Kisah Dewa Pedang Utara

Kisah Dewa Pedang Utara
Fey dan Magus


__ADS_3

Tak lama kemudian setelah membaca pemberitahuan yang nampak dalam bentuk tulisan-tulisan kuno di relikui naga, isi nya adalah


"Roh pahlawan atau Roh Hero dari beberapa klas telah menunjukkan respons. Seseorang atau beberapa penyihir rupa-rupanya berhasil membangunan roh-roh itu.


Para tetua kaum penyihir dan Magi di pusat Asosiasi Sihir di Tanah Selubung mulai bersorak...


"Seorang Magi atau penyihir telah berhasil memanggil Roh hero dari kisah epik, seorang Lancer (ahli tombak)" pekik salah satu tetua ras Fey. Semua penatua lainnya langsung mengerubungi tulisan-tulisan kuno yang muncul dari relikui naga, yang melayang-layang itu.


"Lihat.. Roh hero Archer (pemanah) juga telah berhasil dipanggil seorang penyihir.


Aku menjadi berdebar-debar. Kira-kira Hero epik siapa yang di panggilnya? Lalu apakah Perang suci itu akan segera dimulai?" tanya penatua Magi ras manusia yang terlihat antusias, menyeruak diantara penyihir-penyihir senor itu.


"Sebaiknya masing-masing penyihir masing-masing ras kalian bergegas membuat pemberitahuan ke Asosiasi-asosiasi Magus dan Kuil-kuil penyihir untuk mengumumkan bahwa pertempuran di Perang Suci Relikui Naga akan di mulai" Magus itu terlihat sangat gembira.


Dia tak sabar untuk menyaksikan pertarungan antara penyihir, master pemanggil roh, bergabung dengan roh servant nya untuk memulai pertunjukan agung di Perang Suci. Bagi kaum penyihir, peperangan Relikui Naga adalah peristiwa Legenda paling bergengsi bagi para penyihir di Tanah Selubung itu.


"Sebentar..!" seseorang penatua dari ras Fey menghentikan kegembiraan orang-orang.


"Kenapa?" tanya penyihir-penyihir itu serentak.


"Kuharap kamu menghentikan kegembiraan ini dengan kabar penting, atau aku akan merubahmu menjadi seekor katak kata Penyihir Darl Elf yang terlihat paling kuat sihirnya.


"Apakah kalian telah menghitung baik-baik?" tanya penatua ras Fey itu.


"Ku pikir... Saat ini baru genap enam roh hero yang di panggil. Masih kurang 1 roh hero yang belum dipanggil penyihir master pemegang mantra perintah.


Relikui itu tidak akan memulai perang sebelum genap tujuh ahli sihir dengan tujuh roh fantasy mereka komplit. Mantra perintah itu (command spell) tidak akan bekerja dan membuka gerbang perang di Gurun Tak Berbatas !"


Tua-tua ahli sihir dari berbagai ras itu terdiam. Buru-buru mereka mulai menghitung jumlah roh pahlawan yang telah di bangkitkan sang master, satu demi satu...


"Assasin, Caster, Rider, Saber dan baru saja Lancer dan Archer..!" semua saling berpandangan...


"Berserker ! Masih kurang satu roh pahlawan tipe Berserker yang belum di panggil oleh penyihir Magus".. Semua saling berpandangan sekali lagi.


"Apakah master pemanggil itu tidak memiliki barang katalis atau mantra perintahnya terlalu lemah?" Penyihir Dark Elf itu terlihat kurang puas. Dia telah berencana untuk mengajak keluarga nya untuk menonton pertunjukan legend itu, namun rupa-rupanya di harus bersabar menunggu, sampai Roh Pahlawan Berserker di panggil seorang master lainnya.


"Mari kita bersabar menunggu... Aku yakin tidak lama lagi seseorang akan memanggil Roh Berserker, lalu tontonan menarik akan di mulai.


******


Meskipun tujuh roh pahlawan belum komplit untuk memenuhi kuota peperangan Relikui Naga, akan tetapi rasa antusias telah melanda seluruh negri. Negri Tanah Selubung saat ini mulai ramai di datangi oleh berbagai Magi dari seluruh wilayah barat benua Penyaringan Dewa, tempat Magi ras manusia tinggal.


Bahkan Gurun Tiada Bertepi yang letaknya di tengah-tengah Tanah Selubung, mulai tampak satu atau dua kelompok mahluk hidup, entah dari ras Fey, Imp, Dark Elf atau manusia, berkumpul dan membuat kemah-kemah dan menginap, untuk menonton pertarung antar Penyihir Multi Ras beserta Roh Pahlwan mereka.


Karena Fey umumnya lebih ramah di banding Imp apalagi ras Dark elf, para Magi dari kelompok manusia memilih untuk menginap di Kota kaum Fey sebelum melanjutkan perjalanan menuju Gurun Tak Bertepi.

__ADS_1


Di salah satu kedai makan dan arak bernama Istana Kelezatan di Kota kaum Fey, ramai dengan pengunjung berbagai ras. Istana Kelezatan menamakan diri kedai, akan tetapi kenyataannya itu adalah satu restoran besar yang dapay menampung banyak sekali orang di dalamnya.


Umumnya semua pengunjung di Kedia Istana Kelezatan itu adalah penyihir-penyihir kaum Magi, yaitu penyihir-penyihir peringkat pemula dan menengah dari ras Fey yang berkumpul untuk menggali-gali informasi atau sekedar berdiksusi, membahas siapa-siapa saja penyihir yang akan mewakili ras masing-masing, bertarung di perang suci itu.


Semua memilih jago masing-masing ras, lalu kemudian akan memasang taruhan judi dengan jagoan masing-masing. Biasanya, ketika perang akan di mulai, gerai-gerai rumah judi atau bandar-bandar dadakan akan mengadakan taruhan, siapa calon pemenang pertempuran nanti.


Lalu di tengah-tengah keramaian suara hiruk pikuk didalam kedai itu, terdengar percakpan keras-keras.


"Aku yakin, pemenang kali ini akan berasal dari roh pahlawan tipe Saber. Bukankah sejak dahulu ahli pertarungan jarak dekat itu yang selalu mendominasi peperangan suci ini?" seorang Fey muda membuka diskusi.


"Tidak !. Menurutku seorang penyihir yang menjadi master ahli pemanah - Archer - yang akan memenangkan pertarungan ini. Sebagai ahli serangan jarak jauh, dia mampu melumpuhkan lawan-lawannya dari jarakan puluhan lie...


Si ahli pedang (saber) itu belum lagi dia mencabut pedangnya, dia pasti telah mati terlebih dahulu, terpanggang puluhan anak panah jauh-jauh hari sebelum sempat mencabut pedangnya" seorang Fey lainnya, yang terlihat mulai mabuk dengan arak terkenal dari kedai, mulai mengoceh dan menjelek-jelekan ahli-ahli pedang saber. Kebanyakan ahl saber memang berasal dari ras manusia. Fey mabuk ini kurang puas dengan ras manusia.


Penyataan secara gegabah dan ceroboh yang isinya menjelek-jelekkan kemampuan seorang petarung yang mengenakan pedang sebagai senjata, menimbulkan rasa tidak puas di kalangan Magi ras manusia. Ini sama saja dengan merendahkan kemampuan ras manusia !. Memang terlihat Magi dari ras manusia juga cukup banyak di Kedai Istana Kelezatan


Tiba-tiba seorang Magus muda yang berasal dari asosiasi Magus dunia manusia mulai terlihat kepanasan dengan ucapan Fey mabuk tadi. Jelas sekali dia kurang pas dengan peryataan itu, sepengetahuan dia, ahli-ahli pedang di Benua Penyaringan Dewa mereka adalah sosok mengerikan, yang kadang jauh lebih berbahaya daripada seorang ahli sihir. Tidak jarang dia bertemu dengan ahli-ahli saber yang memiliki kemampuan tempur layaknya dewa. Mereka di kenal dengan sebutan Demigods atau setengah dewa.


Dia lalu berkata, membantah dan memberi penjelasan kepada Fey mabuk itu. Katanya...


"Aku tidak sependapat dengan mu" katanya tegas.


"Di dunia kami, dunia kaum Kultivator yang bukan kaum penyihir seperti kita ini... Ahli-ahli pedang itu adalah yang terhebat.


Mereka bahkan dapat meratakan gunung hanya dengan sekali tebasan pedang saja. Bahkan daya serang dan jangkauan serangan mereka bisa mencapai puluhan lie seperti yang kamu sebutkan tentang kemampuan archer tadi" kata nya sengit.


Dia berdiri dalam gerakan terhuyung-huyung, seperti hal nya orang mabuk. Lalu mulutnya mulai mengoceh tidak keruan.


"Oh... Rupa-rupanya ada seseorang penyihir Magus di tempat ini" nada suaranya terdengar amat merendahkan.


Mata nya menatap Magus muda dari atas kepala hingga ke kaki. Wajah merendahkan jelas terpancar di raut wajah menawan Fey muda itu. Tampak sekali rasa tidak sukanya dengan Magus dihadapannya. Sambungnya...


"Aku jadi bertanya-tanya, mengapakah kalian Magi-magi ras manusia ini hanya berani dan selalu melewati Kota kaum Fey kami? Bukankah jalan menuju ke Gurun Tak Berbatas itu bukan hanya dapat di jangkau lewat negri Fey saja?


Apakah kalian terlalu gentar dengan mahluk-mahluk lemah dari ras Imp di timur sana?


Oh aku tahu... Kalian Magi dari ras manusia rupa-rupanya telah sadar diri, kalau kalian adalah kelompok terlemah diantara semua ahli sihir berbagai ras. Tentu saja..


Kalian kemudian menjadi ketakutan dan terbirit-birit ketika melihat kemampuan satu Imp saja. Kalian lalu merendahkan diri, memilih melewati Kota Fey kami sebagai tempat transit semata,


Lalu diam-diam melanjutkan perjalanan menuju ke Gurun Tak Berbatas karena menganggap Fey adalah ras yang murah hati dan gampang di bujuk bukan? Namun aku tidak akan bermurah hati dengan mu manusia !" Fey itu kemudian mengakhiri hinaan nya dengan meludah ke lantai, semakin dramatis.


Magus muda ras manusia itu tentu saja ikut menjadi marah. Dia terlihat tidak dapat mengendalikan angkaranya. Secara mendadak jari telunjuk kanannya di angkat, menunjuk ke Fey mabuk sementara tongkat di tangan kirinya menghantam lantai, suara nya terdengar mengerikan dan memerintah.


Buk ! Bunyi benturan tongkat...

__ADS_1


"Jahit mulut !" menyusul dia bertitah.


Seketika ledakan yang menimbulkan uap tipis terlihat di udara. Mulut Fey mabuk itu lantas terkunci oleh sesuatu tak terlihat. Dan seketika wajahnya menjadi terlihat aneh.


Wajah itu adalah satu Fey muda namun tidak memiliki mulut lagi. Mulutnya menghilang setelah Magus tadi menyihirnya. Fey itu tidak menjadi panik. Dengan gerakan cepat dia balas menunjuk si Magus dengan tongkat di tangannya, yang kemudian ujung tongkatnya memendarkan cahaya seperti nyala kembang api.


Heal ! suara aneh terdengar seperti suara dari mulut seseorang yang di tutup tangan.


Bunyi suara terdengar dari arah Fey mabuk itu. Rupa-rupanya meskipun dia saat ini tidak memiliki mulut di wajah, namun dia tetap dapat berbicaradengan suara aneh.


Lalu bunyi mirip "Pop !" terdengar. Seketika mulutnya kembali nyata dan menghiasi wajah tampannya. Namuna Mata Fey itu membara dalam api kemarahan.


Fey pemabuk yang kalap itu memulai serangan balasan. Telunjuknya menunjuk kearah Magus manusia dan berkata dalam nadamemerintah,


"Siapkan panah api !. Aku ingin menunjukkan kepada Magus lemah itu teknik sihir yang sesungguhnya.. !"


Ada lebih dari sepuluh anak panah yang ujung nya telah berhiaskan nyala api kebiru-biruan, bukan kuning atau merah seperti warna api biasanya.


Warna api biru adalah identik dengan warna api yang di buat secara sihir - muncul dari kehampaan, mengancam dengan melayang diatas kepala Fey mabuk, seperti siap-siap menerjang dan memanggang Magus ras manusia itu..


Semua orang di Kedai Istana Kelezatan menjadi terkejut. Hanya karena saling bantah saja, Fey mabuk itu telah mengerahkan hambanya dengan kekuatan full?,


Dia memerintah hamba jin tak tak kasat mata untuk membunuh Magus muda itu? Lagi pula semuda itu telah memperbudak jin? Apa?.. Fey mabuk itu memiliki servant jin? Dia adalah penyihir ras Fey yang sangat kuat. Orang-orang bergidik dan berbalik mengasihani Magus itu.


Namun kelihatannya Magus itu tidak merasa takut sedikitpun. Dia bahkan mulai mengangkat telapak tangannya, lalu berbicara dengan nada memerintah.


"Keluarkan pedang! Pedang Raksasa Pembasmi roh !"


Satu Pedang Raksasa, teramat besar seketika tampak dari kehampaan. Berputar berayun-ayun, mengancam Fey mabuk itu dari kejauhan.


Fey itu hanya mendengus dan mengeluarkan ejekan,


"Folliot? Haha... Bahkan hamba pelayanmu mu itu juga akan ku habisi, mati terpanggang sekalian berpulang ke dunia roh sana" suaranya mengerikan berselubung keangkuhan terdengar.


Semua penyihir yang berada di kedai itu kini semakin iba dengan Magus muda ras manusia..


"Dia begitu muda, dan memiliki kemampuan sihir yang lumayan. Sayang sekali bukan? Dia akan mati di tangan Fey dan hamba jin nya itu"


"Foliot terlalu lemah untuk berkeras menentang jin"


Baru saja peperangan dua penyihir akan terjadi..


Sekonyong-konyong satu hawa dingin menusuk, hawa dingin yang beraura keji dan jahat... jatuh di dalam kedai makan. Orang-orang dibuat menggigil seketika. Ini adalah aura jahat yang lebih kuat dari jin bahkan Arfit.. Ini adalah roh yang sangat kuat !


Bahkan Fey mabuk itu pun langsung terhuyung dan jatuh berlutut. Puluhan anak panahnya ikut-ikut jatuh lunglai ke lantai kedai makan....

__ADS_1


*Bersambung*


   Halo semua. Terima kasih sudah membaca dan menyukai Novel ini.  Dan untuk membuat author lebih semangat lagi, selalu berikan like ya. Jangan lupa favoritkan dan rekomendasikan novel ini kepada yang lain... Terima kasih dan semangat membaca...


__ADS_2