
Waktu terus berlalu begitu saja sekarang sudah satu minggu bu Anjani dirumah sakit , kondisi bu Anjani saat ini jauh lebih baik dari sebelumnya bahkan kata dokter jika nanti sekali lagi di periksa dan semua sudah norman berarti bu Anjani sudah bisa pulang walaupun lengannya masih agak sakit tapi lukanya sudah mengering. Mungkin karena luka dalamnya yang masih basah sehingga, jika bu Anjani mengerakan lengannya masih saki.
Bu Anjani juga sudah mengetahui apa yang terjadi pada dirinya jadi dalam hatinya bu Anjani sudah menyimpan dendam dan akan mencari siapa pelakunya, hanya saja baik Lexza maupun Dea masih bungkam dengan semua pemberitaan dimedia karena mereka takut nanti justru bu Anjani syok lagi.
Saat bu Anjani sadar orang yang pertama di cari adalah Lexza dan Dea jangankan tanya Dinda ingat saja gak ada memang ibu Anjani adalah ibu yang sangat buruk.
"Lexza..."
"Dea..."
Kedua nama itu yang pertama kali di sebut tapi hanya Lexza yang menyambut bu Anjani dengan penuh bahagia berbedah dengan Dea yang kelihatan sekali tidak suka dengan ibunya.
"Lexza memeluk bu Anjani sampai meneteskan air mata sedangkan Dea hanya berdiri saja di tempat dan tidak mengeluarkan suara sama sekalih membuat Lexza menatap Dea dengan tatapan agak sedikit emosi.
"He Dea kamu kenapa ya dari tadi ibu memanggil kamu tapi kamu tidak menanggapi sama sekalih, kenapa kamu tidak suka ibu siuman karena kamu takut aku aduin kamu ke ibu atas kelakuan kamu sama aku dan sama manusia miskin itu, awas aja kalau ibu sudah sehat betul aku akan aduhkan kamu dan suami kamu ke ibu dan mengusir kalian dari rumah biar jadi gembel kalian di jalan."
Namun perkataan Lexza berhasil membuat Dea dan Tahir tertawa..hal itu makin mengundang emosi Lexza karena bu Anjani baru sadar jadi ia belum bisa banyak bicara dan apalagi banyak gerak. Makanya bu Anjani diam saja.
Lexza memang dasarnya sudah terlahir dari ayah yang jahat dan ibu yang jahat ya jadi sikapnya juga jahat karena sifat ayah dan ibunya nurun ke lexza.
__ADS_1
Lexza melangkah mendekati Dea dan hendak melayangkan tamparan ke arah pipi Dea tapi kali ini Tahir tidak tinggal dia Tahir dengan sigap menangkap tangan Lexza.
Plakkkk.....!
"Argah......"
Aksi Tahir sontak membuat Lexza terkejut karena memang selama ini Tahir sangat menghormati Lexza sebagai kakak ipar, tapi kali ini Tahir dengan lancang dan tidak takutnya berani melindungi istrinya dan bahkan tidak segan Tahir melayangkan satu tamparan mengenai pipi Lexza. Membuatnya Lexza hampir sedikit tersungkur dilantai kalau gak dengan sigap di tangkap oleh Kenedy.
"Hey Tahir kamu sekarang sudah berani ya sama kakak ipar kamu sendiri dan sudah berani juga ya menyentu istri saya mau cari masalah ha." ujar Kenedy marah.
Namun Tahir tidak mau kalah jadi Tahir membalas perkataan Kenedy dengan sengit.
"Hahaha apa katamu kakak ipar? he dengar ya mulai sekarang aku tidak sudih punya kakak ipar itu yang bar-bar dan tangannya suka sekali lancang, anda ajarin istri anda itu punya etika dan punya adab yang baik agar tidak sembarangan menaikan tangan ke orang lain jangan sampai aku tidak segan mematakan tangannya. Dia yang meninta untuk disentuh apa kamu pikir aku membiarkan istriku di sentuh oleh tangan kotornya?"
Karena Kenedy tidak terimah dengan perkataan hinaan dari Tahir jadi Kenenedy emosi.
"Bajingan kau ya berani sekali kamu ngatain istri saya begitu, istri saya itu anak kandung dari ayah Evan bukan anak haram tahu kalian, awas loh kalau kalian macam-macam saya bisa laporkan kalian ada pencemaran naman baik."
Hampir sedikit Kenedy melayangkan tinjunya ke wajah Tahir tapi untung tahir menyadari gerak-gerik Kenedy jadi Tahir berhasil menangkis tangan Kenedy dan justru Kenedy yang merasakan kesakitan.
__ADS_1
Perkataan Kenedy justru mengundang tawa Tahir dan Dea.
"Haahha..mau malaporkan siapa saya? Silakan saja kalau bisa tapi jangan sampai cara kamu itu justru membuat kalian malu dengan sendirinya, kalau pihak kepolisian menyuruh istri kamu tes DNA untuk buktikan perkataan saya benar atau gak, dan kalau hasilnya sama dengan ayah Evan ya kamu beruntung dan aku masuk penjara tapi kalau nanti terbukti bahwa ternyata istri kamu memang anak haram kamu tidak malu ha...." ujar Tahir
Berhasil membuat Kenedy terdiam sedangkan Lexza masih berdiri matung melihat kedua laki-laki itu aduh jatos.
"Oh ya satu lagi, ingat jika kami keluar dari rumah itu lebih baik karena memang kami juga rencana mau keluar dari rumah itu, kami mau cari suasana baru diluar sana dan memiliki kehidupan dan kebebasan dari pada tinggal di rumah itu sudah kayak neraka. aku yakin setelah kami keluar dari rumah itu bisa saja hidup kami bahagia, tapi yang aku takutkan jangan sampai kalian diusir dari rumah itu dan pada akhirnya kalian tinggal dkolom jembatan."
"Saat ini kamu jangan bangga karena belum tentu kamu dipilih menjadi presiden tahun ini apalagi viedo kamu dan istri kamu ini sudah viral dimana-mana, aku yakin sekarang ini masyarakat sangat pintar dalam memilih seorang pemimpin jadi tidak mungkin kamu orangnya apalagi tidak punya attetude sama sekaali." ujar Dea
"Hahaha kalian tahu apa dengan pemilihan itu, yang kerja hanya sebagai dewan bawahan dan kerjaan istri hanya mengelola restoran yang penghasilan tidak seberapa. Jangan bangga karena aku yakin saat aku jadi presiden orang yang pentama aku kasih bantuan adalah kalian karena mau bagaimanpun kalian masih keluarga istriku."
Waduh Kenedy ternyata belum menyadari dengan kondisinya yang sudah hancur reputasinya yang sekarang karena ulah suami istri itu, Kenedy pikir omongan Tahir dan Dea hanya omong kosong belaka karena pasti dia akan menang tinggal dua minggu lagi pemilihan presiden. Sedangkan satu minggu lagi resepsi pernikahan Dinda dan Dava akan di selengarakan.
Kenedy berpikir kalau perkataan Tahir dan Dea hanya lelucon jadi Kenedy tidak menghiaraukan mereka.
Lexza yang berdiri tidak jauh dari situ mulai buka suara.
Kalau aku lihat sekarang sifat kamu tidak jauh bedah ya dengan perempuan miskin itu yang suka membangkang dan tidak mau dengar-dengar.
__ADS_1
"Hey tutup mulut busukmu itu ya jangan coba-coba ngatain adik kandungku kalau kamu tidak mau aku patahkan semua gigimu kamu siapa ha, jelas aku ikuti sifatnya karena dia adik kandungku, mulut kayak comberan saja haruskah aku kasih kamu pelajaran."
Dea sampai murka dengan Lexza karena Lexza berani ngatain Dinda.