Kisah Dewa Pedang Utara

Kisah Dewa Pedang Utara
Tanah Suci kaum Malaikat Kelabu II


__ADS_3

   Alangkah terkejutnya Sima Yong Ketika dua pria berjubah warna kelabu seperti pakaian perang itu, mengacungkan tombak roh ke dada Sima Yong.


“Bagaimana caranya anda dapat membuka Gerbang Suci Hui Tianshi???”.


   Tatapan keduanya amat garang. Tidak ada senyum sma sekali. Jika saja Sima Yong salah menjawab, mata tombak yang tajam itu akan merobek nadinya di bagian leher.


   Meskipun Sima Yong yakin bahwa dia masih dapat merobohkan dua pria berjubah kelabu itu, akan tetapi dia memasang sikap rendah hati. Dia sadar telah memasuki wilayah terlarang suatu sekte atau kepercayaan tertentu. Bersikap rendah hati adalah Langkah terbijak menurutnya. Lagipula Sima Yong sendiri sadar. Dia sementara terluka sehingga kekuatan tempurnya jauh merosot saat ini.


   Lalu dengan mengucapkan salam dalam kebiasaan kaum Elf, dia menyapa hormat kepada dua mahluk rupawan yang masih menodongkan tombak ke lehernya..


“Estela heren amman seere e’ corm lle, Gilliath elen amman lle”


   Sikap Sima Yong yang seketika berubah menjadi hormat itu, kini menekuk kaki dan membungkuk sambil tangan di letakkan didadanya.


   Kedua pria jubah kelabu itu saling berpandangan, lalu mereka membalas salam Sima Yong dengan tangan posisi didada.


“Itu berarti mereka telah menganggapku bagian dari mereka. Seharusnya aku menjadi lebih santai berbicara dengan mereka” batin Sima Yong.


   Sesudah kejadian saling mengucap salam seperti itu, sikap dua petugas berjubah kelabu itu terlihat berubah, sepertinya mereka menjadi bersikap lebih bersahabat…


“Kawan… dari mana kah anda berasal?? Baru kali ini aku melihat wajahmu di Tanah Suci Hui Tianshi ini”


“Dan lagi… Jarang sekali keturunan jingling di wilayah lain benua ini yang masih memahami tata krama seperti yang anda lakukan tadi. Sika panda begitu istimewa” kata salah satu pria berjubah kelabu sambil menatap lekat Sima Yong.


“Aku memang bukan berasal dari benua ini. Aku berasal dari sebuah negri yang jauh setelah melintas ruang dan waktu. Tempat dimana aku berasal di sebut dengan nama Benua Silver” jelas Sima Yong


“Di benua dari mana kami berasal, ras jingling dikenal dengan sebutan Elf. Negri Kaum Elf kami terletak di bagian Utara Benua Silver. Namun menurut kisah…. konon terdapat ras Elf lainnya di bagian Selatan Benua Silver. Mereka dikenal dengan nama Dark Elf”


   Kembali keduanya saling berpandangan. Kisah yang Sima Yong sebutkan tadi benar-benar membuat bingung keduanya. Untuk mengusir kekakuan suasana setalah saling mengancam tadi, mereka berdua lalu memperkenalkan diri…


“Nama ku Ren Ciahong dan temanku itu bernama Yang Zaochen. Kami berdua merupakan penjaga utama di pintu Gerbang Tanah Suci ini. Sebentar lagi tugas kami akan selesai dan akan datang penjaga lain menggantikan kamu berdua” Kata Ren Ciahong.


   Sima Yong juga menyebutkan Namanya.. Ketika mendengar Namanya di awali kata “Sima” kedua penjaga jingling itu memunculkan ekspresi cukup kaget di kedua wajah mereka.


“Dari nama anda… kami tahu bahwa saudara Yong ini adalah berasal dari bangsawan kaum jingling”


“Akan tetapi, sepertinya anda bukan murni ras jingling bukan???” kata Yang Zaochen dengan polos. Kawannya Ren Ciahong lantas menendang kaki Yang Zaochen.


Sima Yong hanya tertawa dan menjawab halus,


“Well… bukankah dunia ini begitu luas??? Kemungkina terjadi percampuran antar ras itu dapat terjadi dimanapun”


   Yang Zaochen terlihat tersipu malu seakan mengakui dirinya bertanya terlalu dalam. Lalu Ren Ciahong Kembali mengusir kekakuan itu dengan berkata.


“Saudara Yong, meskipun anda adalah bagian dari Ras Jingling, akan tetapi sesuai instruksi Ketua Sekte, kami perlu membawa anda untuk di interogasi dan di verivikasi langsung oleh Ketua Sekte” kata Yang Zaochen.


   Sima Yong mengangguk kepala dan berkata… “Silahkan saudara berdua memimpin jalan”


   Ketiga nya lalu berjalan menyusuri aliran sungai di hutan itu. Hutan di wilayah itu terlihat tidak selebat hutan domain Elf di Utara. Sima Yong melihat beberapa jingking bercocok tanam, akan tetapi mereka tidak menyanyikan lagu-lagu penuh kegembiraan sebagaimana yang dilakukan di Utara Benua Silver.


“Tampaknya beberapa tradisi telah mengalami perubahan di tempat ini” batin Sima Yong


   Hanya dalam tiga puluh menit berjalan kaki, mereka telah memasuki sebuah perkampungan yang padat hunian…


“Meskipun aura Tanah Suci Hui Tianshi ini terasa mirip dengan domain Elf di Utara sana, akan tetapi cara kaum jingling ini terkesan lebih mirip dengan kebiasaan kaum nanren”


“Mereka bahkan tidak tinggal dan membentuk perkampungan diatas pohon. Namun mereka lebih memilih untuk tinggal diatas tanah” pikir Sima Yong.


“Saudara Ciahong… saudara Zaochen…”


“Apakah di tanah Suci kalian ini hanya di huni oleh anggota Sekte Hui Tianshi saja? Maafkan jika aku lancang bertanya. Akan tetapi kenyataannya aku melihat seluruh tanah Suci ini lebih menyerupai sebuah perkampungan besar dari pada sebuah sekte” kata Sima Yong.


   Ren Ciahong dan Yang Zaochen lalu tertawa terbahak-bahak…


“Sebenarnya istilah sekte seperti pemahaman saudara Yong, itu lebih merujuk kepada Perkampungan tempat tinggal kaum jingling kami ini. Tidak semua jingling disini mahir dalam Teknik bela diri. Ada yang bekerja sebagai petani, pedagang dan lain sebagainya”


“Akan tetapi refiner atau penyuling senjata roh adalah pekerjaan yang paling terhormat di perkampungan kami ini” kata Yang Zaochen…. Ren Caihong  lalu melanjutkan penjelasan mengenai perkampungan mereka….


“Orang luar lah yang menamakan kami sebagai Sekte Hui Tianshi sejak lama sekali. Lalu kemudian ratusan tahun berganti, pada akhirnya kami juga terbiasa mendengar sebutan sekte kepada kaum jingling ini”.


“Kenyataan sebenarnya Ketua kami yang dikenal orang luar sebagai Ketua Sekte Hui Tianshi, beliau adalah pemimpin ras jingling di wilayah Tengah Benua Penyaringan Dewa ini”

__ADS_1


“Kami memanggil beliau dengan sebutan Patriak Huang” kata Ren Ciahong.


   Mereka pun memasuki perkampungan yang meskipun besar, namun jalanan nya cukup lengang. Tidak seperti kota-kota yang biasa dihuni manusia ataupun ras lain.


   Sima Yong tidak menanyakan hal itu lebih jauh, karena dia telah memahami akan sifat dan kebiasaan kaum Elf. Dia dapat memastikan bahwa kebanyak kaum jingling itu tengah sibuk mengarang lagu atau membuat puisi dan kemudian saling memamerkan satu sama lain.


Ah… setidaknya masih ada sifat dan tata cara kaum jingling disini pasti agak mirip dengan kebiasaan kaum Elf di Utara sana.


>>>>>>


“Mari kita temui Patriak Huang” kata Yang Zaochen.


   Mereka memasuki sebuah rumah besar yang terlihat penuh dekorasi tanaman hidup. Sima Yong menebak jika semua ornament itu pasti dibuat secara sihir, dengan menyanyikan lagu-lagu indah terhadap tumbuhan tertentu dan membiarkan tumbuhan itu membentuk hiasan-hiasan indah.


“Hmm.. tidak ada ubahnya seperti domain Elf di Utara” tiba-tiba Sima Yong merasa rindu dengan Domain Elf di Utara sana. Sejenak dia memikirkan kehidupannya dimasa lalu. Namun dia menepis semua pikiran itu, karena kewajibannya masih banyak


“Aku harus mencapai minimal ranah SAGE sebelum event semua Raja Pedang Benua Silver siap bertempur nanti. Semua orang di Utara menaruh harapan kepadaku” kata Sima Yong.


   Lalu sambil mengeraskan hatinya, dia berjalan terus mengikuti dua penjaga kaum jingling itu.


   Pada akhirnya mereka sampai di sebuah ruangan yang luas, ditengah-tengah ruang itu duduk bersila seorang pria yang kelihatan berusia 60 tahun lebih.


“Aku menduga usianya bahkan lebih dari 500 tahun” batin Sima Yong…..


“Patriak Huang… ini adalah anak muda yang berhasil membuka gerbang kami ras jingling di tanah suci Hui Tianshi ini” dua penjaga gerbang itu memperkenalkan Sima Yong. Patriak Huang membuka matanya dan menatap Sima Yong secara dalam.


   Dua jingling pengantar itu langsung meninggalkan ruangan itu sehingga tertingga Patriak Huang dan Sima Yong saja di dalam ruangan tersebut.


   Sima Yong tanpa ragu-ragu lantas menghampiri Patriak Huang dan memberi salam dengan hormat,


“Semoga keberuntungan bersamamu, kedamaian ada di hatimu dan bintang-bintang melindungimu Patriak Huang”


“Estela heren amman seere e’ corm lle, Gilliath elen amman lle”


   Patriak Huang sekali lagi menatap Sima Yong dengan sinar matanya yang terasa begitu…


“Ah… anda adalah anak muda yang memahami tata krama kuno kaum jingling kami”


“Ceritakan tentang diri anda. Mengapa anda sampai mampu membuka pintu Gerbang Tanah Suci Hui Tianshi, dan mengapa sampai anda di kejar-kejar Master Sekte Kuil Teratai Putih” Kata Patriak Huang.


   Sima Yong kemudian menceritakan siapa dirinya. Dimulai dari mana dia berasal. Lalu menjelaskan kemampuannya berbahasa Elf Kuno melalui pengajaran Baron Wei dan Lady Zhang. Juga tentang keberadaan rencana pertemuan Raja Pedang di Utara Benua Silver yang harus diawakili nanti.


   Kekurangan sumber daya di Wilayah Utara memaksanya berkelana untuk berusaha meningkatkan kultivasi secepat mungkin. Kemampuan terhebat praktisi di Utara


   Patriak Huang secara serius mendengarkan kisah itu, terutama bagian Sima Yong memasuki dunia Elf di Utara sana. Dia semakin tertarik Ketika mendengar kisah Pentahbisan Sima Yong oleh Naga Bumi Ti Lung pada Perayaan Aran Megil. Patriak Huang sampai-sampai memperdengarkan suara mengeluh penuh kerinduan secara pelan ketika mendengar kisah Sima Yong tentang keajaiban di Domain Elf sana.


   Ketika tiba di bagian Pertempuran Sima Yong sebagai Raja Kelelawar melawan Mao Xueazhe bersama delapan pelindung Kuil Teratai Putih, wajah Patriak Huang berubah menjadi dingin. Dia berkata pelan….


“iblis tua itu tidak memiliki rasa malu untuk bergabung dengan delapan iblis lainnya melawan kamu…”


   Sima Yong tertawa Ketika mendengar Patriak Huang Chi mengumpat Kuil Teratai Putih.


“Anda belum mendengar kisah Ketika Master Sekte Kuil Teratai Putih itu membokongku demi menyelamatkan Sembilan Petinggi kuil”


“Coba kamu ceritakan…!!!”


   Sima Yong lantas menyambung kisah tadi dengan cerita penutup Ketika Master Kuil Teratai Putih membokong nya hingga terluka, lalu mengejar-ngejar dia hingga pada akhirnya dia terjatuh tidak sadarkan diri.


   Patriak Huang kini benar-benar memasang wajah jijik Ketika mendengar Master Sekte Kuil Teratau Putih turut membantu didalam duel itu…


“Sekte itu memang adalah sekumpulan iblis yang tidak memiliki rasa malu”


“Beruntung sekali aku yang muda ini menemukan Gerbang Suci Hu Tianshi dan membukanya menggunakan sihir kuno kaum jingling”


“Jika saja tidak terdapat wilayah kaum jingling ini, kemungkinan aku telah mati di tangan Ketua Kuil Teratai Putih” kata Sima Yong mengakhiri ceritanya.


>>>>>>


“Sima Yong… mau kah anda menunjukkan sihir-sihir kuno yang dimiliki kaun Elf di Benua Silver sana? Banyak Teknik sihir dan kemampuan-kemampuan kuno yang tidak lagi dimiliki kaum jingling di Benua Penyaringan Dewa ini” Kata Patriak Huang.


“Apakah Patriak pernah mendengarkan cerita tentang ahli-ahli sihir yang kemudian menciptakan suatu Teknik yang dikenal dengan musisi kematian atau penari jiwa???”

__ADS_1


“Itu adalah Teknik-teknik kuno kaum penyihir Elf yang masih kami kuasai di Benua Silver”


Patriak Huang menunjukkan wajah yang amat tertarik,


“Anda dapat memainkan Teknik kuno seperti itu? coba anda mainkan Teknik itu dan biarkan aku menilainya”.


“Baiklah…” Sima Yong lalu mengeluarkan kecapi dari cincinnya.


“Tring… tringg…” dia memainkan sebuah lagu gubahan Baron Wei.


   Patriak Huang terdiam dalam hening. Pikirannya menjadi rileks Ketika mendengar music yang didalamnya mengandung sihir itu. dia menutup mata dan terlihat seperti orang yang tengah bersemedi.


Hening di ruangan Ketika pada akhirnya Sima Yong mengakhiri satu lagu.


“Dapatkah anda memainkan satu lagu lagi??? Sepertinya permainan musik kamu itu membantuku memulihkan luka di jiwaku ini” kata Patriak Huang sambil terus menutup mata.


   Tanpa berlama-lama, Sima Yong melanjutkan memetik kecapi ditangan nya. Sebuah lagu gubahan Baron Wei Kembali terdengar. Sementara Patriak Huang melanjutkan semedinya untuk menikmati musik jiwa sambil memperbaiki jiwanya yang rusak itu.


“tringg….”


   Petikan nada terakhir mengakhiri sebuah lagu dimainkan Sima Yong.


   Patriak Huang membuka mata nya. Raut Wajahnya terlihat lebih baik lagi dibanding sebelumnya.


“Akhirnya… ada seseorang yang dapat membantu ku mengobati jiwa yang terluka akibat pertempuran masa lalu ini”


Patriak Huang lalu merenung sebentar dan berkata,


“Sima Yong…. Setelah aku memikirkan sesuatu selama sesi musik jiwa tadi… aku berpikir akan membantu mu”


“Terima kasih kebaikan anda. Akan tetapi, apakah yang anda maksud itu Patriak Huang???”


“Setelah aku kaji ulang. Dunia bela diri kaum Elf di Benua Silver anda agak tertinggal jauh dibandingkan kami jingling di Benua Penyaringan Dewa ini. Akan tetapi keadaan sebaliknya untuk kemampuan sihir dan kekuatan jiwa, kaum jingling kami di Benua Penyaringan Dewa ini tidaklah sehebat kemampuan kaum Elf anda di Benua Silver sana”.


“Aku berpikir jika menggabungkan kedua kemampuan tadi sehingga kami Ras Elf dan Jingling ini akan tetap menjadi ras yang kuat di  kedua benua”


“Aku akan melatih kamu menjadi Raja Pedang yang amat hebat, sehingga tiba waktunya nanti Ketika pertandingan Raja Pedang di Benua Silver, anda dapat mengharumkan ras jingling dan ras nanren secara bersamaan” kata Patriak Huang.


“Sebaliknya, aku berharap anda dapat melatih kami didalam Teknik-teknik sihir kuno yang sudah pudar dari ingatan kami. Dengan demikian pengetahuan dari kau jingling kuno akan tetap terjaga di kedua benua”


   Sima Yong menjadi tertarik. Dia telah menyaksikan dari balik gerbang Ketika pasangan Elf pria dan Wanita usia muda, namun memiliki kultivasi di ranah SAINT. Itu adalah hal menarik yang perlu dia pelajari. Lagi pula, dia merasa dirinya masih lemah sehingga belum mampu untuk melawan Ketua Kuil Teratai Putih yang akan selalu memburunya diluar Tanah Suci Hui Tianshi ini.


   Sima Yong langsung mengiyakan permintaanPatriak Huang dan mulai hari itu dia bertindak sebagai instruktor Sihir bagi beberapa jingling muda yang berbakat dan memiliki Tingkat kekuatan Jiwa diatas Master Jiwa Surgawi.


   Terdapat lima jingling yang dilatih oleh Sima Yong. Dua diantara nya adalah Elf Wanita dan pria yang dia lihat di Gerbang Hui Tianshi bertempur melawan Master Kuil Teratai Perak.


   Elf pria dan Wanita itu masing-masing bernama Ren Langman dan Ren Maoshigui. Kedua Elf ini adalah murid langsung dari Patriak Huang. Tidak heran jika tingkat kultivasi keduanya berada di ranah Saint Level tiga dan dua.


   Yang Zonglei adalah jingling ke tiga yang berlatih sihir dari Sima Yong. Yang Zonglei juga merupakan murid langsung Patriak Huang yang memiliki kultivasi Kuasi Saint. Kemampuan Energi Jiwa Yang Zonglei adalah yang tertinggi yaitu Master Jiwa Surgawi level tiga.


   Sedangkan dua anak didik Sima Yong lainnya ternyata adalah Ren Ciahong dan Yang Zaochen, dua penjaga Gerbang Hui Tianshi. Tingkat kultivasi keduanya adalah Alam Pencerahan Suci level enam dan tujuh.


>>>>>>


   Sementara itu, Sima Yong dilatih untuk membentuk benda atau senjata roh menggunakan kekuatan jiwa. Istilah yang umum dikenal adalah refiner.


   Dengan kemampuan kekuatan Jiwa Master jiwa Dao, maka Sima Yong dengan mudah dapat memahami penyulingan senjata Roh seperti itu. akan tetapi satu hal yang selalu menjadi pertanyaannya dan belum dia temui jawaban.


“Mengapakah kaum jingling di Benua Penyaringan Dewa memiliki kultivasi yang amat tinggi???”


   Semua pertanyaan Sima Yong itu terjawab sudah, Ketika pada suatu hari Patriak Huang membawanya ke tengah hutan di tepi sungai. Di tempat itu dia melihat semacam benda berbentuk kubus yang diluarnya di jaga ketat oleh kira-kira sepuluh jingling berjubah kelabu. Kubus itu seukuran rumah 10x10 meter.


“ini adalah master piece dari kami kaum refiner jingling di Benua Penyaringan Dewa. Dengan benda ini, kami dapat mempercepat kultivasi kami menerobos alam Saint” Kata Patriak Huang.


Sementara itu, Sima Yong merasa dadanya berdegup kencang…


“Benda ini akan membantu ku untuk melangkah lebih tinggi menerobos Alam SAINT”


*Bersambung*


   Untuk membuat author lebih semangat dan tetap berkreasi melanjutkan novel ini, jangan lupa di like, sekedar komen dan vote.

__ADS_1


   Terlebih tolong favoritkan novel ini karena Noveltoon akan menilai untuk menjadi pemasukan Author berdasarkan jumlah Favorit, komen dan like … yang tentunya juga menyemangati author. Apresiasi yang readers berikan akan menyemangati autor untuk terus berkarya di Noveltoon ini.


__ADS_2