah mereka ingin kehilangan nyawah ayah tidak sengan menghabisi mereka, sekarang kamu jagain mereka disini dulu sementara waktu biarkan perusahaan di tangani sama Erik dan Ririn saja disana juga ada sekretaris jadi mereka bertiga menghendle." Ujar ayah.
"Baik ayah." Ujarku, saat aku dan ayah berbincang masuk seorang pengawal menyampaikan kalau ada Andy di luar datang menjenguk Dinda, aku langsung menyuruhnya masuk.
"Maaf Tuan, pak Andy datang di luar katanya datang jenguk nona muda" ujar pengawal.
"Baik antar dia kesini"ujar ku pengawal langsung gegas pergi dan tidak lama kemudia pintu kembali terbuka.
Ckreeeetttt!
"Selamat siang Tuan muda, Tuan besar dan Tuan Gama, maaf saya datang menjenguk nona muda" ujar Andy.
__ADS_1
"Selamt siang pak Andy makasih sudah berkenan datang kesini." Andy datang tidak sendirian dengan beberapa karyawan tapi aku tidak mengijinkan untuk mereka melihat baby twins karena memang itu sudah perintah dari ayah, ayah ingin anak-anak ku di perlakukan seperti aku yang tidak di kenalkan ke publik sampai aku dewasa.
Aku punya banyak teman bukan karena mereka tahu aku orang kaya tapi memang mereka teman baik jadi mereka berteman tidak memandang kayak atau miskin, selama teman-teman berteman denganku mereka tidak tahu kalau aku ini adalah putra tunggal orang terkaya di negara ini, mereka hanya tahu kalau aku orang biasa aja. Makanya ayah juga menginginkan kedua anakku sama seperti aku tidak di ketahui oleh orang lain.
Setelah pak Andy dan beberapa karyawan selesai menjenguk Dinda akhirnya mereka pamit pulang ke kantor. Karena mereka datang juga tidak lama.
"Tuan muda, Tuan besar kalau begitu kami undur diri kembali ke kantor" ujar Andy dan beberapa karyawan.
"Baik pak Andy makasih atas kunjungannya" ujarku.
Setelah Andy dan karyawan pergi aku meminta ijin kepada ayah dan ibu karena ada pekerjaan perting yang harus aku kerjakan aku pergi bersama Gama dan juga. Asisten Arfan kami ingin melakukan sesuatu di luar jadi aku minta Ririn dan ibu untuk menjaga Dinda dan bayi kembar yang jelas pengawal sudah menjaga dengan ketat jadi aku tidak perlu kuatir dengan menjaga Dinda.
"Tenang saja mereka bertiga aman tidak terjadi apa-apa, keamana ketat jadi pergilah." Ujar ayah setelah aku selesai pamit dengan ayah aku langsung pamit dengan Dinda dan yang lain.
Aku langlangsung keluar dari ruangan dan pergi keluar di ikuti oleh Gama, saat ini aku dan Gama teruals Asisten Arfan pergi ke suatu tempat.
Kami keluar dari ruangan dan gegas melalui koridor rumah sakit dan menuju ke loby utama rumah sakit, saat kami sampai diloby ternyata masih ada beberapa wartawan di sana, aku pikir mereka sudah pada pergi teryata tidak semua pergi bahkan masih ada pertanyaan yang merekan lontarkan. Kenapa aku tidak menunjukan wajah kedua bayi kembar dan kenapa tidak bisa menyebut nama bayi kembar, padahal sebagai orang terkaya seharusnya di publikasihkan agar semua orang mengenalnya.
__ADS_1
"Maaf Tuan muda kenapa wajah kedua baby twins tidak di publikasihkan wajahnya."
"Benar Tuan muda kenapa kedua nama bayi kembar tidak di sebutkan biar semua orang tahu." Tanya salah seorang wartawan.
"Maaf semuanya, kami sekeluarga sudah sepakat baik itu saya, nona muda dan Tuan Adinata kami semua sudah sepakat untuk tidak memplubikasihan tentang nona da Tuan muda kecil jadi saya harap jangan mempertanyakan hal itu lagi" ujarku.
Aku binggung siapa yang berani menyebarkan berita ini saat kami sedangk berharapan dengan wartawan sudah banyak berita simpang siur tentang kedua bayi kembarku.
Bahkan ada sebuah berita dengan hoax menayangkan beritakan yang tidak bermutuh, sebuah cenal yang menyertakan sebuah berita dan bahkan memposting sebuah gambar anak kembar katanya itu adalah wajah bayi kembar aku dan Dinda. Dan bahkan sudah diberikan nama aku yang melihat itu langsung murka, kedua anakku belum mengerti apa-apa sudah mendapatkan fitnah dari orang jahat.
Aku langsung memerintahkan asisten Arfan untuk menutup cenal tidak jelas itu dan menuntut oknum yang sudah menyebarkan berita hoax tentang kedua baby twins.
"Asisten Arfan kamu tahukan apa yang akan kamu lakukan, jangan biarkan mereka lolos." Ujarku.
"Baik Tuan muda, sepertinya saya tahu siapa dibelakang berita hoax ini Tuan muda, ini Cenal milik Tuan Angga berarti siapa lagi yang menyebarkan berita hoax ini kalau bukan Tuan angga beserta nona Aisya siapa lagi Tuan mereka sengaja membuat berita seperti itu agar mereka mendapatkan penghasilan iklan dan mereka menjual berita itu dengan mahal agar mereka kembali berusahan menyelamatkan perusahaan yang saat ini lagi dalam ambang kebangkrutan" ujar asisten Arfan.
Aku baru ingat kalau cenal ini adalah cenal milik perusahaan om Angga, iya benar aku baru ingat, kurang ajar orang tua satu itu dia melakukan segalah cara hanya untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan manusia licik mereka memanfaatkan kedua bayi kembarku untuk merai ke untungan, tapi itu tidak akan mungkin aku tidak akan biarkan mereka bahagia di atas kesesakan orang.
__ADS_1
"Iya asisten Arfan aku baru ingat kalau om Angga memiliki Cenal itu, ternyata mereka melakukan hal licik itu hanya untuk membesarkan usaha mereka jangan harap aku biarkan mereka tenang begitu saja aku tidak akan membiarkan mereka hidup dengan tenang, asisten Arfan hancurkan cenal itu jika ada yang ingin kita berperang yuk kita siap jangan takut dengan kecoak" ujarku emosi.