Kisah Dewa Pedang Utara

Kisah Dewa Pedang Utara
Lima Murid Sekte Awan Hitam bagian 2


__ADS_3

Sosok Wang Yong kemudian melayang turun dari pohon. Meng Chi memandangnya dan merasakan kekonyolan,..


“Seorang anak laki-laki yang bahkan belum berusia 15 tahun?”


“Siapa kamu bocah ingusan? Berani-beraninya menakut-nakuti kelompok kami” dengan bengis seorang lelaki bertopeng teman Meng Chi dengan peringkat kultivasi Kuasi Alam Kondensasi Roh itu mengirimkan serangan pedang yang bersifat membunuh kearah Wang Yong.


Serangan pedang lelaki bertopeng itu dilakukan dengan sangat cepat, dan langsung terarah ke titik mematikan di dada yaitu jantung. Dia berniat akan mengambil nyawa Wang Yong dengan sekali serangan. Dia berpikir bahwa dengan menaklukan Wang dalam sekali serangan mematikan, akan memberi rasa segan yang dalam di hati kawan-kawannya.


“Hentikaann…!!”


Meng Chi meraung dengan keras untuk menahan serangan lelaki berkultivasi Kuasi Alam Roh kondensasi Roh itu. Insting nya mengatakan bahwa anak lelaki berusia 14 tahun itu bukanlah seorang yang sederhana seperti penampilannya. Suara yang dia timbulkan ketika tadi menakut-nakuti mereka terasa aneh dan seperti memiliki kekuatan besar aneh yang mampu menekan mentalnya.


Namun disayangkan. Serangan pedang yang mematikan itu telah meluncur kearah Wang Yong terarah tepat ke jantungnya dan telah semakin dekat dengan jarak 1 meter dari dada Wang Yong.


Seketika itu, energy Qi dikerahkan ke arah kaki, dan dengan benaknya dia menyentuh sensor 4 baling-baling di jubahnya. Tubuh Wang Yong menghilang dengan sangat cepat bagaikan bayangan. Yang tersisa lelaki itu yang masih memegang pedang ditangan dengan arah lurus yang hendak membelah dada Wang Yong. Laki-laki itu terdiam melongo ketika melihat sosok sasaran didepan mata menghilang dengan kecepatan yang tidak dia pernah sangka.


Lalu laki-laki itu mendengar suara yang berseru,..


“Pedang Melukis Nirwana….”


Dengan terkejut Ketika dia membalikkan badan, anak remaja 14 tahun itu terlihat menembakkan 5 helai Energy Pedang dengan masing-masing memiliki warna berbeda. Kelima energy pedang dengan kecepatan penuh melesat kearah dirinya yang mulai kelabakan menghadapi serangan 5 energy pedang berwarna.


“Badai Kegelapan Malam”


Lelaki itu berseru dalam sekejab menyiapkan Teknik pedangnya untuk memblokir serangan Lima Energy Pedang Berwarna itu. Tubuhnya segera terbungkus dengan kepulan kabut hitam dan pedang di tangannya berkelebat menari-nari menangkis serangan 5 energy pedang yang berpendar memancarkan warna-warni.


“Trangg….!!”


Menyusul benturan senjata terdengar, kemudian disusul jeritan tertahan ketika salah satu dari lima energy pedang berwarna itu menembus dada nya.


Dengan mata melotot seakan tidak percaya dirinya semudah itu dadanya ditembusi salah satu energy pedang, sosok laki-laki itu terjatuh dan nyawa telah meninggalkan dirinya.

__ADS_1


Wang Yong sebenarnya bukanlah sosok yang kejam. Akan tetapi dia tidak dapat mentoleransi tindakan murid-murid sekte Awan Hitam yang telah mengambil nyawa empat Murid Sekte Pedang Awan, dan terlebih lagi laki-laki bertopeng itu benar-benar berniat jahat dengan akan mengambil nyawanya tanpa berpikir Panjang sama sekali.


Lagipula, apa yang dapat diharapkan dari Murid Sekte Awan Hitam yang terkenal dengan kekejaman dan Tindakan yang selalu mau menang sendiri, mengandalkan kekuatan itu. Apakah dengan berdiskusi, maka ke empat murid Sekte Awan Hitam itu akan melepaskan dirinya hidup-hidup? Tentu saja tidak. Maka Wang Yong tanpa segan-segan segera meluncurkan Teknik Pedang mematikan yang baru dia pelajari yaitu Teknik Pedang Mewarnai Nirwana, dan dalam beberapa gebrakan langsung mengambil nyawa salah satu murid Sekte Awan Hitam.


Fenying dan Peng Fai yang baru tiba di lokasi pertempuran itu, tanpa banyak bertanya langsung memahami apa yang terjadi dilokasi setelah melihat empat mayat murid Sekte Pedang Awan dan Lin Hong yang dalam keadaan luka-luka kena tebasan pedang.


“Keparat kalian murid-murid Sekte Awan Hitam. Kalian akan menerima hukuman dari Sekte Pedang Awan’ Fenying menjerit memaki ke Meng Chi dan dua kawannya yang tersisa.


Disisi lain, Meng Chi bukanlah seorang yang bodoh. Dia melihat kemampuan Wang Yong yang mampu melepaskan Teknik pedang peringkat Bumi itu pertanda remaja itu adalah seorang yang jenius dan berkemampuan tinggi. Belum lagi ditambah Lin Hong yang berada di Alam Kondesasi Roh 1 dan 2 murid sekte pedang yang baru datang (Fenying dan Peng Fai). Jika pertempuran berlanjut maka kelompoknya jelas-jelas akan menerima banyak kerugian. Murid-murid Sekte Pedang Awan tidaklah sesederhana penampilan mereka.


Meng Chi merogoh sesuatu dari dalam cincin spasialnya, lalu dengan senyum mengejek dia melepaskan benda yang dengan sangat pesat terbang ke angkasa … lalu meledak membentuk gambar tengkorak di gelapnya langit.


“hahaha … kalian tidak bisa lari dari cengkeraman Sekte Awan Hitwm. Dalam hitungan beberapa menit kedepan seseorang dari Sekte Awan Hitamku akan datang dan menghabisi kalian”


“Bergerak… !!”


Wang Yong segera menyerbu dengan Teknik Hati Semurni Teratai Salju kearah Meng Chi sementara Lun Hong, Fengyin dan Peng langsung paham dan langsung menerjang ke dua Murid Sekte Awan Hitam itu.


Fenying dan Peng Fai masing-masing Alam Mortal 7 dan 8 bergabung dengan Teknik pedang Sekte yang berupa formasi pedang dimana teknik itu selalu di eksekusi dengan menggunakan gabungan lebih dari 1 praktisi pedang.


Tentu saja lelaki murid Sekte Awan Hitam itu berada di bawah tekanan mereka bedua. Belum lagi Fenying selalu mengganggu dengan memberi ledakan-ledakan petir dari jimatnya yang jelas-jelas membuat laki-laki itu menjadi lebih tertekan.


Butir-butir es berbentuk Teratai salju dari pedang Wang Yong langsung menyerang Meng Chi dan membuatnya kerepotan dengan patahan-patahan keping es yang terjadi Ketika kelopak Teratai berguguran jatuh ke sekujur tubuhnya. Itu terasa sangat perih sementara itu pedang ditangan Wang Yong tidak henti-hentinya menari-nari menuju titik-titik mematikan diseluruh tubuhnya.


Bahkan Wang Yong menekan Meng Chi berulang kali dengan cara menyerang benak Murid Sekte Awan Hitam itu, sehingga Meng Chi makin terpojok.


Meng Chi sungguh tersiksa Ketika dirinya repot menghadapi serangan pedang Wang Yong, kelopak-kelopak es yang berguguran itu sungguh sangat mengganggu ketika terjatuh menyentuh kulitnya. Terasa perih sekali Ketika kelopak itu berusaha untuk merusak kulitnya dan mencoba masuk kedalam tubuhnya.


Belum lagi benaknya benar-benar sangat terganggu ketika Ketika Wang Yong berulang kali berteriak sehingga seakan-akan sebilah pedamg saat itu menyerang benaknya.


"Energy mental. Bocah ini Master Symbol. Aku dalam bahaya"

__ADS_1


Perasaannya saat ini adal seperti ada sebilah pedang menyerang dan mengiris benaknya. Perasaan ini benar-benar membuat dia ingin menjadi gila.


Semua itu berakhir bagi Meng Chi, ketika terdengar suara,


“Pergilah ……”


Sekuntum Bunga Teratai Es Putih Besar terlempar dari ujung pedang Wang Yong dan menyentuh dadanya, lalu kemudian masuk kedalam dada dengan tidak meninggalkan bekas. Lalu kemudian Teratai Es didalam tubuh itu tercerai -berai dan masing-masing pecahan merusak organ-organ vital di bagian dadanya.


Meng Chi memuntahkan darah segar dan kemudian nyawanya pergi meninggalkan tubuhnya yang fana itu.


Di sebelah sana terlihat Lin Hong juga telah mendaratkan sebuah tusukan di dada yang langsung mengambil nyawa lawannya. Fenying dan Peng Fai yang telah bearada diatas angin menambah satu ledakan terakhir yang jsegera mengakhiri pertempuran mereka untuk mengambil nyawa Murid Sekte Awan Hitam.


Bukannya bangga dengan kemenangan yang mereka raih, Wang Yong bergegas menarik mayat Murid Sekte Pedang Awan maupun mayat murid Sekte Pedang Awan. Dia memerintahkan ke tiga Murid sektenya untuk mengumpulkan semua mayat menjadi satu.


Ketiga kawannya terheran-heran melihat Tindakan Wang Yong dan memandang dengan tatapan yang membutuhkan penjelasan. Namun mereka segera membuang pikiran mereka, bergegas mengikuti instruksi Wang Yong.


“Seseorang dengan tingkat Kultivasi Alam Roh Yang Tercerahkan sedang menuju ke tempat ini dengan sangat cepat. Fenying ayo bantu aku meletakkan bendera-bendera Formasi ini disekeliling kita (bendera itu dia keluarkan dari cincin spasialnya). Fenying yang langsung paham mengikuti instruksi Wang Yong dan menancapkan bendera lainnya di sekeliling mereka mengikuti Wang Yong yang telah menancapkan begitu banyak bendera membentuk formasi.


Selesai mengerjakan formasi itu kemudian terlihat berbentuk formasi bulat yang terbagi dua. Seluruh mayat disisi sebelah, sementara dia mengajak ketiga kawannya bergabung disisi dimana dia berdiri. Jika dilhat dari atas maka keempat Murid Sekte Pedang Awan itu berdiri didalam lingkaran yang berbentuk Yin Yang terdiri dari susunan bendera kecil.


“Aku berharap kalian semua dapat menahan diri, segera bernafas sepelan mungkin atau jika memungkinkan cobalah untuk menahan nafas. Jangan bergerak sedikitpun meskipun apa yang akan terjadi didepan kalian. Jika lalai, aku yakin kita berempat akan tersisa nama di dunia ini”


Setelah tiga kawannya mengiyakan tanda mengerti. Sementara Wang Yong membacakan mantra-mantra rumit sehingga muncul berbagai simbol-simbol aneh disekeliling bendera yang tertancap di tanah,


“Menghalangi…!!”


Setelah dia mengucapkan perintah, dalam sekejab keempat remaja beserta mayat disudut sebelah itu menghilang dari pandangan mata.


Ketika mereka menghilang dari pandangan mata. Lenyap dalam formasi itu. Beberapa menit dari arah langit muncul sesosok pria dewasa mengenakan pakaian serba hitam, wajah tertutup topeng. Terbang menaiki pedang hitam dan mendarat tepat di lokasi pertempuran tadi.


"Seorang praktisi pedang di ranah Alam Roh Yang Tercerahkan... !!!"

__ADS_1


*Bersambung*


__ADS_2