Kisah Dewa Pedang Utara

Kisah Dewa Pedang Utara
Menara Dewa Berkabut IV


__ADS_3

“Itu adalah sebuah Teknik penyembuhan menggunakan sihir dan simbol-simbol. Mungkin aku akan mencoba untuk melatih Teknik seperti ini kedepannya” Sima Yong langsung memperoleh pemahaman didalam pertempuran itu.


“Srreeett…”


Pedang praktisi nanren bertenaga ATK sebesar 550.000 jin menebas dengan kecepatan tinggi.


“Trang…” Pedang Hati Rembulan menghalangi sabetan pedang berkekuatan 550.000 jin  hingga membuat pedang ras nanren itu meleset dari sasarannya.


   Sima Yong menusuk kedepan dengan Teknik yang didalamnya mengandung esensi Teratai Es. Gulungan badai es terlihat berlari mengejar dengan kekuatan ATK 550.000 jin kearah nanren yang terlihat memucat. Dia sama sekali tidak menyangka akan dikejar meski mencoba berlarian menghindar.


   Gulungan badai es berkekuatan besar itu mengandung esensi sejati Es yang mampu membekukan seseorang Ketika bersentuhan. Beruntung sekali dirinya Kembali tertolong… Dari jarak jauh penyihir jingling Kembali merapal mantra lubang hitam….


“Blackhole…!!”


Sang penyihir membentak.


   Kembali lubang hitam misterius yang biasanya muncul diluar angkasa itu…. kini muncul dan menghadang badai es yang ditembakkan Sima Yong. Badai es itu kemudian tergulung dan disedot gaya gravitasi lubang hitam, dan lenyap tidak berbekas. Sepertinya sihir blackhole itu dapat dibuat hingga jarak kejauhan 100 meter dari penyihir jingling.


“S****t …. Lubang hitam itu selalu menghalangi semua gerakanku” Sima Yong Kembali menganalisa pertempuran sepuluh Gerakan melawan gabungan dua praktisi itu. Perpaduan keduanya benar-benar membuat lawan berada di posisi yang amat sulit. Serasa diri Sima Yong berhadapan melawan satu lawan berkemampuan Alam Tanpa Batas.


“Meskipun kekuatan ATK mereka jauh dibawah kekuatanku, akan tetapi perpaduan formasi diantara keduanya membuatku kesulitan melumpuhkan mereka” Sima Yong menjadi makin hati-hati.


   Kembali siulan yang sangat kencang terdengar dari mulut Sima Yong, pada saat tubuhnya melayang dengan tusukan Pedang Hati Rembulan kearah dua praktisi itu. Ras nanren itu dengan Tindakan provokatif langsung menyambut datangnya serangan pedang dengan membuat gulungan pedang yang tidak kalah berbahaya nya. Ketika sosok SIma Yong dan nanren itu semakin berdekatan untuk kemudian saling menebas…. Suara penyihir terdengar keras dari arah belakang,


“Blackhole…!!!”


   Kekuatan gravitasi yang ditimbulkan blackhole didepan Sima Yong terasa menindas dan menyerap semua kekuatan serangannya. Pada saat Sima Yong sibuk melepaskan sedotan gravitas lubang hitam, ras nanren itu terlihat dengan leluasa berdiri diatas lubang hitam dengan leluasa melancarkan serangan pembunuhan kearah Sima Yong… “sepertinya efek blackhole hanya berlaku untuk lawan, dan tidak berefek apapun kepada kawannya” pikir Sima Yong.


“Slashh…..” irisan pedang nanren gagal mengiris tenggorokan Sima Yong. Sentilan jari Sima Yong mengandung kekuatan ATK 550.000 jin membuat pedang nanren itu melenceng jauh dari sasaran.


“kedua pasangan ini terasa sangat merepotkan. Namun sepertinya aku telah mengetahui rahasia formasi dua orang berbahaya ini …..”


   Gerakan Sima Yong berubah menjadi lebih cepat lagi, Pedang Hati Rembulan terlihat seperti akan membelah tubuh nanren yang telah terkunci Teknik pedang. Penyihir jingling dikejauhan juga terlihat bersiap-siap dengan mantra sihirnya “penyembuhan”. Sepertinya dia mulai merapal mantra yang akan digunakan pada saat Sima Yong akan membelah si nanren nanti.


   Siapa yang dapat menyangka, serangan Sima Yong kepada nanren itu ternyata hanya Gerakan tipuan semata. Kenyataan sebenarnya adalah Sima Yong mengincar jingling sang penyihir.


“Kontrol Pedang…!!”


Sima Yong bersiul dengan keras, dan Pedang Hati Rembulan di tangannya melesat, terbang sendirian dengan kecepatan yang sulit diikuti pandangan mata. Pedang Hati Rembulan telah mengunci penyihir jingling (Teknik Kontrol Pedang adalah Teknik yang Sima Yong pelajari di Domain Elf, dimana Teknik ini adalah pengendalian Pedang menggunakan benak).


   Penyihir jingling itu sama sekali tidak menduga bahwa dirinya adalah sasaran utama Sima Yong. Dengan wajah pucat dia berusaha menciptakan ilusi sihir. Terlihat jingling itu terburu-buru memutar ilusi didepannya dan membentuk tameng sihir. Dia berharap agar kekuatan tameng ilusi itu sanggup menahan serangan Pedang Hati Rembulan. (Adapun Teknik sihir blackhole miliknya bukanlah Teknik yang dapat di pakai setiap saat. Teknik itu membutuhkan jeda waktu beberapa menit sebelum si penyihir itu dapat mengulang Teknik serupa).


   Teknik Kontrol Pedang Sima Yong dengan tidak memiliki belas kasihan itu menusuk lurus hingga menghancurkan tameng ilusi buatan penyihir.


“Prang…” Ketika tameng ilusi pecah… pedang yang mengandung energi sebesar 550.000 jin itu dengan tanpa ampun menusuk pelipis jingling penyihir. Diiringi teriakan terkejut, ras jingling itu menghilang.

__ADS_1


   Kini tersisa ras nanren itu seorang diri,


“Kontrol Pedang….!!!”


Pedang Hati Rembulan kembali beraksi Ketika dengan penampilan mengerikan Sima Yong memerintahkan pedangnya untuk menusuk si Nanren. Pedang itu sekali lagi terbang sangat cepat dan berkelebat menembus tubuh ras nanren. Nanren itu memudar lalu menghilang…


   Pada akhirnya jingling dan nanren itu berhasil disingkirkan di lantai delapan. Kuncinya adalah terlebih dahulu menyingkirkan penyihir yang selalu melakukan tugas tambahan membantu semua serangan Nanren.


   Sima Yong berhenti sebentar untuk beristirahat. Pertempuran melawan dua ras tadi memberikan Sima Yong banyak panen. Pemahamannya akan beberapa konsep seperti penyembuhan sesaat Ketika bertempur kini memasuki level yang baru. Belum lagi pemahaman akan suatu konsep yang dinamakan black hole. Konsep blackhole ini erat kaitannya dengan pemahaman konsep ruang dan waktu warisan Totem Elf.


    Kira-kira semalaman Sima Yong menghabiskan waktu di lantai delapan untuk memahami konsep ruang dan waktu. Keesokan pagi nya dia membuka mata dengan benatuk pemahaman yang meningkat. Level satu konsep ruang dan waktu yaitu “penyimpangan ruang” telah 100 % dia pahami.


   Pada awalnya konsep ruang dan waktu yang di turunkan dari Totem Elf itu masih terdapat beberapa hal yang membuatnya kabur dengan “Konsep Ruang dan Waktu”. Namun setelah bertempur melawan jinglin dengan Teknik “blackhole”, Sima Yong merasa pemahamannya akan beberapa konsep menjadi tercerahkan.


   Penggunaan “ruang Blackhole” sendiri memang terdapat di dalam “konsep ruang dan waktu”, akan tetapi pemahaman itu adalah di dilevel yang tinggi, yang belum dapat Sima Yong pahami. Meskipun Teknik “Blackhole” yang dipakai jingling itu agak berbeda dibanding “Blackhole konsep ruang dan waktu” namun banyak manfaat yang dipetik Sima Yong untuk memahami konsep peninggalan Elf di Totem Suci.


   Saat ini keadaan Sima Yong setelah merenungi semalaman, nilai pemahamannya akan “sepuluh konsep ruang dan waktu” dia mulai menyentuh di level dua konsep itu yaitu “Pembagi Surga”. Pembagi Surga adalah level dua dari pemahaman Konsep dari Totem Suci.


   Pertempuran berbahaya melawan dua ahli nanren dan jingling tadi, semakin membakar semangat Sima Yong, karena membuka wawasannya tentang hal-hal yang sebelumnya tidak dia pahami. Dia bersemangat naik ke lantai Sembilan dan berdebar-debar…. lawan seperti apa yang akan dia hadapi???


******


   Lantai Sembilan masih terlihat serupa dengan lantai delapan, yaitu sebuah arena pertempuran yang sangat besar dan luas. Ditengah-tengah arena berdiri tiga sosok berjubah abu-abu. Tiga sosok itu merupakan ahli-ahli dari tiga ras yang berbeda. Ras Nanren itu memegang pedang Panjang yang bernyala-nyala. Ras Jingling terlihat memegang senjata tongkat Panjang yang merangkap sebagai tongkat sihir dan terkakhir adalah Ras airen (kurcaci) yang memegang busur panah.


“Airen itu adalah ahli panah??”… Sima Yong bertanya-tanya didalam hati.


“Akan tetapi, aku pastikan kalau Langkah anda akan terhenti di lantai Sembilan ini. Perlu aku peringati, aku adalah ahli panah dengan tingkat Kultivasi Kuasi Alam Tanpa Batas, dan aku ahli array kuno” airen itu menambahkan.


 "Jika anda tidak ingin mati, sebaiknya anda langsung menghancurkan slip giok ditangan anda, dan keluar dari lantai Sembilan ini. Hadiah yang akan anda terima aku pikir adalah hadiah yang sangat luar biasa Ketika mengalahkan lantai delapan”.


“Hanya ada sedikit sekali ahli yang lolos dari maut Ketika bertarung melawan kami bertiga. Dan ahli itu adalah ahli kuno dari jaman ribuan tahun yang lalu. Hingga seribu tahun kebelakang, belum pernah ada seorangpun di Kota Selatan ini, berhasil naik ke lantai Sembilan….


“Kami beri waktu untuk anda berpikir lagi jika akan melintasi lantai Sembilan ini” jingling itu menasihati, akan tetap Sima Yong dapat membaca jelas bahwa itu adalah suatu ancaman….


******


   Sementara itu di luar Menara, tepatnya di aula Menara… orang-orang semakin banyak berkumpul. Semua ribut membahas Sima Yong yang telah memasuki lantai Sembilan. Nada-nada yang tadinya sinis dan melecehkan dirinya ketika Sima Yong beberapa waktu lalu memilih mode hell (neraka), kini telah berubah menjadi suara pujian dan kekaguman. Namun tidak sedikit juga terdengar suara-suara yang nadanya mengandung rasa kecemburuan atas kemampuan Sima Yong yang hingga hari ketiga, telah berada di lantai Sembilan.


“Dia hanya beruntung saja melewati lantai delapan…”


“Huh… kamu terlalu menampakkan sikap cemburu…”


“Diam… andapun hanya berhasil samapi di lantai dua saja. Tidak perlu menghakimiku….”


Di aula Ordo Sayap Suci…..

__ADS_1


   Elder Ordo yaitu Tora Gati sedang membaca slip-slip giok yang masuk dalam bentuk pemberitahuan ke Ordo. Biasanya pemberitahuan itu isinya mengenai informasi rahasia kekuatan ordo lain yang dikirim agen mata-mata Ordo Sayap Suci. Tiba-tiba slip gioknya berbunyi menandakan sebuah informasi masuk kedalam slip giok secara system array.


 “Seorang anggota Ordo Sayap Suci yang baru bergabung dengan ordo, saat ini menjadi buah bibir seluruh praktisi bela diri di Kota Selatan. Praktisi Bernama Sima Yong dari ras nanren campuran jingling itu menantang Menara Dewa Berkabut, dan dia telah memasuki lantai Sembilan…..”


   Elder Tora Gati segera terbelalak bola matanya ketika membaca informasi itu…


“Lantai Sembilan Menara Dewa Berkabut???? Sejak ribuan tahun yang lalu belum pernah seorangpun mampu menembus lantai delapan dan bertanding di lantai Sembilan….. bocah campuran itu… Sima Yong…. Aku harus memberi tahu Ketua Ordo mengenai hal ini”


Elder Tora Gati tergopoh-gopoh berlari menuju kediaman ketua ordo. Ketua harus tahu hal ini….


******


“Aku berkeras untuk menembus lantai Sembilan. Dan sudah kupikirkan matang-matang” tegas Sima Yong.


   Ketiga praktisi ilusi itu saling bertatapan lalu saling mengangguk kepala. “Mari kita mulai…”.   Ketika kata-kata mari kita mulai diucapkan, seketika jingling penyiri itu memutar tongkatnya sehingga berputar bagaikan baling-baling…


“Cahaya Lasser ….!!” Teriak penyihir jingling.


   Sima Yong merasakan hawa terpaan angin bercampur kilat secara membabi buta menyerang dirinya. Beruntung Ketika lasser itu mengenai tubuhnya, dimana kekuatan serangan dengan ATK sebesar 550.000 jin dari jingling itu sempat dia hindari. Dalam sebuah Gerakan sederhana dari konsep ruang yaitu “Konsep Pembagi Surga” yang semalam di pahami, membuat ketiga lawan menjadi terheran-heran..


   “Konsep Pembagi Surga” ini lebih tepat memang digunakan sebagai suatu Teknik konsep pertahanan. Ketika sinar laser dari jingling itu hampir mengenai tubuhnya, konsep pembagi surga langsung membuat tubuhnya seperti terpisah-pisah dalam beberapa dimensi. Alhasil sinar laser penyihir itu hanya mengenai tempat kosong yang meninggalkan ledakan keras. Jingling itu menjadi ternganga….


   Setelah tubuh sima yong memish didalam beberapa dimensi ruang, secara Ajaib tubuh fisik Sima Yong Bersatu terlihat kembali utuh setelah dia menyatukan ruang dimensi. Tidak membuang waktu Sima Yong melesat kedepan kearah tiga praktisi itu dengan gulungan Badai es yang mengandung esensi sejati Kristal es.


“Stunnn listrikkk…..”


   Kurcaci ras airen itu menembakkan panah ke angkasa dengan Teknik array. Panah melesat dalam kecepatan yang tidak dapat diikuti dengan mata telanjang.


“Aneh… mengapa kurcaci itu menembak keangkasa dengan araay? Bukannya seharusnya ditembakkan kearahku?” Sima Yong menjadi curiga. Akan tetapi dia tidak perduli, dengan ganas Pedang Hati Rembulan di tebas kearah ketiganya dengan tangisan keras…


“Slasssh…..!!!”


   Ketika Sima Yong menikmati tebasan pedangnya yang mengandung kekuatan besar esensi es, seketika ruang terkoyak di arah ketiga praktisi itu. Pada saat genting SIma Yong merapal Badai Es Teratai Salju, namun dia merasakan sebuah gangguan aura aliran listrik yang sangat kuat menyengatnya….


   Ribuan anak panah jatuh dari angkasa dengan ledakan keras yang mengandung aliran listrik sangat kuat, mengelilingi dan menyengatnya. Sima Yong terkurung array panah listik.


   Aliran listrik itu dengan kejam menyita kekuatannyanya hingga Sima Yong merasa kekuatannya berkurang sebesar 30 %.


“Jika dibiarkan keadaan ini aku bisa mati kehabisan tenaga”…..


   Ketika Sima Yong tengah bergelut melawan ribuan anak panah yang menyengatnya dalam aliran listrik tinggi, dia melihat ras nanren itu menebas dengan Teknik Pedang kelas Surgawi kearahnya. Kekuatan ATK yang dikerahkan nanren itusebesar 550.000 jin, tidak kurang. Dengan kekuatan itu, bahkan sebuah gunung akan menjadi rata jika terkena tusukan pedang. dilain pihak, ras jingling itu tidak mau kalah. Dalam seruan keras dia melemparkan mantra dan berseru…


“Blackhole…..”


 Sima Yong menjadi panik…….

__ADS_1


“Lubang hitam terkutuk itu lagi……”


*Bersambung*


__ADS_2