Kisah Dewa Pedang Utara

Kisah Dewa Pedang Utara
Pertempuran di Kristal Pink I


__ADS_3

“Tampilkan Mode perang” bisik Sima Yong sambil berlari. Dalam seketika tubuhnya terlihat telah terbalut dalam busana perang. Tubuhnya terbungkus dengan baju besi bercahaya keemasan berkilauan. Armor (baju), pelindung bahu, pedang naga air, dan celana (legging/pelindung kaki) yang dia miliki memang dari kelas Dao berwarna emas. Semua pakaian perang itu adalah dibuat dari bahan logam lentur.


   Sedangkan helm pelindung kepala, sarung tangan dan sepatu, meskipun terlihat juga dari logam lentur, namun warna yang di pancarkan berbeda. Itu adalah warna orange. Akan tetapi secara keseluruhan tidak mengurangi kesangaran penampilan Sima Yong saat itu.


   Dengan menggunakan sepatu orange (Saint) itu, maka kecepatan gerak nya menjadi jauh lebih cepat dibandingkan teman-temannya yang belum mengenakan sepatu roh seperti itu. Hanya Hattauda dan Ye Bing Qing yang saat ini telah mengenakan legging orange sehingga setidaknya tidak tertinggaL jauh dibelakang Sima Yong.


   Dalam sekejab mata, Sima Yong telah menghilang dari pandangan kawan-kawannya dan kini dia telah memasuki aula Puri Merak Emas.


******


   Sementara itu bunyi gemuruh terdengar menggetarkan hati semua orang, ketika itu di aula lantai 1 pru secara perlahan muncul sebuah benda raksasa berwarna  Pink dari bawah tanah. Benda pink itu sepertinya terbuat dari kristal yang bernyala-nyala.


“Rooaaarr…”


   Benda bulat berwarna Pink itu kini telah seutuhnya berdiri lengkap diatas lantai aula Merak Emas. Itu adalah sebuah kristal raksasa berbentuk telur dengan tinggi 15 meter dari tanah.


   Kristal pink itu berkilauan dan berpendar sambil memancarkan aliran listrik. Kristal itu terlihat begitu agung dan kuno. Aura menyeramkan terpancar dari dalam kristal, dan orang akan langsung merasa bahwa kristal pink itu tidak sesederhana kecantikan yang dia tampilkan.


“Kristal pink itu pasti telah merenggut banyak nyawa para ahli beladiri, sehingga terasa benar aura yang terpancar adalah aura haus darah, selain kuno dan agung” seorang praktisi aliansi 4 ordo berkata kepada kawannya.


“Zzzeettt” tiba-tiba sebuah sengatan terpancar keluar dari kristal dan menyengat dua praktisi dari aliansi ordo yang berada di dekat mereka. Keadaan menjadi ribut. Semua orang berhamburan untuk menghindar.


“Tolong..!!” teriak kedua praktisi itu sambil berusaha melepaskan diri dari sengat listrik itu. Melihat usaha mereka seperti sia-sia saja, keduanya kini berusaha melepaskan pukulan menggunakan pedang  untuk menghajar Kristal pink.


   Sepertinya Tindakan mereka sia-sia. Kaarena, bukannya terlepas dari sengata listrik itu, kini tenaga mereka mulai berkurang karena tersedot kristal pink. “Tolong kami… plisss” teriak salah satunya.


“Tssingg….” Sebagai jawaban permintaan pertolongan mereka, sebuah kilatan pedang pedang berkelebat dari puncak kristal pink dan memotong kepala kedua praktisi malang itu. Kepala mereka langsung terguling sejauh puluhan meter dengan tatapan tidak percaya bahwa mereka akan mati semudah itu.


   Rupanya pembuat serangan pedang ke dua praktisi ordo aliansi adalah sosok yang baru saja muncul. Kini sosok itu terlihat jelas. Dia adalah judade bertubuh tinggi langsing sambil menghunus dua buah pedang pendek ditangannya.


   Dia mengenakan pakaian ringkas ala assassin, namun didadanya tergambar logo Ordo Veteran dengan mencolok. Wajah judade itu terlihat memasang senyum licik dengan darah yang masih menetes di kedua bilah pedang pendek ditangannya.


“Ada lagi yang berniat menghancurkan kristal pink ini??” tantang assassin itu.


“Praktisi Alam Tanpa Batas bintang 1” suara para ahli ordo gabungan saling berbisik dengan keras.


“Kita dalam jumlah yang banyak. Untuk apa kita takut dengannya?” kata seorang praktisi ordo aliansi itu.


“Ayo sama-sama kita serang mahluk itu”


“Bunuh diaa…!!!”


   Puluhan praktisi ordo gabungan itu lalu bersamaan melompat menerjang dan berniat membunuh kearah assassin Ordo Veteran itu dalam satu serangan.


   Assasin judade itu hanya mengumbar senyum tipis dari balik wajah yang tersamar dengan rambut berantakannya. Dengan suara menghina dia berkata…


“Cih…. Hanya sekelompok semut… berani-berani bertingkah jumawa dihadapanku”


   Tubuh assassin itu mencelat seakan disedot  oleh kristal pink. Dengan Gerakan yang amat cepat dia seperti berteleportasi dan telah berdiri diatas kristal 15 meter itu.


   Para praktisi ordo gabungan tidak mau kalah cepat … semua senjata ditangan mereka diayunkan seakan memiliki mata dan mengunci judade assassin itu. Dalam Gerakan indah dua puluh praktisi itu kini melompat dengan senjata teracung lurus, siap membelah tubuh assassin judade dalam satu gerakan.


“tssing”


“tssing”


   Tiba-tiba puluhan anak panah terlihat membelah udara dan memotong Gerakan dua puluh praktisi ordo aliansi ditengah udara.

__ADS_1


“Tap…Tap…Tap…” tidak kurang dari tiga praktisi langsung meregang nyawa ketika beberapa anak panah yang di tembakkan itu tak dapat mereka hindari.


“Bumm… bumm….bumm…!!!”


   Bunyi keras terdengar ketika tiga praktisi yang kini menjadi mayat itu jatuh dan berdebum di lantai aula.


   Sesosok praktisi ras airen muncul lalu berdiri sambil tertawa dingin disamping assasin itu. Pakaian simple yang dikenakannya terlihat memiliki logo Ordo Veteran. Kurcaci itu memegang erat busur ditangannya yang memancarkan warna orange terang.


“Ranah Kultivasi kuasi Alam Tanpa Batas dengan senjata peringkat Saint” bisik orang-orang ramai.


“Bajingan…!!!” Kembali 17 praktisi tersisa melompat dengan indah dan siap menebas leher assassin judade yang masih terlihat santai berdiri diatas kristal pink. Pedang ditangan belasan praktisi itu kini menyala seperti haus darah.


“Wusshh….”


“Wusshh..”


“Wusshhh…”


   Tiga sosok bayangan yang memiliki tanduk dikepala, melompat dan muncul dari belakang kristal pink. Senjata pedang ditangan mereka berkilauan didalam warna orange membuat mata silau.


   Ketika itu juga, secara bersamaan kristal pink memancarkan sengatan listrik  dan membekukan sejenak belasan praktisi itu… cahaya orange dari tiga pedang ditangan tiga praktisi mogui Ordo Veteran terlihat berkelebat menari-nari. Diantara 17 orang malang itu.


   Tidak terdengar jerita kesakitan sama sekali. 17 praktisi yang berada di ranah Alam Raja bintang 7 hingga 8 itu meregang nyawa tanpa sempat berteriak. Potongan-potongan tubuh terlempar berhamburan dengan darah berceceran mengotori lantai.


   Setelah menghabisi nyawa 17 lawan, Tiga ahli pedang mogui yang memiliki kultivasi di Alam Tanpa Batas dan kuasi Alam Tanpa Batas itu berdiri dalam diam. Bagaikan patung mereka berdiri sigap disamping kristal pink.


   Tidak tampak sedikitpun mereka terengah atau memiliki nafas memburu, setelah bertempur dengan kekuatan tinggi untuk membunuh belasan praktisi dari ordo gabungan. Pedang terhunus dalam posisi siap membunuh.


   Tentu saja Tindakan itu membuat geram ahli-ahli ordo gabungan. Para ahli dari itu tidak mau tinggal diam dibantai


   Disisi lain, terdapat dua puluh praktisi lainnya, melompat dengan Teknik yang indah untuk menyerang secara langsung assassin dan airen pemanah diatas kristal pink. 20 pedang terhuunus dan mengunci leher assassin dan airen pemanah.


“Duarr….” Kembali kristal pink mengeluarkan ledakan diiringi sengatan listrik yang menyengat empat puluh praktisi yang kini dalam posisi menyerang Ordo Veteran itu. 40 praktisi itu terkejut dan mengalami stun (kejutan listrik) dan terdiam kaku beberapa detik.


"Ssreeeeettt””


“Sreeettt…”


   Demikian bunyi pedang Panjang dan pedang pendek 4 ahli Ordo Veteran yang berkelebat menebas, memotong dan menyayat tubuh puluhan praktisi dari ordo aliansi.


   Belum cukup sampai disitu. Terdengar bunyi ledakan anak panah yang berseliweran makin mempersulit empat puluh praktisi ordo aliansi bergerak leluasa. Untuk mendekati kristal pink.


   Bunyi gedebuk terdengar ramai Ketika 40 praktisi ordo aliansi itu terjatuh ke lantai dalam keadaan tidak bernyawa. Semua praktisi yang berada di ruangan aula itu terdiam sejenak.


   Keganasan perpaduan dari lima ahli beladiri Ordo Veteran digabungkan dengan kesaktian kristal pink itu, menimbulkan sedikit rasa gentar dihati mereka.


“Masih ada yang mau mencoba kami lagi?” dengan pandangan menghina assassin diatas kristal pink itu berbicara dalam nada merendahkan. Dia lalu menatap kearah ratusan praktisi 4 ordo yang telah tiba terlebih dahulu di aula itu.


“Ssuuiiitttt…” assassin itu lalu bersiul dengan kencang. Suitan itu disusul bunyi Langkah kaki berlari.


   Dari arah tangga lebar menuju lantai dua itu, berturut-turut berlari turun ratusan praktisi Ordo Veteran. Jumlah mereka kira-kira sekitar 500 praktisi dengan kultivasi diantara Alam Raja bintang 8 dan 9. Tidak ada yang memiliki kultivasi dibawah itu.


   Senjata mereka rata-rata adalah pedang, disusul pedang pendek dan puluhan pemanah. Semua mengambil posisi mengancam untuk membunuh siapa saja yang mencoba menyerang kristal, apalagi mencoba menerobos ke lantai dua.


   Kasihan benar para praktisi 4 ordo. Mereka kini terdiam dalam diam dan sepi. Berturut-turut semua dibantai Ahli Ordo Veteran sehingga nyali mereka betul-betul dibuat menciut.


“Ayo serang kami….” Tantang assassin Ordo Veteran sekali lagi.

__ADS_1


Diam dan sepi. Tidak ada Gerakan hingga lima menit……….


“Karena kalian tidak berani memulai pertempuran ini, maka biarkanlah kami yang memulainya” di iringi tawa yang keras empat praktisi ahli pedang dan assassin Ordo Veteran itu melompat dan membuat kocar-kacir ratusan  praktisi 4 ordo.


   Anak panah yang keluar dari busur milik ras airen itu turut meramaikan pesta pembantaian yang dilakukan oleh ras mogui dan judade ahli pedang itu.


   Kristal berwarna pink itu turut berpesta mengambil nyawa banyak praktisi yang ranah kultivasinya masih lemah. Banjir darah terjadi di aula lantai 1 Puri Merak Emas, sehingga udara di tempat itu tercium bau amis.


   Meski mayat berjatuhan akibat dibantai kelompok 5 praktisi ordo veteran, para ahli dari ordo gabungan tidak juga menyurutkan keinginannya untuk menghancurkan kristal warna pink tersebut.


“Semua pantang menyerah… kehormatan ordo adalah hal penting. Musnahkan Ordo Veteran. Rebut hadiah utama dari Master Puri Merak Emas….” Seseorang berteriak menyemangati semua praktisi ordo gabungan.


   Melihat kegigihan praktisi 4 ordo tersebut, 5 ahli dari Ordo Veteran semakin dirasuki keinginan membunuh. Pedang, sepasang pedang pendek dan anak panah semakin ganas merenggut nyawa.


Tiba-tiba…..


“Tranggg… trangg… trangg…trang ..!!!”


   Bunyi tajam benturan senjata tajam ketika keempat praktisi Ordo Veteran merasa tangan mereka kesemutan. Pedang dan pedang pendek ditangan masing-masing dari mereka hampir terlepas ketika berbenturan dengan cahaya keemasan.


“Siapa itu?..”


“Keluar kamu…!!” bentak salah satu ahli pedang yang memiliki kultivasi paling tinggi di Alam Tanpa Batas bintang1 puncak….


“plak…plak…plak….” Tiga tamparan di lepaskan sekali lagi ke arah praktisi ahli pedang itu, tanpa siapapun dapat melihat apa yang terjadi. Yang tertangkap mata semua orang adalah cahaya keemasan dan orange berkelebat dengan amat cepat.


   Malang benar bagi praktisi ahli pedang Ordo Veteran itu. Saking kerasnya tamparan tadi, giginya sampai-sampai copot beberapa biji. Mukanya kini bengkak bengkak bagaikan muka babi. Sosok itu berubah dari seorang dewa pembunuh yang ditakuti, kini menjadi seperti manusia babi Cu Pat Kay (kisah Sun Go Kong).


   Kini semua praktisi di lantai 1 aula Puri Merak Emas menjadi terdiam. Bahkan praktisi Ordo Veteran yang tadinya ribut mentertawakan aliansi ordo, kini mulutnya terdiam bungkam.


   Sementara itu Ahli pedang Ordo Veteran muka babi itu, kini melolong dalam kesedihan dan rasa malu. Mulutnya mengeluarkan kata-kata kotor dan jahat memaki-maki sosok yang telah membuat malu dirinya.


   Ketika dirinya tengah asik dimabuk hawa amarah itu, tiba-tiba Kembali Cahaya keemasan terlihat bergerak amat sangat cepat kearahnya dan mengunci batang lehernya…


“Kraakkk….”


   Batang leher si muka babi itu langsung patah dan terlepas menggelinding dengan mata melotot. Semua orang kini benar-benar terkejut. Itu adalah Tindakan seorang ahli, minimal di ranah kuasi Alam Pencerahan Suci.


   Kecepatan yang tidak terlihat dan kekuatan tinggi yang dengan mudah mematahkan leher praktisi Alam Tanpa Batas bintang 1 adalah setidaknya Tindakan yang dilakukan seseorang di ranah kuasi Alam kerjaan ahli tingkat tinggi di Alam Pencerahan Suci. Bahkan ahli Alam Tanpa Batas bintang enam tidak nanti dapat berbuat semudah itu membunuh ahli Alam Tanpa Batas bintang 1.


   Tidak ada seorangpun yang berani mengeluarkan suara. Semua diam…. Hiruk pikuk pertempuran itu kini seakan suasana di sebuah pemakaman. Sepi……


   Sesosok tubuh dibalut pakaian perang asing, terbuat dari logam lentur bercahaya menyilaukan, tampak muncul dari kehampaan. Wajah praktisi itu tidak terlalu jelas karena dia mengenakan semacam helm logam lentur berwarna orange. Kemilau di helm itu memudarkan raut wajah ahli tersebut.


Ketika sosok nya semakin jelas terlihat … keadaan kini menjadi gempar….


“Sage… itu pasti kelompok kaum sage…..”


“Pakaian komplit seperti itu hanya dimiliki orang-orang klan sage atau sekte suci….”


“Belum pernah aku melihat seseorang dari kelas sage seumur hidup. Sekarang aku melihat kekuatan kaum sage… satu kata.. menyeramkan…”


*Bersambung*


   Untuk membuat author lebih semangat dan tetap berkreasi melanjutkan novel ini, jangan lupa di like, sekedar komen dan vote.


   Terlebih tolong favoritkan novel ini karena Noveltoon akan menilai untuk menjadi pemasukan Author berdasarkan jumlah Favorit, komen dan like … yang tentunya juga menyemangati author. Apresiasi yang readers berikan akan menyemangati autor untuk terus berkarya di Noveltoon ini.

__ADS_1


__ADS_2