Kisah Dewa Pedang Utara

Kisah Dewa Pedang Utara
Keangkuhan Zhao Changyi


__ADS_3

“Aku mengaku kalah” Guo Ying berkata dengan lesu.


Dan Penatua Du weiheng berteriak dengan keras,


“Babak pertama dimenangkan Wang Yong dari Puncak Hijwu atas Guo Ying Puncak Kegelapan”


Diiringi gemuruh suara tepuk tangan dan sorak penonton, Wang Yong melompat turun dari arena dan duduk di tempat Finalis tournament. Guo Ying juga terlihat turun dari arena dan diberi semangat oleh peserta lainnya yaitu Hu Yat Sen. Pada kenyataannya mereka berdua memang bersahabat,


“Siapkan tenagamu untuk pertarungan pedang berikutnya saudaraku, biarkan aku yang akan menghancurkan anak itu” Hu Yat Sen memberikan kata-kata hiburan kepada Guo Ying.


“Kamu harus berhati-hati saudara, dia tidak sesederhana yang kamu lihat” Kata Guo Ying sambil mengarahkan pandangan dengan rumit kearah Wang Yong yang sementara duduk beristirahat.


“Anak itu memiliki Teknik pedang yang aneh Ketika dia mengeksekusi Teknik pertahanan. Sungguh membuat lawannya menjadi lengah dan ceroboh lalu kemudian dia akan mengambil


keuntungan daei kecerobohan lawan.” Kata Guo Ying dengan pelan.


*********


“Pertandingan berikut adalah pertarungan adu pedang antara Lin Hong dari puncak merah melawan Zhao Changyi dari puncak biru…!!” Kembali suara Penatua Du Weiheng menggelegar terdengar.


Dua sosok bayangan melesat kearah arena tournament itu. Lin Hong telah menghunuskan pedang nya sementara Zhao Changyi mencoba memprovokasi dengan kata-kata,


“seorang gadis cantik dengan pedang terhunus akan tetapi apakah kemampuan pedangmu secantik wajahmu?”


lalu kemudian Zhao Changyi tersenyum mengejek. Zhao Changyi sejak lama menaruh hati kepada Lin Hong namun tidak digubris oleh Lin Hong. Hal ini menimbulkan rasa dendam didalam hati Zhao Changyi.


“Kamu akan mengetahuinya Ketika kamu mencoba pedangku” lalu pedang ditangan Lin Hong berkelebat menari-nari dalam Teknik Tarian Dewi Perang. Sebuah Teknik Pedang yang sangat cocok di gunakan Wanita. Apalagi wanita itu secantik Lin Hong. Tubuh yang mengenakan gaun merah itu kemudian menghilang kearah Zhao Changyi dengan Gerakan indah namun cepat dan itu seindah tarian seorang dewi. Indah namun penuh bahaya yang mematikan seperti dewi perang.

__ADS_1


Zhao Changyi menyambut Gerakan Tarian Dewi Perang itu dengan pengerahan tenaga Qi Alam Kondensasi Roh sebesar 60%. Ketika pedang mereka berbenturan, tangan Lin Hong terasa bergetar dan kesemutan namun dia tidak membiarkan hal itu menekan dirinya. Pada pertempuran selanjutnya pedang di tangan Lin Hong selalu lincah menghindari bentrokan berulang. Dan ketika melihat kesempatan lengah dari Zhao Changyi, Lin Hong melakukan gerakan menebas ke bagian kepala Zhao Changyi. Tebasan itu terlihat bagaikan Gerakan gemulai seorang penari dan berisi tenaga Qi yang mematikan.


Merasa bahwa kekuatan pertempuran mereka menjadi seimbang maka Zhao Chanyi menambah kekuatan Qi sebesar 80% ke tangannya lalu kemudian menangkis tebasan pedang yang terarah ke lehernya dengan Teknik Pedangnya.


“Trangggg…!!!”


Bunyi bentrokan karna benturan pedang terdengar keras. Pada pertemuan senjata kali ini benar-benar membuat Lin Hong senewen karena hampir saja pedang ditangannya terlepas dari genggamannya. Lin Hong kemudian memaksimalkan pelepasan energi Qi sebesar 100% ke tangannya dan sebisa mungkin dia menghindari bentrokan pedangnya dengan pedang Zhang Changyi.


Zhao Changyi diam-diam sangat gembira Ketika melihat tangan Lin Hong yang gemetar Ketika bentrokan senjata keduanya. Sambil tertawa didalam hati, pedang ditangannya melepaskan Teknik Pedang Kedalaman Lautan sehingga pedang berdesir dengan membawa yang berat terarah ke Lin Hong.


Lin Hong kemudian dengan lincah bagaikan Gerakan penari melompat tinggi dengan gerakan ikan melentik guna menghindari irisan aura Kedalaman Lautan Pedang yang di buat Zhang Changyi menerjang kejam ke dirinya.


Angin tusukan pedang itu terasa sangat berat dan dapat dipastikan mengandung energy Qi yang sangat kuat dan dapat meninggalkan cacat irisan pedang ketika tusukan di lepaskan. Lin Hong bersyukur ketika melompat keatas untuk menghindar, hanya sepenggal bagian dari kain bagian bawah gaunnya terpapas kuntung oleh tekanan pedang dan melayang jatuh. Tidak dapat dia bayangkan jika itu adalah kakinya yang kena tusukan.


“Keparat, orang gila ini berniat membuat cacat diriku. Memang kemampuan kekuatan Alam Kondensasi Roh 2 nyata benar lebih kuat dibandingkan kekuatanku di Alam Kondensasi Roh 1 ini. Aku hanya dapat bergantung pada Teknik kelincahan dari Tarian Dewi Perang ini” Lin Hong mencuri bernafas sejenak sambil memikirkan taktik tempur berikutnya.


Diam-diam Master Puncak lainnya melirik penuh rasa iba ke arah perempuan paruh baya yang juga merupakan salah satu Ahli Pedang Ternama dari Sekte Pedang Awan. Kata-kata hiburan beeusaha diucapkan dengan penuh penghiburan ke Master Ni Juan, sehingga pada akhirnya dia abisa memiliki sedikit senyum diwajahnya.


Kembali ke arah pertempuran di tournament antar jenius di Sekte Pedang Awan. Saat itu suara menderu-deru disebabkan angin kencang terdengar begitu keras ketika Zhao Changyi meggerakkan pedang nya, lalu berlari dengan cepat menuju Lin Hong dengan teknik pedang yang membawa tekanan sangat berat.


Lalu kemudian pedang itu menebas, dan disambut dengan Gerakan lincah seakan penampilan tarian seorang Dewi. pertempuran hebat terjadi dan kedua tubuh mereka tertutupi oleh aura dan sinar pedang yang berkelabat.


Bentakan, teriakan dan kata-kata penambah semangat terlontar dari mulut kedua praktisi pedang yang muda usia itu.


Lebih dari satu jam pertempuran antar kedua praktisi pedang ini berlangsung. Terlalu sulit untuk menentukan siapa yang akan memenangkan pertempuran diantara mereka. Dan pada akhirnya ketika adu pedang antara mereka berdua mencapai puncaknya, diiringi dengan bentakan keras,


“Istirahat…!!!”

__ADS_1


Sebilah pedang terlihat terlempar keluar dari arena dan Nampak didepan mata semua orang, posisi pedang Zhao terarah melekat dekat sedekat 1 centimeter di leher Lin Hong.


Zhao Changy berbisik dengan dingin,


“Ayo berteriak dengan keras.. katakan kalau kamu kalah dariku, gadis cantik” Terlihat senyum penuh ejekan merendah. Senyum ejekan yang tergambar di wajahnya benar-benar membuat Lin Hong merasa muak.


Tanpa bergerak sedikitpun dan seolah tidak takut pedang yang dekat ke lehernya dia berkata,,


“Tidak akan sedikitpun aku menyenangkan hatimu dengan mengatakan bahwa kau menyerah. Apalagi mengaku kalah. Biarkan Penatua Du Weiheng yang akan memutuskan dan mengumumkan hasil pertarungan ini”


Lin Hong benar-benar tidak memikiki rasa takut. Dia yakin benar kalau Zhao Changyi tidak akan berani untuk mengiris lehernya. Terlalu banyak saksi mata ditempat itu. Apalagi ada master puncaknya yang jelas-jelas akan mengambil Tindakan Ketika Zhao Chanyi mencoba-coba bermain gila dengan mengiris lehernya.


Melihat kondisi kedua kontestan yang diam mematung selama 3 menit tanpa ada sedikitpun pengakuan bahwa yang satunya telah kalah, maka Penatua Du Weiheng segera mengambil Tindakan untuk memberi pengumuman.


“Lin Hong kalah pertempuran ini dimenangkan Zhao Changyi dari puncak Biru”


Berjalan menuju keluar dari arena itu, lalu kemudian Lin Hong berbalik kearah Zhao Changyi yang berdiri dengan gagah dibelakangnya. Dia mengeluarkan kata-kata,


“Aku berharap dalam ajang adu pedang berikutnya, kamu akan bertekuk lutut di kaki anak kecil bernama Wang Yong Itu’


Lalu dengan wajah dingin dan mendengus penuh hinaan dia turun dari Arena Kompetisi Jenius Sekte Pedang Awan.


*Bersambung*


Dear Readers,


Hari ini Novel Kisah Dewa Pedang Utara akan terbit 3 episode untuk memenuhi keinginan kalian dan juga karena sesuai info dari author bahwa Hari Sabtu dan Minggu hanya akan terbit 1 episode. jadwalnya adalah jam 8 pagi, jam12 siang dan jam 5 sore. semoga kalian menikmati novel ini. salam

__ADS_1


__ADS_2