
Saat kami diam dan bertukar pikiran masing-masing tiba-tiba ada dua orang pelayan lewat dengan minuman di tangan masing-masing, lucunya kenapa mereka harus melewati meja kami sehingga tidak kedua pelayan itu menumpahkan minuman yang mereka pengang itu satu kena jas ku dan satu lagi ke jas kedua orang itu, hal itu kembali menimbulkan keributan dari kedua orang itu salah satunya Tuan Maulah.
"Maaf....maaf Tuan saya tidak sengaja ampuni saya Tuan. Saya tidak sengaja menumpahkan munuman itu Tuan buar saya bersihkan jas Tuan" ujar gadis itu namun tanpa kami duga satu tamparan melayang di pipi gadis itu sampai gadis itu terkejut dan hampir jatuh.
Plakkkkk!
Satu tamparan keras dari Tuan Maulana mendarat mulus di pipi pelayan cantik itu, ya Tuhan kasar banget orang ini arogannya kelewatan. Lagian minuman yang tumpah juga bukannya banyak, hanya sedikitnya yang kenah jas justru punyaku lah yang paling banyak.
"Dasar pelayan rendahan, kamu bisa kerja tidak! kalau kamu tidak bisa kerja dengan benar lebih baik tidak perlu bekerja jual diri aja biar dapat uang, kamu tahu tidak semahal apa jas yang saya pake jual harga dirimu saja tidak cukup dasar miskin." bentak Tuan Maulana sangat arogan.
"Hey Tuan bicara itu punya etika sedikit, memangnya anda siapa bisa ngatain saya begitu? bukankah saya sudah minta maaf, berapa harga jas anda cobak saya lihat anda sudah berani menampar saya dan juga menghina saya hanya karena jam murahan itu" bentak gadis itu tidak kalah segit.
Wah...ternyata badas juga pelayan ini, tapi jujur aku merasa jangal karena perasaan kami tidak pesan minum kenapa minuman ini di antar kesini atau hanya lewat saja mereka. Dan kebetulan memang tidak sengaja nimunnya tertumpah kok bisa bersamaan.
"Tuan maafkan saya sudah menumpahkan minuman ke jas anda Tuan biar saya bersihkan, ampuni saya Tuan saya tidak segaja," kata seorang pelayan pria yang menumpahkan minuman ke jas ku dan hendak mengambil tisu untuk membersihkan jas ku. Tapi aku langsung mehan tangannya dan menyuruhnya untuk melanjutkan pekerjaannya.
Tidak perlu membersihkan karena bisa aku ganti nanti masih ada jas di mobil, tapi tidak perlu ganti juga tidak masalah.
"Tidak perlu kamu juga tidak sengaja jas saya sangat murah bisa saya cuci nanti, tapi lain kali jangan begini lagi ya bawah teman kamu pergi dari sini dan boleh lanjutkan pekerjan." Ujarku.
"Tidak apa-apa Tuan ini kesalahan saya jadi biar saya bersihkan" ujar pelayan masih ngotot.
__ADS_1
"Saya sudah bilang tidak perlu dan jangan takut hanya jas murahan ini kok bisa nanti di cuci di rumah."
"Makasih banyak Tuan anda sangat baik, sekali lagi maafkan saya Tuan, hati anda sangat mulia tidak seperti teman Tuan ini sangat arogan sampai menampar teman saya " ujar pelayan itu tersenyum sambil melirik ke arah belakang kami tapi aku tidak perhatikan, sedangkan pelayan wanita itu dengan Tuan Maulana dan temannya masih setian menghina pelayan itu, ternyata pelayan itu juga tidak mau kalah dan disalahin sehingga dia menantang Tuan Maulana untuk membuka Jas.
"Mana jasnya Tuan? cobak di buka kalau memang harga diri saya tidak bisa membelih jas anda cobak buka says mau lihat jas anda terbuat dari emas berapa karat sampai harga diri saya saja tidak mampuh membayar jas anda" ujar pelayan yang tidak tahu siapa namanya itu.
"Memang! Menjual harga diri kamu juga tidak sanggup membeli jas saya, jadi untuk apa saya membuka jas saya untuk kamu sentu dengan tangan kotormu itu, siapa manajer restoran ini panggil dia biar saya suruh pecat karyawan tidak berguna ini" ujarnya.
"Hahaha...yang cocok jual diri itu adalah anak gadis anda, bukankah anak gadis anda selalu memuaskan naf**u pria hidung belang hanya untuk mendapatkan banyak uang." ujar gadis ini apa maksudnya, atau jangan-jangan perempuan ini mengenal Tuan Maulana.
"Hey jags mulut kamu ya putry saya gadis yang terhormat" bentsk Tusn Maulana
"Tuan Maulana saya rasa anda sudah berlebihan hanya karena tumpahan minuman di jas anda, anda bisa menghina seorang gadis apakah anda tidak punya anak gadis atau anda tidak punya seorang adik atau kakak perempuan, sehingga anda begitu memandang rendah harga diri seorang perempuan.
Jadi anda jangan hanya karena minuman sedikit itu anda sampai menampar gadis ini dia juga tidak sengaja, sampai anda merendahkannya coba anda berani buka saja jasnya dan berikan ke gadis ini saya akan bayar jas anda dengan harga lima belas juta" ujarku karena sudah kesal dengan tingkah Tuan Maulana kalau yang satu sudah dari tadi diam saja walaupun awalnya dia juga sempat memaki gadis ini.
"Hahaha...Tuan Dava tidak usa sok membelah memang dia pantas mendapatkan ini semua karena sudah lancang mana sebentar lagi kita ada pertemuan dengan Tuan Adrak kalau penampilan saya seperti ini bagaimana saya bisa menang, awas saja kalau sampai says gagal mendapatkan proyek karena kamu, saya akan membuat perhitungan denganmu.
"Tuan Maulana...saya rasa Tuan Adrak itu seorang pembisnis yang bijak, jadi bukan di lihat dari penampilan seseorang yang rapih baru Tuan Adrak berikan proyek itu kepadanya, melainkan attitude seorang pemimpin, saya buka jas saya tidak perlu saya pake jas kalau memang saya gagal mendatkan proyek tidak masalah."
"Tuan muda saya ganti jasnya" ujar asisten tapi aku tidak mau biar saja.
__ADS_1
"Tidak perlu sekretaris, saya tidak pakek jas juga tidak masalah. Nona silahkan kembali ke pekerjaan kamu," Ujarku.
"Tuan terimah kasih sudah berbaik hati terhadap saya yang seorang pelayan rendahan seperti yang di katakan oleh Tuan yang terhormat ini, memang saya hanya bekerja untuk mencari nafka agar bisa memenuhi kebutuhan saya, tapi disini saya juga punya harga diri jadi saya tidak terimah di rendahkan oleh Tuan ini, biarpun saya tidak punya banyak harta tapi jika hanya sekedar ganti rugi jas yang di pakek oleh Tuan ini sepertinya saya masih sanggup, jangan karena saya hanya seorang pelayan restoran jadi anda menghina saya bahkan menampar saya padahal saya sudah memohon dan meminta maaf.
Apa anda tidak takut Tuan jika masalah ini akan berdampak buruk bagi bisnis anda, anda tahu disetiap sudut restoran ini di penuhi cctv dan semua bukti perlakuan anda terhadap saya sudah ada di tangan saya, sekali saya sebarkan apakah anda masih yakin bisa arogan seperti ini lagi bukan hanya bisnis anda yang bermasalah tapi juga nama baik anda dan pada akhirnya anda bisa menekam di penjara karena sudah menampar saya."
,Waw....keren banget dengan gadis ini salut saya dengan keberaniannya, memang dia salah tapi sudah minta maaf saya, suka dengan sifat gadis yang pemberani dan tidak lembek seperti ini sangat menantang, kami semua melongoh mendengar perkataan gadis ini sampai sekretaris tersenyum, berbedah dengan Tuan Maulana yang terkejut sampai membulatkan matanya dengan sempurnya.
"Ha...kamu berani mengancam saya, kamu tidak tahu siapa saya berani perempuan rendahan seperti mu ngancam saya kamu pikir saya takut jangan harap, silahkan saja kalau berani" oalah bukannya diam saja justru menangtang.
"Saya memang ingin menantang anda, baiklah dalam hitungan ketiga anda tahu apa yang terjadi" gadis itu menghitung mundur sampai hitung ketiga sekretaris menyodorkan hp nya dan membuka berita seorang pengusaha baru yang berani menghina dan menyiksa seorang gadis cantik di restoran Nelayan.
Astaga siapa gadis ini sebenarnya sehingga dia berani melakukan ini, Tuan Maulana sangat terkejut dengan berita ini dan langsung berteriak sehingga mengundang para pengunjung lainnya.
"Hay apa-apaan ini kenapa kamu viralkan video ini kamu dapat dari mana bukankah dari tadi kamu disini saja, cepat hapus atau kamu tahu akibatnya."
"Maaf Tuan saya bukan gadis penakut jadi mau mengikuti semua perkataan Anda, saya akan melakukannya jika anda membuat video meminta maaf kepada saya, saya jamin video yang sudah viral akan hilang seketika saya kasih anda waktu satu kali dua puluh empat jam kalau tidak video anda yang lain nyusul."
Gadis itu langsung gegas pergi meninggalkan kami hanya melongo aja"
Ternyata kami asyik
__ADS_1
berdebat jadi tidak menyadari kalau Tuan Adrak sudah berdiri dari tadi menonton kami, kata asisten Arfan kalau Tuan Adrak sudah mendengar semua pembicaraan kami, menururku tidak begitu buruk jika Tuan Adrak mendengar jadi Tuan Adrak sendiri yang menilai siapa yang pantas memenangkan proyek besar ini, aku tidak merasa bersalah dalam setiap perkataan ku jadi untuk apa aku harus takut jika aku menang tender berarti itu rejeki tapi jika tidak berarti bukan rejeki jadi mau bilang apa.
Apakah ini adalah trik dari Tuan Adrak atau bukan .Tunggu kelanjutannys