
"Tsing..."
Kilatan cahaya pedang menyambar kearah mana Sima Yong melayang.
Tekanan dan aura membunuh yang di berikan sabetan pedang itu mengandung kekuatan setidaknya oleh ahli di ranah Alam Pencerahan Suci bintang 5.
Sima Yong hanya menggerakkan dan sedikit menggoyangkan badannya dalam gerakan yang hampir tak kentara.
"Wush.." sabetan pedang berkekuatan setidaknya 5.000.000 jin itu lolos dan hanya mengenai tempat kosong (1 kilo setara 1,6 jin. Jika kamu pernah mendengar satuan berat jaman dahulu, "jin" itu disebut "kati" dalam bahasa Indonesia".
"Bruak..."
Tembok di belakang Sima Yong langsung hancur berantakan terkena sabetan pedang ahli pedang itu.
Rupa-rupanya yang melakukan serangan itu adalah seorang pria yang berusia 45 tahun, yang mengenakan pakaian seperti umumnya orang dari wilayah tengah. Sebuah tulisan kecil "Du Hua" tertulis di lipatan kerah orang itu.
"Siapa kamu?" tanya pria itu kepada Sima Yong. Dia tidak menyangka bahwa serangannya yang dilakukan dengan teknik berbahaya itu dengan mudah di elakkan pria muda ini.
Sebenarnya dia merasa agak takut melihat posisi pria muda berdiri. Dia terlihat hanya melayang diatas tanah, namun bukan terbang. Kemampuan seperti itu umumnya hanya dapat dilakukan ahli berperingkat SAGE;
Bahkan serangan pedangnya yang mengandung kekuatan besar itu dengan mudah di hindari pria muda itu, tanpa bergerak sama sekali. Dia mulai was-was.
"Aku yang akan bertanya kepadamu terlebih dahulu. Dari cara kamu berpakaian, jelas kamu bukan praktisi dari Sekte Pedang Beracun ini. Hal apa yang membuat kamu sampai-sampai harus berjaga di penjara bawah tanah ini?" tanya Sima Yong, nyata benar dia mengabaikan pertanyaan pria itu.
Meski ketakutan, pria itu berusaha memompa semangat nya. Dalam bentakan yang keras dia menjerit,
"Kamu tidak layak untuk bertanya tentang urusan ini" dia lantas menerkam Sima Yong, pedang di tangannya menderu-deru mengancam, dengan sebuah teknik pedang yang mengandung uap racun.
"Trang - krak..!"
Pria itu ternganga dengan wajah tidak percaya. Pedang ditangannya patah menjadi dua ketika pria muda dihadapannya menjepit pedang itu dengan dua jarinya.
Bahkan pedang itu adalah pedang yang me- ngandung racun, namun anak muda itu dengan penuh percaya diri menyentuh bahkan me- matahkannya. Tidak terlihat dia menunjukkan gejala keracunan.
"S-siapa k-kamu?" pria itu semakin dilanda rasa takut.
Sima Yong menarik bibirnya keatas, dan dalam senyum tipis dia berkata..
"Namaku Sima Yong. Para praktisi di wilayah Tengah dan Timur pasti pernah mendengar namaku".
"Bahkan.... aku pernah bertukar pukulan dengan Master sekte kamu. Sekali lagi aku bertanya, bukankah kamu dari Sekte Du Hua Bunga Racun?" pria itu semakin terbelalak mata nya.
"Sima Yong?"
Begitu mendengar nama Sima Yong, seketika pria itu langsung merasa lemas. Akhir-akhir ini seorang ahli bernama Sima Yong telah mengukir nama besar di kalangan ahli wilayah tengah dan timur. Sima Yong itu konon adalah Praktisi yang berada di peringkat setara Master Sekte atau Klan bintang 9.
__ADS_1
Kisah perjalanan Sima Yong itu ke Negri Embun Timur dimana dia mengalahkan monster serta seorang diri mengalahkan semua praktisi di Klan Penjinak Binatang telah menjadi buah bibir semua orang. Mulai dari tepian wilayah Timur hingga ke tanah besar wilayah tengah.
Bahkan terdengar kabar Master Sekte Du Hua Bunga Racun pernah bertekuk lutut hanya dalam beberapa pukulan ketika bertukar pukulan melawan Sima Yong ini.
Dengan gugup pria itu membuat gerakan tipuan dengan menabur bubuk racun dalam gerakan lincah ke arah Sima Yong.
"Wushh" bubuk putih langsung menyelubungi tubuh Sima Yong. Itu adalah racun yang dia racik sendiri menggunakan kulit hewan lunak beracun di gunung markas Sekte Du Hua.
Lalu dengan gerakan secepat kilat dia berubah menjadi bayangan, melesat pergi, mencoba menyelinap untuk lari keluar dari penjara bawah tanah itu.
"Tap - tap - tap" pria itu tertawa lega didalam hati. Ternyata ahli yang bernama Sima Yong itu adalah seorang yang mudah di akali. Gerakannya masih juga kalah cepat di banding dirinya.
Namun wajah yang tengah tersenyum puas itu segera memudar, tatkala tubuhnya berusaha melayang keluar dari lubang bawah tanah, saat itu juga dia merasa sekujur badannya menjadi kaku. Energi Qi nya menghilang dengan cepat dari dantian. Sesuatu tenaga tak terlihat telah melumpuhkan dia.
"Bruaak...!!" pria itu terjatuh dari ketinggian sepuluh kaki. Wajahnya langsung menunjukkan roman yang ketakutan, dia tidak memperdulikan rasa sakit karena jatuh.
"Celaka ! Ternyata pria muda bernama Sima Yong itu memang benar-benar memiliki kemampuan yang tinggi" keluhnya dalam hati.
Dia menjadi lebih terkejut lagi ketika, tubuhnya langsung terangkat setinggi sepuluh kaki lebih, seolah-olah ada tenaga tak terlihat yang merenggut tubuhnya dengan kasar dan menggantung dia di udara.
"Tolong... aku akan mengatakan semua nya" jurus memelas segera di mainkan oleh pria Sekte Du Hua itu.
Dia telah terkencing dicelana karena dilanda rasa takut yang mendalam, ketika melihat anak muda itu melayang seperti angin kearahnya dengan pelan. Bahkan anak muda itu terlihat tidak bergerak sama sekali. Namun di matanya, seolah-olah terlihat ada angin yang membawa pria muda itu untuk melayang.
"Baiklah... kalau begitu ceritakan semua secara jelas. Aku ingin tahu hubungan Sekte Du Hua kamu dengan Sekte Kuno di Barat yang memilik racun Hydra".
Pria Sekte Du Hua itu semakin menggigil tatkala Sima Yong menambahkan,
Sebagai Praktisi bela diri, kamu tahu bukan? apa yang akan terjadi ketika seseorang telah di paksa oleh ahli kekuatan jiwa untuk di obrak-abrik benaknya? Menjadi gila. Hanya itu satu-satunya jawaban".
"Jadi sekarang kamu dapat bercerita dengan benar" setelah mengancam, kini nada Sima Yong terdengar sangat ramah.
Dengan rasa jerih yang mendalam, pria itu lantas menjelaskan tentang hubungan Sekte Du Hua mereka dengan Sekte Pedang Beracun, yaitu berhubungan dengan Teng Jun wakil ketua sekte.
Semua itu adalah demi mengumpulkan ahli yang akan pergi ke Wilayah Tengah dan memenuhi undangan seorang Pangeran di Kekaisaran Rajawali Agung demi menguatkan posisi nya menjadi Putra Mahkota.
Sima Yong mengernyitkan kening, Apakah Pangeran Ju Kai itu akan men-sabotase pelantikan Ju Qin sebagai putra mahkota? Untuk sementara Sima Yong masih merasa lega. Ada Paman Yang-yang dengan kultivasi yang amat tinggi di istana.
Dalam pandangan dia, untuk sementara keamanan Pangeran Ju Qin akan baik-baik saja. Toh pangeran juga memiliki jimat yang akan mencari dia ketika pangeran dalam keadaan bahaya. Sima Yong langsung merasa sedikit lega.
Sima Yong kembali menatap pria dari Sekte Du Hua itu,
"Sekarang ceritakan tentang racun Hydra sekte kuno Barat dan Racun Anggrek berbintik Hitam milik Sekte terselubung dari Kota kuno..!"
Sekali lagi pria itu bercerita. Sekte pemilik racun Anggrek berbintik dari Kota Kuno menginginkan sebuah benda yang menjadi upeti salah satu sekte misterius kepada Klan Qilin di Barat Laut.
__ADS_1
Namun Sekte Anggrek Berbintik itu tidak menginginkan niat itu terbaca sekte misterius yang memberikan hadiah kepada Klan Qilin.
Mereka lantas meminta bantuan Sekte Du Hua yang langsung menghubungi Teng Jun untuk merebut hadiah yang kebetulan di kawan Ye Bing Qing dan Orhideya itu.
Dalam pembegalan itu, seorang gadis bernama Ye Bing Qing berhasil meloloskan diri dan di kejar Teng Jun dengan dua penatua Sekte Pedang Racun. Mereka telah berhasil menawan murid Sekte Qilin Orhideya, sementara Teng Jun tidak ingin perampokan yang mereka lakukan tercium oleh Master Klan Qilin.
Sejak pengejarannya terhadap gadis bernama Ye Bing Qing, Teng Yun belum pernah balik ke markas di Lembah Racun.
Sima Yong mengangguk kepala pertanda paham hubungan timbulnya racun Angrek Hitam berbintik. "Teruskan cerita mu" kata Sima Yong menyimak.
Sedangkan keterkaitan Sekte Kuno di Barat yang memiliki racun Hydra itu, itu adalah keterkaitan antara salah satu Penatua Sekte Kuno di Barat itu, merupakan keluarga dekat dari Master Sekte Du Hua.
Master Sekte Du Hua meminta Penatua Sekte Kuno Barat untuk meminjamkannya racun Hydra dengan tujuan meracuni Ketua Sekte Pedang Racun yang nota bene adalah ahli racun.
Jika di Master Sekte Pedang Racun hanya berikan racun yang biasa-biasa saja, hal itu ibarat membuat lelucon di hadapan Master Sekte Pedang Racun.
Sima Yong merasakan semakin rumit hubungan kisah ini. Namun inti dari semuanya adalah Pangeran Ju Kai ingin memupuk kekuatan dengan cara merekrut ahli-ahli dari berbagai wilayah untuk membantunya.
Sepertinya Ju Kai itu merasa bahwa ahli-ahli di Wilayah Tengah kini telah berbalik dan mendukung Pangeran Ju Qin sebagai calon putra mahkota.
SIma Yong merenung sebentar. Apakah dia harus berbalik ke kekaisarn atau melenjutkan misinya...
"Tuan.. A-aku telah menceritakan se-semua yang anda inginkan. Aku mohon agar janganlah membunuhku. Biarkan aku hidup" tangis pria Sekte Du Hua itu.
Sima Yong menatap dia dengan tajam...
"Yakin? ... kalau kamu benar-benar ingin tetap hidup?" tanya dia.
"Biarkan aku hidup tuan. Aku telah menceritakan semua skandal yang merupakan rahasia ini kepada anda. Tolong biarkan aku hidup" rengeknya.
"Baiklah... karena kamu ingin tetap hidup..." bola mata Sima Yong bersinar. Kekuatan jiwanya menembus benak pria itu.
Pria itu langsung merasa pusing. Dunia berputar. Seribu Samsara dikerahkan Sima Yong...
Pria itu tiba-tiba melihat dirinya dimasa lalu ketika menjadi anak-anak. Dia adalah seorang anak dari ahli racun tidak terkenal di pegunungan. Dia selalu disuruh berlatih dengan keras untuk mengangkat nama keluarga mereka ...
Dia mendengar ibunya memanggil dia... lalu kemudian pikiran pria itu berputar terus di usia semasa dia kanak-kanak.
Begitu seterusnya kejadian itu terjadi berulang kali memenuhi benaknya. Lalu kemudian dia pada akhirnya tidak pernah lagi sadar dengan keadaan dunia luar. Dia berubah menjadi seorang kanak-kanak.
Sejak saat ini, di lembah pedang racun selalu berkeliaran seorang pria dewasa namun berperilaku seperti kanak-kanak. Dia tidak pernah menjadi sadar dan waras seperti sebelumnya....
*Bersambung*
Untuk membuat author lebih semangat dan tetap berkreasi melanjutkan novel ini, jangan lupa di-like, sekedar komen dan vote.
__ADS_1
Terlebih tolong favoritkan novel ini karena Noveltoon akan menilai untuk menjadi pemasukan Author berdasarkan jumlah Favorit, komen dan like … yang tentunya juga menyemangati author. Apresiasi yang readers berikan akan menyemangati autor untuk terus berkarya di Noveltoon ini.