
Dear readers, jika kamu telah membaca sampai bab ini, berarti kamu cukup menyukai kisah di novel KDPU. Maka untuk membuat author lebih semangat dan tetap berkreasi melanjutkan novel ini, jangan lupa di like, sekedar komen dan vote.
Terlebih tolong favoritkan novel ini karena Noveltoon akan menilai untuk menjadi pemasukan Author yang tentunya juga menyemangati author berdasarkan jumlah Favorit, komen dan like. Apresiasi yang readers berikan akan menyemangati autor untuk terus berkarya di Noveltoon ini. Terima kasih.
******
Di arena tampak terjadi pertempuran antara seorang ras Nanren melawan ras Judade. Dalam perdebatan itu terlihat benar jikalau ras nanren keteteran melawan judade itu. Dan meskipun keduanya mengenakan topeng untuk menutupi identitas, namun semua penonton dapat menebak siapa gerangan yang tengah berlaga di arena.
“Nanren itu tidak aku diketahui namanya. Kemungkinan dia adalah praktisi yang baru saja bergabung di arena Kota Selatan. Jika dia benar-benar merupakan praktisi yang baru bergabung di arena ini, itu berarti dia akan mengalami nasib malang. Lawannya Ras Judade itu adalah seseorang pembunuh berdarah dingin yang menggunakan senjata kapak. Namanya Judade itu adalah Phalama Bhalu” Hattauda berbisik menggunakan transmisi suara kepada Sima Yong.
Petarung ras nanren itu terlihat melompat menjauh, sambil berputar di udara dia menarik busurnya dan mengarahkan tiga anak panah ke Phalama Bhalu.
“Wusssh….”
Tiga anak panah melesat dengan kekuatan Qi amat kuat, terasa bahkan mampu untuk merobohkan tembok sebuah kota. Namun Phalama Bhalu tidak menjadi gugup dengan tembakan anak panah. Meskipun ketiga anak panah itu jelas masing-masing terarah ke kepala diantara dua garis kening, kearah dada bagian jantung dan ke bagian ************. Tiga titik serangan panah itu adalah tiga titik yang mematikan bagi seorang praktisi.
Phalama Bhalu berteriak dengan keras. Seketika judade berbadan tinggi besar itu terlhat mengudara dalam posisi horizontal, kira-kira setinggi pinggang. Tubuhnya berputar dengan cepat dan kapak ditangannya dengan mudah menebas anak panah yang mengarah ke dada. Sedangkan dua anak panah lainnya lolos begitu saja karena tidak mengenai sasaran yang dituju.
Nanren itu masih tetap tidak puas, diarahkannya busur miliknya dengan kemiringan kira-kira 60 derajat. Lima anak panah sekaligus terlihat ditarik dari busur miliknya dan melesat dalam waktu singkat untuk kemudian mengurung Phalama Bhalu.
“anda terlalu memandang remeh ahli panah, rasakan Array Panah Api ini..!!”
Kelima anak panah itu ternyata dilepaskan menggunakan sebuah Teknik Serangan yang mengandung kekuatan array yang amat kuat.
Dan benar saja, belum lagi satu detik anak panah terlepas dari busur, kelima anak panah itu seketika berkobar dalam nyala api.
Ketika lima anak panah terjatuh ke sekeliling Phalama Bhalu. Lima anak panah itu kemudian mengeluarkan symbol rune kuno yang berubah menjadi nyala api yang besar. Phalama Bhalu terperangkap didalam nyala api array nanren itu. Semua penonton di arena menjadi terkejut.
“Sepertinya kali ini Phalama Bhalu berada dikeadaan terdesak. Untuk keluar dari array seperti itu, amatlah sulit” Kembali Hattaudha membisikan kata-kata dengan transmisi.
“Aku tidak sepenuhnya percaya. Array yang dibentuk nanren itu terlihat terlalu lemah untuk ukuran sebuah serangan menggunakan array. Kekuatan Jiwa nanren itu masih berada di Peringkat Bumi rendah. Aku rasa Phalama Bhalu akan mampu menembus array api jika dia mengerahkan kekuatan maksimum” kata Sima Yong
Ketika semua penonton dilanda ketegangan, dan berharap bahwa Phalama Bhalu akan menuai hasil tragis, atau minimal tubuhnya akan cidera berat akibat api…. Sekonyong-konyong terdengar bentakan yang amat keras.
“Hancurkann…”
Array api itu terlihat meledak dalam dentuman yang amat keras. Phalama Bhalu berhasil mematahkan array menggunakan kekuatan fisiknya yang mengandung kekuatan ATK sebesar 300.000 jin. Tubuhnya yang tinggi besar itu terlihat melompat keangkasa setelah merobek-robek array panah ras nanren. Dalam Gerakan yang amat cepat, tahu-tahu Phalama Bhalu telah berada di depan nanren pemanah.
Dan dalam Gerakan yang amat brutal, kapak itu terlihat membelah udara dan menebas ke nanren yang tiba-tiba menjadi pucat. Lawannya, judade itu bahkan mampu membobol array buatannya.
__ADS_1
“Mati…!!!!”
Ketika kapak itu bagaikan Guntur yang keras, terlihat membelah tubuh nanren dari udar. Nanren itu berusaha menangkis dalam Kesia-siaan. Harapnnya senjata roh busurnya dari kelas surgawi trenta akan dapat menangkis terjangan bagaikan Guntur dari si judade.
Akan tetapi kekuatan pertahanan yang di perlihatkan nanren itu tidak mampu bertahan terhadap tebasan mengganas dari Phalama Bhalu yang berisi kekuatan ATK 300.000 jin. Busur di tangannya patah menjadi beberapa potong.
Diiringi jeritan ketakutan, kapak di tangan Phalama Bhalu membelah tubuh nanren pemanah itu menjadi dua. Banjir darah langsung memenuhi pemandangan di arena. Aroma amis darah tercium di arah arena. Beberapa petugas kebersihan yang terdiri dari ras nanren dan jinglin kemudian berlari untuk membersihkan arena.
Dengan acuh tak acuh Phalama Bhalu mengambil cincin tata ruang milik nanren itu. Dia melirik tato sayap di dadanya yang menunjukkan pertambahan garis, menjadi Sayap Perak bergaris lima. Sebelumnya adalah sayap perak bergaris empat. Judade itu tersenyum puas.
Arena Kota Selatan hening……….
Semua orang membayangkan adegan sadis Ketika tubuh nanren itu terbelah menjadi dua. Semua bergidik. “Bukankah Phalama Bhalu ini agak terlalu kejam???” akan tetapi siapa juga yang akan peduli? Di dunia Arena seperti ini, Yang Kuat Adalah Raja. Yang lemah akan ditindas. Titik…..
“Apakah anda Nomor 11.005, akan melanjutkan? Anda dijinkan untuk beristirahat jika anda mau” Kata hakim arena pertempuran.
“Aku tidak akan beristirahat… aku masih mampu menghadapi lima penantang” dengan sombong Phalama Bhalu menjawab pertanyaan hakim.
Banyak ahli diantara penonton yang menyayangkan sikap takabur yang ditunjukkan Phalama Bhalu.
“Judade itu terlalu sombong. Padahal jika mau mengambil waktu sejenak untuk beristirahat, setidaknya tenaganya bisa pulih 100 % dan dia akan memperoleh kesempatan menang 80% untuk penantang berikutnya” seorang nanren berkata dengan wajah benci.
“Aku berharap si sombong ini akan keok ditangan penantang selanjutnya” seorang praktisi jingling yang terlihat membenci Phalam Bhalu karena kesadisannya, mengutuk tiada berkesudahan.
******
“Silahkan untuk menekan token anda, jika anda ingin bertarung melawan petarung Nomor 11.005 ini” kata hakim.
Banyak petarung arena terlihat buru-buru memencet token ditangannya. Tidak ada satupun yang merasa takut atau gentar setelah melihat kebrutalan Phalama Bhalu. Bukankah mereka di takdirkan untuk bertempur sampai mati? Terlebih lagi janji ketenaran jika meraih peringkat tinggi serta point kontribusi yang dapat digunakan untuk melatih diri di area VIP Kota Selatan telah menanti jika mereka memenangkan banyak pertempuran. Hadiah dari penukaran point kontribusi arena terlalu menggoda dibandingkan rasa takut.
“Penantang baru adalah petarung nomor 9.852…” Hakim meneriakkan nomor penantang dan disusul dengan berkelabatnya sosok bayangan mengenakan topeng. Meskipun wajah itu tertutup topeng akan tetapi semua tahu bahwa penantang baru itu berasal dari ras mogui. Dua tanduk kecil mencolok dikepalanya, telah menunjukkan identitas 9.852 adalah ras mogui.
“Aku tahu siapa kamu dibalik topeng itu… “ Phalama Bhalu tertawa dingin kearah 9.852.
“Benarkah??... dan aku tidak peduli kalau kamu tahu siapa aku. Yang aku pedulikan adalah membunuhmu lalu memperoleh point kontribusi tambahan. Sepertinya point kotribusi kamu cukup banyak. Jangan khawatir, aku akan membunuhmu dengan mudah,tidak akn menimbulkan rasa sakit sedikitpun. Setelah itu aku dapat menikmati point kontribusi kamu” dengan dingin mogui nomor 9.852 itu menjawab.
"Kalau begitu aku tidak akan sungkan lagi…” tebasan kapak yang mengandung kekuatan ATK sebesar 350.000 jin itu terdengar seperti bersiul Ketika diayunkan Phalama Bhalu. Sasarannya adalah langsung menggorok batang leher mogui nomor 9.852.
“Tidak akan semudah itu…” wajah mogui 9.852 menyeringai memperlihatkan taring, kedua tangannya membentuk cakar yang kemudian mengeluarkan masing-masing tiga pedang pendek diantara tiap kepalan tangannya.
__ADS_1
“Trang….!!!”
Bunyi suara benturan senjata tajam Ketika pedang pendek berbentuk cakar bertemu dengan kapak raksasa.
Mogui 9.852 itu terdorong beberapa Langkah setelah benturan itu. Terlihat jelas bahwa kekuatan Phalama Bhalu lebih tinggi dibanding mogui 9.852. Namun mogui 9.852 itu tidak mau mengalah sedikitpun, dia melompat mundur dan mengambil jarak.
“Wussshhhh…!!!”
Dari telapak tangannya keluar uap hitam yang kemudian membentuk tiga kepala tengkorak besar. Dengan cepat uap hitam berbentuk tengkorak itu menyelubungi Phalam Bhalu. Uap hitam itu adalah Teknik keji kaum mogui yang mengambil kekuatan energi dari neraka dan disalurkan dalam bentukan serangan pukulan. Serangan itu amatlah berbahaya, karena mengandung kekuatan Qi digabungkan dengan racun ganas berhawa panas yang dapat membuat seseorang menjadi abu.
Phalama Bhalu sepertinya tidak jeri dengan Teknik pengambilan energi neraka seper itu. Dia telah menyiapkan diri untuk melawan hawa beracun seperti itu. Terlihat dia merapalkan mantra…., seketika tubuhnya dibungkus uap tipis yang kemudian membentuk tameng dan menindas balik hawa beracun itu.
******
Pertempuran berlangsung intens hingga lima belas menit. Ketika semua penonton mengira bahwa ras mogui 9.852 akan memenangkan pertempuran. Pada kenyataannya sekali lagi diakhir adegan, terlihat Phalama Bhalu mengeluarkan Teknik pamungkasnya. Dia menebas dengan kekuatan full yang menimbulkan efek seperti Guntur yang memekakkan telinga.
“Duaarr….!!!”
Tubuh mogui itu terbelah menjadi dua Ketika kapak diiringi bunyi Guntur membelah tubuhnya. Dia bahkan tidak sempat untuk mengucapkan kata-kata menyerah. Phalama Bhalu Kembali menang, wajahnya semakin terlihat congkak dan menimbulkan rasa kepingin muntah bagi beberapa pembencinya. Sorak sorai pendukung judade memenuhi arena menyambut kemenangan berturut-turut raksasa judade itu..
******
“Aku ingin melanjutkan….” teriak Phalama Bhalu kepada hakim.
“Tidak. Anda telah kehilangan beberapa tenaga. Terlalu tidak adil jika anda melanjutkan pertempuran ini. Anda dipersilahkan istirahat” balas hakim arena dengan dingin tanpa memberi kesempatan judade itu memamerkan kesombongannya lebih lanjut.
Hakim di arena adalah raja. Tidak ada seorangpun berani melawan kata-kata hakim. Jika saja seseorang mencoba-coba melawan keinginan hakim, biasanya para algojo pencabut nyawa dari dewan Arena akan turun tangan. Mereka akan muncul dari tempat yang tidak terduga. Dan tidak ada seorang pun berani melawan petinggi dewan Arena Kota Selatan. Melawan sama dengan mati.
Dengan mengomel-ngomel kesal, judade itu pergi duduk beristirahat. Sementara hakim menyerukan, agar siapapun yang ingin bertarung mengisi arena agar memencet token ….
“Dipersilahkan petarung memencet token….”
Setelah para penantang memencet token… tiba-tiba hakim arena mengumumkan daftar petarung….
“Petarung Nomor 20.569 akan bertarung melawan Wayang sihir di ranah kultivasi Alam Raja Bintang Sembilan….”
Semua menjadi heboh. Wayang Alam Raja bintang Sembilan, biasanya adalah sosok yang amat berbahaya. Kekuatannya bahkan sanggup melawan praktisi di Alam Tanpa Batas peringkat awal….
“Siapakah petarung yang sial itu? Wayang Alam Raja bintang Sembilan benar-benar tidak dapat dianggap sederhana…..”
__ADS_1
Ketika Sima Yong melompat kedalam arena, Hattauda dan Niryadi menantp ngeri kearah Sima Yong… “20.569 adalah Brother Sima Yong????”
*Bersambung*