
Jika dihitung mundur jauh ke beberapa tahun yang lalu ketika pertempuran di Padang Es Abadi, pada waktu itu Master Wen Yu belum menjadi Master Utama Sekte Pedang Awan.
Master Wen Yu pada waktu itu adalah Master Puncak Kuning di Sekte Pedang Awan. Oleh karena nya, pertemuan dengan Tang Shilian dari Sekte Mentari Ufuk Barat Kekaisaran Xue Chang baru sekali ini terjadi.
Ranah Kultivasi Tang Shilian kala itu (pertempuran di padang es abadi) masih berada di Alam Roh Tercerahkan 9. Dan juga rata-rata ketua sekte di seluruh Wilayah Utara memang telah mentok di Alam Roh Tercerahkan (Wen Yu yang tidak ikut ke ajang kompetisi, kala itu masih berada di Alam Roh Tercerahkan 8).
Salah satu kesulitan bagi Kultivator atau Praktisi adalah Ketika mereka berada di Puncak Ranah Alam Roh Tercerahkan. Ranah puncak Alam Roh Tercerahkan ini adalah disebut batas yang menjadikan seorang praktisi memasuki tahap Kultivasi tinggi. Rata rata ketua ketua sekte di wilayah Utara telah berada di dalam keadaan bottle neck atau stagnan di Puncak Alam Roh Tercerahkan.
Untuk menerobos ke Alam Spirit Bayi adalah hal yang tidak masuk di anggap sangatlah sulit sekali untuk di jangkau. Di perlukan bagi praktisi untuk mengkonsumsi sumber daya Mustika atau sumber daya Roh hingga praktisi dapat menyeberang ke Alam Spirit Bayi.
Ada terlalu sedikit sumber daya yang menunjang penerobosan menuju Alam Spirit Bayi yang beredar dikalangan praktisi Wilayah Utara. Sehingga praktis tindakan kultivasi untuk menerobos atau memecahkan bottle neck adalah hal yang terbilang mustahil kala itu.
Namun beberapa tahun yang silam.... secara Ajaib di Wilayah Kekaisara Great Ying…. Sebuah Lembaga yang Bernama Balai Harta mengadakan lelang besar-besaran dengan menjual banyak Talisman talisman berkekuatan besar Peringkat Bumi.
Ketika Balai Harta mengadakan transaksi lelang penjualan Talisman secara besar itu, banyak Wilayah-wilayah di kekaisaran tetangga Great Ying yang datang ke Kekaisaran Great Ying kemudian bertransaksi membeli talisman dan menjual barang.
Semua trade atau jual beli terjadi di Kota Azalea pusat Balai Harta. Dengan demikian keberadaan pil pil maupun ramuan ramuan yang tadinya langka, menjadi lebih mudah di peroleh. Semua saling menutupi.
Bahkan banyak pedagang dari Daerah Barat Benua Silver turut meramaikan trade itu. Mereka datang untuk berdagang di Kota Azalea. Banyak terjadi penjualan barang-barang langka berupa sumber daya baik untuk bercocok tanam (kultivasi) atau bahan-bahan pembuatan senjata roh.
Lalu mereka membeli Talisman talisman kelas Bumi untuk di jual di wilayah mereka. Talisman adalah hal yang langka di Wilayah Barat, namun disana terdapat banyak sumber daya untuk meningkatkan kultivasi.
Hal ini tentu berdampak positif bagi para praktisi di Wilayah Utara. Dengan keberadaan sumber daya yang menjadi lebih tersedia keberadaannya (meskipun harga yang dijual mahal), namun para praktisi sangat antusias untuk memperoleh sumber daya tersebut.
Perlombaan antar Sekte sekte kuat dan kaya saling tawar menawar untuk membeli sumber daya langka nan mahal itu.
Sehingga…. seperti yang umum terjadi. Hanya Sekte-sekte dengan penghasilan yang tinggi yang akan mampu untuk mengadakan pembelian sumber daya ini.
Tentu saja pemenuhan sumber daya adalah untuk meningkatkan kualitas ranah kultivasi praktisi didalam sekte. Bottle neck atau keadaan stagnan pada ranah kultivasi yang tadi nya menghantui praktisi di Wilayah Utara saat itu terpecahkan.
Beberapa Ketua Sekte atau Master Sekte yang telah bertahun-tahun (hingga puluhan tahun) stagnan di Alam Roh Tercerahkan, telah mampu menembus menuju ke Alam Bayi Spirit. Tentu saja dengan membayar kompensasi yang sangat mahal.
Saya perlu menjelaskan disini pentingnya seorang praktisi (Kultivator) untuk menembus ke Alam Bayi Spirit.
Alam Bayi Spirit (Dibeberapa Novel terjemahan mereka menggunakan istilah Nascent Soul) secara harfiah dapat diartikan sebagai “Bayi yang Merupakan Asal Mula Kehidupan”.
Tahap ini terjadi setelah Kondesasi Roh yang kemudian menjadi Roh Tercerahkan. Bayi Spirit yang dibentuk itu terlihat menyerupai seorang bayi atau orang mini dan berada dalam Dantian praktisi.
Bayi ini biasanya duduk dalam posisi meditasi dalam Dantian. Dalam beberapa novel terjemahan, Bayi Spirit ini dapat melakukan perjalanan ke luar tubuh dan menjadi seperti kehidupan kedua bagi para cultivator.
Jadi …. ketika tubuh utama mereka mati (dalam pertempuran atau apapun itu), kesadaran mereka dapat terus berada dalam Bayi Spirit ini.
Itulah sebabnya dalam banyak novel jenis Xianxia, meskipun praktisi dikatakan telah mati namun mereka biasanya masih memiliki kehidupan kedua yaitu karena bayi spirit ini.
Dan Ketika Spirit bayi (Jiwa) ini menemukan tubuh yang tepat, mereka dapat mengambil alih tubuh tersebut dan hidup Kembali namun dengan bentuk fisik yang berbeda.
__ADS_1
Itulah sebabnya seorang praktisi didalam pertempuran melawan seorang praktisi lain yang telah berada di ranah Alam Spirit Bayi misalnya akan selalu memperhatikan beberapa hal
Praktisi itu perlu untuk memperhatikan setelah menewaskan lawan, dia harus menjaga agar spirit atau jiwa lawan tidak melarikan diri.
Karena setelah melenyapkan fisik diikuti dengan menghapus jiwa lawan, berarti fisik dan jiwa lenyap dari dunia. Tidak akan ada inkarnasi lagi.
Sekarang saya harap pembaca sekalian bisa dapat menyimpulkan sendiri bahwa mengapa Setiap Praktisi selalu mengejar keabadian (akhir tahap kultivasi semua praktisi di semua novel Xianxia adalah menjadi abadi).
Tidaklah mudah untuk mencapai ranah puncak kultivasi. Jalan menuju keabadian sangatlah Panjang prosesnya. Perlu bahan bahan eksternal untuk menunjang peningkatan Kultivasi. Terlebih jika ranah diatas Alam Bayi Spirit.
Ketika semakin tinggi ranah kultivasi seorang praktisi, amatlah sulit untuk meningkat ke ranah selanjutnya (meskipun berpindah dari Bintang 1 ke bintang 2 atau level 1 ke level 2).
Penting juga bagi praktisi pengejar jalan keabadian untuk selalu mengunjungi daerah-daerah lain diluar wilayah yang saat ini tokoh kita berada.
Karena jika hanya kisah berputar-putar di tempat itu saja, perkembangan tokoh kita akan menjadi mentok. Padahal diluar sana terdapat sumber daya yang banyak, atau reruntuhan kuno yang akan membuka portalnya.
Atau bahkan yang ekstrem adalah saling bertukar pukulan untuk membuka wawasan yang dapat memberi ide dalam peningkatan kultivasi seorang praktisi.
catatan : Dalam kisah novel lainnya Kultivator sering juga di sebut praktisi.
Perlu juga penulis jelaskan disini adalah, didalam novel Xianxia seperti ini mengapa jalan keabadian selalu yang dikejar oleh semua praktisi? Terlebih dahulu akan saya jelaskan bahwa terdapat dua jenis mahluk yang berada di Benua Silver (umumnya Benua tempat orang berkultivasi didalam semua novel).
Pertama adalah mahluk Mortal (Fana). Ini adalah mahluk biasa misalnya manusia biasa umumnya. Yang memiliki keterbatasan usia maksimal 80 tahun, gampang jatuh sakit, sering merasa lapar dan hal hal yang bersifat fana.
Kedua adalah mahluk Immortal (Mahluk yang menjalani kehidupan keabadian). Ketika seorang mahluk (manusia) mortal mampu membentuk energi Qi di dalam dantian dan mengolah pernafasannya maka dia telah berada jalan menuju keabadian. Di novel ini setara dengan seseorang pemula di Ranah Alam Mortal Bintang 1.
Jika ranah kultivasi meningkat maka usia juga akan semakin Panjang.
Oleh Karena itu, semua praktisi selalu berusaha mencapai ranah tertinggi yang ujung ujung nya akan mencapai keabadian. Keabadian itu adalah menjadi Immortal atau setara menjadi Dewa. Bukan hanya untuk sekedar menjadi kuat.
Dewa dalam kisah Xianxia seperti ini adalah mahluk yang Abadi. Namun didalam beberapa kisah lainnya, mahluk immortal Dewa ini ketika melakukan kesalahan atau pelanggaran, biasanya mereka di buang ke bumi dengan kembali menjadi mahluk mortal yang sama dengan manusia biasa.
Pembahasan seperti diatas adalah hal yang tidak biasa di bahas didalam novel-novel Xianxia. Mereka tidak menjelaskan secara panjang lebar seperti diatas.
Kalaupun di bahas, biasanya menggunakan terjemahan yamg agak susah di cerna, sehingga kadang menimbulkan pertanyaan dalam hati pembaca.
Penulis berusaha menjelaskan hal ini kepada pembaca agar pembaca dapat memahami apa maksud ranah kultivasi dan mengapa praktisi selalu berusaha mengejar keabadian itu. Menjadi serupa Dewa. Mahluk immortal. Itu tujuan mereka.
Dengan penjelasan diatas semoga novel ini akan menjadi lebih mudah di cerna, misalnya kenapa istilahnya rumit semisal ada istilah bayi spirit, nascent soul, infant dsb.
Sekali lagi, kembali penulis mau menyampaikan intinya… untuk mencapai puncak keabadian, perjalanan yang harus di
tempuh seorang praktisi adalah jalan yang sangat Panjang dan berliku.
Itu tidak semudah berjalan ke tengah hutan, menemukan harta karun berupa sumber di sebuah jalan, lalu kemudian secara tiba-tiba menjadi seorang tokoh yang sangat sakti mandraguna. Bukan semudah itu perjalanan menuju keabadian.
__ADS_1
*******
Kembali ke pertempuran diantara dua praktisi Alam Spirit Bayi yaitu Master Sekte Pedang Awan melawan Master Sekte Mentari Ufuk Barat. Wen Yu saat ini sebagai ketua sekte memiliki Teknik Pedang yang terbilang hanya pada kelas Bumi Trenta.
Akan tetapi setelah Master Wen Yu mencapai ranah Alam Spirit Bayi, teknik pedang ini menjadi terasa sangat berbeda. Permainan pedang menjadi lebih berbahaya. Itu terasa bagaikan sebuah teknik kelas Surgawi.
Ketika Master Wen Yu membentuk segel di dada untuk menyalurkan teknik yang Bernama Pedang Jade Roh, seberkas sinar kehijauan menyerupai warna jade (kumala/giok) di tembakkan kearah Tang Shilian.
Tentu Saja Tang Shilian tidak tinggal diam. Ketua Sekte Mentari Ufuk Barat ini juga mengeluarkan Teknik Pedang yang tidak kalah berbahaya nya. Teknik Pedang Kelas Bumi Trenta namun setengah langkah (pseudo) ke Sorgawi.
“Teknik Cahaya Pedang Ufuk Barat…”
Pedang Tang Shilian berubah warna menjadi warna jingga…. Suasana arena juga berubah menjadi suram seperti layaknya warna matahari Ketika petang menjelang. Warna jingga.
Pedang berwarna jingga ini seakan menindas keneradaan pedang warna hijau jade yang dikeluarkan oleh cahaya pedang Master Wen Yu.
Kedua praktisi Alam Spirit Bayi ini melompat dan terbang diangkasa. Cahaya pedang berkelebat saling menindas. Terlihat benar bahwa Cahaya Jingga itu selalu menindas cahaya Hijau Jade milik Master Wen Yu.
Meskipun secara kasat mata terlihat Cahaya Jade itu tertindas hawa Pedang Roh Mentari Ufuk Barat itu, namun Master Wen Yu tidak terlihat menjadi gugup.
Sebagai seorang ahli pedang yang ternama di Kekaisaran Great Ying, dia langsung mengubah teknik pedang nya. Karena Teknik Pedang Mentari Ufuk Barat ini adalah sebuah teknik pedang jarak jauh. Master Wen Yu kerepotan.
Penggunaan teknik pedang Roh Jade (ini adalah teknik tempur jarak dekat) itu terasa agak membuang tenaga.
“Tang Shilian.. jangan senang dulu, anda harus merasakan Teknik Pedang dua Pengadilan Neraka”
catatan : Di Tiongkok kepercayaan Taoism percaya terdapat 10 pengadilan neraka. Teknik ini hanya dua pengadilan disebabkan delapan teknik lainnya adalah sangat langka. Master Wen Yu hanya memperoleh salinan manual dua teknik saja.
Sambil menerjang kearah Tang Shilian, Master Wen Yu merapalkan mantra teknik pedang,
“Pengadilan pertama…. Cermin Karma..!!!”
Seketika itu juga Tang Shilian serasa terkurung di sebuah ruangan penuh cermin. Lalu Sosok Master Wen Yu berubah menjadi tiga puluh rupa. Tang Shilian mulai was was. Ini adalah sebuah teknik pedang yang mengandung perangkap.
“Lihat Pedang…..”
Tiga puluh bayangan Master Wen Yu terlihat menyerang Tang Shilian dengan mengarahkan pedang Jade berwarna kehijauan itu.
Tang Shilian menjadi kebingungan. Ketika dia mencoba untuk menutup mata dan membayangkan hanya satu saja Wujud Master Wen Yu… namun ternyata dia salah besar. Salah satu bayangan itu berhasil menusuk pundaknya dengan pedang hijau.
“semua bayangan itu adalah benar adanya dan bukan ilusi?”
“Teknik Macam apa ini. Tidak terdapat ilusi diantara tiga puluh bayangan Wen Yu. Semua real. Bahkan salah satu bayangan mampu melukai Master Sekte Mentari Ufuk Barat dirinya”
Diskusi diantara penonton.
__ADS_1
*Bersambung*