
Saat itu di dalam sebuah jurang di penghujung tanah utara, anak muda itu melompat ke udara membuat tubuhnya terlihat mencolok dengan latar belakang awan berwarna perak. Padahal kenyataannya kondisi langit saat itu sangat tidak bersahabat. Petir dan kilat silih berganti menjilat bumi, namun dengan berani dia melayang-layang di awan-awan.
Wush !
Belum lagi terjadi apa-apa, tangan kanannya telah membentuk segel, yang lalu memancing sebuah Pedang Immortal Hitam melesat keluar dari sarungnya, terbang berputar-putar seolah tengah menunggu sesuatu kejadian.
Duarr !
Saat sebuah petir raksasa keluar dari langit dengan tiba-tiba, petir dengan cepat sekali menjilat seakan ingin melahap habis si anak muda.
Sungguh mengerikan sambaran petir raksasa berkekuatan puuhan juta jin energi listrik, namun sesuatu keanehan terjadi kala itu. Pedang Hitam itu dengan mengeluarkan cahaya yang tidak kalah garangnya, bergerak cepat, bahkan terlalu cepat datang menghadang lalu membelah petir raksasa itu menjadi dua.
Duaarr !
Anak muda itu terundur beberapa tombak kebelakang, namun manfaat benturan itu adalah petir menjadi buyar seketika. Mata si anak muda menyala. Sambil mengusap setitik darah yang mengalir dari bibirnya dia berteriak mengejek,
"Hahaha.. Ini masih tidak berarti apa-apa untuk membuat Ahli Pedang ini menyerah kalah pada Petir Kesengsaraan !" dia lalu tertawa keras-keras menatap keatas, seolah mentertawakan surga.
Seakan-akan marah atas tantangan itu, kembali dari langit keluar lidah api petir yang kekuatannya jauh lebih dahsyat lagi. Akan tetapi si anak muda tidak terlihat gentar sama sekali. Tangannya selalu memberi instruksi kepada pedang Immortal Hitam untuk menghadang jilatan petir, lalu bentrokan dahsyat terjadi.
Duaarr !
Sekali lagi si anak muda terlontar beberapa tombak kebelakang. Dia terlihat baik-baik saja, bahkan tawanya semakin besar, mentertawakan Petir Kesengsaraan Surgawi itu. "Hahaha... Hanya seperti itu?"
Langitpun marah lalu kembali memuntahkan petir yang jauh lebih dahsyat lagi..
Pang - pang - pang !
Hawa murni yang dikeluarkan dari pedang tiga kali melakukan benturan dengan petir kesengsaraan, sementara si anak muda terlihat pucat ketika bentrokan terjadi. Tubuhnya terlempar jatuh ke kedalaman jurang tersebut... Bruk !
Dia terhempas keras seperti karung basah yang di hempaskan ke tanah. Namun bukannya terpuruk, si anak muda buru-buru berdiri, menatap kearah langit seakan menanti petir kesengsaraan berikut nya. Dalam amarah dia berteriak
"Apakah ini adil? Ketika lain orang mendapatkan tiga kali Petir Kesengsaraan, dan kalian memberi lima kali petir kesengsaraaan untuk ku?
Sudah sepantasnya aku memperoleh manfaat yang lebih dengan lima kali petir kesengsaraan ini"
__ADS_1
Sesudah itu, tidak terjadi lagi apa-apa. Langit tidak lagi memuntahkan petir kesengsaraan, sehingga anak muda itu kini mengambil posisi lotus, dia kemudian bersemedi melakukan penerobosan.
Sementara anak muda itu berkultivasi melakukan penerobosan, Fenomena alam yang terjadi akibat tindakan yang dia lakukan ketika menerima petir kesengsaraan, telah membuat heboh seluruh kawasan Utara Benua Penyaringan Dewa ini.
Sehari semalam dia larut didalam semedi, tanpa dia sadari telah membuat keadaan menjadi gelap, kecuali pendar-pendar perak di awan serta sebuah cahaya bintang keperakan mewarnai langit wilayah Utara.
******
Sima Yong membuka matanya, mencoba merasakan energi yang ada didalam tubuhnya yang telah memasuki ranah kultivasi SAGE itu. Seketika dia merasakan hawa murni meluap dari dantian, mengalir keseluruh meridian dan seolah-olah akan meledak di tubuhnya...
SAGE level satu...
SAGE level dua... Aliran hawa murni masih meluap seperti banjir.. SAGE level tiga. Belum juga melandai tumpahan energi murni itu...SAGE level empat... Mulai melambat... Level empat puncak... Mulai lambat dan akhirnya sisa energi murni itu menembus SAGE level lima awal dan semua luapan banjir hawa murni itu menghilang.
Anak muda itu lantas berdiri, dia merasakan sesuatu yang berubah di dirinya. Dia melihat di kedua tangan kanan kirinya. Tampak sebuah tanda semacam tatoo di masing-masing telapak tangan. Bentuk nya adalah gambar bintang, ya dua bintang di telapak kanan kiri dengan warna keperakan seperti cahaya bintang..
"Ah.. serupa benar dengan gambar bintang di relikui yang sebelum aku gunakan" pikir Sima Yong.
Dia bahkan merasakan tatapannya jadi jauh lebih tajam, dimana dalam gerakan cepat penerbangan seekor burung di udara pada jarak setengah lie diudara, dia bahkan merasa dapat mengunci gerakan terbang itu, sehingga penerbangan burung terlihat menjadi lambat.
Jarinya membuat gerakan menyentil, lalu sebuah energi kecil melesat cepat kearah burung yang terkunci dalam gerakan lambat.
Sekarang dia meraba-raba rambutnya, Sima Yong merasa rambutnya telah berubah warna sekali lagi. Sebelumnya ketika dia mengalami pentabisan di Domain ELF oleh jelmaan Naga Ti Lung, rambutnya telah berubah menjadi kelabu dan fisiknya menjadi setengah ELF. Saat ini dia melihat rambutnya semakin cemerlang warnanya, bercahaya seperti bintang.
Buru-buru anak muda itu pergi mematut diri di telaga kecil di dalam jurang.
Ternyata tidak terjadi perubahan yang banyak pada wajahnya, selain penampilannya yang semakin muda serupa anak usia 18 tahun (Kaum ELF selalu terlihat muda meskipun berusia ratusan tahun) dengan kulit yang semakin putih sehat dan bersinar bagus.
Namun rambutnya kini betul-betul cemerlang, bukan sekedar kelabu lagi.. Sehingga warna rambutnya betul-betul terlihat asing karena menjadi terang cemerlang seperti cahaya bintang. Bentuk badannya masih seperti dahulu tegap, langsing dan tinggi.
Akan tetapi satu hal yang paling istimewa selain rambut. Matanya dalam beberapa waktu, selalu terlihat bercahaya seperti cahaya bintang, sehingga mau tidak mau.. Anak muda itu mensyukuri semua manfaat yang dia dapat setelah menyerap kekuatan dari Relikui Raja Pedang Klan Elf itu.
"Setidaknya saat ini aku telah memiliki kultivasi SAGE level Lima, dengan kemampuan memainkan pedang secepat cahaya, lebih dari 30 kali kecepatan biasa" Sima Yong membatin sambil mematut-matut diri di pantulan air telaga. Dia merasa agak asing dengan penampilan remaja muda dengan rambut terang, dan telapak tangan bertato itu.
Tengah dirinya mencoba beradaptasi dengan semua penampilan baru serta peningkatan kultivasi akibat menyerap kekuatan di Relikui Raja Pedang Klan ELF, sebuah suara terdengar berbicara di benaknya...
__ADS_1
"Sepertinya Raja Pedang Kaum ELF ini menyisakan banyak sekali sisa kekuatan di relikui itu.
Anda bahkan mampu melakukan penerobosan hingga lima tingkat sekaligus. Anda seharusnya mengucap syukur dan berterima kasih kepada Raja Pedang Elf itu, bukannya bersungut-sungut dengan perubahan penampilanmu"
"Ah.. Senior Hei Jian.
Siapa bilang aku tengah bersungut-sungut? Aku hanya sekedar melihat-lihat penampilan baru yang membuatku canggung ini" jawabnya.
"Kamu jangan mematut-matut diri di air itu, seolah-olah kamu tidak suka dengan penampilan barumu itu.
Raja Pedang ELF itu memberikan begitu banyak kekuatan di relikui itu, tentu saja dia mengharapkan penerus yang memperoleh relikui itu setidaknya menghargai kekuatan yang dia berikan.
Coba kamu bermain pedang dengan Immortal Hitam. Disitu bar kamu akan sadar dan mengucapkan terima kasih tak berkesudahan pada Raja Pedang Elf itu" hardik Hei Jian.
Sima Yong mencabut Pedang Immortal Hitam sesuai perintah Hei Jian. Dia tidak ingin saling membantah dengan roh pedang itu.
"Sekarang coba kamu potong tebing jurang itu. Tidak perlu menggunakan kekuatan penuh. Pastikan kamu memotongnya dalam teknik kecepatan cahaya, dan menggabung dengan Teknik Pedang Terbang" titah Hei Jian.
Tidak menunggu perintah lebih lama, Sima Yong melakukan hal yang di perintahkan Hei Jian. Dia menutup mata...
Tar !
Tidak terlihat ada gerakan apapun, tahu-tahu tebing jurang setinggi setengah Li atau 1.640 kaki itu lenyap terpapas kuntung. Adapun sisa tebing yang terpapas itu lenyap dalam kehampaan.
Sima Yong di buat ternganga dengan hal itu. Sementara suara Hei Jian tertawa dingin didalam benaknya,
"haha anak muda. Masih lagi kamu tidak bersyukur?"
Buru-buru Sima Yong bersujud dan mengucapkan terima kasih kepada Raja Pedang Elf yang telah memberikan begitu banyak sisa kekuatan di relikui yang dia serap itu.
"Kelak reruntuhan domain ini akan menjadi Sekte yang akan aku pimpin"
Sima Yong lantas memasang berbagai araay pelindung dan penyembunyi pada reruntuhan itu. Setelah beberapa saat dia terlihat puas.
"Saat nya pergi menemui Patriak Klan Xu"
__ADS_1
*Bersambung*
Halo semua. Terima kasih sudah membaca dan menyukai Novel ini. Dan untuk membuat author lebih semangat lagi, selalu berikan like ya. Jangan lupa favoritkan dan ekomendasikan novel ini... Terima kasih dan semangat membaca...