
Wah....luar biasa jawaban Reno memang kalau orang yang benar-benar mencintai ia tidak mau egois hanya karena ambisinya sehingga bisa menyakiti hati orang yang dia cinta. Reno tidak mau menyakiti hati Dinda karena dengan melihat Dinda bahagia Reno juga turut merasakannya biarpun dia tidak bisa memilikinya.
Reno memang pria idaman banget bisa berkata seperti itu di depan Tuan Evan ayah kandung Dinda sendiri. Memang Reno laki-laki gentle biarpun Tuan Evan adalah bosnya dan yang dia Reno cinta adalah anak bosnya sendiri ngeri juga Reno berani sekali.
"Luar biasa kamu Reno, kamu memang pria baik-baik kalau seandainya saya l masih ada putry yang lain mungkin saya mau menikahkan kamu dengannya tapi sayangnya sudah tidak ada lagi semua sudah nikah tidak mungkin kan Ren kamu mau merebutnya dari suaminya hahaha." ujar Tuan Evan dibarengin tawa renyah
"Saya tidak mungkin lakukan itu Tuan cukup saya melihat nona Dinda bahagia saya juga bahagia, apalagi suaminya Tuan muda Dava, saya masih mau hidup Tuan saya belum mau mati."
Tuan Evan manggut- manggut sambil menepuk pundak Reno. Tuan Evan senang sekali memliki pengawal sekalian orang kepercayaan seperti Reno.
"Kamu memang sangat hebat Reno selain ganteng kamu juga ternyata penyayang, saya tidak menyangka kamu begitu baik." ujar Tuan Evan
"Makasih Tuan atas pujiannya"
"Ren...sudah dua belas tahun kamu mengabdi kepada saya, dan kamu juga sudah setia terhadap saya dari semua pengawal saya kamu lah yang paling lama mengikuti saya, apa yang ini kamu inginkan dari saya, kamu mau kebebasan atau kamu mau apa minta lah salah satu yang menurutmu sangat penting, asal jangan minta Dinda jadi istri kamu karena saya tidak mungkin melakukan hal itu hahaha."
Tuan Evan memberikan kesempatan kepada Reno agar meminta sesuatu terhadapnya sebagai hadia karena sudah mengabdih kepadanya selama ini sudah dua belas tahun lamanya. Wah...luar biasa dua belas tahun buka waktu yang sedikit. Reno benar-benar pengawal yang setia.
__ADS_1
"Maaf Tuan saya memang sudah lama mengabdi kepada Tuan tapi bukan dalam arti saya harus minta imbalan dari Tuan saya sudsh tidak butuh itu Tuan. Lagian Tuan juga sudah membayar saya mahal bahkan gaji saya lebih besar dari pada pengawal yang lain jadi saya tidak minta apa-apa dari Tuan, saya hanya ingin seumur hidup mengabdi pada Tuan. Kecuwali suatu saat Tuan tidak ada di dunia ini barulah saya lepas tugas saya, tapi selagi Tuan masih hidup saya mempertarukan nyawah saya untuk Tuan, karena dengan gaji besar dari Tuan anak-anak saya tidak kelaparan dan tidak kekurangan." ujar Reno
Perkataan Reno berhasil membuat Tuan Evan terkejut karena mendengar kata anak-anak, sedangkan selama ini setahu Tuan Evan, Reno belum menikah apalagi punya anak ajaib sekali mereka juga baru selesai bahas soal Dinda. Kenapa tiba-tiba Reno sebut anak membuat Tuan Evan terkejut. Apalagi selama ini kemana Tuan Evan pergi disitu juga Reno.
"Tunggu...tunggu dulu Reno tadi kamu bilang apa, anak-anak? Bukankah kamu belum menikah Ren..? Dari mana kamu bisa punya anak dan tadi kamu bilang anak-anak berarti buka hanya satu anak tapi lebih apa ada yang mau kamu jelasin Ren atau selama ini diam-diam kamu sudah menikah tapi tidak bilang sama saya"? Tanya Tuan Evan.
"Maaf Tuan jangan salah paham memang saya punya banyak anak Tuan, Tapi bukan anak kandung melainkan anak dipanti asuhan. Selama ini saya donasikan gaji saya ke panti asuhan Tuan bukan hanya satu panti tapi ada dua panti asuhan, jadi setiap bulan saya harus kirim uang untuk bayar uang sekolah mereka dan juga saya kirim sembako untuk kebutuhan mereka Tuan sehingga saya bilang anak-anak karena mereka masih kecil-kecil jadi saya menganggap mereka anak-anak saya."
Tuan Evan memandang Reno dengan tatapan kagum dan sangat terharu dengan ketulusan Reno kepada anak-anak yang kekurangan. Dan tidak punya orang tua.
"Ya Allah Ren, hati kamu sangat mulia sekali kok kamu bisa berpikir sampai sejauh itu Ren... memang selama ini saya juga berikan donasi kepanti asuhan, tapi saya sudah orang tua sudah memiliki anak kalau kamu masih muda tapi pikiran dan hati kamu sangat....sangat baik sekali Ren saya sampai kagum tahu gak sama kamu, orang tua kamu dimana mereka sangat bahagia melihat anaknya sebaik ini"
"Memangnya sudah berapa lama kamu lakukan itu Ren"?
"Sudah hampir enam tahu Tuan pada saat Tuan menaikan gaji saya semenjak itu saya rasa cukup untuk donasi ke panti, akhirnya saya survei dan mendapati panti asuhan itu yang prihatin sehingga saya bertekab untuk menjadi donasi tetap sampai sekarang. Dan saya juga sudah membangun bangunan untuk mereka yang menurut saya layak untuk di tempati"
"Baiklah karena tadi kamu tidak minta apa-apa dari saya jadi saya yang akan berikan ini untukmu, masih ada beberapa aset yang tidak di ketahui oleh keluarga Winata atas nama saya dan tidak tertulis dalam surat wasiat juga".
__ADS_1
"Karena memang saya rencana semua aset itu akan saya serahkan kepada Dinda. Tapi sekarang Dinda juga sudah bahagia dan memiliki suami yang Kekayaannya tidak akan habis tujuh turunan, jadi saya akan berikan satu apertemen untuk kamu nanti tinggal balik nama saja dan mulai bulan depan gaji kamu akan aku naikan dua kali lipat dari sebelumnya karena memang kamu pantas mendapatkan itu."
Reno tercengang mendengar Tuan Evan berkata seperti itu, Reno tidak menyangka semua jadi begitu setelah dia ceritakan semuanya.
" Ha...benarkah itu Tuan? makasih banyak Tuan tapi maaf Tuan dengan adanya Tuan menaikan gaji saya saja, saya sudah sangat berterimah kasih sebenarnya tidak sebanding gaji yang saya terimah dengan pekerjaan saya, karena saya rasa gaji saya lebih besar sedangkan pekerjaan saya hanya temani Tuan disini kalau ada keperluan baru keluar sebentar jadi baiklah saya terimah gajinya tapi soal apertemen maaf Tuan saya tidak pantas menerima itu"
Tuan Evan heran dengan pikiran pengawalnya ini apakah dia ada eror-erornya biasanya kalau orang lain di berikan gratis begitu dengan sukacita ia menerimanya tapi anenya Reno justru tidak senang diberikan sebuah apertemen dan dinaikan gajinya membuat Tuan Evan mengelengkan kepalanya.
Ane memang bukannya bahagia sudah diberikan aset justru ingin kembalikan di tolak dan hanya menerima gaji yang sudah dinaikan.
"Ren...saya Tuan Evan kamu tahu kan jika saya sudah buka mulut berarti tidak bisa di bantah dan tidak bisa di tarik kembali, jadi aset yang sudah saya sebutkan tadi tetap sudah jadi milik kamu atau gini aja kamu tinggal pilih. Kamu pilih menerima pemberian dari saya berupa aset satu apertemen dan gaji double tapi kamu tetap bekerja sama saya, atau kamu tidak dapat apa-apa dan boleh kamu pergi sakarang dari sini dan tidak perlu jadi pengawal saya lagi."
"Deg......"
Gila benar Tuan Evan, kasih pilihan yang sangat mengerikan sampai Reno yang mendengar susa menelan salivanya, kalau Reno tidak menerima pemberian Tuan Evan itu artinya dia terimah di pecat, Reno membayangkan anak-anak itu berhenti sekolah dan kelaparan saja sudah gak sanggap apalagi benaran itu terjadi.
Reno menghela napas panjang barulah ia berucap dengan suara gemetar.
__ADS_1
"Ba, baiklah Tuan saya akan menerima pemberian dari Tuan tapi tolong jangan pecat saya, saya masih mau disini kasian anak-anak saya Tuan"
Tuan Evan yang mendengar perkataan Reno jadi senyum sendiri ternyata Reno takut tidak dapat gaji dan anak-anak itu tidak makan, sangat terharu dengan kebaikan Reno selain setia kepada Tuannya Reno juga sangat mulia hatinya. Itu yang membuat Tuan Evan juga menyayangi pengawal sekalian orang kepercayaannya itu.