
Tubuh Sima Yong terjun bebas dari ketinggian kira-kira lima ratus meter. Saat tubuh itu menggelincir jatuh, dia sudah kehilangan kesadaran. Yang ada didalam benaknya sebelum terjatuh adalah, terbang, berlari sejauh mungkin dari Tokoh Kuasi Alam Melintas Sage yang bukan tandingan nya itu. Tatkala terjatuh dan menabrak banyak dahan pinus itu dia sudah tidak merasakan apa-apa lagi.
“Bumm..!!”
Beruntung sekali tubuhnya langsung tersangkut di antara rimbunnya cabang dan dedaunan pohon pinus di sebuah hutan pinus asing.
Meskipun tubuhnya dalam keadaan tidak sadar, oleh karena sebelumnya didalam pelarian itu Sima Yong telah membuka Gerbang Penyembuhan… maka Gerbang Batin Penyembuhan yang terletak di Klavikula (tulang selangka) tetap bekerja untuk memperbaiki dan menyembuhkan organ-organ yang terluka.
Tidak lebih dari tiga jam masa pingsannya, Sima Yong sekonyong-konyong tersadar.
“Dimana aku?”
“Tempat apa ini?” Kata Sima Yong bersuara lirih.
Diperhatikannya dengan teliti hutan pinus lebat dimana dia berada saat ini.
“Ini adalah suatu tempat asing yang membawa aura mistis”
Sima Yong melangkah pelan-pelan berkeliling untuk memeriksa tempat itu. Jika saja tempat itu aman, dia memutuskan untuk bersembunyi sambil memulihkan kondisi luka nya hingga 100% sembuh.
“Aku merasa seperti tidak asing dengan aura mistis seperti ini. Perasaan ini adalah perasaan akrab Ketika berada di suatu tempat di Utara Benua Silver” desis Sima Yong.
Beberapa Langkah dari tempat dimana dia terbangun tadi, Sima Yong menemukan dua pilar batu yang sepertinya merupakan semacam pintu gerbang.
Akan tetapi tidak terdapat penampakan apapun di bagian belakang dua pilar itu. Pemandangan yang ada hanyalah Hutan Pinus asing yang memiliki batang besar, tinggi dan berdaun lebih lebat seperti itulah penglihatannya di balik kedua pilar batu itu.
Tatkala dirasa dia masih penasaran, lalu Sima Yong menjamah dan memperhatikan tulisan yang tidak terlalu jelas ukirannya di bagian pilar kiri.
“Tanah Suci Hui Tianshi, Malaikat Kelabu. Orang asing harus berhenti sampai disini” Sima Yong mengerutkan kening nya Ketika membaca tulisan itu.
“Hui Tianshi?? Mengapa aku merasa agak akrab dengan nama dan aura di lingkungan ini??” pikirnya bertambah penasaran.
Dia lalu meneruskan untuk membaca tulisan kabur di pilar bagian kanan.
Sebuah tulisan dan huruf kuno yang tidak akan dipahami oleh orang pada umumnya tampak dihadapannya. “Aku mengerti dan paham huruf kuno ini” desisnya girang.
“Bukankah ini adalah tulisan Elf kuno yang di ajarkan Baron Wei beberapa waktu lalu??” dia Kembali berulang kali membaca tulisan kuno itu dan berusaha mengartikan nya.
“Tanah Suci Kaum Jingling abu-abu. Hanya penyihir dan kaum Jingling yang dapat memasuki Tanah Suci ini”
Sima Yong seketika merasa gembira…
“Ini adalah tempat persembunyian yang bagus untuk sementara waktu. A**ing tua Mao Mushi dari Kuil Teratai Putih itu tidak akan dapat menemukan ku jika aku masuk tanah suci kaum jingling ini”
Sima Yong lantas mengangkat tangan kanannya, lalu dia mengalirkan kekuatan Energi Mentalnya dan berkata…
“Ando Edro…”
__ADS_1
Sesuai dugaannya. Tampak cahaya diantara dua pilar itu. dan dengan untaian rumit terlihat seperti jalinan akar pohon berwarna putih saling melepaskan ikatan sehingga sebuah gerbang Putih berkilauan tampak terbentuk dihadapannya.
Sima Yong tanpa ragu-ragu langsung memasuki pintu gerbang itu. tubuhnya lenyap di balik gerbang yang kini langsung menutup dan tidak menyisakan apa-apa selain kesunyian di hutan pinus itu.
>>>>>>
Sosok berjubah putih mengenakan tudung penutup kepala yang menyamarkan wajahnya menukik turun dari angkasa. Kini si jubah putih yang di bagian dadanya terdapat sulaman emas bercorak bunga Teratai itu berjalan di sekitar hutan pinus.
“Aura mahluk kelelawar itu hilang tepat di bagian sini” desis Mao Mushi Ketua Sekte Kuil Teratai Putih.
Dia menatap dua pilar yang berdiri di sisi kanan hutan. Perlahan dia berjalan menuju pilar itu dan diam sejenak. Dia sedang berpikir keras, apakah dia akan berusaha menerobos masuk ataukah mencoba bersikap sopan.
Setelah berpikir dalam kebimbangan, Mao Mushi berbicara dengan suara yang mengandung Qi dan dikirimkan kearah dua pilar itu…
“Mao Mushi, Sekte Master Kuil Teratai Putih meminta kesempatan berbicara dengan Master Sekte Hui Tianshi”
Tidak terjadi apa-apa setelah Mao Mushi berbicara tadi. Dia mulai merasa kesal. Biar bagaimanapun dia adalah seorang Master Sekte Bintang 9 yang sangat disegani di Wilayah Tengah ini. Bisa-bisanya di wilayah Sekte Hui Tianshi (Malaikat Kelabu) ini keberadaan nya tidak dipedulikan sama sekali oleh Sekte Hui Tianshi ini.
Sambil menahan amarah, Mao Mushi sekali lagi berteriak lebih keras lagi. Qi yang dikerahkan semakin menindas. Seluruh hutan bergetar Ketika dia berbicara kedua kalinya…
“Mao Mushi dari Sekte Kuil Teratai Putih meminta audiensi”….
Kali ini Mao Mushi melihat dua pilar itu seperti menunjukkan Gerakan. Dan dari tengah kedua pilar itu, sekonyong-konyong muncul dua mahluk sosok masing-masing seorang perempuan dan pria muda. Mereka mengenakan semacam pakaian perang berwarna Merah menyala, yang terlihat indah dan menyilaukan mata. Wajah kedua mahluk itu amat rupawan dengan mata unik dan telinga agak lancip.
Sepertinya kedua baju perang itu di kerjakan oleh tenaga ahli tingkat tinggi, sehingga Mao Mushi merasakan aura mistis dan asing yang keluar dari busana perang kedua sosok yang baru muncul itu.
“Benda roh peringkat immortal di Wilayah Tengah adalah sebuah kemewahan, akan tetapi disini, dua pengawal sekte saja mengenakan benda peringkat immortal” pikir Mao Mushi dengan cemburu.
>>>>>>
“Master Mao Mushi… anda dipersilahkan meninggalkan Kawasan suci Sekte Hui Tianshi kami” perempuan yang terlihat cantik di usia 35 tahun itu membungkuk dengan hormat dan mempersilahkan Maso Mushi pergi dari Kawasan itu.
Seketika wajah Mao Mushi menjadi merah. Dia kini benar-benar merasa tersinggung. Ketua Sekte Hui Tiansi ini secara terbuka menganggap remeh dirinya.
Ketua Sekte Hui Tianshi ini bukannya keluar menyambut dan berbicara dengannya, yang ada Master Sekte Hui Tianshi ini hanya mengirim dua orang muda yang juga tanpa sungkan-sungkan seolah-olah mengusirnya dari hutan pinus itu.
Sambil menahan amarah, Mao Mushi berkata dingin…
“Katakan pada Master Huang Chi, aku meminta ijin untuk memasuki wilayah dalam Sekte Hui Tianshi anda. Seseorang penjahat yang aku kejar, sepertinya telah bersembunyi dikawasan terlarang sekte anda”
Sepasang pria dan Wanita itu hanya menjawab dengan tegas …
“Sesuai instruksi Master sekte kami Huang Chi… anda dipersilahkan meninggalkan Kawasan suci Sekte Hui Tianshi kami”
Merasa dirinya tetap dipersulit, maka Mao Mushi langsung melepaskan serangan telapak kearah dua pilar tanda batas Sekte Hui Tianshi itu.
Seberkas energi tak tampak dengan ganas bergulung pesat dan mengunci titik pertemuan diantara dua pilar tersebut.
__ADS_1
“Duar…” hanya terlihat semacam ledakan cahaya. Akan tetapi tidak terjadi perubahan apa-apa dengan pilar maupun Gerakan seperti sebuah gerbang yang membuka.
“Tindakan anda diluar batas” bentak Wanita yang langsung menghunus dua pedang ditangannya. Yang pria juga mengikuti menghunus dua pedang dan kedua pasangan itu merangsek dengan ganas kearah Mao Mushi.
“Tssinggg…tsingg…” suara pedang peringkat immortal dengan kejam mengiris kearah Mao Mushi, sehingga membuat Ketua Sekte Kuil Teratai Putih itu mau tidak mau membuat Gerakan menghindar.
“Duarr….” Tubrukan kekuatan Mao Mushi dengan kekuatan pedang dua praktisi itu membuat keduanya terdorong mundur jauh kebelakang. Mereka langsung memasang kuda-kuda dan bersiap menerjang Mao Mushi.
Adapun demikian, Mao Mushi harus mengakui didalam hati…
“Sekte kaum jingling ini begitu banyak menyimpan rahasia dan kekuatan. Jika dua orang muda ini saja memiliki kekuatan besar di ranah SAINT level tiga, bagaimana dengan praktisi lainnya didalam Kawasan Suci sekte itu???”
Rasa cemburu timbul didalam hati Mao Mushi. Dia lalu berniat untuk menghabisi dua orang muda itu,
“Lebih baik aku bunuh dua orang jenius ini, agar kedepannya mereka tidak akan menjadi kaum yang lebih kuat lagi sehingga membahayakan kedudukan Kuil Teratai Putih kami”
Tangannya dalam kecepatan meteor terulur ke depan dalam bentuk cengkeraman yang mengandung hawa beracun. Pukulan cengkeraman itu adalah salah satu Teknik andalannya yang mana setiap pukulan mengandung racun mematikan yang dapat merusak organ dalam lawan.
“trang—trang…”
Cengkeraman beracun itu berbenturan dengan senjata immortal, namun asap hitam yang keluar dari cengkeraman itu melindungi tangan dan membuat dua pedang immortal terlempar lepas dari tangan dua praktisi Sekte Hui Tianshi. Kedua tangan praktisi Sekte Hui Tianshi kesemutan dan secara cepat berubah menjadi kehitaman.
“Racun…” pikir kedua praktisi itu.
“Sekarang kamu dapat mati…” desis Mao Mushi dalam hati. Dia secara serius ingin melenyapkan dua jenius muda Sekte Hui Tianshi itu.
Cengkeraman penuh asap hitam itu telah dekat dengan wajah Wanita jingling itu. dalam tatapan tidak percaya Wanita jingling itu hanya dapat pasrah menyerahkan hidup nya di dalam cengkeraman Mao Mushi.
“Tringg….tringg” dua buah jarum kecil membentur cengkeraman Mao Mushi dan membebaskan Wanita jingling itu dari bahaya serangan cakar itu.
Wanita jingling dan pria jingling itu menarik nafas lega setelah melihat dua jarum keluar dari arah titik tengah pilar yang kini terlihat menari-nari menyerang dan membuat Mao Mushi kerepotan. Salah satu jarum bahkan menggores bahunya, sementara jarum yang lain nyaris menusuk pelipisnya, sebelum jatuh seperti kehabisan tenaga.
“Suiiiiitt” Mao Mushi melakukan Gerakan jumpalitan dan dia langsung berdiri diantara dahan pohon pinus. Mata nya menatap marah kearah dua pilar itu.
Dalam tatapan marah Mao Mushi terdengar mengancam dengan kata-kata tajam…
“Ketua Sekte Hui Tianshi tidak berkenan bertemu dengan ku, bahkan mengirim dua jarum Tianshi untuk menghukum dan bertempur denganku”.
“Bagus… penghinaan ini tidak akan aku lupakan” selesai berkata, sosok Mao Mushi menghilang dibalik awan setelah dia melompat ke angkasa.
Dua ras jingling dalam balutan pakaian perang itu saling menatap dan menarik nafas lega. Sambil menatap dua telapak tangan mereka yang terlihat kehitaman akibat racun bentrokan dengan Mao Mushi, buru-buru kedua jingling itu memasuki Kawasan suci sekte setelah terlebih dahulu membuka gerbang menggunakan sihir…..
*Bersambung*
Untuk membuat author lebih semangat dan tetap berkreasi melanjutkan novel ini, jangan lupa di like, sekedar komen dan vote.
Terlebih tolong favoritkan novel ini karena Noveltoon akan menilai untuk menjadi pemasukan Author berdasarkan jumlah Favorit, komen dan like … yang tentunya juga menyemangati author. Apresiasi yang readers berikan akan menyemangati autor untuk terus berkarya di Noveltoon ini.
__ADS_1