Kisah Dewa Pedang Utara

Kisah Dewa Pedang Utara
Utusan Peringkat SAINT


__ADS_3

Meirenyu duduk di meja yang pemandangannya menghadap ke jalanan Kota Bintang Jatuh. Dai sengaja memilih tempat duduk dengan pemandangan itu, untuk melihat-lihat ke arah luar.


Ketika pelayan menyajikan hidangan yang terbuat dari daging Magical Beast... perempuan itu dengan rakus menyantap semua hidangan yang tersedia dan arak yang disajikan. Merasa belum puas dan belum kenyang, Meirenyu memesan tambahan daging dan arak. Bagi nya, masakan penyaji makanan di Kota Bintang Jatuh itu adalah yang terbaik.


Meirenyu tidak memperdulikan tatapan terkejut pelayan, tatkala dia meminta tambahan daging dan minuman arak itu. Seorang perempuan cantik berjalan sendirian, ditambah nafsu makan yang besar itu... membuat pelayan merasa heran.


Meirenyu sendiri tidak mempermasalahkan biaya yang timbul atas pesanannya yang cukup untuk lima orang dewasa. Dia memiliki banyak uang yang di jarah dari MAo Po Sin dan kelompoknya di tepi ujung dunia. Bahkan Meirenyu memikirkan akan mngganti penampilannya menjadi menyerupai laki-laki. Dia mulai merasa terganggu dengan tatapan-tatap penuh gairah dari laki-laki hidung belang yang selalu menatapnya, di sepanjang perjalanan...


"Di negri asing ini, semua laki-laki benar-benar menganggap lemah bagi kelompok dari gender perempuan".


***


Sambil meletakkan 100 Energi Stone peringkat tinggi peringkat tinggi diatas meja, Meirenyu berkata kepada pelayan yang mata nya melotot alat pembayaran sebanyak itu. Jika dihitung dengan sdikit melebih-lebihkan angka, seharusnya semua nilai yang harus dibayar wanita cantik itu tidak lebih dari 50 Peringkat Tinggi Energi Stone. Namun perempuan itu dengan royal membayar sebesar 100 Energi Stone.


"Kamu dapat mengambil sisanya, setelah kamu memberikan informasi yang aku butuhkan" kata Meirenyu.


Sambil terbungkuk penuh hawa menjilat, pelayan itu berkata...


"Apapun informasi yang nyonya inginkan... sepanjang itu terjadi di Kota Bintang Jatuh ini, maka pelayan ini mengetahuinya. Pengalaman sepuluh tahun bekerja di Restoran Youya ini, membuat pelayan ini memiliki banyak informasi. Nyonya dapat mengajukan pertanyaan" Pelayan itu berusaha menyembunyikan hawa kegembiraan setelah melihat jumlah keuntungan yang akan dia raib.


Meirenyu mengeluarkan dua lembar kertas yang bergambar dua wajah manusia. Masing-masing laki-laki dan perempuan.


"Dahulu... mungkin tiga atau empat tahun yang lalu... ketika Kota Bintang Jatuh kedatangan tamu dari berbagai Sekte Bintang enam sehubungan perebutan Warisan yang dikenal dengan nama Elf Abu-abu... apakah kamu pernah menjumpai dua orang ini???"


Seketika wajah pelayan itu berubah serius. Dia memperhatikan dengan cermat, gambar kedua anak muda di lukisan itu. Pelayan itu berusaha membongkar semua kenangan di kepalanya. Setelah beberapa saat, dia menjerit kecil lalu berkata,

__ADS_1


"Aku ingat... kedua anak muda itu pernah berkunjung ke Restoran Youya pada masa itu. Mereka datang dengan seorang pria muda yang sepertinya adalah atasan mereka berdua. Seingatku, kedua tuan ini lantas tinggal beberapa saat di Klan Wu, lalu lama tidak terdengar kabar tentang mereka. Desas-ssus mengatakan bahwa mereka melarikan diri setelah sekian lama di sembunyikan orang-orang Klan Wu"


"Tampak nya kedua anak muda itu di kejar sekelompok ahli, yang bahkan Klan Wu sendiri tidak mampu untuk melawan" Pelayan itu mengakhiri penjelasannya.


Wajah Meirenyu berubah menjadi tidak sedap.


"Jika aku mesti bertanya di Klan Wu, kira-kira dngan siapa aku harus mengkonfirmasi keberadaan dua anak muda itu???". Meirenyu berusaha tidak terlihat gugup.


"Wu Wengtian... Salah satu Penatua Klan Wu yang bernama Wu Wengtian adalah sosok yang terdengar merupakan pelindung dua anak muda itu, ketika mereka bersembunyi di Klan Wu".


"Seluruh Kota tahu kejadiannya manakala Klan Wu di serang kelompok jahat yang meminta dua anak muda itu diserahkan dan Penatua Wu Wengtian yang bertempur untuk melindungi dua anak muda itu. Tidak terdenar kabar selanjutnya, namun berita burung berkata bahwa Penatua Wu terluka dalam pertarungan, sementara dua anak muda itu berhasil meloloskan diri".


Meirenyu mendesis dalam nada cemas. Dua orang murid masternya sepertinya dalam bahaya. Dan itu kejadian beberapa tahun yang lalu. Buru-buru dia mengucapkan terima kasih, lalu Meirenyu menghilang didalam kerumunan keramaian Kota Bintang Jatuh.


>>>>>>


Pihak pemilik toko berusaha untuk tidak bersikap aneh ketika perempuan cantik itu memesan beberapa kpakaian pria lalu mencoba mengenakannya. Bekerja puluhan tahun di Kota Bintang Jatuh yang penuh dengan ahli-ahli beladiri, mengajarkan pemilik toko itu diam dan tidak banyak bertanya. Hal-hal yang lebih aneh lagi pernah dilihatnya, apalah artinya ketika melihat seorang wanita membeli pakaian pria lalu mengenakannnya.


Meirenyu memilih pakaian rapih yang tidak terlalu mencolok, berupa pakaian Kaum Sastrawan. Dia melengkapi penampilannya dengan kopiah yang sering dikenakan kaum sastrawan dan membawa kipas. Berpenampilan sebagai kaum pelajar adalah pilihan terbaik untuk tidak terlalu mencolok, dibanding mengenakan pakaian metereng yang sering dikenakan para praktisi ahli bela diri.


Setelah merasa penampilannya pantas dan tersamar, Meirenyu memasang kumis palsu sesuai saran pemilik toko lalu berjalan menuju Klan Wu.


>>>>>>


Hari menjelang malam, mendekati kentongan pertama tatkala Klan Wu kedatangan seorang pria halus kaum terpelajar.

__ADS_1


"Morenyu namaku... dan aku ingin bertemu Penatua Wu Wengtian. Tolong sampaikan ke Penatua Wu, seorang kawan lama pembuat jimat dari memintaku untuk bertemu beliau"


Pelayan Klan Wu terlihat seperti enggan untuk menyampaikan pesan Morenyu (Meirenyu) kepada Penatua Wu Wengtian. Saat itu hari terlanjur malam dan kentongan pertama telah berbunyi...


"Terlalu malam untuk berkunjung, apalagi menjenguk seseorang yang kurang sehat" demikian pelayan Klan membatin di dalam hati.


Akan tetapi betapa terkejutnya pelayan itu, Penatua Wu bukannya memarahi karena mengganggu ketenangan menjelang malam.... malahan memerintahkan agar dia mengantar Sastrawan muda itu bertemu Penatua Wu di ruang keluarga.


Meirenyu sedikit terkejut ketika menemui seorang pria tua yang terlihat sakit di ruang keluarga.


"Pria ini terluka dalam... jika dia tidak diberikan pil penawar tingkat tinggi, aku yakin hidupnya tidak akan lebih dari satu tahun kedepan"....


***


"Uhuk- tuan... apakah anda adalah utusan dari teman lamaku anak muda pembuat jimat itu??" Elder Wu bertanya dengan ragu-ragu. Dia sedikit tidak percaya. Seorang temannya yang dulu berhubungan baik dengan "Sima Yong" ahli Simbol itu, telah lama menghilang semenjak berburu warisan di Domain Elf abu-abu.


Meirenyu merepatkan dua tangannya membungkuk memberi hormat,


"Benar adanya. Namaku Morenyu. Aku adalah utusan taunku Sima Yong untuk mencari keberadaan dua orang muridnya. Jika Penatua Wu memiliki informasi keberadaan kedua murid itu, mohon membagi informasi kepadaku" Meirenyu sekali lagi membungkuk memberi salam hormat. Dia mengeluarkan aura nya secara sekilas dan menerpas wajah Penatua Wu.


"S-SA-SAINT???" anda seorang praktis ahli dia ranah SAINT. Mulut Penatua Wu terbuka, dia melongo. Rasanya tidak percaya. Seseorang dengan tingkat kultivasi setinggi itu berdiri di hadapannya.


Bahkan ahli SAINT ini berkata bahwa dia adalah bawahan Sima Yong di Ahli Simbol itu??? Wu Wengtian benar-benar tidak percaya. Lagi pula... tidak pernah sedikitpun dia pernah mendengar berita bahwa terdapat Ahli Peringkat Tinggi "SAINT" berkeliaran di kawan Barat sini. Bahkan Leluhur Klan Ras iblis yang mengerikan Mao Po Sin itu, tidak akan berarti di hadapan pria pelajar ini...


*Bersambung*

__ADS_1


   Untuk membuat author lebih semangat dan tetap berkreasi melanjutkan novel ini, jangan lupa di-like, sekedar komen dan vote.


   Terlebih tolong favoritkan novel ini karena Noveltoon akan menilai untuk menjadi pemasukan Author berdasarkan jumlah Favorit, komen dan like … yang tentunya juga menyemangati author. Apresiasi yang readers berikan akan menyemangati autor untuk terus berkarya di Noveltoon ini.


__ADS_2