
Gadis itu menggeliat, lalu dia kemudian tersadar.
"Siapa anda? apakah anda yang telah menolongku?" Lin Hong masih pusing, namun dia mengamati keadaan sekitarnya. Ternyata dia sudah tidak berada di dalam goa terkutuk itu.
Semua rantai yang mengikatnya telah tidak ada. Bahkan benda sihir yang melingkari lehernya sehingga membatasi dia menggunakan kekuatan sihirnya, telah lenyap.
Akan tetapi hal itu tidak mengurangi kewaspadaannya terhadap sastrawan pria yang berdiri di depannya. Matanya melirik ke berbagai arah, mencari-cari celah manakala dia dapat melarikan diri jika sastrawan ini lengah.
Seolah mampu membaca pikirannya, Sastrawan itu berkata..
"Kamu tidak perlu repot-repot untuk mencoba melarikan diri. Lagipula aku bukanlah orang yang ingin mencelakai kamu".
Sastrawan itu diam sebentar lalu melanjutkan.
"Namaku Meirenyu, namun aku menggunakan nama Morenyu di Benua Silver ini. Aku berasal dari sebuah Benua yang bernama Penyaringan Dewa. Ditempat aku berasal itu, Benua Penyaringan Dewa, aku mengakui seorang pemuda sebagai Masterku. Dan dia, Masterku itu bernama Sima Yong... aku berharap kamu percaya dengan kisah ku ini...." Sastrawan itu menatap tak berkedip ke Lin Hong.
Lin Hong menutup mulutnya dengan terkejut. Rasanya telah lama sekali dia tidak mendengar kabar Masternya Sima Yong. Dan hari ini, tiba-tiba seseorang datang menolongnya dan mengaku diri sebagai salah satu pengikut masternya? Benarkah? Kenyataan ini rasanya terlalu berlebihan di mata Lin Hong. Dia ragu... namun sastrawan itu melanjutkan kata-katanya.
"Master telah berkata bahwa kemungkinan kamu akan ragu dengan ceritaku. Akan tetapi, sebagai pembuktian aku adalah pengikut Master Sima Yong, ijinkan aku memainkan sebuah simfoni gubahan Elf tua bernama Baron Wei. Kamu pasti tahu siapa Baron Wei sang Elf, dengan komposisi lagu dan kekuatan jiwa yang terkandung di dalam semua teknik musi ini"
Sastrawan itu mengeluarkan sebuah alat musik. Itu adalah semacam terompet dari Kulit Keong besar (Sangkakala).
Morenyu segera memainkan sebuah lagu gubahan Baron Wei yang memang di ajarkan Sima Yong kepadanya. Tiupan terompet yang terbuat dari kerang itu meluncur dengan indah manakala Meirenyu meniupnya dan menyisipkan kekuatan magis.
Kekuatan sihir yang terkandung didalam alunan simfoni ini merayap dan memenuhi dataran sepi penuh batu dan hamparan pasir. Burung-burung pemakan bangkai sampai-sampai menukik untuk mendengar lagu sedih mengandung sihir itu.
Perasaan Lin Hong terombang-ambing ketika pesona magis yang terkandung didalam alunan sinfoni itu membuat jiwanya seperti menari-nari liar... Semua keresahan dan beban di pikirannya menguap seperti asap.
"Itu adalah teknik Musik Kematian yang aku dimainkan dengan alunan nada merdu untuk mengobati luka jwa. Hanya master sendiri atau pengikutnya (termasuk Lin Hong dan Yu Long) yang mampu memainkan teknik pengaruh jiwa seperti ini. Air mata menetes di pipi Lin Hong. Pada akhirnya dia memperoleh kabar tentang keberadaan masternya.
Setelah komplit empat bagian komposisi simfoni dimainkan alat tiup keong itu, ketika Lin Hong merasa jiwanya kembali segar. semua luka jiwanya terhapus sudah.
"Sekarang aku percaya kalau anda adalah seseorang yang diutus Masterku Sima Yong. Sekian lama aku dan saudara lainku di kejar-kejar oleh kawanan yang tidak puas selama perebutan warisan di ujung dunia sana. Lega rasanya ketika mendengar kabar bahwa Master mengutus seseorang menjumpai kami" Lin Hong terharu.
"Cukup sudah kamu bersedih, sekarang mari kita cari keberadaan saudara mu yang seorang lagi. Lalu kemudian sesuai instruksi, kita harus pergi ke Utara ke Sekte Pedang awan. apakah kamu mempunyai petunjuk dimana keberadaan Yu Long itu?" tanya Meirenyu.
Dengan wajah penuh sesal, Lin Hong berkata..
"Tuan... kami berdua terpisah di Kota Cahaya Barat, tatkala klan iblis dan Klan Xia mencium penyamaran kami dan memburu. Aku memiliki pendapat kalau Yu Long masih berada di Kota Cahaya Barat, dan tertahan oleh Klan iblis"
Meirenyu tertawa dengan keras, suaranya meringkik seperti setan perempuan... Sementara Lin Hong terlihat menjadi bingung. Mengapa pria ini tertawa dengan suara melengking seperti suara perempuan?
"Jangan memanggilku tuan. Namaku Meirenyu dan aku wanita. Penyamaran ini sengaja kulakukan demi menghindari tatapan nakal pria yang terkadang membuatku menjadi kejam dan menurunkan tangan besi. Kamu dapat memanggilku Meirenyu saja" ...
__ADS_1
Meirenyu lalu menceritakan apa itu Benua Penyaringan Dewa, dan bagaimana dia bertemu dengan masternya. dia bahkan menunjukkan hewan kontrak yang akan menjadi bagian Lin Hong, akan tetapi mereke akan melakukan penyatuan kekuatan dengan hewan kontrak, setelah menemukan tempat yang cocok.
Mencari Yu Long untuk saat ini adalah target utama keduanya.
******
Dua sosok tubuh terbang membelah langit. Tujuan mereka adalah Kota Cahaya Barat, di mana informasi terakhir bahwa Yu Long berada di kota itu. Meirenyu mengajak Lin Hong untuk pergi ke kota itu untuk mencari keberadaan Yu Long.
Di sebuah penginapan di Kota Cahaya Barat,
"Plak-plak-plak" Xia Geng dan dua kawannya jatuh tersungkur ketika sebuah tamparan menghantam pipi mereka. Saking kerasnya, sampai-sampai beberapa giginya copot dan terlempar keluar dari mulut Xia Geng.
Senior Mao Kang tanpa belas kasih menampar Xia Geng dan kedua temannya..
"Kamu manusia bodoh. Bisa-bisanya kamu melepaskan gadis sihir itu. Apakah kalian bertiga tidak sanggup mengeroyok sastrawan itu? Sedemikian kuatkah dia sehingga kalian bertiga mesti lari terbirit-birit?" Wajah Mao Kang memerah.
Dia marah karena Xia Geng menjadi penakut ketika mendengar cerita seorang sastrawan merebut target operasi mereka, dan bukannya melawan. dia terdiam ketika Xia Geng mengatakan sastrawan itu seorang SAINT..
"Sial...!" tiga mahluk menyedihkan ini malahan melarikan diri dan datang bersembunyi di Kota Cahaya Barat. Bukankah itu sama dengan membuka jejak keberadaannya kepada sastrawan itu? Bagaimana jika sastrawan itu datang mengejar mereka hingga ke Kota Cahaya Barat ini.
Tanpa terlihat sama sekali oleh Xia Geng dan dua temannya, Senior Mao Kang, melepaskan sebuah uap kecil dari botol di tangannya. Dia membuka sebuah botol berisi racun mematikan.
"wush.. tanpa terlihat uap itu menyebar didalam ruangan. Uap dari botol itu adalah racun kalajengking merah dari Tanah Pembakaran, itu adalah domain tempat tinggal ras iblis.
Mao Kang membalik badannya memunggungi tiga orang itu, pura-pura tidak peduli ketika uap kalajengking merah bereaksi.
XIa Geng mati sebelum menyebut bahwa Klan Xia dia akan melakukan pembalasan dendam atas perbuatan Mao Kang itu.
"Cih... tidak ada seorang pun yang menyaksikan pembunuhan ini oleh ku. Jadi kamu silahkan beristirahat dengan tenang disini. Tak perlu repot-repot mengancamku dengan Klan xai kamu" Mao Kang meludah ke tiga mayat yang menegang kaku itu.
Ketika dia baru saja akan meneteskan cairan pelumat mayat ke ketiga mayat itu, sebuah suara terdengar seperti tepuk tangan pujian didalam ruangan itu.
"Plok-plok-plok"
Seorang Sastrawan pria berwajah menarik tampak duduk di kursi dalam ruang yang sama dengannya. Mao Kang terperanjat. Sejak kapan sastrawan itu masuk ke dalam kamarnya, lalu duduk dan bersikap santai seperti itu?. Orang ini adalah mahluk berkepandaian tinggi sekali.
Mao Kang merinding. Sepertinya dia saat ini berhadapan dengan sastrawan yang menurut cerita Xia Geng adalah seorang praktisi di Alam SAINT. Namun pada mula nya Mao Kang berusaha menolak untuk mempercayai cerita Xia Geng yang dianggapnya berlebihan.
"Sejak kapan seseorang di ranah SAINT muncul di wilayah Barat Benua Silver" demikian bantahannya ketika Mao Geng menceritakan ketakutannya dan melarikan diri setelah bertemu sastrawan itu.
Atas dasar itulah sehingga Mao Kang membunuh Xia Geng bersama dua anggota Klan xia lainnya, yang pada kenyataannnya dia sebenarnya was-was. Seorang ahli SAINT bukanlah sosok sederhana.
Seorang SAINT bahkan mampu meruntuhkan satu sekte bintang tiga atau empat dalam semalam. Bahkan sebuah kerajaan kecil pun dapat di bumi hanguskan oleh ahli SAINT.
__ADS_1
"Siapa kamu? berani-beraninya masuk kedalam kamarku ini? Tidak tahukah kamu kalau aku adalah seorang penatua klan iblis yang termasyur itu? Hayo menggelinding keluar dari kamarku sebelum aku menjadi marah dan memanggil semua pasukan ras iblis ke tempat ini" Mao Geng bersikap seolah-olah dia berani. Pada kenyataannya dia matlah ketakutan.
Sastrawan itu berdiri, lalu berjalan kearah Mao Kang. Dia tidak peduli dengan semua ancaman Mao Kang ..
"Jika kamu dapat bekerja sama, mungkin aku akan berbaik hati membiarkan kamu tetap hidup" Tatapnnya dingin sedingin air danau di wilayah Utara.
Mao Kang melangkah mundur beberapa tindak kebelakang ketika Sastrawan itu mendekat. Dia ketakutan...
"Apa permintaan kamu?" tanya Mao Kang gugup.
"Jelaskan keberadaan seseorang yang bernama Yu Long, lalu aku akan membiarkan kamu tetap hidup" kata Sastrawan itu semakin ramah. Mao Kang semakin gugup. Didalam dunia kaum hitam, ketika seseorang semakin ramah, maka itu pertanda kamu harus berhati-hati dengan orang itu. Orang itu adalah seorang yang amat kejam.
"Anak muda bernama Yu Long itu?" tanya Mao Kang.
"Pemuda licik itu telah menipu semua anggota ras iblis menggunakan permainan musik iblis di waktu itu. Dan penyihir tak tahu malu itu melarikan diri bersama dua pelindung Sekte Terang".
"Aku berharap mereka mati di tengah padang tandus itu. Mencoba menyeberang Gurun Tandus perbatasan Barat - Utara tanpa menggunakan kendaraan terbang, sama dengan mengantar nyawa" Mata Mao Kang berkilat penuh dendam. Dia teringat akan serangan jiwa yang dilakukan pemuda itu ketika mereka semua lengah.
Sastrawan itu tersenyum penuh kasih...
"Jadi pemuda itu tidak berada ditangan kamu? dan dia bersama dua anggota Sekte Terang lari dan bersembunyi di padang tandus itu?"
Mao Kang tertawa keras. Dia menutupi rasa takut dengan berpura-pura tegar...
"Aku yakin mereka bertiga telah mati di Padang Tandus, entah terbakar matahari atau mati di patuk ular berbisa. Hati ku akan lega ketika mendengar penyihir terkutuk itu mati... Hahaha" Sastrawan itu memicingkan matanya... lalu dia berbisik...
"Kalau begitu kamu harus mati..."
Tanpa Mao Kang duga sama sekali, dari tubuh sastrawan itu keluar sesosok seperti mahluk hitam yang kemudian melompat kearah Mao Kang. Mahluk gelap itu merogoh dada Mao Kang, ketika itu juga terdengar jeritan tangis. Mahluk itu menembus dada Mao Kang dan menyobek jantungnya.
Mao Kang, salah satu Penatua dari ras iblis langsung mati seketika di tangan sosok gelap yang muncul dari tubuh sastrawan itu.
Ketika dia membuka matanya, dengan suara menghina dia berkata,
"Bukankah kamu menginginkan kematian kaum penyihir? sekarang akau beri kamu kematian menggunakan teknik sihir"
Sastrawan itu berbalik lalu meninggalkan penginapan diikuti seorang gadis. Mereka adalah Meirenyu dan Lin Hong.
Lin Hong sedari tadi hanya terdiam menyaksikan sepak terjang Meirenyu. Menurutnya kemampuan wanita yang berasal dari benua lain itu amatlah unik dan tak terkalahkan. Dan lagi, dia membunuh tanpa perasaan. Lin Hong berjanji akan meminta petunjuk dari Sastrawan itu.
Sastrawan itu meminta Lin Hong memegang pundaknya, lalu dia terbang dengan cepat, kembali ke Kota perbatasan untuk memasuki padang gurun, mencari Yu Long dan dua Praktisi Sekte Terang.
*Bersambung*
__ADS_1
Untuk membuat author lebih semangat dan tetap berkreasi melanjutkan novel ini, jangan lupa di-like, sekedar komen dan vote.
Terlebih tolong favoritkan novel ini karena Noveltoon akan menilai untuk menjadi pemasukan Author berdasarkan jumlah Favorit, komen dan like … yang tentunya juga menyemangati author. Apresiasi yang readers berikan akan menyemangati autor untuk terus berkarya di Noveltoon ini.