Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda

Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda
202


__ADS_3

Aku angkat tubuh istriku yang menurutku sangat seksi aku melu**t bi**r seksinya.


"Sayang kamu sudah siapkan, sayang sendiri yang mengodah mas jadi harus bertanggung jawab" tanyaku.


"Silahkan mas Dinda memang sengaja begitu biar mas langsung paham kalau Dinda lagi menunggu kenikmatan dari mas..."


Aku tidak butuh waktu lama lagi aku yang melihat kedua gundukan yang terpang-pang rapi dan mengiurkan membuat sih joni sudah tidak kuat menahan gejolak, aku langsung menerkam Dinda justru istriku sangat menikmati erengan demi eregan yang di ciptakan oleh Dinda membuat hasratku makin memburuh...aku kayak kesetanan....jujur aku tidak tahu hasratku ini dapat dari mana tapi perasaan ini kayak bukan aku...aku memang jago dalam memuaskan keinginan istri tapi ini sudah kelewatan satu hari ini saja sudah tidak tahu berapa kali atau jangan-jangan aku salah minum sesuatu astaga....


"Mas...kamu sangat hebat ya mas membuat Dinda sangat puas, mas juga sangat lembut sehingga Dinda pengen terus tapi Dinda heran deh selama kita nikah baru kali ini loh mas seperti ini, sampai bertahan tadi siang saja berapa jam ini saja sudah satu jam mas belum keringat sedikitpun"


Benar apa yang di katakan oleh Dinda sepertinya ada yang tidak beres nich dengan kekuatan dan hasrat ku saat ini, aku makan atau minum salah apa ya, perasaan tidak ada..aku memang minum sesuatu yang di berikan oleh Rafa dan Gama waktu di bandara disuruh jika nanti mau turun pesawat minum biar kondisiku tetap fit takutnya nanti aku sakit kata mereka tapi aku lihat dari tatapan mereka berdua ane...ah sudah lah tadi aku sudah minun tinggal dikit lagi tapi enak juga sih.


Aku dengan Dinda menghabiskan waktu kami berdua olaraga di atas ranjang, ini adalah makanan sehari-hari kami selama kami berdua honeymoon di luar negeri lagian Dinda juga mala makin senang karena dia juga pengen cepat hamil katanya.


"Sayang kalau kita berdua setiap hari begini terus bisa jadi pulang ada Dava Junior didalam sini...memangnya sayang sudah pengen punya baby lagi"

__ADS_1


"Justru itu keinginan Dinda mas sehingga Dinda berusaha mengodah mas biar setelah pulang dari sini ada hasilnya" wah makin gercap nih mendengar jawaban istriku, baguslah kalau begitu aku harus kerja esktra biar bisa memenuhi keinginan istri dan keluargku malu dong aku nanti di bilang tidak jantan.


Aku mengayunkan pinggulku kesana kemari hanya untuk memuaskan istriku aku melihat dia juga sangat menikmati dan makin keluar eregan-eregan halus dari mulut bibirnya membuat aku makin kesetanan.


Hampir dua jam kami bertempur kalau seandainya dalam dunia peperangan mungkin dua jam itu kami sudah menghabisi beberapa nyawa...tapi kalau ini kenikmatan yang aku dan istriku rasakan, setelah selesai aku mebuang diri di samping istriku dengan nafas terengah-engah kayak baru selesai lombah lari maraton takut di lewati oleh lawan lari makanya berusaha sekuat tenangan agar bisa mendahuluinyasampai finis.


Dan aku pemenangnya hehehe.....Dinda masuk kedalam pelukanku dan memberikan kecupan manis untukku.


"Makasih mas...mas sangat hebat sampai memberikan kepuasan untuk Dinda...kalau soal hal kayak gini suamiku juarah deh...."


"Mas...surga itu di telapak kaki suami dan juga Dinda sebagai istri tidak bisa menolak permintaan suami selagi suami masih sanggup kenapa Dinda harus menolak kan melayani suami itu pahala bagi istri jadi yuk kalau mas masih sanggup Dinda siap hahaha......"


Aku tidak tunggu lama lagi langsung menghajar istriku siapa suruh dia mancing aku biar dia tidak usa jalan dan besok pagi kami tidak perlu jalan-jalan,....aku dan Dinda menghabiskan tenaga kami berdua malam ini setelah satu jam akhirnya aku benar-benar habis kekuatan dan tidur kembali di samping istriku. Dinda justru hanya senyum-senyum melihatku dia langsung masuk kedalam dada bidanku.


"Sayang kalau kamu sudah cape tidurlah katanya mau jalan-jalan besok nanti kalau kamu tidak istirahat terus besok sakit tidak bisa jalan-jalan nantinya."

__ADS_1


"Percaya sama Dinda mas, istri mas ini sangat kuat dari segi apapun menghajar orang juga bisa di hajar suami di tempat tidur juga bisa jadi mas tidak perlu kuatir"


"Sayang mas sudah sangat berjuang semoga nanti anak kita kembar ya satu cewek satu cowok satu pasang biar sayang tidak perlu melahirkan lagi cukup satu pasang saja"


"Terus kalau hanya satu mas, bagaimana? karena bukan kita yang merencanakan melainkan Allah yang sudah merencanakan semua kita hanya berusaha, kita juga tidak bisa memaksa kehendak kita sendiri"


"Kalau hanya satu kita harus kerja keras untuk dapat satu lagi sayang biar dua sudah cukup, jangan banyak-banyak tapi jujur mas pengen banget punya anak kembar baby twins sayang semoga di kabulkan Allah."


Setelah itu Dinda kembali membersihkan diri dengan air hangat dan dia kembali tertidur disampung mungkin karena dia sudah kelelahan, justru aku tidak bisa tidur setelah Dinda tidur ternyata hpnya ada disampingku dan aku iseng mengambil dan membuka sosial medianya ternyata ada komen dari beberapa orang sebenarnya itu keluarga Dinda semua namun salah satu fokusku adalah komen dari akun atas nama Anjani Winata.


Aku membuka pesannya karena penasaran apa isi dari pesan itu. Saat aku baca isinya pengen tertawa juga tidak bisa entah kenapa aku merasa muak melihat orang munafik. Dan bukan hanya itu ada juga komen dari adiknya bu Anjani yang dulu sebelum dia menikah dengan ayah mertua terus dia kerja dan membiayai biaya sekolah adiknya itu.


("Enak bangat hidup kamu ya nak, tega kali kamu setelah kamu hidup bahagia kamu lupa ibu kandung kamu yang sudah merawat dan membesarkan kamu dengan penuh kasih sayang, bawah ibu dong naik pesawat pribadi suami kamu untuk keliling dunia masa kalian pergi tidak ajak ibu. Jangan lupa pulang bawah oleh-oleh ibu ya datang datang kerumah lihat ibu") pesan dari bu Anjani dasar munafik.


"(Wah....mbak, sih Dinda nikah sengan anak orang kaya ya mbak, kenap tidak undang kami mbak di kampung kalau tahu pasti kami semua datang, sekalian pamer ke tetangga kalau ponakan menikah dengan orang kaya raya. Din jangan lupa juga ya bawa,in bibi oleh-oleh nanti bibi datang jemput sekalian silaturami dengan keluarga suami kamu siapa tahu masih ada adiknya suami kamu biar jodohkan dengan adik kamu dikampung."

__ADS_1


__ADS_2