
“Dua kultivator berbusana gelap muncul dari balik awan dan membunuh tiada ampun. Mereka berdua akan pergi dalam kecepatan bagaikan meteor. Tiada musuh yang akan lolos jika Dong Xing menginginkannya”…… Quotes hari ini by Author
>>>>>>
Kini Raja Kelelawar berdiri angker dalam hening setelah bentrokan dua kekuatan yang baru saja terjadi. Selagi Imam MaoHuo terlihat terhuyung-huyung berusaha untuk membuat netral kondisi dirinya. Raja Kelelawar membentuk segel Cakra…..
“Kamu mahir menggunakan Teknik Cakra dari Timur bukan??” tanya Raja Kelelawar.
Setelah beberapa detik berhasil meredakan rasa mual di dalam perutnya, Imam MaoHuo dengan nada menantang membantah Raja Kelelawar
“Jangan kamu pikir hanya kamu seorang di Wilayah Tengah ini yang memahami Teknik Chakura seperti itu. Masih terdapat banyak ahli di Kuil Teratai Putih yang mampu melakukan Teknik-teknik aneh yang terlihat diluar akal seperti Teknik cakra yang aku lakukan barusan”
Sambil mengerutkan kening, Raja Kelelawar balas mengejek
“Benarkah?? Aku menjadi amat tertarik. Seberapa kuat Teknik cakra yang kamu peragakan tadi jika dibandingkan dengan Teknik cakra yang aku miliki”….
Setelah segel terbentuk, tiba-tiba tangan Raja Kelelawar bergetar hebat. Dengan mata kepala nya sendiri Imam MaoHuo dan Mentri Xu Bibin menyaksikan perubahan dramatis pada Raja Kelelawar.
Permulaannya adalah nampak arus Gerakan penuh cahaya di bagian dantian Raja Kelelawar. Cahaya berkilauan itu dengan cepat mengalir hingga pada akhirnya merembet ke seluruh bagian tubuh Raja Kelelawar.
Kini Raja Kelelawar yang sepenuhnya penuh cahaya itu membuka kedua tangannya …
“Tiga jalan Bianfu….” Tangisan Raja Kelelawar terdengar dalam dan kuno.
Sebuah aura raksasa menyelimuti medan pertempuran. Malam yang gelap semakin terasa gelap. Sebuah angin Badai Taufan raksasa menerjang ganas ke hadapan MaoHuo.
“Wush…”
MaoHuo dengan wajah serius menjadi amat terkejut. Tiga jalan Cakra Bianfu yang menimbulkan angin taufan itu terasa menindih dirinya dalam tekanan yang amat kuat. Dia merasa seakan akan sebentar lagi dirinya akan terpental lalu dipermainkan angin dahyat bersifat membunuh itu.
“Hi No Chakura” bentak MaoHuo dengan suara keras.
Lidah api menyala-nyala sekali lagi keluar dari mulutnya dan menyambar kearah Badai Taufan dahsyat itu. Dua Cakra ganas yaitu angin taufan dan lidah api itu berbenturan di udara.
Belum dapat dipastikan siapa pemenangnya….
Melihat cakra berbentuk lidah api itu, Raja Kelelawar Kembali mengeluarkan suara mengejek.
“Hanya segitu saja…”
Kini tangan kirinya membantu tangan kanan dengan mengeluarkan embun es yang langsung meluap didalam hawa dingin menusuk tulang. Perpaduan Cakra Bianfu Angin Taufan dan hawa dingin bergabung dan menindas MaoHuo.
“Aaarrggghhh…!!” jeritan Imam MaoHuo terdengar pedih, ketika itu gabungan dua Fenomena Angin Taufan dan badai es mengoyak tubuhnya menjadi potongan daging tidak berbentuk. Ahli papan atas Kuil Teratai Putih itu terenggut nyawanya tidak lebih dari dua serangan Raja Kelelawar. Xu Bibin menatap nanar melihat kesaktian dan keganasan serangan Raja Kelelawar….
“Tamat riwayatku” rintihnya.
“Pssstttt” sebuah cincin spasial melayang ke genggaman tangan Raja Kelelawar.
“Hi No Chakura (Cakra Api) milik tua bangka ini sepertinya cukup menarik untuk aku pelajari nanti” kata Raja kelelawar sambil tangannya menjarah semua isi cincin milik MaoHuo.
__ADS_1
Raja Kelelawar tersenyum puas setelah menemukan apa yang dia cari dari dalam cincin itu.
>>>>>>
“Tolong….” Kata Mentri Xu Bibin dengan terbata-bata.
“A-Aku bersedia mm-membayarmu lebih mahal daripada kompensasi yang……” Belum sempat Xu Bibin menyelesaikan kata-katanya, sebuah Qi pedang melesat dari jari Raja Kelelawar dan menebas lehernya. Kisah Mentri Xu Bibin berakhir malam itu juga.
Setelah mengambil cincin spasial, Raja Kelelawar memeriksa isi cincin itu. Sinar mata nya menunjukkan ekspresi yang amat kaget…
“Mentri penghianat ini amatlah kaya. Aku beruntung kali ini….”
Dalam jerit mengerikan… Raja Kelelawar kemudian menghilang dari atas genteng dalam bentuk gulungan asap. Asap itu terlihat bergulung bergerak pesat bagaikan meteor menuju halaman depan istana yang kacau balau.
>>>>>>
“Kamu begitu lama untuk mengakhiri perempuan itu. Apakah kamu perlu bantuanku??”
Sebuah suara memecah perhatian dua perempuan yang tengah bertempur, diantara hidup atau mati itu. Raja Kelelawar tampak menyandarkan diri di tembok sambil menatap pertempuran antara Bidadari Berwajah Kumala versus Bishojo Wanita ninja.
Yu Mian Bidadari Berwajah Giok hanya melengos tidak memperdulikan kata-kata Raja Kelelawar yang menonton pertarungan itu. Sementara itu, Bishojo perempuan ahli ninja itu langsung menjadi gelisah.
“Mahluk kelelawar ini semestinya telah menghabisi MaoHuo dan Mentri Xu Bibin. Untuk apa aku berlama-lama di tempat ini….” Pikir Bishojo sambil mengayunkan samurai untuk menusuk Yu Mian.
Yu Mian tertawa ringan Ketika tubuhnya berputar. Lalu dalam suatu jumpalitan yang indah, dia berbalik menusuk tenggorokan Bishojo.
Bishojo merunduk menghindar sambil memikirkan Teknik melarikan diri seperti apa yang akan dia lalukan nanti. Ada terlalu banyak Teknik melarikan diri ala ninja yang dia kuasai.
“Uhuk-uhuk… “ Bishojo tidak sempat menghindar. Dia telah menghirup dalam sekali nafas ketika bubuk itu melintas mulus di wajahnya.
Bishojo langsung menjadi gemetar dan ketakutan, ketika itu dia langsung merasa tubuhnya secara cepat kehilangan semua energi Qi. Matanya berubah menjadi merah. Dia amat sangat mengantuk dan kepingin segera tidur.
“Mungkin menutup mata sekejab akan membantuku lebih nyaman” pikirnya dalam keadaan ling lung.
“Sreeettt…” pedang ditangan Yu Mian mengiris batang leher Bishojo ketika perempuan ninja itu telah semakin kehilangan tenaga dan dalam keadaan mabok seperti orang ling-lung. Bishojo, ninja perempuan yang menjadi mata-mata Kekaisaran Matahari Timur itu, mati di tangan Bidadari Berwajah Kumala.
>>>>>>
Yu Mian melempar kepala Bishojo kearah Raja Kelelawar sambil tersenyum menantang.
Raja Kelelawar hanya menatap Yu Mian, lalu berkata.
“Mari kita pergi. Dan seperti biasa kita akan berpisah di tempat kejadian. Anda dapat menunggu kabar dariku besok hari”
Yu Mian mengangguk lantas dalam hitungan detik, dua praktisi beladiri itu terlihat seperti melangkah ringan menembus langit. Raja Kelelawar melangkah secepat meteor kearah utara dan Yu Mian pergi ke selatan. Lalu bayang mereka lenyap ditelan awan gelap di langit.
Samar-samar orang mendengar suara perempuan berbicara pelan, namun terdengar mendirikan bulu kuduk …
“Dua kultivator berbusana gelap muncul dari balik awan dan membunuh tiada ampun. Mereka berdua akan pergi dalam kecepatan bagaikan meteor. Tiada musuh yang akan lolos jika Dong Xing menginginkannya”……
__ADS_1
>>>>>>
Keesokan harinya seluruh Kotaraja Ju Ying menjadi heboh. Peristiwa pembunuhan yang dilakukan oleh Organisasi Dong Xing dinyatakan telah mengambil nyawa Mentri Xu Bibin berserta selir kesayangannya Bernama Bishojo.
Tidak kurang juga orang mbanyak emperbincangkan tentang kematian Imam MaoHuo dan enam Kultivator Alam Pencerahan Suci dari Kuil Teratai Putih. Imam MaoHuo adalah Petinggi Kuil Teratai Putih berkemampuan tinggi yang jarang ada tandingannya. Namun dia binasa secara mengenaskan di malam pembantaian Organisasi Dong Xing itu.
Nama Organisasi Dong Xing semakin banyak dibicarakan dan di takuti dikalangan Kultivator Wilayah Tengah. Terlebih lagi nama Raja Kelelawar dan Bidadari Wajah Kumala kini menjadi semakin di segani. Menyebut nama Raja Kelelawar atau Bidadari Wajah Kumala, membuat orang-orang gemetar. Itu sama hal nya seperti menyebut nama iblis pencabut nyawa saja. Orang-orang menjadi amat takut ketika menyebut dua nama itu.
Yang menimbulkan rasa heran di hati orang-orang adalah, pihak Kekaisaran sama sekali tidak berusaha menyelidik kematian Mentri Xu Bibin dan selirnya.
Dengan kejadian seperti begitu, timbul semacam rumor bahwa pihak Istana Kekaisaran turut terlibat didalam insiden pembantaian itu. Namun tidak ada sebuah klarifikasi dari pihak kekaisaran mengenai hal itu.
Pemimpin Sekte Kuil Teratai Putih menjadi murka. Dia memerintahkan puluhan hingga ratusan ahli bela diri dari kuil untuk memburu Raja Kelelawar beserta semua pembunuh bayaran Organisasi Dong Xing.
Akan tetapi Kembali orang-orang Kuil Teratai Putih seperti membentur batu karang. Ketika mereka berusaha menyelidiki siapa nama-nama dibalik pembunuh bayaran Organisasi Dong Xing, tidak terdapat satu petunjuk pun mengenai orang-orang organisasi itu.
Sepertinya organisasi itu selalu menutup rapat-rapat mengenai semua informasi tenaga pembunuh bayaran mereka. Tidak ada satupun orang yang dapat mengetahui nama-nama dibalik Organisasi Berbahaya Dong Xing.
>>>>>>
Yu Mian tengah sibuk melayani dan mencatat semua pesanan tamu di rumah makan yang dia Kelola. Di sela-sela keringat yang mengucur karena kelelahan bekerja, seorang pelayannya datang menemui Yu Mian dan menyerahkan sebuah kotak kecil kepadanya. Perempuan itu tersenyum tipis sambil mencari kamar kosong di sana.
Dengan hati-hati, dari tempat tersembunyi Yu Mian membuka kotak itu dan melihat isinya. Itu adalah cincin spasial. Cincin spasial itu ternyata berisi 200.000 blue manna beserta sebuah pesan didalamnya.
“Pekerjaan mu bagus kali ini, dan aku memberi bonus atas pekerjaan yang rapih itu”
“200.000 blue manna peringkat tinggi untuk pekerjaan sebagai pembantu pesta? Ah…. Kali ini Raja Kelelawar benar-benar sedang bermurah hati” Yu Mian tersenyum gembira. 200.000 blue manna peringkat tinggi bukanlah nilai yang kecil….
Yu Mian lantas berusaha untuk tidak bersikap terlalu gembira ketika dia keluar dari kamarnya. Dia kini terlihat melayani tamu-tamu di Rumah Makan “Selera Bangsawan” sambil bersikap seolah-olah tengah kelelahan.
>>>>>>
Sima Yong Kembali memeriksa cincin yang dia jarah dari Xu Bibin. Selain jumlah Blue Manna yang fantastis sekitar 10.000.000 jumlahnya… terdapat sebuah kotak yang menarik minatnya.
“Fushi No Min” demikian tulisan di permukaan kotak itu. Sima Yong telah membuka kotak itu, yang ternyata “Fushi No Mi” itu adalah sebuah buah roh pemberian Kaisar Negri Matahari Timur kepada Mentri Xu Bibin. Rencana nya Xu Bibin akan menghadiahkan buah roh itu kepada Master Sekte Kuil Teratai Putih yaitu Mao Mushi.
Dengan bantuan buah roh itu maka Mao Mushi berniat meninggalkan Ranah Kuasi Alam Melintas Sage (Setengah Langkah menuju Alam Melintas Sage) menuju Awal Alam Melintas Sage.
Diantara Sekte bintang 9 wilayah tengah ini… kultivasi Mao Mushi yang paling rendah dibanding Master Sekte Bintang 9 lainnya.
Sepatutnya lah Mao Mushi ingin cepat-cepat menerobos menjadi Master di Alam Melintas Sage sepenuhnya. Musuh bebuyutannya dari Organisasi Dong Xing yaitu Tuan Qian Yongseng memiliki Kultivasi di Alam Melintas Sage awal Lev 1.
“Aku sungguh beruntung…” pikir Sima Yong sambil melempar buah “Fushi No Min” kedalam mulutnya.
“Aku akan menggunakan buah roh ini untuk menerobos ke Alam Pencerahan Suci” pikirnya dengan gembira.
*Bersambung*
Untuk membuat author lebih semangat dan tetap berkreasi melanjutkan novel ini, jangan lupa di like, sekedar komen dan vote.
__ADS_1
Terlebih tolong favoritkan novel ini karena Noveltoon akan menilai untuk menjadi pemasukan Author berdasarkan jumlah Favorit, komen dan like … yang tentunya juga menyemangati author. Apresiasi yang readers berikan akan menyemangati autor untuk terus berkarya di Noveltoon ini.