Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda

Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda
63:63


__ADS_3

Akhirnya aku dan Dinda pulang ke rumah, sebenarnya aku pengen Dinda pergi jalan-jalan ke mall atau kemana gitu biar ia bisa menghilangkan beban pikirannya tapi aku takut terjadi sesuatu sama Dinda.


Tidak lama kemudian kami sampai di rumah, mungki ibu lagi istirahat dan ayah pergi ke cabang perusahaan, sehingga rumah agak sepih aku langsung antar Dinda ke kamar dan pamit untuk pergi.


"Sayang istirahat ya mas mau berangkat ke kantor dulu ingat jaga kesehatan karena sebentara lagi kita akan melangsungkan acara resepsi nanti kamu sakit"


"Ia mas tenang aja aku akan istirahat, oh ya mas kan belum makan, apa gak makan dulu mas"


"Tidak apa-apa sayang sampai dia kantor aja mas makan, jangan lupa makan ya nanti mas menyuruh pelayan antar makanan kesini aja, karena ibu sepertinya makan di kamar juga ibu lagi gak enak badan soalnya."


Setelah aku pamit pergi ke kantor aku turun ke lantai bawah dan langsung keluar, namun saat aku sampai di pekarangan rumah pengawal justru ribut menahan seseorang yang hendak menerobos masuk, aku jadi penasaran siapa orang yang berani masuk kesini jika tidak ada hal penting.


Aku gegas menghampiri pengawalku, dan aku melihat dia seorang pria tapi aku tidak mengenalnya.


"Pak lepaskan dia, mungkin ada yang mau dia sampaikan hal penting."


Akhirnya pria itu dilepaskan oleh pengawal. Aku menatapnya begitu juga dia menatapku gugup.


"Siapa kamu dan tujuan apa kamu kesini, siapa yang menyuruh mu datang kemari." tanyaku tegas


Dia menundukan kepala beri rasa hormat kepadaku sembari berkata lirih.


"Tuan muda Dava! Maafkan saya, saya sudah lancang masuk kesini tanpa ijin tapi ada hal penting yang harus saya sampaikan kepada Tuan muda"


Aku begitu kaget mendengar penuturan laki-laki ini, sepertinya dia sangat mengenalku tapi sayangnya aku tidak mengenalnya.


"Siapa kamu dan pesan penting apa yang anda bawah kemari" jelasku

__ADS_1


"Saya Reno Tuan muda, saya disuruh oleh seseorang yaitu Tuan saya yang ingin bertemu dengan Tuan muda, jika Tuan muda berkenan ikutlah dengan saya, namun jika Tuan muda tidak berkenan boleh saya tahu dimana tempat yang akan kita ketemu agar Tuan saya akan mendatangi Tuan muda karena saya yakin Tuan muda juga ingin bertemun dengan Tuan saya."


Tuan!? Tuan kamu?" tanyaku


Apakah ini hal yang baik atau ini jebakan, aku akan ikut kesana tapi aku harus kirim pesan ke ayah dan pak Erik untuk berjaga-jaga jika terjadi sesuatu mereka bisa tahu aku ada dimana.


Aku segera ambil hp dan mengirim pesan ke ayah dan pak Erik setelah itu aku menatap manik mata laki-laki ini apakah dia berbohong atau tidak.


Namun aku tidak mendapati kebohongan di wajahnya, akhirnya memutuskan untuk mengikutinya.


"Baiklah aku akan ikut denganmu, tapi apakah aku pergi sendiri saja atau boleh dengan pengawal, dan apakah ini hal yang baik atau buruk?" aku tanya memastikan sebelum aku berangkat.


"Silakan Tuan muda tidak masalah jika Tuan muda ingin dengan pengawal, percayalah Tuan muda keselamatan Tuan muda itu sangat penting dan saya yang akan menanggung keselamatan Tuan muda jika terjadi sesuatu dengan Tuan muda nyawahku lah taruhannya." ujar Reno mantap


Akhirnya aku pergi dengan tiga orang pengawal dan orang tersebut yang bernama Reno. Sepanjang perjalanan menuju ke lokasih hatiku penuh tanda tanya karena orang tersebut tidak mau meberitahukan siapa Tuan yang dia maksud ingin bertemu denganku jadi ia membuat aku penasaran.


Hampir satu jam lebih perjalan kami akhirnya kami sampai di satu gedung, aku disuruh langsung masukan mobil kedalam parkiran gedung itu dan setelah aku keluar dari dalam mobil, aku di bawah oleh pria yang bernama Reno itu pergi lantai dua belas kalau aku lihat dari lift.


Aku tidak peduli siapa mereka asal mereka tidak melakukan kejahatan terhadapalku, ketiga pengawalku tidak diijinkan masuk kedalam hanya kami berdua saja yang masuk.


Setelah aku sampai didalam aku melihat seseorang sedang duduk diatas kursi kebesarannya tapi sayang dia membelakangiku dan karena sandaran kursinya agak tinggi jadi hanya buluh rambut saja yang aku lihat.


Pengawal yang bernama Reno itu berjalan mendekati orang tersebut dan mengatakan jika aku sudah sampai.


"Maaf Tuan, Tuan muda Dava sudah sampai dia ada di belakang Tuan." ujarnya


Aku masih tenang karena aku masih menerkah siapa orang ini dan apa tujuannya memanggil aku kesini, jika memang niatnya menjahatiku. Kenapa dia mau aku membawah pengawal.

__ADS_1


"Tuan muda silakan duduk" Reno mempersilakan aku duduk, dan aku hanya menurut saja.


Tidak lama orang yang membuat aku penasaran memutar kursinya dan menghadap ke arahku biarpun ia masih memakai topeng tapi aku sangat mengenal siapa pria tersebut.


Betapa terkejutnya aku melihat siapa orangnya yang ada dihadapanku, aku tidak pake tanya lagi aku langsung bangkit dari tempat dudukku dan menghampirnya, aku langsung memeluknya dengan erat, hatiku memang bahagia tapi juga sedih, karena kepergiannya istriku sangat terpukul.


"Ayah.....kenapa ayah tega melakukan ini terhadap aku dan Dinda yah...kenapa? Ayah tahu gak semenjak ayah pergi Dinda sangat terpukul"


Ya jadi hari ini aku didatangi Reno untuk ketemu dengan ayah mertua yang ternyata seperti filingku kalau ayah mertua tidak meninggal tapi ia sengaja memanipulasi kematiannya.


"Maafkan ayah nak, ayah terpaksa melakukan ini karena kalau tidak mungkin ayah benar-benar mati dibunuh oleh perempuam licik itu" ujar ayah mertua


"Maksud ayah apa? Perempuam licik yang mana ayah" tanyaku.


"Ibu mertua kamu nak, dia bukan manusia tapi dia wanita iblis yang bisa menghalalkan segala cara untuk memenuhi keinginannya manusia serakah nak dia merencanakan pembunuham ayah, tapi untung ayah tidak sengaja mendengar percakapannya dengan seseorang."


pengakuan ayah membuat aku terkejut bagaimana tidak selama ini aku pikir bu Anjani itu istri yang baik terhadap ayah mertua, namun ternyata diam-diam ia merencanakan pembunuhan terhadapa suaminya.


Flashback


Satu tahu yang lalu, tidak sengaja ayah menemukan sautu catatan yang di simpan oleh perempuan itu didalam dokumen penting yang tersimpan didalam brangkas yang mengatakan yang membuat ayah terkejut adalah jika Lexza bukan anak ayah, karena ayah penasanaran dan ingin tahu kebenarnnya ayah menyuruh Reno untuk menyelidiki kehidupan masa lalu perempuan itu dan benar saja.


Ternyata hasilnya membuat ayah terkejut ketika tahu kenyataan pahit itu, jika sebelum perempuan itu menikah dengan ayah dia sudah hamil anak dari mantan pacarnya. Karena dia takut ketahuan akhirnya dia menjebak ayah dan mengancam ayah untuk menikahinya.


Kalau masasalah itu ayah sudah menerimannya lagian selama ini juga, ayah sangat menyayangi Lexza sebagai anak ayah, ayah tidak pernah membedahkan Dea, Dinda dengan Lexza. Mereka bertiga sama-sama anak ayah.


Walaupun ayah belum selesai cerita masa lalu bu Anjani tapi aku memotongnya aku penasaran.

__ADS_1


"Ayah memangnya laki-laki itu tidak mau betanggung jawab dengan kehamilan bu Anjani sehingga dia menjebak ayah."?


"Laki-laki itu bukannya tidak mau bertanggung jawab tapi Anjani yang tidak mau menikah dengan laki-laki itu sehingga ia hilang kontak dengannya karena dia sudah mengincar ayah.


__ADS_2