Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda

Menantu Yang Dikira Miskin Ternyata Seorang Tuan Muda
197


__ADS_3

Tuan Adinata makan dengan tenang walaupun Tuan Adinata melihat kalau Admaja ada di luar dan Tuan Adinata yakin sekali kalau penglihatnnya tidak salah karena menurutnya itu memang Admaja. Tuan Adinata pintar orangnya jadi sekedar lihat saja sudah kenal siapa orangnya apalagi Admaja sudah lama mereka tinggal bersama.


"Ternyata, kamu sudah berkeliaran sekarang ya, Admaja baiklah saya akan berikan kamu pelajaran berharga nanti kamu akan membayar semua apa yang sudah kamu lakukan terhadap keluarga Adinata terutama kepada putry ku Hawari. Nyawa di bayar nyawa Admaja. Biarkan saja kamu pergi tapi tidak untuk hari besok saya akan kejar kamu sampai dapat.


******


Kalau di restoran Tuan Adinata bertemu dengan Admaja, lain hal dengan Jelin dan keluar pak Arlo yang sekarang sudah makin berantakan Jelin baru pulang dari tempat kerja, Jelin pikir ibunya sudah pulang karena tadi pagi waktu berangkat kekantor ibunya belum pulang, namun ternyata belum akhirnya Jelin naik ke Atas dan langsung merebahkan tubuhnya di atas ranjang tanpa mandi apalagi baru jam lima. Akhirnya Jelin ketiduran sebenarnya Jelin terpaksa pergi kerja karena pipi dan bibirnya masih sakit tapi dia tahan dan mengakali dengan pake foundation tebal.


"Aduh sudah jam berapa ini badan terasa sakit sekali auhhhhh.....sakit sekali pipi dan bibirku gara-gara di tanpar sama perempuan itu. Tapi kemana ibu ya sepertinya ibu belum pulang deh dari hotel. Aduh ibu cari masalah deh kalau nanti sebentar ayah pulang terus ibu tidak ada bagaimana ya. Ibu juga sudah tahu ayah lagi marah tapi masih mau pergi kesana."


Jelin bangun dari tidurnya dan gegas ke kamar mandi untuk membersihkan diri karena Jelin merasa lapar. Humm pantas aku lapar ini sudah mau jam delapan.


Saat Jelin hendak kekamar mandi dari lantai bawah ada suara keributan sampai ada teriakan.


Jelin urun melangkah masuk kedalan kamar mandi justru gegas kemar mandi dan turun namun betapa terkejutnya Jelin saat sampai di tanggah dan melihat ayahnya menyeret bu Aini dari luar masuk ke ruang tengah dengan tidak rasa impati sama sekali.

__ADS_1


Plakkkkkk......bukkkkkk.


"Perempuan murahan kamu dari mana ha..jangan pikir papa tidak tahu apa yang selama ini kamu lakukan di luar sana, sekarang juga papa minta kamu keluar dari rumah ini papa sudah tidak sudih pelihara perempuan rendahan seperti kamu sekarang kemas semua barang-barangmu dan pergi dari sini cepat......"


"Ampun pah...ampun jangan begini pah, mama tidak mau pergi dari sini mama akan tetap ada disini pokoknya mama tidak mau pergi tadi itu papah salah paham itu teman mama pah"


"Teman?...teman kamu bilang? nginap sama laki-laki di hotel kamu bilang teman, teman macam apa suami keluar menenangkan pikiran kamu justru pergi jual diri dasar perempuan murah...perna tidak papa memukul dan membentakmu perna tidak.


Biarpun papa tahu kebusukan kamu selama ini tapi papa sabar tapi sepertinya hari ini kesabaran dan ketabahan hati sudah habis ini kamu pergi dari rumah semenjak malam itu papa keluar dan hari ini baru kamu pulang kerumah. Itupun kalau papa tidak melihatmu bersama pria brengset itu pasti kamu tidak berpikir pulang."


"Ibu, ayah ada apa ini.....kok bisa begini sih, ayah dimana hati nurani ayah memperlakukan ibu seperti ini, apa tidak sebaiknya bicarakan dengan baik tidak perlu pakek kekerasan ayah ini tidak manusiawi Jelin tahu pasti ibu melakukan kesalahan makanya ayah marah tapi tidak perlu begini caranya ayah." Pekik Jelin.


"Diam kamu anak kurang ajar kamu juga tidak jauh lebih baik dari pada ibu kamu, ini kalian berdua sama saja atau kamu juga mau ayah usir dari sini pergi bersama ibumu, sekarang kamu pilih mau ikut sama ayah tapi hidup kamu tidak kekurangan atau kamu ikut sama ibu kamu cepat jawab kamu mau ikut sama siapa. Kalau kamu ikut sama ibu kamu yang kurang ajar ini"


Mendengar bentakan dari pak Arlon mengusir Jelin dan bu Aini membuat Jelin beku di tempat rasanya tidak bisa berkata-kata lagi tengorokan nya serasa tecekat tidak bisa mengeluarkan kata-kata. Karena sejujurnya Jelin sangat takut jika di usir dari rumah memang selama ini Jelin kerja tapi gajinya juga tidak cukup apa-apa semua kebutuhan Jelin di cukupkan oleh pak Arlon jadi kalau Jelin terusir dari rumah itu menjadi hal buruk bagi Jelin.

__ADS_1


"Kenapa kamu diam jawab sekarang, kamu mau ikut dengan ibu kamu tapi hidup gembel karena semua fasilitas kalian ayah akan mengambil semua atau mau tetap disini tapi hidup kamu terjamin dan semua fasilitas yang kamu miliki tetap menjadi milikmu. Ayah berikan kamu waktu sepuluh menit untuk berpikir selagi bibi masih membereskan semua barang-barang perempuan ini"


Pak Arlon benar-benar sudah habis kesabaran menghadapi tingkah laku sang istri apalagi kejadian yang menimbulkan perusahaan bermasalah, hanya gara-gara keegoisan dan kesombongan yang di lakukan oleh bu Aini itu yang membuat pak Arlo muak dengan bu Aini.


Bukan hanya itu pak Arlo juga sudah tahu kebusukan bu Aini selama ini tapi karena pak Arlo sangat mencintai bu Aini, makannya pak Arlo selalu memberikan maaf untuk istrinya itu tapi justru istrinya sama sekali tidak memanfa,atkan waktu emas yang sudah berulang kali diberikan oleh pak Arlo itu yang membuat pak Arlo


Bu Aini masi berlutuk di bawah kaki pak Arlon untuk memohon agar pak Arlo tidak mengusirnya dari rumah karena bu Aini juga tidak mau pak Arlo sampai menceraikannya, membayangkan saya sudah ngeri.


"Pah tolong...dengarin dulu penjelasan mama, jangan berasumsi sendiri begitu pah, ini tidak seperti yang papa lihat papa salah paham, tadi itu mama memang sama teman pria tapi bukan mama sendirian, mama masih dengan teman perempuan juga tapi mereka sudah duluan pulang, tolong pah jangan usir mama dari sini mama tidak mau, pokoknya mama tetap disini, Jel tolong ibu nak bujuk ayah kamu biar maafin ibu tolong Jel"


Yang di minta tolong saja lagi ketakutan bagaimana mau menolong bu Aini, Jelin hanya di bentak sedikit saja langsung diam dan ketakutan mana berani Jelin melawan pak Arlo untuk membela bu Aini.


Jelin hanya cari aman jadi dia diam seribu bahasa tidak ada kata keluar dari mulutnya, hal itu membuat bu Aini geram dan memakinya karena bu Aini tidak tahu mau minta tolong sama siapa lagi kalau bukan sama Jelin.


"Anak kurang ajar masa orang tua minta tolong saja tidak bisa bantuin.

__ADS_1


__ADS_2