Kisah Dewa Pedang Utara

Kisah Dewa Pedang Utara
Ahli Alam Melintas Immortal ii


__ADS_3

Melihat serangannya berhasil, sudah seharusnya Ye Keung bergembira. Namun ekspresi suram Ye Keung tetap terlukis di wajahnya, ketika dia melihat Domain darah Raja Pedang iblis secara ekstrem terkoyak berkeping-keping dan berkurang kekuatannya.


Dia sadar semua serangannya akan mampu seniman bela diri di tahap SAGE atau Kuasi melintas Immortal seperti Sima Yong. Dia menerka-nerka dan berharap banyak, meskipun mampu bertahan dari serangan Domain Pedang darah Raja iblis, setidaknya Sima Yong itu seharusnya telah terkapar dan terluka parah. 


Namun baru saja Ye Keung akan melepas tawa dan membuat senyum, seketika bibirnya menjadi beku. Dia menyaksikan sendiri dengan tanpa daya ketika badai domain gelap hitam lari dari depannya membawa cahaya pedang berwarna hitam menusuk ke arah nya.


Aura pedang hitam itu bukan hanya mengandung kekuatan hitam Raja Pedang terbang, namun di dalamnya terkandung kekuatan Niat Pedang level lima interpretasi Niat Pedang, mengarah langsung ke dadanya! 


"Celaka ! Niat Pedang !


Bagaimana bisa dia mengirim serangan balik mengandung niat pedang, ketika dia sendiri kerepotan dan terluka seperti itu?"


Kecepatan tikaman Interpretasi Niat Pedang itu terlalu cepat. Sangat cepat sehingga Ye Keung tidak menyangka kalau seseorang dapat mampu melakukan gerakan pedang secepat cahaya. Kembali lagi dia teringat akan naskah-naskah kuno yang membahas tentang sekte-sekte kuno yang dapat melakukan gerakan pedang secepat cahaya.


Saat itu, Ye Keung telah kehabisan banyak energi hawa murninya, ketika dia berulangkali membentuk Domain darah Raja Pedang iblis. Hawa murninya belum pulih sepenuhnya dan dia tidak mampu membentuk domain baru. Saat kritis ini, Ye Keung tidak memiliki kesempatan untuk melawan serangan ini! 


Serangan Pedang itu akan menembus dadanya! 


Detik-detik berbahaya itu terjadi, namun seketika kemampuan alami defense (kemampuan blokade dan pertahanan) dan evasion (kemampuan kelincahan dan berkelit) keluar dari rompi roh peringkat immortal yang dikenakannya, menggeser tubuhnya untuk menghindari tikaman cahaya pedang hitam.  


Kekuatan dan arah pedang Hitam Immortal berpindah dari seharusnya menikam jantungnya, bergeser menuju tulang selangka Ye Keung. Ye Keung selamat ! "Setidaknya bukan jantung !"


Dengan hawa murni yang telah terkuras habis, Ye Keung tidak dapat untuk menghentikan gerakan pedang hitam barang sedikitpun yang dengan brutal mengoyak daging di selangkanya.


Darah lantas menyembur keluar, terbang bersama angin. Ye Keung lantas terbatuk-batuk, ketika zirah kuning emas itu terkoyak-koyak menampakkan daging kemerahan sobek penuh darah segar. 


Ye Keung kini terengah-engah, sesak nafas seperti orang sekarat. Bahkan zirahnya menjadi robek, pertanda pedang hitam di tangan anak muda itu bukanlah pedang biasa-biasa saja.


"Serangan mengerikan macam apa ini? Setelah terlempar karna benturan hawa murni, bahkan dengan punggung tertebas pedang, di masih memiliki cukup hawa murni untuk menyerang balik?" pikir Ye Keung kalut.


"Jika aku tidak mengenakan rompi peringkat immortal peninggalan Raja Pedang iblis, kemungkinan besar aku telah mati. Pedang hitam itu mungkin telah menusuk jantungku!"


"Ye Keung Situ terluka parah! Serangan pedang Sima Yong terlalu mengerikan!"

__ADS_1


"Pedang Sima Yong bahkan tidak rusak setelah melewati domain pedang darah yang mengerikan itu"


"Apakah tebasan Sima Yong itu mengandung kekuatan yang di sebut Niat Pedang? Siapa akan menyangka, Ye Keung yang seharusnya memenangkan duel ini, tiba-tiba terluka !"


Hampir tidak ada orang yang percaya kalau Sima Yong akan menang kali ini. Dari awal pertarungan, sejak Ye Keuang menerobos menjadi ahli di Alam Melintas Immortal, Sima Yong telah terdesak dan seolah berada di posisi yang kalah.


Namun sekarang, setelah semua keadaan berputar, persis sesuai dengan roda kehidupan yang selalu berputar. Pedang Immortal Hitam di tangan Sima Yong kini melukai Ye Keung. Bahkan ketika tubuhnya masih dilindungi rompi roh peninggalan Raja Pedang iblis, Ye Keung masih menjadi terluka parah..


Alasan utama di balik semua kemampuan Sima Yong ini adalah, hawa murni yang senantiasa di pompa dan dipompa berulang kali tiada berkesudahan, serta penyembuhan berulang kali yang di pompa dari Gerbang Penyembuhan di Klavikula Sima Yong.


Selain dari pada itu, Niat Pedang Interprestasi Niat Pedang yang dia eksekusi, menjadi serangan mematikan. Itu adalah sebuah kemampuan langka yang di kombinasi dengan teknik-teknik yang ada, membuat Sima Yong menjadi seperti raja-raja pedang dari masa kuno.


Di sisi lain, Sima Yong harus sepenuhnya menahan serangan Ye Keung. Meskipun keduanya terluka, terdapat perbedaan dalam tingkat keparahan luka masing-masing mereka. Sima Yong telah terbatuk-batuk darah, sementara Ye Keung dengan otot selangka yang terkoyak, berulang kali menyemburkan darah.


******


Saat ini setelah lewat keduanya terluka, Ye Keung berdoa dalam hati. Dia berharap akan melihat Sima Yong yang terkapar dalam keadaan sekarat setelah kena sabetan pedang merah di punggungnya. Namun tatkala dia melirik, seketika wajahnya membeku. Semua roman wajahnya berubah menjadi jelek.


"Dia belum kenapa-kenapa?" Ye Keung terkejut dan seketika dadanya terasa menggelitik. Di batuk-batuk danmemuntahkan seteguk darah.


Hawa murni pelan-pelan membakar dalam tubuh Sima Yong. Teknik tebasan Pedang Terbang Raja Pedang kembali dikombinasikan dengan Chakra Angin, dilepaskan bersamaan sekali lagi. 


Energi medan Domain Pedang Hitam Raja Pedang Terbang meletus keluar seperti badai, lalu menyebar ke segala arah. Kekuatannya bahkan meningkat lebih kuat dibanding kekuatan sebelumnya.


Gerbang Penyembuhan Sima Yong berulang kali memompa keluar, memberi efek penyembuhan serta memulihkan semua hawa murni. Hawa penyembuhan itu terasa menyenangkan ketika beredar melalui meridiannya, membuat tubuhnya merasa jauh lebih nyaman.


Wush !


Duar !


Benturan pertama terdengar ketika aura pedang terbang bertemu aura pedang merah.


Saat itu ketika semua tentara di sekitarnya melihat Sima Yong sekali lagi melepaskan medan kekuatan domain pedang, semua orang menjadi sangat tercengang.

__ADS_1


"Orang itu sedemikian terluka parah, sampai-sampai meludahkan darah, kini lihatlah... bagaimana mungkin auranya masih sekuat itu? 


Dari mana dia memperoleh pemulihan tenaga secepat itu?"


“Dia berusaha sekuat tenaga memblokir serangan Ye Keung, namun dia terlihat masih baik-baik saja ” 


"Auranya tidak berkurang sama sekali. Adakah kemampuan semacam itu? Apakah dia, tubuhnya terbuat dari besi?“


Tiba-tiba sebuah sinar berwarna merah darah memotong lurus ke arahnya. Itulah pedang merah Ye Keung yang mengincar kematiannya. Di saat detik-detik kritis itu Sima Yong berteriak keras.


"Niat Pedang level enam !" Pedang Immortal hitam mengeluarkan suara seperti guntur yang tiba-tiba meledak, mengembun menjadi pedang immortal dalam nyala perak bercampur hitam di tangannya! 


Ini adalah keterampilan pemahaman tertinggi dari Niat Pedang. Istana Pedang adalah level terakhir dari pemahaman niat pedang. Semua raja-raja pedang sebelum-sebelumnya pernah melanglang buana dan tak tertandingi di seluruh dunia. 


Saat ini dengan ditampilkan Niat Pedang level enam yaitu Istana Pedang, Sima Yong seakan mengumumkan dan membuka diri secara nyata-nyata.


Dia telah memahami Niat Pedang level enam, Istana Pedang. Dia adalah calon raja pedang.


Pemahaman level enam Niat Pedang ini ini telah jauh-jauh hari dikuasainya sejak di dalam jurang di domain Raja Pedang Elf. Namun belum pernah dia mengumumkan apalagi menggunakan kemampuan yang konon kabarnya mampu membelah gunung!


Istana Pedang ! 


  Sima Yong menurunkan tangannya setelah menebas, pedang itu meluncur ke bawah, membelah langit yang tak berujung, mengeluarkan suara mencicit menggiriskan hati. 


Niat Pedang Istana Pedang memotong Domain Darah Raja Pedang iblis yang baru saja dibentuk ulang oleh Ye Keung, setelah menelan banyak pil pemulihan hawa murni.


Pedang Immortal Hitam bentrok bersama dengan Domain darah Raja Pedang. Suara ledakan terdengar ketika seberkas sinar petir yang gemerincing berdampak langsung ke langit. Energi liar dan mengamuk melonjak ke segala arah. Domain Pedang Darah itu pecah berhamburan. 


Suara lolongan kesakitan terdengar membahana. Tubuh Ye Keung terlihat terlempar jauh, berhamburan terguling-guling masuk kedalam Sungai Kupu-kupu atau yang di sebut dengan Sungai Hudie.


*Bersambung*


   Halo semua. Terima kasih sudah membaca dan menyukai Novel ini.  Dan untuk membuat author lebih semangat lagi, selalu berikan like ya. Jangan lupa favoritkan dan rekomendasikan novel ini kepada yang lain... Terima kasih dan semangat membaca...

__ADS_1


__ADS_2