Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda

Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda
216


__ADS_3

Aku menatap pak Erik karena ada benarnya, disini hutan belantara kurang ajar memang manusia spikopak yang satu ini. Tapi pak Erik tidak sampai di situ berikan Arahan sehingga pak Erik kembali melanjutkan perkata,annya.


"Saya kenapa berkata begitu Tuan karena saya yakin pelaku tidak segampang akan melepaskan nona Elsa begitu saja dan saya yakin mereka sudah menyiapkan semua dengan matang, bahkan bisa jadi mereka sudah menyiapkan jebakan untuk kita kalau Tuan muda dan Tuan besar ikut kedalam hutan saya yakin Tuan muda dan Tuan besar akan terluka.


Bahkan amit-amit nih bisa jadi mereka menghabisi Tuan muda dan Tuan besar...sebenarnya penculikan nona Elsa hanya dijadikan umpan tapi sebebarnya target sesunggunya bukan nona Elsa melainkan Tuan muda, Tuan besar dan nona muda. Kenapa saya bilang nona muda karena nona muda sudah membunuh delapan nyawa jadi pasti mereka mengincar nyawa nona muda juga."


"Benar yang di katakan pak Erik paman...lebih baik paman dan Kakak Dava ikut kedalam saja." Ujar Gama menimpali karena kami lihat diluar sepih sekali padahal sudah jam enam dan namanya di hutan sudah gelap gulitan.


Setelah kami mengatur strategi, dengan berhati-hati kami melangkah kedepan dan kami bersembunyi di semak-semak di depan gedung sedangkan, didalam gudang gelap sekali setelah pengawal itu mendorong pintu dan masuk tiba-tiba lampuh menyalah dari depan aku bisa melihat tembus kebelakang tapi tidak ada apa-apa hanya aku melihat seorang pria dia muncul dari arah samping dan menghampiri pengawal sambil tertawa terbahak-bahak di sampingnya ada dua pengawal.


"Hahaha....akhirnya tua bangka itu menyerah juga...banguslah aku berharap dia yang ngantar semua ini bersama dengan putra dan perempuan ****** itu, sepertinya seru juga kalau aku main-main bersama menantunya, mereka datang nyerehkan nyawah mereka karena sebentar lagi aku akan kaya raya seluruh harta mereka aku kuasai dan menantunya aku jadikan budak di ranjang mantap sebelum aku menghabisi mereka aku biarkan mereka melihat mantu kesayangannya itu melayani aku disini Hahaha."


Jujur darahku mendidih aku sudah mau bangkit tapi langsung ditahan oleh ayah dan yang lain.


"Nak jangan gegabah tenanglah dia hanya omong kosong saja itu, lagian Dinda juga ada dirumah...kamu tidak dengar suara gaduh dari sebelah sepertinya mereka benar kata Erik pengawal yang ada di tengah hutan lagi berterung dengan anak buah penjahat ini.


bukkkk.....brakkkkkk..


Dooooorrrrr...dorrrrrr!


Ternyata setelah aku menajamkan teligaku benar saja ada pertarungan hebat di dalam hutan kurang ajar dia sudah menyediakan jebakan, ya Tuhan, semoga semua pengawal tidak apa-apa memang mereka hanya pengawal dan itu sudah resiko bagi mereka mengambil tugas jadi pengawal tapi jangan sampai mereka terluka Roy baru juga pulang dari rumah sakit.

__ADS_1


Plakkkkk..


Mata kami tidak teralikan dari dalam ruangan tapi dimana ya Elsa kok tidak kelihatan. Kurang ajar itu menukul pengawal.


"Kenapa Tuan kamu tidak datang apakah tua bangka itu ketakutan sehingga dia tidak berani datang dengan putranya, untuk menolong anak ini sehingga mereka hanya mengutus semut kecil ini datang kemari. Mana barang yang saya minta serahkan semua." ujar pria otu


"Bukakah anda hanya membutuhkan barang ini Tuan sekarang saya sudah membawahnya tapi sebelum itu saya mau melihat nona Elsa dulu kalau tidak, saya tidak akan serahkan semuanya." ujar pengawal dan bajingan itu kembali tertawa.


"Ha...ha..ha..ha...hey..semut kecil tenang saja perempuan itu ada di lantai atas kalau kamu mau pergi sana..." hmmm ngeselin banget mukanya sangat me jijikan


Akhirnya mereka naik ke atas, sesuai prediksi mereka menganggap enteng, memang bodoh seperti yang di katakan pak Erik ternyata mereka tidak menempatkan pengawal di depan...


Dan Elsa sudah dilecehkan oleh mereka semua, pikiran buruk sudah mulai menghantuiku, ternyata ada dua tangga naik ke lantai dua, satu tangga dari belakang dan satu dari depan kami bagi dua sebagian dari depan sebagian dari belakang. Akhirnya kami naik ternyata ada banyak anak buah mereka diatas. Dan Elsa di ikat di tengah-tengah, wajahnya sudah sembab mulutnya di sumbat jadi saat dia melihat aku dan pak Erik muncul dia langsung menangis air matanya mengalir begitu saja.


Tapi aku berikan isyarat agar dia tenang jangan menangis akhirnya dia menganguk. Pria bajingan itu meletakan pistolnya diatas kepala Elsa sedangkan pengawal sudah di kelilingi...


"Sekararang serahkan barang itu atau hari ini kalian berdua kehilangan nyawa disini,"


"Saya berikan semua asal lepaskan dulu ikatan nona Elsa, saya dan nona Elsa tidak mungkin melawan kalian semua apalagi nona Elsa lemah jadi kami berdua tidak mungkin kabur dari sini biar anda tidak di bilang egois dan inkar janji sekarang lepaskan nona Elsa. Lagian saya merasa lucu masa seorang bos takut dengan kecoak sepeti saya..saya sendiri jadi tidak perlu banyak anak buah disini juga."


Bodonya bajingan itu, dia juga nurut dan langsung menerintahkan anak buahnya untuk membuka semua ikatan Elsa.

__ADS_1


"Saya akan membukannya tapi jangan cobak-cobak menipu saya kalau sampai kalian berdua kabur saya tidak akan mengampuni kalian...biarpun anak ini masih gadis tapi saya jijik menyentuh keturunan Adinata jadi kamu tenang saja saya tidak apa-apain dia tapi sebelum itu kamu telpon Tuan kamu dan suruh kesini"


Aku mendengar itu terkejut bagaimana ayah bisa angkat telpon kalau ayah saja ada di belakang sedangkan Elsa belum di buka.


"Hahaha...Tuan...Tuan...anda kok sangat ketakutan sekali...masa anda takut sama aku seorang diri disini gampang itu soal telpon yang penting lepaskan dulu satu kali aku telpon pasti Tuan datang" ngejek pengawal


"Pukkkkk...lancang sekali kamu bilang begitu, tapi baiklah saya tidak takut karena mau kamu bawah satu rombongan besar pun saya tidak akan takut menghadapi kalian semua, apa lagi hanya menghadapi semut kecil seperti kamu ha...ha..ha.."


Untung pengawal itu pintar jadi mengalihkan perhatian bajigan itu. Walaupun pengawal kenah satu kali pukul lagi, aku juga lega kalau Elsa tidak di apa-apain sama mereka terus pakian yang di bawah itu punya siapa..pasti punya perempuan malam.


Akhirnya Elsa di lepaskan tapi belum di serahkan ke pengawal namun tidak masalah yang penting Elsa sudah bisa bergerak.


Bukkkk....! Pengawal langsung melemparkan koper berisi uang di hadapan bajingan itu dengan semua berkas yang dia minta..


"Periksa cepat"? Dengan cepat pengawalnya membuka koper dan uang semua tersusun rapih" bagus" jawabnya padahal dia tidak perhatikan uangnya langsung menutup kembali koper, semua berkas disuruh pengawal bodoh tadi di periksa hanya sekilas dan bilang lengkap pengen tertawa kalau aku tidak ingat Elsa dalam bahaya.


"Prokkkk....prokkkk...mantap, Tuan kamu begitu bodohnya dia menyerahkan semua hartanya kepadaku..tapi maaf kalian berdua belum bisa pergi sebelum Tuan kamu kesini jadi sekarang telpon dia dan nyuruh dia kesini"


"Baik" ujar pengawal sengaja.


"Tidak perlu...saya ada disini, kamu yang mencari saya Kakakku.....Admaja......"??????

__ADS_1


__ADS_2