
Kali ini si kembar sama aku dan Dinda satu mobil sedangkan yang lain dengan sopir masing-masing, kalau orang lihat kedatangan rombongan kami antar si kembar kayak mau buat kerusuhan di kampus, sangking banyak yang ikut, mengecek kampus si kembar
"Sayang mas yakin pihak kampus pasti menahan sebagian untuk tinggal di luar, karena pasti mereka mengirah kalau kita datang mau buat kerusauhan di kampus."
"Hehehe bisa jadi mas, lagi kita tidak tangghng-tanggu sampak sepuluh mobil astaga. Cuman dua oranf yang kulia tapi yang antar puluhan orang sudah kayak gangster kita ini mah, gimana orang tidak taku cobak" ujar Dinda ngakak pula.
"Tidak masalah kali mih, namanya juga cucu pertama yamg mau kulia jadi tidak usa heran"ujar Grey.
Selama perjalanan ke kampus si kembar bercanda ria didalam mobil apalagi Gretta bilang kalau libur aku dan Dinda harus datang ke kanada untuk menemui mereka soalnya mereka pasti kangen. Memangnya mereka berdua tidak bisa pulang? Mereka bisa pulang kalau liburan kulia kalau mereka tidak sempat aku san Dinda pasti sering berkunjung ke kanada
"Mih,....kalau nanti libur mami sama papi jangan lupa ya main terus kesini, Gretta kesepian kalau tidak ada papi dan mami apalagi kakek dan nenek juga tidak ada disini. Sudah biasa pulang sekolah di jemput sama papi dan mami sedangkam dirumah, banyak orang jadi rame selalu latihan kalau disini susah dong kakak kita latihan tempat latihan kita juga tidak ada" Ujar Gretta.
__ADS_1
"Iya benar mih, pih! apa yang dikatakan adik, Grey dengan adik belum bisa hidup mandiri masih butuh papi dan mami. Dan bagaomana Grey sama Gretta latihan sedangkan tidak ada alat-alat latihannya padahal Grey bawsh pistol Grey disini." Sambung Grey.
"Nak, kan bisa kalian nanti pulang kalau liburan, kalian berdua tenang saja papi dan mami sudah menyiapkan semuanya untuk kalian berdua untuk pengawal dan asisten juga sudah mami siapkan jadi kalian tidak perlu kuatir ya. Kalau soal tempat latihan nanti pas kita pulang kalian masuk aja ke salah satu ruangan di hotel itu tidak sembarangan orang masuk kedalam, karena kakek kalian baru beritahu kalau ruangan itu khusus untuk latihan. Semua fasilitas ada didalam" Ujar Dinda.
"Ah...masa sih mih...? Kok Grey baru tahu kenapa kakek tidak bilang sama Grey dan Gretta mih" tanya Grey.
"Kakek katanya nanti baru beritahu kalian berdua, tapi karena kalian tanya makanya mami beritahu kalian berdua biar tahu." ujar Dinda.
Kami yang sedang asyik ngobrol dengan si kembar tidak terasa mobil memasuki kawasan kampus banyal sekali orang-orang lalu lalang di luar gerbang ada kantin juga tapi di luar kampus bukan di dalam, bisa jadi ada juga didalam.
"Wah....Grey...kampus kalian bagus banget sangat mewah,! ini kampus internasional nomor satu di kanada. Enak ya kayak kamu Grey punya orang tua terkaya nomor satu di negara kita jadi kamu sama Gretta mau kulia dimana pun tidak susah. Sedangkan kayak kami ini hidup pas-pasan. Di kuliakan saja sudah syukur! Tidak perlu di kampus terbaik, tapi aku heran kenapa kalian berdua tidak memilih teman ya? Padahal bamya juga anak orang kaya tapi kenapa kqlian berdua tidak mau berteman dengan mereka.
__ADS_1
Tapi mau berteman dengan kami yang tidak punya apa-apa tidak malu punya teman seperti kami? banyak loh anak-anak sekarang, mentang-memtang orang tuanya kaya sedikit aja sombong dan arogan, tidak takut membully anak lain dan menghinanya , tapi aku sebagai teman kalian aku salut dan bangga punya teman kayak kalian berdua, jujur aku begitu terkejut tahu kalau kalian berdua adalah cucu dari Tuan Adinata dan anak dari Tuan muda Dava." ujar salah satu teman.
"Ah kamu bisa aja, kita ini sama jangan jangan bicara begitu" ujar Gretta.
Awalnya aku takut kamu mengajak aku ikut kesini, aku takut karena aku ini anak orang tidak mampuh sehingga aku nanti di hina dan di rendahkan oleh keluarga kamu Grey, tapi aku salah besar ternyata keluarga besar kamu adalah keluarga yang sangat baik, penyayang dan ramah tidak membedahkan orang kayak dan miskin, aku salut sama kalian berdua. Selama aku berteman dengan kalian aku benar-benar tidak tahu kalau kalian anak orang kaya, aku pikir kalian sekolah di sekolah yang sama karena dapat beasiswa kayak aku juga tapi ternyata anak sultan, makasih ya sudah mau jadi teman baik kami semua, semoga setelah selesai kulia kita bisa bertemu lagi" ujar salah satu teman Grey dan Gretta.
Grey yang tidak suka dengan perkataan temannya langsung menyelah.
"Husss....kamu bicara apa sih kita ini teman jadi jangan bicara begitu, apa selama ini kamu melihat ku membedah-bedahkan teman? Tidak bukan? lagian mau kaya atau miskinnya semua sama di mata Tuhan jadi aku dan Gretta mencari teman yang mau menerima kami apa adanya, bukan teman yang mau berteman sama kami berdua karena punya kekayaan dari orang tua. Dan satu lagi kami mencari teman yang memiliki attitude yang baik bukan bobrok dari semua teman yang ada di sekolah kita dulu semuanya memiliki sikap jelek, mereka menyombongkan diri karena kekayaan orang tua mereka bukan karena hasil usaha mereka.
Jadi hanya kalian lah yang menurut ku tepat untuk di jadikan teman, ingat harta dan takhtah itu hanya titipan dari Allah jadi kapan pun Allah mau mengambilnya dalam sekejap mata semuanya ludes, jadi jangan sombong dengan apa yang kita miliki di dunia karena itu milik Tuhan. Setelah kita meninggal pergi dengan tangan kosong tanpa mrmbawah apa-apa, percayalah jika kalian belajar dengan sungguh-sungguh suatu saat nanti kalian juga akan sukses" Ujar Grey.
__ADS_1
Mantap aku salut dengan jawaban Grey anak pintar dia berteman tapi tidak memandang seseorang dari harta tapi dari attitudenya, dan dia juga mau berteman dengan orang yang tidak sombong. Semua kami yang mendengar terharu dengan jawaban Grey, Gretta langsung memeluk kakak kembarnya sembari berkata" humm bijak sekali kakak bicara, tapi Gretta setujuh dengan perkataan kakak Grey...terserah orang mau menghina dan merendahkan kalian namun selagi kalian tidak merugikan mereka santai saja, tapi berusaha dan tunjukkan kepada mereka bahwa kalian juga anak sukses" sambung Gretta.
"Grey! ngomong-ngomong kampus kalian memang bagus banget, pasti yang kulia disini adalah anak-anak orang kaya semua. Kalau kayak kami ini mana bisa kulia disini mimpi di siang bolong, tapi ingat ya Grey jangan melupakan kami semua, kamu dan Grey adalah teman baik kami semua, kami akan menunggu kalian di sana, kalau untuk berlibur kesini lagi mungkin tunggu kucing bertanduk dulu baru bisa ngumpul uang" sambung salah satu teman Grey dan Gretta.