
Didalam sebuah benteng kecil yang terbuat dari kayu, tepatnya di Bukit kecil Hutan Bersalju, Pan Li Kepala Kelompok Macan Hutan itu tergesa-gesa mengumpulkan semua barang-barang berharga miliknya. Dia memerintahkan semua anak buah yang tersisa yaitu penjaga benteng 10 orang ditambah 5 orang yang lolos dari kematian di Desa Rajawali, untuk membersihkan aset berharga dan menyimpan didalam cincin spasial.
“Dalam kesempatan pertama, semuanya kumpulkan barang-barang jarahan kita. Kelompok pads hari ini Macan Hutan akan berpindah lokasi operasi”
Semua anak buahnya langsung bekerja mengumpulkan barang-barang berharga yang dapat diangkut untuk perpindahan lokasi operasi mereka. Tidak ada yang bertanya alasan kepindahan kelompok. Karena keadaan seperti ini telah beberapa kali mereka alami sejak mengikuti Pan Li.
Pan Li akhirnya puas, semua barang berharga hasil jarahan telah mereka kumpulkan dan tersimpan didalam cincinnspasialnya. Sayangnya terdapat satu benda yang merupakan rahasianya, tersembunyi di bagian belakang benteng kayu itu.
Benda kesayangannya sangatlah tidak memungkinkan untuk dia bawa.
“Alangkah baiknya sebelum aku pergi, benda itu aku rusak agar tidak ada seorangpun yang nanti akan menggunakannya"
Dengan semangat Pan Li buru-buru kebagian belakang benteng, bagian yang merupakan area terlarang bagi semua anggota Kelompok Macan Hutan.
Benda Rahasia kesayangannya itu memang berada di area terlarang Benteng Kelompok Macan Hutan. Bahkan anggota Macan Hutan pun tidak pernah menyangka ada sesuatu yang sangat berharga di bagian belakang benteng.
Ketika Pan Li baru saja tiba di area terlarang itu, sesuatu jeritan menyayat hati terdengar dari bagian dengan benteng.
“Praktisi misterius itu telah datang….”
Tanpa merasa bahwa dia tidak perlu menunggu untuk berlama-lama di Benteng Kayu. Dia mengambil tindakan yang paling mudah yaitu melarikan diri.
Jelas-jelas Pan Li masih menginginkan kehidupan yang manis didunia ini. Enggan rasanya jika nyawanya yang masih terbilang muda itu harus pergi meninggalkan dunia hanya karena kecerobohannya bertingkah di Desa Rajawali. Desa yang ternyata menyimpan seorang praktisi misterius.
Sambil berlari dengan kemampuan terbaik yang dia miliki, Pan Li sesekali menengok kebelakang untuk melakukan pengecekan. Apakah dirinya di kejar oleh sosok misterius itu atau tidak. Pan Li menarik nafas lega, hatinya terasa lebih nyaman setelah dia tidak melihat ada gerakan perburuan dari pihak musuh.
Pan Li pada suatu titik pelariannya, dia merasa bahwa jarak yang dia telah tempuh adalah jarak aman. Sehingga dengan maksud beristirahat, Pan Li berhenti untuk mengambil nafas sejenak. Namun Dewi Keberuntungan belumlah berpihak kepada Pan Li.
Sebuah sosok manusia bertubuh kurus, layaknya orang yang sakit-sakitan, melayang turun dihadapannya. Sosok itu mengenakan pakaian yang sangat sederhana seperti pakaian orang pada umumnya. Itu adalah tunik Panjang berwarna hijau pucat polos. Lengan tuniknya itu sangatlah besar sehingga menyembunyikan lengannya yang kurus itu.
Wajahnya sosok itu terlihat aneh seperti wajah orang tanpa ekspresi. Jelas-jelas Pan Li merasa bahwa itu adalah sepotong wajah seseorang yang mengenakan topeng. Namun sama sekali tidak terlihat aura apapun yang keluar dari sosok itu. Pan Li menjadi panik.
Dia benar-benar kesulitan untuk membaca tingkat kultivasi sosok didepannya. Itulah penyebab dirinya menjadi panik. Teringat akan pepatah kuno di dunia kultivator yang selalu tertanam di hati semua kultivator,
"Semakin sederhana penampilan lawanmu itu, maka semakin berbahaya musuhmu itu"
“Tuan, maafkan aku jika memang telah membuat kesalahan. Pan Li akan sangat berterima kasih jika anda mengampuni diriku"
"Pan Li berharap dengan mengampuni nyawaku ini, diriku akan memberitahukan sebuah rahasia kecil. Rahasia yang pasti akan anda sukai sehubungan peningkatan kultivasi"
"Kelompok Macan Hutan memiliki sebuah benda pusaka peninggalan sejak jaman ratusan tahun lalu”
__ADS_1
“Keberadaan benda itu dan cara menggunakannya, hanya Pan Li seorang yang mengetahui” Pan Li berusaha membujuk sosok berbaju hijau pucat didepannya.
Sosok itu hanya tersenyum kepada Pan Li, menyerupai senyuman hangat. Senyum seseorang misterius berkemampuan tinggi menurut kata hati Pan Li. Pengaruh topeng yang dikenakannya sosok itu membuat senyum di wajah sosok itu bukannya ramah, malahan terasa sangat menyeramkan.
Pan Li mengira bahwa sosok itu tertarik akan penawarannya mengenai benda yang dia sebutkan sebagai pusaka itu. Dia bermaksud menambah bumbu-bumbu sedap kedalam promosinya mengenai benda pusaka milik Kelompok Macan Hutan.
Namun tiba-tiba dari tubuh sosok didepannya itu keluar lima helai cahaya berwarna-warni. Warna-warni indah yang terpancar dari sosok itu begitu mempesona, membuat yang melihat memiliki perasaan untuk mengagumi.
Belum lagi selesai Pang Li berniat mengagumi keindahan cahaya berwarna-warni itu, tiba-tiba salah satu berkas cahaya berwarna merah bergerak dengan kecepatan yang tidak dapat digambarkan dengan kata-kata menuju ke dirinya.
“srreeeettt…..”
salah satu helai yang bercahaya merah itu mengiris leher Pan Li yang hanya terbengong, sebelum dia mampu mengeluarkan kata-kata pujian.......
Pan Li sang Jago Kelompok Macan Hutan, mati tanpa meninggalkan sepatah katapun.
Lagi pula sosok berpakaian hijau pupu situ tidak membutuhkam kata-kata terakhir Pan Li yang pasti hanyalah kata-kata rengekan terdengar di telinganya.
Sosok yang ternyata adalah Wang Yong itu, segera mengulurkan tangannya...... dan cincin spasial Pan Li langsung berpindah ketangannya.
Wang Yong menyentuh cincin spasial dengan benaknya lalu membubuhkan jejak dirinya di cincin itu.
Setelah mengambil sesuatu dari cincin spasial. Sebuah jimat pelenyap body muncul di tangannya. Dia melemparkan jimat itu ke mayat didepannya.
Tidak menunggu terlalu lama untuk kemudian melihat sosok mayat Pan Li berubah menjadi kepulan asap putih.... lalu kemudian menghilang tanpa bekas.
Setelah mengalami pertempuran besar di Padang Es Abadi, Wang Yong menjadi lebih hati-hati. Dia tidak mau meninggalkan jejak aura apapun yang akan menimbulkan dirinya dapat dideteksi oleh siapapun.
Wang Yong terbang untuk kembali ke benteng kayu milik kelompok Macan Hutan itu. Dia merasa penasaran dengan apa yang dimaksud Pan Li. Suatu keberadaan Pusaka rahasia yang dimiliki Kelompok Macan Hutan. Wang Yong berniat untuk mendapatkan benda itu.
*********
Di benteng Kelompok Macan Hutan, Wang Yong mengobrak abrik tiap sudut benteng untuk menemukan benda yang disebutkan Pang Li sebagai pusaka berharga. Setelah membongkar sana-sini dia tidak menemukan apapun sesuai harapan.
Namun Wang Yong tidak merasa putus asa, dia kemudian menuju kearea belakang benteng untuk sekedar melihat-lihat.
Bagian belakang benteng itu ternyata hanya berupa sebuah dataran berbukit-bukit yang merupakan bagian dari sebuah hutan.
Di tengah-tengah batas antara tanah belakang Benteng Kayu dengan bukit kecil itu terdapat sebuah kolam yang berdiameter 10 meter. Hal yang lumrah ketika seseorang menjumpai kolam bekas genangan air hujan atau bekas lelehan es di hutan seperti itu. Dia tidak menganggap istimewa keberadaan kolam itu.
Namun matanya terhenti ketika membaca sebuah tulisan kecil di sebuah batu besar di bagian tepi kolam itu.
__ADS_1
“Cermin Fisik Jiwa”
“hmmm… apakah yang dimaksud dengan Cermin fisik jiwa ini? Apakah kolam kecil ini adalah yang dimaksud dengan Cermin Fisik Jiwa? Baiklah aku akan mencoba merasakan, apa isi kolam yang dinamaim Cermin Fisik Jiwa ini”
Ketika tangannya menyentuh air di kolam itu, dia merasakan aliran energi yang begitu deras mengalir dari dalam kolam dan masuk ke dalam tubuhnya. Energi tersebut seakan tersedot ke dantiannya.
Dalam keterkejutannya Wang Yong jadi berpikir,
“Bukan kah yang dimaksud kalimat cermin fisik adalah kondisi dimana kemampuan kolam yang dapat menyalurkan energi ke tubuh ketika seseorang berendam didalamnya. Energi akan mengalir ke semua meridian dan kemudian meningkatkan kultivasi?"
“Lalu Cermin Jiwa adalah….?"
"Apakah itu adalah suatu kondisi ketika jiwa juga direndam dikolam yang dapat berfungsi sama seperti ketika tubuh fisik berendam di kolam ini?”
Wang Yong tertawa terbahak-bahak karena dia merasa telah memecahkan keajaiban yang menurut Pan Li adalah suatu rahasia?
Baiklah kata Wang Yong dalam hati. Lalu setelah dia berada didalam kolam untuk menyerap energi Qi dari dasar kolam, Wan Yong pun melakukan Teknik oracle jiwa (Peramalan jiwa) sehingga jiwanya berpisah dari tubuh fisik.
Dengan rakus jiwa Wang Yong yang kerdil itu langsung menyelam didalam kolam untuk menyerap energi Qi sebanyak mungkin.
3 hari lamanya tubuh fisik dan jiwa Wang Yong berendam didalam kolam sambil menyerap energi Qi. Sementara jiwanya terlihat sangat rakus menyedot energi dari kolam itu. Bahkan pada moment akhir kultivasinya di Kolam, dia merasa bahwa jiwa itu merampas lebih banyak energi kolam dibandingkan tubuh fisiknya.
********
Kolam air itu telah kering, tersedot semua khasiatnya oleh Wang Yong dan Jiwanya. Suatu transformasi yang luar biasa dirasakan Wang Yong. Tulang-tulangnya mengeluarkan bunyi berderak pertanda telah terjadi transformasi didalam tulangnya. Dengan sekali cegukan kecil, Wang Yong merasakan perubahan pada tingkat kultivasinya.
“Alam Kondensasi Roh dua” hatinya sangatlah berbahagia.
Sementara itu ketika dia ingin menyatukan tubuh fisik dengan jiwanya, dia merasakan jiwa nya bertambah besar dibanding sebelumnya. Energi mentalnya mengalami transformasi.
Jika itu dapat dinilai secara system, maka keseluruhan transformasi 0 yang dialami Wang Yong adalah sebagai berikut :
Nama : Wang Yong
Tingkat Kultivasi : Ranah Alam Kondensasi Roh Dua
Peringkat mental : Master Bumi Level Tiga (apa? Aku naik dua level mental? Senang)
Peringkat level defense : Kulit Emas.
*Bersambung*
__ADS_1