
Di dunia dengan nuansa merah kirmizi itu, waktu berjalan demikian lambat. Saking lambatnya sampai-sampai siapapun akan menyangka di tempat itu waktu telah terhenti. Sejauh mata memandang, hanya hamparan pasir merah yang kadang terasa menyakitkan mata.
Adakalanya sedikit hiburan akan di pertunjukkan alam ganjil itu ketika kelopak-kelopak mawar melayang tertiup angin, indah seperti menari. Saking pelannya waktu berlalu, sampai-sampai kelopak bunga yang berguguran itu tidak cepat mengalami penuaan, menjadi lapuk lalu lenyap menjadi abu.
Tubuh pria itu dalam posisi lotus, diam tak bergerak. Dari onggokan kelopak mawar yang menimbun tubuhnya, begitu tinggi mencapai lebih dari setengah badan, dapat di taksir kalau pria itu telah lama sekali duduk dalam diam - semedi merenungkan sesuatu.
Anak muda itu adalah Sima Yong. Dia telah menghabiskan waktu yang lama sekali dalam upaya menerobos menjadi ahli di ranah Melintas Immortal - ia menempuh jalan menyerap kekuatan dari Relikui Naga.
Dan seperti yang telah di jelaskan 'Sang Penjaga' - untuk pintasan menjadi ahli yang di sebut Melintas Immortal, itu bukanlah pekerjaan mudah. Diperlukan sepuluh hingga dua puluh tahun untuk dapat menerobos dari ranah Kuasi Melintas Immortal, menjadi ahli Alam Melintas Immortal sepenuhnya.
Ada perbedaan yang sangat dalam dan lebar antara kuasi atau setengah langkah, jika di jajarkan dengan sepenuhnya Melintas Immortal.
Beruntung sekali, sesuatu yang awalnya di anggap musibah kini membawa hikmah. Di Alam Perbatasan itu dia mengikis waktu dua puluh tahun penerobosan, menjadi seperti dua bulan saja di Dunia berwarna merah itu.
"Mawar merah itu, dapat kamu manfaatkan sebagai katalisator untuk memintas ke Ranah Melintas Immortal.
Tanaman mawar itu sengaja kutanam bukannya tanpa maksud apa-apa.
Sejak awal mawar-mawar itu hadir ke dunia ini, dia telah menyerap sisa-sisa energi ribuan praktisi yang telah tak bernyawa sana.
Ketika kamu mengkonsumsi satu mawar per hari, angka prosentase kamu untuk mendobrak benteng pertahanan sisa manusia fana kamu di ranah kuasi itu, akan makin meningkat untuk disebut setengah immortal" kata pria tua yang dipanggil Penjaga itu.
Sima Yong menjadi sangat bersyukur. Berkultivasi di Alam Merah ini, selain memangkas waktu, dia juga seperti di anugerahi hadiah tiada tara yaitu Mawar Kirmizi.
Waktu berlalu yang demikian lama juga telah mengubah penampilan anak muda itu. Meskipun usia serasa tidak berubah - seperti dua bulan saja perkembangannya, namun pertumbuhan rambut, janggut dan kumisnya telah nyata menghiasi wajah awet mudanya.
Alhasil selain pembawaannya yang semakin dewasa, sekilas ketika melihat penampilannya; berkumis serta janggut seperti itu, orang akan susah mengenali dirinya kalau dia adalah Sima Yong. Ia bahkan terlihat seperti seorang Begawan - Petapa.
"Genap Dua Puluh tahun didalam Dunia Perbatasan Merah ini, dan dantian ku telah bergolak. Tak lama lagi benteng pertahanan dantian ku akan terbongkar, dunia setengah immortal di depan mata" batin anak muda itu. Bibirnya melengkung - dia tersenyum girang.
__ADS_1
******
Benua Silver Wilayah Barat.
Waktu yang di tentukan sesuai kesepakatan antara Kekaisaran Timur dan aliansinya Wilayah Barat, melawan Wilayah Utara telah empat bulan berlalu. Masih tersisa delapan bulan sesuai jadwal yang di tentukan kala itu - di Gurun Terkutuk.
Sementara itu Klan iblis di Barat Benus Silver semakin lama semakin menonjol dan mendominasi. Saking merasa berkuasanya mereka tidak malu-malu menjadikan diri mereka sebagai pemimpin semua aliran dan praktisi Barat. Banyak sekali jenius-jenius muda berbagai sekte dan klan wajib untuk bergabung ke Domain Tanah Kering tempat Pemimpin Klan iblis bersemayam.
Jika jenius-jenius itu adalah seorang pria, maka mereka akan di jadikan pengawal atau Assasin yang bertugas sebagai mata-mata atau pembunuh misterius klan.
Jikaka jenius-jenius itu seorang perempuan, maka selain di jadikan sebagai pengawal atau assasin, umum perempuan-perempuan itu akan di jadikan budak nafsu pemuka klan.
Beruntung jika petinggi Klan iblis itu menyukai dan meminang gadis-gadis jenius ras manusia sebagai pasangan kultivasi ganda, alih-alih menjadi isteri. Jika tidak berguna lagi dan semua hawa murni habis di serap, jenius perempuan itu akan lenyap keberadaan nya. Di bantai ! Itu kabar yang beredar.
Klan iblis itu amat memuja kekuatan dan kaum prialah di anggap sunber kekuatan. Sehingga ketika gadis-gadis ras manusia itu melahirkan bayi perempuan, maka dengan tanpa belas kasihan bayi-bayi itu akan di eksekusi.
Beda halnya jika gadis ras manusia melahirkan bayi laki-laki. Status gadis ras manusia itu bisa meningkat dengan di angkat menjadi selir.
******
Siang yang cerah, matahari bersinar menyinari dunia. Pohon-pohon Willow di hutan semua bergoyang gembira. Batangnya yang meliuk di tiup angin musim gugur membuat batang pohon yang di sebut pohon janda merana itu tampak seperti gadis-gadis penari berpinggang ramping tengah bergoyang mengikuti tiupan angin ibarat penabuh gendang.
Seorang pria dengan pakaian yang terlihat sederhana, tunik dan jubah berwarna kelabu yang meskipun terlihat tua, namun sebenarnya pada awalnya jubahnya dibuat dari bahan kain yang mahal dan langka. Ia tengah berjalan di hutan Willow wilayah barat.
Wajah nya begitu putih bersih bercahaya berhiaskan rambut berkilauan seperti perak yang tidak di ikat. Rambut perak itu dibiarkan menjuntai seperti air terjun. Kumis dan janggut menghiasi raut yang membuat tampilan paras bersih dan muda itu terasa seperti satu orang bijaksana menyerupai pembawaan seorang begawan tua.
Mulutnya tak henti-henti nya bernyanyi atau melantunkan puisi kata-kata bijak. Ia hanya berjalan kaki saja layaknya manusia fana biasa. Tidak mengendarai kereta apalagi hewan roh ajaib yang hanya dimiliki orang kaya atau praktisi peringkat atas.
Tidak terpancar sedikitpun aura serupa seseorang yang melatih diri didalam jalan keabadian. Pria itu tampak bukanlah seperti seorang praktisi atau kultivator yang dapat terbaca tingkatan ranah kultivasinya. Ia layaknya seorang bijaksana sederhana kaum petapa.
__ADS_1
Duk - duk -duk !
Srek - srek - srek !
Bunyi suara kaki menghantam tanah, berlari dalam keadaan terburu-buru. Orang itu adalah seorang gadis usia dua puluh satu tahun, yang terlihat menggendong satu bayi - terbungkus lampin, tunggang-langgang menerobos semak-belukar diantara pohon-pohon Willow. Gerakannya demikian cepat, berkelebat seperti angin.
Sementara itu dari arah belakang nya, terdengar suara tiupan seruling meniupkan lagu berirama aneh yang membuat perasaan bergetar dalam rasa gelisah dan hampa.
Ada kalanya suara tiupan seruling itu mampu membuat gadis yang menggendong bayi itu terhenti, seolah dia terhipnotis sebentar - namun kemudian memaksa diri berlari lagi setelah konsentrasi nya mampu mengusir serangan jiwa dari tiupan seruling.
Duar - duar - duar !
Sering sekali suara seruling menimbulkan ledakan di tanah, membuat Teknik lari 'Terbang diatas Rumput' gadis itu menjadi buyar - ia terjatuh lalu berdiri dan kembali berlari.
"Tolong aku" gadis itu untuk kesekian kalinya tersungkur - megap-megap karena berusaha melindungi si bayi agar tidak terbentur ketika ia terjatuh.
Tatapan gadis itu seperti orang putus asa, menatap penuh bayangan ketakutan mendongak meminta bantuan kearah pria berpakaian kelabu.
"Tolong bawa bayi ini pergi jauh. Jauh dari sini" suaranya gemetar.
"Biar aku menghadang semua pengejarku itu. Aku mohon Tuan Petapa ..!" semakin panik perempuan muda itu, wajahnya sangat pedih penuh permintaan. Dia bahkan menyodorkan sekantong penuh Batu Energi yang terasa berat...
"Anggaplah ini kompensasi atas kebaikan Tuan Petapa mau menyembunyikan anak ku ini" suara ini kini menjadi tangisan.
Belum lagi pria petapa itu mengiyakan permintaan perempuan muda itu, tahu-tahu suara seruling semakin keras terdengar, demikian kerasnya dan terasa mengandung energi membunuh, sampai-sampai batang pohon willow kian meliuk-liuk seperti menari tarian maut.
Perempuan itu menjerit "Dia telah datang !" wajahnya demikian putus asa. Dia merasa suara seruling itu menimbulkan efek jantung berdentam bertalu-talu.
*Bersambung*
__ADS_1
Halo semua. Terima kasih sudah membaca dan menyukai Novel ini. Dan untuk membuat author lebih semangat lagi, selalu berikan like ya. Jangan lupa favoritkan dan rekomendasikan novel ini kepada yang lain... Terima kasih dan semangat membaca...