
Citra itu semakin nyata dalam rupa burung mitos Phoenix atau Feniks.
"Apa yang harus aku lakukan dengan penampakan mahluk ini??" Sima Yong berpikir keras. Dia mencoba berkomunikasi, bahkan tangannya berusaha menyentuh lusi itu. Akan tetapi tidak terjadi sesuatu yang luar biasa.
Berpikir beberapa saat setelah menggunakan berbagai metode, akan tetapi Phoenix itu tidak menunjukkan reaksi, dia hampir buntu memikir jalan lainnya.
"Apakah aku harus berkomunikasi dengan jiwa ke mahluk ini???" Sima Yong seketika memperoleh semacam ide.
"Bukankah saat ini, mahluk ini juga dalam rupa ilusi? Apakah sebaiknya aku mencoba berkomunikasi dengan teknik Orcle Jiwa? Bukankah itu brlian??? Kemungkinan besar itu akan berhasil"
Anak muda itu serta-merta melakukan teknik oracle jiwa. Telah lama rasanya dia tidak memanfaatkan kemampuan yang satu ini.
Saat ini, jiwanya terlihat keluar dari tubuh fisiknya...
Sima Yong seperti terkesima melihat sebuah bayang yang amat besar, yang keluar dari tubuh fisiknya. Saking besarnya, diatidk menyangka jiwanya telah bertumbuh demikian besar. Diluar perkiraannya.
"Ternyata jiwaku telah semakin kuat dan besar. Apakah ini karena perubahan kekuatan jiwa ku yang mencapai kekuatan Dao itu???"
Oracle jiwa itu melayang mendekati ilusi Phoenix. Kedua mahluk jiwa itu tampak berbicara. Sementara Phoenix itu terlihat bereaksi sepertinya paham, manakala oracle jiwa menyentuh. Selanjutnya dua sosok itu terlihat berkomunikasi.
"Mahluk seperti apakah anda ini??" Oracle jiwa bertanya.
Phoenix itu terlihat senang. Ternyata ada yang dapat berkomunikasi dengannya...
"Aku adalah hanyalah penggalan jiwa yang tersisa dari mahluk mitos Phoenix dari masa yang amat lama... yang mungkin masa aku hidup dulu, adalah masa kamu sendiri tidak akan pernah bayangkan"
Oracle jiwa itu mencoba terus berkomunikasi dengan Phoenix...
"Lantas, jika anda adalah penggalan jiwa dari mahluk mitos di masa lalu, dapatkah anda menceritakan mengapa anda terperangkap di benda yang disebut relikui itu??"
Semula terlihat agak ragu-ragu, namun setelahnya Phoenix itu dengan lancar menuturkan kisahnya..
"Dahulu sekali.... jauuuuuh dari masa sekarang ini... terdapat kebiasaan dimana semua ahli-ahli jenius dari berbagai Klan ternama... akan selalu merobek jiwa mereka dan meninggalkan sepenggal jiwa mereka di beberapa benda yang kemudian di sebut relikui seperti ini".
"Hal itu dilakukan tatkala seseorang atau ahli telah mencapai Peringkat immortal...." dia diam dan dengan ragu bertanya kepada oracle jiwa itu
"Apakah anda tahu apa arti peringkat immortal bagi seorang Praktisi beladiri??"
Oracle jiwa mengangguk kepala...
"Ya.. aku tahu apa yang disebut dengan tahap tertinggi beladiri yaitu Immortal yang ada maksud".
"Akan tetapi... anda juga harus tahu... telah ribuan tahun lamanya, bahkan mungkin belasan ribu tahun belakangan ini, tak pernah terdengar seseorang Praktisi yang mencapai tahap Immortal seperti yang anda sebutkan tadi" Oracle jiwa Sima Yong menatap balik kearah Phoenix yang kini terlihat tercengang.
"Benarkah??? apakah telah sedemikian merosotnya kemampuan para Praktisi di dunia bawah ini sekarang???"
Oracle jiwa itu terlihat bingung mendengar kata-kata dunia bawa, lalu dia bertanya...
"Dunia bawah?? apa maksud anda??"
Phoenix itu kini semakin tercengang...
__ADS_1
"Anda tidak tahu yang di maksud dengan dunia bawah???. Bukankah saat ini kita berada di dunia bawah?? Dunia dimana kamu hiduo sekarang ini dikenal dengan nama dunia bawah!"
"Sementara itu dunia kaum Immortal hidup di sebut Dunia Wonderland. Semua keajaiban dapat saja terjadi disana" jelas Phoenix. Oracle jiwa hanya mengangguk pertanda paham.
"Well... akan tetapi aku memaklumi jika saat ini kaum Immortal telah menghilang dari dunia bawah ini. Aku merasa Energi yang mengalir di dunia ini amatlah tipis dan miskin".
"Energi Qi disini terasa tidak seperti dimasa kami mahluk-mahluk mitos dan ahli-ahli beladiri Klan ternama masa itu. Saat itu aliran Qi begitu melimpah ruah.
"Dan sekarang dengan aliran Qi yang rendah seperti ini, kupikir tidak akan pernah seseorang dapat menyerap lalu membentuk energi itu untuk menjadi kaum Immortal. Kecuali..... yah segala sesuatu di dunia memang ada pengecualian...." Phoenix itu terlihat merenung dalam murung.
"Kecuali apa??" desak Oracle Jiwa Sima Yong. Dia semakin penasaran akan semua penjelasan aneh Phoenix itu. Tentu saja dia juga ingin mengetahui rahasia menjadi praktisi Immortal.
Phoenix itu terkikik...
"Hahaha aku sedang menimbang-nimbang untuk membuka rahasia kecil ini kepadamu... Berhubung menurutku kamu telah berjodoh dan membuka jiwaku dan melepasnya dari relikui itu, itu berarti tugasku telah selesai di dunia bawah ini"
"Sepertinya aku akan berbaik hati memberitahukan kamu rahasia kecil itu"
"Katakan saja.. aku menunggumu menceritakan kisah rahasia kecil kita berdua itu" Oracle jiwa itu bersikap ramah.
Melihat sikap ramah oracle jiwa, Phoenix itu lalu pelan-pelan membuat sebuah riwayat kuno...
"Baiklah... tuan ini akan membuka mulut..."
"Kamu hanya perlu mengumpulkan tiga relikui lainnya dari peninggalan Kaum Immortal di masa kami itu".
"Ketika nanti kamu berhasil mengumpulkan tiga relikui lagi dan menyatukan kekuatan penggalan jiwa itu kedalam tubuh fisik kamu... niscaya kehidupan seorang Immortal telah tersedia didepan mata"
Masih belum pudar dari rasa terkejut nya... oracle jiwa itu terus bertanya...
"Lantas jika aku ingin untuk memiliki kemampuan menjadi Immortal, dengan menyatukan kekuatan ahli didalam relikui..... dapatkah anda menjelaskan kepadaku. Relikui apa saja yang harus aku kumpulkan untuk memiliki kesempatan menyatukan mereka dan berubah menjadi ahli Immortal???"
Dengan gembira-karena merasa memiliki seseorang yang dapat di ajak bercakap-cakap, Phoenix itu semakin bersemangat menjelaskan....
"Dimasa kuno-dahulu, terdapat delapan klan kuno yang memiliki jenius atau Praktisi berkemampuan tingkat tinggi yang dikabarkan akan mencapai ranah Immortal. Mereka adalah dari Klan mahluk mitos Phoenix, Naga, Macan Putih, Kura-kura hitam. Sedangkan empat lainnya adalah dari Klan Dewa Pedang Terbang, Klan Raja Pedang kaum elf, Klan Kurcaci dan Klan Pedang iblis ras iblis"
"Dengan mengumpulkan empat relikui saja dari delapan Praktisi jenius masa lalu itu, dan berupaya membuka penggalan jiwa mereka, maka anda akan memiliki kesempatan untuk menembus peringkat Immortal".
"Mengapa bisa terjadi?? Karena di dalam relikui berisi penggalan jiwa praktisi itu, mereka menyisakan kekuatan besar yang dapat meningkatkan kultivasi seseorang bahkan menjadi Ahli Immortal jika menyatukan paling kurang 4 relikui" Phoenix itu terkikik untuk yang kesekian kali. Dia lalu menambahkan...
"Akan tetapi kamu sebaiknya jangan bermimpi untuk dapat mengumpulkan relikui-relikui itu. Benda-benda itu adalah relikui pusaka yang akan di jaga mati-matian oleh pewaris mereka. Relikui-relikui itu bahkan amatlah sulit untuk ditemukan karena keberadaan benda-benda itu pasti akan sangat di rahasiakan pewaris mereka"
Lalu dengananda sungguh-sungguh dia melanjutkan....
"Jika saja bocor sedikit informasi mengenai kesaktian relikui peninggalan ahli dimasa lalu ini... aku yakin dunia dimana kamu tinggal saat ini tidak akan lagi menjadi damai".
"Pertempuran dan pembantaian untuk memperebutkan benda ajaib peninggalan masa lalu itu akan berkobar diaman-mana. Prediksiku, sampai-sampai orang bahkan rela menjual keluarganya sendiri demi memperoleh sebuah informasi relikui yang mengantar mereka menuju keabadian"....
"Bukankah tujuan kamu membuka relikui Phoenix ini adalah untuk memperoleh kekuatan menuju keabadian???" Selidik Phoenix kepada oracle jiwa.
Dengan sedikit malu-malu oracle jiwa itu membuat pengakuan....
__ADS_1
"Sesungguhnya ... aku membuka relikui ini tidak lebih dari rasa penasaran semata. Dan mengenai kesaktian relikui... well aku tidak pernah mendengar berita mengenai kesaktian relikui seperti anda ini. Bahkan di Benua Silver tempat mana aku berasal... keberadaan relikui dan kemampuannya pun tidak pernah terdengar sama sekali di kalangan Praktisi dunia jaman ini" Wajah Phoenix terlihat cemberut... Namun oracle itu terus berbicara...
"Bahkan di catatan catatan kuno sekalipun.. belum pernah aku mendengar penggalan kisah mengenai keberadaan relikui dan kesaktian nya" Jelas oracle jiwa itu.
Seketika Phoenix itu menampakkan wajah yang tersinggung. Jaman dahulu sekali... relikui yang berisi penggalan jiwa praktisi immortal seperti ini akan menjadi rebutan di antara praktisi bela diri. Ribuan praktisi rela mati demi memperoleh kekuatan dari relikui seperti itu.
Namun lihatlah sekaran ini... seorang anak muda dalam bentuk oracle jiwa seperti ini mengatakan bahwa dia tidak pernah mendengar cerita apapun tentang kehebatan mereka.
Dengan nada sedikit tersinggung Phoenix itu menantang oracle jiwa,
"Sepertinya kamu meremehkan kami. Kamu sekarang ini dapat langsung menyerap diriku. Aku ingin tahu eksperesi kamu setelah merasakan kekuatan yang tertinggal di sepengga jiwaku ini"
Buru-buru Oracle Jiwa itu membujuk Phoenix yang terdengar seperti marah itu,
"Hei orang tua ... anda jangan marah dahulu. Bukankah anda sendiri yang mengatakan bahwa keberadaan anda dan ahli-ahli Immortal itu mungkin belasan atau puluhan ribu tahun yang lalu??? Lalu lihatlah keadaan dunia sekarang ini".
"Dengan keberadaan energi Qi yang buruk seperti yang anda katakan tadi.... saat ini tidak pernah ada barang satupun diantara jenius-jenius dan praktisi yang berhasil menembus tingkat Immortal seperti anda. Kemampuan anda adalah impian yang tidakpernah terbayangkan semua praktisi jaman ini" Phoenix itu baru akan menyela, namun oracle jiwa langsung melanjutkan kata-katanya...
"Dan lagi... waktu telah berlalu sedemikian lama. Dan ketika dunia melemah dimana penggalan jiwa kalian Ahli-ahli itu bersembunyi didalam relikui yang amat sulit di temui... bukankah wajar jika lambat laun keberadaan anda dan semua benda-benda relikui itu hilang dan terlupakan??? semua karena tidak tahuan belaka???"
"Hari ini.. aku anak muda ini mendapat kehormatan untuk mengetahui keberadaan anda Ahli-ahli sejati dari jaman kuno itu. Dan aku amat bergairah untuk menyerap kekuatan anda, bersiap menuju Immortal" Tatapanwajah oracle jiwa terlihat sungguh-sungguh dalam pemujaan kepada Phoenix itu.
Ekspresi Phoenix itu terlihat sedikit membaik, berubah menjadi senang. Dia lalu berkata,
"Baiklah.... aku berharap kamu dapat menemukan tiga relikui lainnya nanti".
"Kelak... ketika nanti anda berhasil menjadi kaum immortal dan pergi ke Negri Wonderland... kamu dapat mencari aku di Klan FengHuang. Namaku dikenal dengan sebutan Raja Pedang Api"
Oracle Jiwa Sima Yong itu mencatat semuanya dalam hati. Semua informasi yang diberikan oleh Phoenix itu begitu berharga.
Oracle jiwa itu lalu kembali menyatu dengan tubuh fisiknya Sima Yong. dia berkata...
"Mari kita menyatukan kekuatan jiwa anda dengan tubuh ku ini"
Ilusi Phoenix itu lalu berputar-putar melayang dalam nyala api.... ketika putaran ketiga, sekonyong-konyong ilusi burung raksasa itu menukik dan terlihat seolah-olah menerkam Sima Yong yang tetap dalam posisi semedi.
"Wushhh"
Semua menjadi silau, Sima Yong merasa dunia berputar dalam cahaya ketika Phoenix itu menyatukan penggalan jiwanya ke tubuh dengan tubuh Sima Yong...
Samar-samar dia masih mendengar suara Phoenix itu berkata...
"Saran terbaik ku adalah kamu harus menemukan minimal tujuh relikui yang aku ceritakan tadi. Masalahnya adalah ketika kultivasi mencapai ranah SAGE nanti, anda tidak akan bisa bergerak menerobos setiap level ranah SAGE, kecuali menyerap energi jiwa di relikui yang aku sebutkan tadi...."
"Sebagai tambahan... di saat-saat terakhir sebelum aku terangkat pergi ke Wonderland... ku dengar beberapa Klan seperti Klan Mahluk mitos Qilin dan Klan Bangau Berkaki Satu, juga memiliki jenius yang akan menerobos ke ranah Immortal. Mungkin mereka juga meninggalkan relikui dengan penggalan jiwa mereka. Kamu dapat mencari relikui mereka dan menyerap kekuatan sisa itu. Semakin banyak kamu menyerap sisa kekuatan mereka dari relikui, maka semakin kuat dan makin besar kesempatan kamu menjadi seseorang yang di sebut Immortal"...
Sima Yong jatuh pingsan, dan mahluk Phoenix itu semakin samar. Cahaya yang tadinya begitu menyilaukan kini menghilang... kamar kembali sepi tersisa tubuh Sima Yong yang masih tidak sadarkan diri.
*Bersambung*
Untuk membuat author lebih semangat dan tetap berkreasi melanjutkan novel ini, jangan lupa di-like, sekedar komen dan vote.
__ADS_1
Terlebih tolong favoritkan novel ini karena Noveltoon akan menilai untuk menjadi pemasukan Author berdasarkan jumlah Favorit, komen dan like … yang tentunya juga menyemangati author. Apresiasi yang readers berikan akan menyemangati autor untuk terus berkarya di Noveltoon ini.