
Dear readers,
Arc 4 ini akan berakhir, yaitu tentang petualangan di Wilayah Tengah Benua Penyaringan Dewa. Arc 5 tentang petualangan di Wilayah Utara akan dimulai, semoga kalian semua tidak bosan-bosannya mengikuti Petualangan Sima Yong untuk disebut Dewa Pedang dan mencapai ranah immortal nanti.
Dukungan likes, Favoritnya kalian semua sangatlah menyemangati dan membantu autor untuk menyelesaikan kisah ini. Terima kasih, dan selamat menikmati.
...****************...
Beberapa hari kemudian, semua orang berduka ketika pada akhirnya Tuan Bumi menghembuskan nafas terakhirnya. Memang kondisi luka yang diderita Tuan Bumi terlanjur parah.
Menurut Tuan Awan karena Tuan Bumi menggunakan Teknik Pamungkas dari Seni Pedang Mencoret Langit, semua energi terkuras habis dan terjangan tombak dan anak panah ketika bertempur waktu itu, membuat sumber energi di dantiannya menjadi buyar. Dengan kondisi seperti itu, maka pemulihan luka dari dalam tidak dapat berlangsung dengan baik.
Master Bumi di kebumikan di Gunung Du Hua, dengan upacara sederhana yang terdiri dari para praktisi kelompok pelarian itu serta Master Sekte Du Hua.
Semua orang sangatlah berduka dan sedih hati atas kepergian Tuan Bumi itu. Terlebih Pangeran Ju Qin dan Ju Lianyi. Tuan Bumi ini berkorban untuk membela Ju Qin dari kediktatoran Pangeran ketiga.
"Kelak ketika semua kembali baik-baik lagi... Jasa Agama Terang tidak akan aku lupakan" janji Pangeran Ju Qin kepada Tuan Awan.
***
"Cukup sudah kita bersedih atas kepergian Tuan Bumi. Dan ini adalah hari ketiga setelah kejadian di Lapangan Pohon Dedalu itu.
Cepat atau lambat persembunyian ini akan diketahui oleh pasukan Kekaisaran Rajawali Agung. Jika kita berdiam disini terlalu lama, aku kuatir akan tiba waktunya kita di serang secara beramai-ramai oleh pasukan yang di rekrut Pangeran Ju Kai itu"
Sima Yong tampak membuka percakapan ketika semua orang tengah berkumpul di aula. Mereka tengah mendiskusikan rencana selanjutnya yang harus mereka ambil.
"Menurut Tuan Yong, kira-kira apa yang harus kami lakukan?" tanya Ju Lianyi.
Sima Yong diam sebentar. Lalu dia mengucapkan kata-kata secara hati-hati. Dia sungguh tidak ingin membuat semua orang ketakutan,
"Menurut hematku. Saat ini Ju Kai Pangeran ketiga tidak akan tinggal diam dengan masaalah ini.
Aku yakin, Ju Kai itu pasti telah mengerahkan semua sumber daya untuk menyewa pasukan pemburu, yang akan melacak keberadaan kita semua.
Tinggal menunggu waktu saja sampai Gunung Du Hua ini akan kembali menjadi ladang pertempuran"
__ADS_1
Dia memicingkan mata sebentar lalu melanjutkan,
"Aku akan pergi ke Utara. Yang aku dengar dari seorang sahabatku, disana terdapat suatu tempat yang dinamakan Neraka Dunia"
"Neraka Dunia? Tempat seperti apakah itu?" semua bertanya secara bersamaan.
"Itu adalah suatu tempat dengan nama yang cukup mengerikan" kata Yu Mian.
Dengan serius Sima Yong menjelaskan,
"Konon, yang di sebut Neraka Dunia itu adalah sebuah kota yang tersembunyi, teletak di bawah tanah dan dikelilingi air.
Neraka Dunia itu adalah suatu kota yang amat besar, dan merupakan tempat pelarian dan persembunyian penjahat-penjahat dari seluruh wilayah Benua Penyaringan Dewa ini"
Semua orang di buat terkejut dengan penjelasan itu.
"Jadi... apakah di tempat itu bagi pelarian dan buronan seperti kita ini akan aman dan tersembunyi?" Xong Hui Yong terlihat tertarik.
Saat ini setelah mereka menyerang Istana Rajawali Agung, tidak ada lagi tempat bagi Xong Hui Yong itu untuk melanjutkan bisnisnya di Ibukota Ju Ying. Dia sedang memikirkan tempat yang paling aman untuk melanjutkan bisnis rumah hiburannya itu.
"Justru itu adalah tempat persembunyian semua buronan Benua Penyaringan Dewa ini. Itu tempat yang cocok untuk kita semua...
Pemerintah atau apapun, tidak memiliki hak sama sekali di Neraka Dunia itu. Yang berlaku adalah Siapa yang kuat, dialah yang berkuasa disana"
Semua orang berdecak kagum. Sementara itu Sima Yong melanjutkan,
"Di Neraka Dunia sana, bahkan terdapat banyak hal yang tidak terduga. Banyak sekali terdapat Gembong-gembong penjahat dari masa lalu yang bersembunyi disana.
Keberadaan para Ahli papan atas itulah yang membuat kebanyakan ahli-ahli dari aliran putih dan kerajaan-kerajaan besar yang tidak berani menyinggung Neraka Dunia itu.
Sekali orang-orang itu itu berani menapakkan kaki di Neraka Dunia, para Gembong-gembong penjahat masa lalu itu akan muncul dan bekerja sama menumpas mereka"
Wei Park kemudian mengajukan pertanyaan,
"Lantas kriteria apa yang diperlukan seseorang untuk dapat memasuki dunia bawah tanah Neraka Dunia itu?" Naga-naganya semua orang di dalam ruang diskusi itu mulai tertarik.
__ADS_1
"Menurut kisah temanku, anda kamu hanya perlu menyebutkan nama anda, dan jenis pelanggaran yang kamu lakukan di dunia atas ini.
Kemudian biarkan penjaga pintu masuk yang akan melakukan cross cek cerita kejahatan kamu, dan menempatkanmu di bagian kota mana kamu dapat memilih tempat tinggal"
Sima Yong melanjutkan.. "Terdapat tiga bagian di Neraka Dunia itu.
Pertama adalah Neraka ketiga. Di tempat ini rata-rata orang dengan tingkat kejahatan atau tindakan perbuatan pemberontakan terhadap kerajaan atau sekte yang di kategorikan biasa-biasa saja. Tingkat persaingan di Neraka Ketiga ini juga terbilang tidak terlalu berat.
Kamu bahkan dapat menjadi seorang pedagang biasa, atau petani yang bercocok tanam disana, menggunakan teknologi yang telah di adaptasi orang-orang di Neraka Dunia itu"
"Yang kedua adalah Neraka Dunia ke 5. Tempat ini berisi buronan dan penjahat dunia dengan level menengah.
Tingkat persaingan di Neraka Dunia ke 5 ini mulai tinggi, namun tidaklah semengerikan neraka dunia paling akhir" jelas Sima Yong.
"Wilayah paling elit adalah Neraka Dunia ke sembilan. Di tempat ini persaingan amatlah ketat, dimana dipenuhi penjahat dan buronan kelas kakap yang memiliki kultivasi sangat tinggi.
Aku yakin, dengan riwayat kita yang di cap pemberontak yang berani membobol Istana Kekaisaran Rajawali Agung, minimal kita akan di tempatkan sekurang-kurangnya di Neraka Dunia ke lima.
Dan aku yakin. Sejak hari kita melarikan diri itu, semua pemburu-pemburu hadiah pasti telah menargetkan kita sebagai buronan kelas kakap"
"Penghuni Neraka yang lebihtinggi, dapat berkunjung ke wilayah yang lebih rendah. Namun penghuni Neraka yang rendah, tidak diperkenankan memasuki wilayah yang lebih tinggi.
Semua orang akan di berikan semacam token slip giok yang berfungsi sebagai tanda keluar masuk di masing-masinh Neraka tersebut"...
******
Mereka semua saling berembuk, dan kesimpulan yang diperoleh adalah, Sima Yong bersama Fei Ma, Jiang Fai dan Wan Hui telah memastikan diri untuk melakukan perjalanan ke Utara, menuju tempat kutukan yang di namakan Neraka Dunia.
Pangeran Ju Qin bersama gurunya Ju Lianyi akan pergi ke Timur untuk mencari suaka di Kekaisaran Embun Timur. Tuan Awan dari Agama Terang. Kemungkinan dari sana Pangeran Ju Qin akan meminta bantuan untuk diplomasi ke Ayahanda Kaisar Rajawali Agung.
Yu Mian akan menjemput keluarganya terlebih dahulu dan bersembunyi di Selatan. Dalam ha ini, Sima Yong memberi rekomendasi tentang wilayah Selatan yang aman yaitu Kota Selatan.
Wei Park akan pergi bersama Xong Hui Song menuju Neraka Dunia di Utara, setelah mengemas beberapa hal penting seperti mengambil harta peninggalan mereka di Istana Dong Xing. Sima Yong merasa bersyukur karena telah mengambil beberapa Manna Biru peringkat tinggi pada beberapa waktu yang lalu, sehingga tidak perlu merasa repot dengan penyamaran untuk kembali ke Wilayah Tengah.
*Bersambung*
__ADS_1
Untuk membuat author lebih semangat dan tetap berkreasi melanjutkan novel ini, jangan lupa di-like, sekedar komen dan vote.
Terlebih tolong favoritkan novel ini karena Noveltoon akan menilai untuk menjadi pemasukan Author berdasarkan jumlah Favorit, komen dan like … yang tentunya juga menyemangati author. Apresiasi yang readers berikan akan menyemangati autor untuk terus berkarya di Noveltoon ini.