Kisah Dewa Pedang Utara

Kisah Dewa Pedang Utara
Di Kota Seribu Mimpi


__ADS_3

...ARC 2. SEORANG ALKEMIST...



   Diatas Airship yang menerbangkan mereka menuju ke wilayah Barat, Sima Yong beserta kedua pengikutnya benar-benar memperoleh fasilitas VIP.


Sebuah bangunan seperti rumah kecil yang merupakan jatah sebagai pemenang pertama itu, memiliki tiga kamar.


  Dengan demikian masing-masing dari mereka menempati satu kamar. Perjalanan menuju Wilayah Barat yang memakan waktu hingga dua bulan itu di manfaatkan mereka dengan sebaik-baiknya.


Berkultivasi maupun melatih dan mengasah kemampuan Teknik yang sudah ada.


   Sima Yong berkultivasi untuk berusaha untuk menembus akan pemahan akan Niat Pedang tahap berikut yaitu tahap yang dikenal dengan nama Interpretasi Niat Pedang.


Tentu saja untuk menembus pemahaman ini bukanlah hal yang sederhana. Namun seakan tidak ada bosan-bosannya Sima Yong terus berkultivasi untuk menembus pemahaman itu. Sayang pencerahan menuju Interpretasi niat pedang belum kunjung datang.


   Sementara itu Yu Long dan Lin Hong juga tidak mau kalah. Mereka berlomba untuk menembus ranah Alam Bayi spirit. Kondisi yang cukup membamtu adalah saat ini mereka masih mempunyai persediaan Pil Penembus Tulang.


Namun seperti pada umumnya pil peningkat kultivasi, Pil Penembus Tulang itu memang sangat berguna Ketika penggunaan pertama kali. Penggunaan berikutnya, semakin berkurang efek nya terhadap kenaikan kultivasi.


   Oleh karena itu, mereka berdua selain berusaha meningkatkan kultivasi.. baik Yu Long maupun Lin Hong sangat tekun berlatih Teknik Ilusi Badai Penggetar Sukma. Teknik yang mengandalkan kemampuan Mental.


Menurut Sima Yong, teknik yang sangat bergantung pada kemampuan mental ini akan sangat menolong Ketika mereka bertempur melawan praktisi di ranah Alam Spirit Bayi. (Kekuatan energi mental mereka telah mencapai Master Bumi 2).


*******


   Sepanjang perjalanan menggunakam Airship mereka telah melintasi hutan belantara, lalu kemudian melewati gurun yang tidak terdapat satu pun tanaman yang terlihat di bawah sana. Sepanjang mata memandang yang terlihat hanyalah pasir ataupun jika beruntung akan menemukan bukit-bukit kering.


   Suhu pun berubah menjadi sangat ekstrem. Di siang hari udara menjadi sangat panas. Lalu kemudian dimalam hari udara menjadi sangat dingin.


Bagi kebanyakan penumpang, udara dingin dimalam hari sangatlah mengganggu. Akan tetapi bagi ketiga orang itu, udara malam yang dingin sangatlah membantu mereka untuk berkultivasi. Element dasar kultivasi mereka adalah Es.


   Terkadang di malam hari, Sima Yong seperti biasa terbang mengikuti Airship itu dari belakang. Dia menyerap udara dingin yang ada serta memanfaatkan kekuatan bulan dan bintang di malam hari untuk meningkatkkan kultivasinya.


   Pil Pembongkar Kesulitan level Hard itu meskipun sudah tidak membawa pengaruh yang dahsyat bagi Sima Yong, namun setelah dirinya mengkonsumsi dua pil tambahan, saat ini dia telah menembus ke Alam Spirit Agung Bintang Lima rendah.


Sementara itu Yu Long saat ini telah mencapai Ranah Alam Tercerahkan Bintang Tujuh dan Lin Hong berhasil menembus Alam Roh tercerahkan Bintang Lima.


   Tentu saja peningkatan kedua pengikutnya itu selain karena rajib berkultivasi, juga disebabkan bantuan dari pil-pil Ajaib yaitu Pil Penembus Tulang.


Setelah penggunaan Pil yang ketiga, Yu Long sudah tidak menunjukkan reaksi untuk pil berikutnya.


   Sedangkan Lin Hong telah berhenti mengkonsumsi Pil Penembus Tulang ke lima setelah menembus Alam Tercerahkan Bintang Lima. Hukum alam yaitu semakin tinggi tingkat kultivasi, maka laju peningkatannya akan semakin sulit. Pil Penembus Tulang sudah tidak memberi efek lagi kepada dua pengikut Sima Yong.


*******

__ADS_1


   Dua bulan telah berlalu. Semakin lama perasaan semakin muak terasa bagi penumpang ketika mengendarai Airship itu.


Hal itu karena pemandangan yang terpapar di depan mata adalah hanya hamparan pasir. Ditambah dengan udara yang panas di siang hari semakin membuat orang menjadi jenuh.


Namun hati semua penumpang airship mulai di landa kegembiraan. Pemandangan di depan mata sudah bukan lagi padang pasir semata.


   Terkadang mereka mulai melihat tumbuh-tumbuhan. Meskipun itu adalah tumbuhan yang dapat tumbuh didaerah berpasir seperti itu namun rasa gembira mulai tumbuh.


Bahkan bukit-bukit batu mulai sering bermunculan sehingga pemandangan sudah tidak terasa monoton. Semua gembira karena Barat semakin dekat.


   Pada saat itu, ketika semua orang berkumpul di buritan kapal, seorang pria yang merupakan anak buah kapal airsip itu memberi informasi bahwa tidak lebih dari beberapa jam mereka akan mendapat di Kota yang dikenal dengan nama “Thousand Dream City” atau Kota Seribu Mimpi.


Kota Seribu mimpi ini adalah satu-satu nya kota yang paling dekat dengan Padang Pasir Matahari iblis yang mereka lewati selama dua bulan ini.


   Kota Seribu Mimpi ini juga merupakan satu satunya Kota di wilayah Barat yang menjadi penghubung Airship dari Wilayah Utara, Tengah dan Selatan.


Sedangkan Wilayah Timur Benua wajib melalui Dataran Tengah jika ingin menuju Bagian Barat Benua ini.


   Ketika pada akhirnya mereka benar-benar telah mendarat di Kota Seribu Mimpi ini, yang pertama mereka lakukan adalah mencari penginapan.


Ketika mereka berputar-putar di kota yang terkesan kering dan tandus ini, terasa tidak terlalu banyak penghuni di kota. Sehingga yang mereka temui kenyataan hanya ada sedikit tempat untuk menginap (penginapan).


   Di Penginapan Gerbang Naga lah mereka akhirnya memperoleh kamar, meskipun tidak terlalu mewah akan tetapi Gerbang Naga itu terbilang bagus karena selain merupakan satu-satu nya penginapan yang memiliki restoran.


Penginapan Gerbang Naga ini terbilang bagus jika dibandingkan dengan rumah-rumah penduduk yang umumnya berbentuk sangat sederhana.


Dimata Sima Yong, Kota Seribu Mimpi meski terlihat seperti sebuah kota yang sedikit tertinggal, namun perasaan Sima Yong mengatakan bahwa kota ini menyimpan misteri. Dia berusaha untuk lebih berhati-hati.


   Malam sebelumnya Sima Yong telah melakukan komunikasi dengan ke enam pemegang token warisan Kaisar Obat. Semuanya telah berada di Kota Seribu Mimpi ini.


Akan tetapi masing-masing menginap di tempat yang berbeda. Melalui kemunikasi token itu, bertujuh telah saling janji untuk bertemu pagi hari ini. Dan itu adalah di Lantai Dua Restoran di Penginapan Gerbang Naga.


   Setelah berkeliling untuk melihat situasi sekitar… Sima Yong Kembali Ke Penginapan Gerbang Naga. Dia langsung menuju ke Lantai Dua bagian restoran. Keadaan masih terlihat sepi dan dirinya adalah satu-satunya pengunjung saat itu.


   Sima Yong memesan makanan pagi berupa bubur dan sayuran. Ketika dia sementara menyantap hidangan paginya, dari arah tangga terlihat bayang seorang pria dewasa Bersama dua anak kecil.


Pria dewasa berusia sekitar 45 tahun ini berpakaian seperti seorang Imam Agama Tao. Rambutnya di ikat membentuk konde kecil diatas kepala. Baju nya terlihat sangat sederhana dan kedodoran sebagaimana ahli agama Tao.


   Pria ini terbilang aneh. Dengan penampilan seperti seorang Imam Agama Tao dia membawa dua anak kecil.


Jika praktisi yang berasal dari Wilayah Barat melihat pria itu, mereka akan langsung mengenalinya sebagai seorang yang Bernama Long Kangjian.


   Long Kangjian adalah salah satu Wakil Ketua dari Sekte Terang. Sekte ini sangat ternama di Wilayah Barat. Bersama dengan Wakil Ketua sekte lainnya yang Bernama Qian Liu Yaosan, mereka berdua dikenal dengan julukan Dua Utusan Cahaya Terang.


“Ranah Kultivasi Alam Spirit Agung Delapan Puncak???”

__ADS_1


Sima Yong membatin Ketika benaknya menyelidiki sekilas kearah Long Kangjian yang menuju kearahnya.


   Lalu kemudian Kembali Sima Yong mengalihkan benaknya untuk menyelidiki kedua anak yang datang Bersama Pria berpenampilan ahli agama itu. Kembali Sima Yong dibuat terkejut Ketika selesai menyelidiki.


“Dua anak kecil yang berada di ranah Alam Roh tercerahkan Bintang Sembilan??”


“Apakah benar kedua anak itu real anak-anak? Postur mereka terlihat seperti anak kecil berusia tidak lebih dari sepuluh tahun”.


Sima Yong mau tidak mau menjadi kaget dengan penampilan tiga orang yang baru datang itu. Akan tetapi dia berusaha untuk tidak menampakkannya.


   Pria berpakaian ahli agama Tao itupun mendekati Sima Yong dan memperkenalkan diri.


“Perkenalkan, namaku Long Kangjian. Aku dari Sekte Terang di Pegunungan Terang daerah paling Barat di wilayah Barat ini” pria itu memperkenalkan diri.


“Sima Yong… aku berasal di Wilayah Utara. Orang biasa memanggilku Master Pedang berjubah hijau”


Long Kangjian terlihat terkejut Ketika mendengar julukan Sima Yong….


“Anda adalah Master Pedang Berjubah Hijau dari utara??... Apakah anda… yang telah menaklukkan tiga cultivator dari ras iblis itu?”


“Nama anda begitu populer di Wilayah Barat belakangan ini”


Sima Yong mengangguk kepala dan tersenyum. Imam Agama itu memperkenalkan dua orang anak kecil yang datang bersamanya.


“Mereka berdua ini adalah muridku. Bernama Kembar putih dan hitam. Meskipun mereka terlihat seperti anak-anak usia 10 tahun, namun usia sebenarnya mereka adalah 60 tahun”


   Kembali Sima Yong dibuat terkejut Ketika tahu bahwa murid dari Utusan Terang Long Kangjian itu ternyata telah sedemikian tua.


“Oke… sepertinya aku harus terbiasa dengan keanehan- keanehan di wilayah barat ini” Sima Yong membatin.


Setelah kedua orang itu saling berbasa basi, keadaan hening sejenak, .......


"Tuk tak tuk tak....."


Dari arah tangga terdengar Langkah kaki seseorang yang sedang menuju kearah mereka.


Ketika oramg itu telah tiba di lantai dua, terlihat penampilan pria yang baru datang ini seperti seorang perwira dari kalangan istana kerajaan.


Usianya masih muda sekitar 35 tahun dengan kumis tipis menghiasi wajahnya yang tampan dan bertubuh tinggi langsing.


   Imam Long Kangjian berbisik kepada Sima Yong,


“Itu adalah seorang praktisi di ranah Alam Spirit Agung Bintang enam. Dia adalah agen rahasia Kekaisaran Atap Langit di Barat sini”.


“Terdapat beberapa Kekaisaran di barat..... namun Kekaisaran Atap Langit adalah salah satu yang terkuat di Barat".

__ADS_1


"Nama pria itu dikenal orang dengan sebutan Panglima Dawa. Dia adalah seorang praktisi yang ahli didalam seni beladiri telapak tangan”


*Bersambung*


__ADS_2