
Ye Bing Qing saat itu tampak menaiki tangga menuju lantai dua Restoran Kembang Asmara. Diam-diam Sima Yong mengintip kultivasi gadis itu dari kejauhan..
"SAINT Level 3 dan Master Jiwa Surgawi Puncak. Sedikit lagi menembus kekuatan jiwa SAINT " Batin Sima Yong gembira. Gadis itu betul-betul menunjukkan perubahan kultivasi yang significat.
Ketika Ye Bing Qing telah duduk di meja bersama-sama dengan dia, Sima Yong memuji-muji gadis itu,
"Bing Qing. Tak kusangka waktu setengah bulan ini telah merubah kultivasi anda menjadi lebih meningkat lagi"
"Ah.. Saudara Yong. Anda bercanda denganku. Bukankah kamu sendiri yang memberikan beberapa pil penerobosan pada pertemuan terakhir kami?
Lagipula, demikian banyaknya misi yang di tugaskan organisasi padaku. Diriku sibuk menjalankan menyelesaikan misi tugas, pergi bertempur kesana kemari demi imbalan beberapa pil peningkatan kultivasi.
Well, anda tahu bukan? Selain pelatihan kultivasi yang rutin serta beberapa faktor eksternal,... seni pertempuran lah dalam hal ini yang sangat mempercepat kita para seniman bela diri ini untuk mampu melakukan penerobosan kultivasi..." demikian Bing Qing menjawab pujian Sima Yong sambil merendah.
"Betul adanya ... Tanpa melakukan praktik seni pertempuran, rasanya akan sangat pelan peningkatan kultivasi seorang seniman beladiri" timpal Sima Yong.
Kedua sahabat itu lantas asik didalam percakapan saling berbagi cerita. Bing Qing bahkan ternganga ketika Sima Yong menceritakan keadaannya sekarang,
"Apa? Anda adalah Semidevil Peringkat Sepuluh Neraka Dunia?" tatapan gadis itu seolah-olah tidak percaya dengan pendengarannya.
Sima Yong lantas mulai mengisahkan perjalanannya. Bagaimana dirinya di buru di wilayah tengah, dan melarikan diri sampai ke Neraka Dunia.Ye Bing Qing memperhatikan serius. Lalu di bagian-bagian pertempuran melawan beberapa SAGE Sekte Super, bola mata Bing Qing menyala dalam pemujaan.
"Wuih... Kapan-kapan anda harus mengajarkan Bing Qing beberapa teknik pedang saudara Yong.
Setelah memasuki kultivasi di peringkat SAINT ini, Bing Qing merasakan teknik pertempuranku terlalu ketinggalan jaman di banding banyak ahli di Kota Kuno sini.
Bahkan semua item roh pertempuranku terasa usang ketika berhadapan dengan ahli-ahli ditempat ini. Sayang sekali biaya untuk membuat perangkat pertempuran roh demikian tinggi. Bing Qing harus banyak menabung untuk mengumpulkan biaya menyewa ahli Refiner ternama di Kota Kuno" kedua orang itu melanjutkan percakapan sambil tertawa.
Sima Yong lantas menawarkan diri untuk menyuling perangkat roh immortal secara free untuk Ye Bing Qing.
"Benarkah? Apakah anda telah mempelajari teknik menyuling senjata dan perangkat rohani?"
"Anda tinggal mengumpulkan pecahan atau fragment logam roh, dan memberikannya kepadaku. Hasil karya ku tentu saja tidak kalah dibanding dengan karya refiner-refiner ternama" jelas Sima Yong. Lanjutnya,
"Kelak, setelah aku menyelesaikan misi ini, aku akan menemui kamu dan memberi beberapa petunjuk pukulan pedang, pada kelas DAO. Terlalu sulit untuk mendapatkan teknik pedang peringkat Immortal" janji Sima Yong. Ye Bing Qing lalu merasa puas dengan janji pria itu.
Makanan pun mengalir dari dapur restoran. Hidangan-hidangan sayuran dan buah-buahan sudah pasti menjadi hidangan utama siang hari itu.
Saat itu Sima Yong dan Ye Bing Qing telah memulai santap siang mereka. Lalu samar-samar terdengar suara kaki dua orang yang melangkah dengan kasar di lantai bangunan restoran itu.
"Tenaga yang di salurkan kaki salah satu diantara mereka, menunjukkan dirinya adalah seorang ahli minimal kuasi Alam Melintas SAGE" batin Sima Yong. Namun dia berusaha tidak memperdulikan bunyi suara kaki yang seolah memamerkan kultivasinya kepada semua orang dalam restoran itu.
Ketika Sima Yong melirik kemulut tangga, hampir saja anak muda itu tertawa. Mengapa?
Sima Yong hampir tertawa karena dia melihat yang baru-baru saja naik ke lantai dua ini adalah Gadis angkuh Klan Xu yang bernama Xu Lanhua itu. "Baru saja diperbincangkan tadi di organisasi kami tentang gadis ini, sekrang dia muncul dihadapanku"
Sementara itu, tampak berjalan disamping Nona Xu itu, seorang perempuan tua, usia tujuh puluh tahun lebih.
"Rupa-rupanya perempuan tua inilah yang memiliki kultivasi Kuasi AlamMelintas SAGE.
Sepertinya sebentar lagi akan terjadi pertunjukan mari kita lihat sama-sama" Sima Yong memasukkan satu ketul roti kukus kedalam mulutnya.
Sekonyong-konyong sebuah suara nyaring, terdengar didalam nada memerintah, suara seorang gadis terdengar..
__ADS_1
"Kalian berdua !
Kalian manusia kasar itu.. Minggir dan berikan kursi itu untuk nona muda ini. Kalian telah mengambil tempat yang menjadi kebiasaan nona muda ini duduk bersantai di siang hari !
Kalian tidak kenalkah dengan Nona muda Klan Xu ini?"
Sima Yong menatap wajah Ye Bing Qing dengan heran,
"Kita berdua kah yang di maksud dengan orang kasar?" dia betul-betul terkejut.
Baru kali ini Sima Yong menemukan seseorang yang tanpa malu-malu langsung menghina dirinya pada kesempatan pertama. Dia melirik penampilannya,
"Meskipun mantel pelindung ini terbuat dari kain kasar, dan warna bajuku ini berwarna kelabu tidak menarik, tidak tahukah gadis angkuh itu, jikalau jubah kelabu sederhana ini di buat khusus oleh Kaum Jingling Sekte Hui Tianshi (Malaikat Kelabu) di Wilayah Tengah sana?
Proses menenun jubah menggunakan nyanyian sihir itu, tidak akan dapat dia beli dimanapun di belahan benua ini?"
Sima Yong merasa akan pingsan melihat seorang gadis yang sedemikian angkuhnya. Sementara itu, Ye Bing Qing sendiri juga terlihat was-was. Sebagai seorang ahli yang telah lama berada di Kota Kuno, Ye Bing Qing tahu reputasi Nona muda Xu itu.
Dengan acuh tak acuh, Sima Yong menjawab. Katanya,
"Aku tidak peduli dengan apa julukan kamu. Yang aku tahu, kami berdua terlebih dahulu duduk di tempat ini.
Silahkan menyingkir jika kamu tidak ingin di lantai dua sini"
Bum !
Seisi lantai dua seketika menjadi hening. Suara ribut-ribut ketika orang bercakap-cakap langsung terhenti.
"Apakah pria muda itu sudah gila?"
"Apakah udik pedesaan itu tidak kenal dengan Lima Klan Super di Kota Kuno?
Tatapan jijik dan iba bercampur, ketika orang-orang menatap Sima Yong dan Ye Bing Qing.
Wajah Nona Xu Lanhua itu seketika berubah jelek. Dia mengancam,
"Kamu sudah mati. Ya kamu sudah mati ketika berani menghina nona muda ini
Tinggalkan kepala kamu udik pedesaan, sekalian dengan kepala perempuan murah itu"
Suara pedang terdengar melolong, ketika Nona Xu Lanhua mengayunkan pedangnya dalam gerakan Seni Pedang Sepuluh Tebasan Maut.
"Tinggalkan kepalamu pela**r !"
Terlebih-lebih dahulu teknik pedangnya menebas dalam sepuluh gerakan aneh mengunci kepala Ye Bing Qing.
Kontan saja Ye Bing Qing tidak menyangka sama sekali. Sangkanya Nona Xu itu akan menyerang Sima Yong terlebih dahulu, namun siapa mengira kalau gadis itu demikian licik. Dia menduga sepertinya akan sulit berhadapan dengan Sima Yong, lalu dia mengincar Ye Bing Qing yang duduk tidak jauh.
Dalam kekagetan dan ketidak siapannya Ye Bing Qing hanya dapat berdoa
"Mati aku...
Gadis iblis ini langsung menggunakan teknik tertinggi dengan kekuatan 90 bagian dari ahli SAINT level empat.
__ADS_1
Mendadak serangan mematikan Nona Xu itu secara aneh terhenti di udara.
"S-siapa yang menyerangku?" gugup terdengar suara gadis itu tatkala dia terhenti dalam gerakan tusukan pedang.
Belum lagi hilang rasa gugupnya, tiba-tiba Xu Lanhua melihat pria muda berbalut jaket kasar itu melambaikan tangan.
Krak - krak !
Dia melongo melihat pedangnya tiba-tiba patah menjadi tiga bagian..
"i-ini senjata rohku" itu adalah sebuah pedang roh peringkat DAO. Namun pria kasar itu mematahkannya hanya dengan lambaian tangan? Xu Lanhua tidak percaya dengan penglihatannya.
Belum selesai disitu, Xu Lanhua merasakan kedua pipinya perih, terkena tamparan.
Plak !
Plak !
Gadis itu lalu terlempar, dan jatuh diantara kursi-kursi yang belum diduduki pengunjung
"Nainai !" jerit Nona Xu terdengar pilu.
Lalu sebuah suara perempuan tua terdengar dalam deru dan gulungan kekuatan penuh seorang ahli Kuasi Melintas SAGE,
"Kamu telah merayu kematian !
Tinggalkan kepalamu disini"
nenek-nenek yang di sebut Jinhua Nai-nai (Nenek Bunga Emas) itu menyodok tongkat ditangannya. Suara desingan jarum beracun meluncur dari kepala tongkat ditangannya.
"Mati !"
Akan tetapi Jin Hua Nainai dibuat terkejut, ketika itu semua jarum beracunnya rontok ketanah tanpa sebab. Lalu tanpa dia melihat apa-apa yang sedang terjadi, dia merasa dua kali sodokan keras benda tumpul yang mengenai tenggorokannya dan dadanya.
Bruk !
Jinhua Nainai tersungkur, jatuh saling tumpang tindih dengan Nona Besar Klan Xu itu. Gadis manja itu menjerit karena tertimpa tubuh Jinhua Nainai.
Orang-orang tak dapat menahan tawa ketika melihat dua pipi Nona besa Klan Xu. Pipinya membengkak serupa muka babi. Ingin rasanya dia merobek tubuh pria muda itu.
Akan tetapi semua kekuatannya telah hilang, lenyap dalam satu gerakan tak terlihat tadi. Belum lagi ketika dia melirik ke Jinhua Nainai yang berulang kali mengeluarkan tegukan darah, sambil mengeluh dadanya terasa sesak.
"Pria ini seorang ahli tingkat tinggi. Jika dia menggunakan senjata tajam, sejak awal-awal kami berdua telah mati" meskipun manja, namun Nona Xu itu tetap berpikiran waras. Dia tahu sosok di depannya bukanlah seseorang yang sederhana.
Kini ruangan lantai dua itu sekali lagi diam dalam sepi. Pria muda yang mereka anggap adalah orang udik pedesaan itu, ternyata seorang ahli yang bahkan kemampuannya setara dengan jenius-jenius papan atas Sekte Kuno.
Jinhua Nai-nai dan Nona Xu Lanhua pelan-pelan meninggalkan loteng di restoran. Nona Xu pergi setelah meninggalkan kata-kata,
"Klan Xu kami tidak akan mendiamkan hal ini.
Kamu akan mati !"
*Bersambung*
__ADS_1
Untuk membuat author lebih semangat dan tetap berkreasi melanjutkan novel ini, jangan lupa di-like, sekedar komen dan vote.
Terlebih tolong favoritkan novel ini karena Noveltoon akan menilai untuk menjadi pemasukan Author berdasarkan jumlah Favorit, komen dan like … yang tentunya juga menyemangati author. Apresiasi yang readers berikan akan menyemangati autor untuk terus berkarya di Noveltoon ini.