Kisah Dewa Pedang Utara

Kisah Dewa Pedang Utara
Anak Kecil bernama Hei Jian


__ADS_3

Di bangunan Asosiasi Perdagangan Mestika Naga, Liu Yunshan terlihat tengah bercakap-cakap dengan Sima Yong. Tampak Sima Yong mempertanyakan siapa tiga ahli Melintas SAGE yang barusan berurusan dengan dirinya.


"Tiga ahli itu dikenal dengan sebutan Tiga Ahli Penjaga Pintu Neraka. Sesuai dengan nama belakang mereka, ketiganya adalah tangan kanan dari Panglima Pintu Neraka.


Mulai sekarang anda harus lebih berhati-hati tuan muda di Neraka kesembilan ini. Wei Xuanya atau Panglima Pintu Neraka itu bukanlah sosok yang murah hati. Orang itu amatlah kejam dan teramat keji jika berhadapan orang yang dia anggap bertentangan dengan dirinya. Ada banyak cara akan dia lakukan untuk menghabisi musuhnya.


Dengar-dengar, dia adalah juga merupakan salah satu pemilik Klub Perdagangan Pintu Surgawi, yang mana mengutus Tiga ahli yang anda tewaskan tadi" jelas Liu Yunshan.


Sima Yong lantas berkata,


"Siapakah Wei Xuanya si Panglima Pintu Surgawi itu? Dan mengapakah aku mesti berhati-hati dengan dia?"


Liu Yunshan lantas menjelaskan.


"Di seantero Neraka Dunia ini, baik itu Neraka ketiga hingga kesembilan disini, mungkin anda telah mendengarnya, ada terdapat sepuluh ahli yang kepandaian beladirinya di jajarkan kedalam sepuluh peringkat tertinggi kesaktiannya. Mereka disebut Sepuluh Maha Suci Semidevil Neraka Dunia.


Aku akan menjelaskan urutan peringkat ini dan anda harus berhati-hati dengan mereka, kedepannya"


"Peringkat pertama dijuluki Master Pedang Berdarah. Peringkat kedua dikenal dengan sebutan Kaisar Utusan Neraka, lalu peringkat ketiga bernama Lima Langkah Maut.


Tiga orang inilah yang paling berkuasa dan paling berpengaruh di Neraka Dunia"


"Setelah tiga besar tadi, urutan keempat hingga kesepuluh dikenal dengan julukan : Pertapa Kematian, Harpa Pencabik Nyawa, Semidevil Xia, Pedang Aura Setan, Seruling iblis, kesembilan Panglima Pintu Neraka dan terakhir Pelajar Tangan iblis"


Sima Yong tersenyum dan berdecak kagum,


"Nama-nama mereka terdengar cukup mengerikan" dia lalu tertawa pelan.


Liu Yunshan lantas menambahkan,


"Benar sekali Tuan muda. Nama-nama sepuluh orang itu memang terdengar mengerikan. Terlebih lagi, tindakan mereka semua itu amatlah kejam dan tidak mengenal belas kasihan, untuk mengimbangi kepandaian dan kesaktian mereka.


Aku tak akan henti-hentinya memperingatkan anda agar harus lebih berhati-hati selama berada di Neraka kesembilan ini.


Mengapa demikian? Karena peringkat kesepuluh dari 10 Semidevil itu yang berjulukan Pelajar Tangan iblis adalah saudara dari peringkat sembilan Panglima Pintu Neraka.


Tatkala seseorang bermusuhan atau menyenggol Pelajar Tangan iblis, itu berarti orang itu juga telah menantang Panglima Pintu Neraka dan masuk kedalam permusuhan dengan keduanya. Demikian juga sebaliknya. Dua orang itu selalu tak terpisahkan dalam memilih musuh"


Liu Yunshan menatap serius kearah Sima Yong dan berkata, "Aku berharap Tuan muda memahami. Secara tidak langsung ketika anda berbenturan dengan Klub Perdagangan Pintu Surgawi,


Itu berarti anda telah menyatakan perang terhadap Semidevil peringkat sembilan dan Semidevil Peringkat kesepuluh dari 10 Maha Suci Semidevil Neraka Dunia"


Sima Yong lantas menjawab bahwa dia akan lebih berhati-hati dan tidak akan keluar sembarangan, sehingga Liu Yunshan si orang tua itu terlihat lega.


******


Di wilayah Neraka kesembilan itu, ternyata selain memiliki tempat seperti pusat perdagangan, tempat itu juga memiliki banyak tempat-tempat kebutuhan orang pada umumnya. Ditempat itu tersedia rumah hiburan yang menyediakan wanita berbagai ras dengan kecantikan yang jarang di temukan di dunia atas.

__ADS_1


Selain itu, terdapat juga satu aula yang besar, tempat para ahli di tempat pembuangan itu berlatih. Tempat itu dikenal dengan nama Aula Neraka Pembakaran. Tempat ini merupakan tempat yang disewakan untuk para ahli berkultivasi selama mereka tinggal di perut bumi itu.


Dengan aliran Qi yang teramat tipis di dunia bawah ini, tentu saja orang memerlukan tempat berlatih dengan aliran Qi yang melimpah. Aula Neraka Pembayaran menyediakan tempat berkultivasi seperti itu, dan tentu saja para penyewa harus membayar biaya sewa menggunakan Manna Biru dengan harga cukup tinggi.


Sima Yong tiba di tempat yang bernama Neraka Pembakaran itu dimana dia melihat beberapa praktisi sedang antri untuk menyewa ruangan untuk berlatih.


"Tuan Refiner Berjubah Kelabu, apakah anda ingin menyewa tempat berkultivasi?" seorang perempuan cantik dari ras jingling menghampiri Sima Yong (Sima Yong di kenal dengan panggilan Refiner Jubah Kelabu).


Sima Yong menjawab ramah, karena dia melihat bahwa gadis itu mengenali dirinya sebagai seorang refiner.


"Apakah aku mengenali kamu? Namun aku tidak kenal dengan kamu.


Well sepertinya kamu tahu banyak siapa diriku ini" pancing Sima Yong.


Gadis jingling itu membungkuk lantas memberi hormat dan berkata.


"Anda adalah Refiner peringkat DAO yang melumpuhkan tiga ahli Melintas SAGE dengan sekali lambaian tangan" gadis itu berbicara sopan. Samar-samar Sima Yong menangkap nada seperti puas ketika dia mengucapkan kata-kata melumpuhkan tiga ahli.


Sima Yong lantas tersenyum kepada gadis itu, namun dia tetap menjaga kesopanan terhadap Sima Yong. Seorang yang melumpuhkan tiga ahli Melintas Agung dalam sekali lambaian tangan bukanlah sosok yang biasa-biasa saja. Gadis itu terlalu takut dengan ahli-ahli di pusat pelarian para penjahat sedunia ini.


"Adakah Tuan refiner ingin bantuan menyewa ruang kultivasi? Ling-ling akan membantu mencarikan ruang yang nyaman untuk tuan"


Rupa-rupanya gadis jingling bernama Ling-ling itu adalah pekerja di Tempat Pelatihan Neraka Pembakaran ini.


"Aku ingin ruang berlatih lapang yang luas dalamnya sekurang-kurangnya satu lie.


Apakah Neraka Pembakaran disini menyediakan tempat seluas itu?" Sima Yong bertanyakepingin tahu, apakah fasilitas Neraka Dunia ini serupa dengan kepunyaan sekte-sekte kelas sembilan atau sekte super.


Tentu saja biaya yang dipakai membangunan ruangan membutuhkan biaya yang amat tinggi, karena menggunakan bahan-bahan langka yang sulit ditemui. Efeknya tentu saja saja biaya penyewaannya ruang seperti itu sangatlah mahal.


Mata Ling-ling berbinar. Dia lantas mempersilahkan Sima Yong mengikutinya. Dia menjelaskan sambil berjalan.


"Fasilitas untuk berlatih di Neraka Pembakaran kami, tidaklah kalah dari fasilitas yang dimiliki sekte-sekte super.


Memang biaya membangun tempat berkultivasi VIP itu amatlah tinggi, sehingga biaya kami di bebankan pun sangat tinggi.


Namun manfaat berlatih di ruang kultivasi VIP itu jelas besar manfaatnya dibanding ruang-ruang lainnya"


Ling-ling berbicara demikian lancar. Dia bahkan memuji-muji Sima Yong,


"Meskipun dengan biaya sebanyak 25.000 Manna Biru untuk satu minggu berlatih didalamnya, namun dengan memperhatikan profesi anda sebagai seorang refiner, jelas biaya itu terbilang kecil" Ling-ling lantas tersenyum.


Biar bagaimanapun Sima Yong menjadi senang dengan pujian itu. Dalam hatinya dia kagum dengan kepintaran pemasaran gadis jingling itu.


Pada akhirnya dia memilih satu kamar kultivasi kelas VIP berbiaya mahal. Sima Yong menyerahkan 100.000 Manna Biru peringkat tinggi dan gadis itu melakukan pembayaran di bagian kasir Neraka Pembakaran.


"Pesankan ruang kultivasi untuk sebulan" demikian kalimat Sima Yong ketika menyerahkan Manna Biru kepada Ling-ling

__ADS_1


Setelah memberikan bonus sebesar 200 Manna Biru kepada Ling-ling (yang berulang kali mengucapkan terima kasih sambil menyerahkan batu transmisi array miliknya, agar Sima Yong dapat menghubungi dia dilain waktu jika ingin berurusan dengan Neraka Pembakaran), Sima Yong memasuki kamar kultivasi VIP itu.


Didalam satu kamar kultivasi di Neraka Pembakaran...


Sima Yong berulang kali memperhatikan pola-pola pedang di kain pembungkus Pedang Immortal Hitam.


"Aku hanya akan mempelajari garis besarnya saja. Tidak berani rasanya mempelajari teknik seperti ini, tanpa bantuan dari roh pedang" Sima Yong lantas mengelus Pedang Immortal Hitam, seolah seorang anak bayi yang perlu dibelai dengan lembut. Terkadang dia bernyanyi-nyanyi sambil mengelus manja pedang hitam tersebut.


"Hah? Pedang ini berdenyut ketika aku membelainya seperti anak bayi" Sima Yong gembira. DIa tersadar. Rupa-rupanya cara membangunkan roh pedang di Pedang Immortal Hitam itu adalah dengan menganggapnya mahluk hidup yang harus di belai dan diajak berkomunikasi.


Mulai saat itu, dia selalu berbicara, memeluk dan membelai Pedang Immortal Hitam layaknya seorang teman saja. Tiga minggu lamanya dia telah berlatih didalam kamar VIP Neraka Pembakaran, dan roh pedang immortal itu belum juga terbangun.


Hingga pada hari terakhir ketika Sima Yong akan menyelesaikan kultivasinya di kamar VIP itu, dia mendengar suara seorang anak laki-laki, berbicara dengan suara cempreng.


"Kamu telah membangunkanku"


Sima Yong menjadi amat terperanjat. Tidak terdapat siapapun didalam ruangan seluas 1 lie itu. Hanya dia seorang diri.


"Mengapa kamu bersikap seolah-olah tidak menyadari kehadiranku? Padahal sebelumnya, kamu telah berulangkali mencoba membangunkanku".


Seorang anak laki-laki kecil tiba-tiba muncul dari kehampaan, berdiri acuh tak acuh di hadapan Sima Yong. Pemuda itu tentu saja menjadi terkejut.


"Anak kecil ini sedemikian lihay? Kehadirannya sama sekali tidak membawa aura atau suara apapun. Siapa dia?"


"Adik kecil siapa kamu? Dari mana kamu masuk ke ruangan ini?"


Anak laki-laki itu memelototkan mata nya kearah Sima Yong. Katanya,


"Bukankah kamu yang dalam beberapa hari ini selalu memeluk, berbicara dengan ku? Mengapa kamu seolah-olah tidak tahu siapa aku?"


Tiba-tiba Sima Yong diingatkan dengan sesuatu. Katanya,


"Adik kecil. Apakah kamu adalah roh pedang hitam sana?" Sima Yong bertanya penuh harapan. Semoga tebakannya tidak salah kali ini.


Sambil memutar bola matanya seolah-olah anak-anak yang merasa bosan, anak laki-laki itu berkata,


"Tentulah aku ini roh pedang hitam butut itu. Bukankah sudah kukatakan sejak tadi, kalau kamu lah yang membangunkan diriku" dia melirik jijik kearah Sima Yong yang diam-diam bertambah girang.


"Ah... Rupa-rupanya kamu adik kecil ini adalah roh Pedang Immortal Hitam ..." tiba-tiba si anak kecil menyela kata-kata Sima Yong.


"Tolong, jangan sebut aku adik kecil. Usiaku sesungguhnya tidak kurang dari 2.000 tahun. Kamu dapat memanggilku Hei Jian. Oke?" ngotot si anak kecil itu berkata-kata.


"Sekarang katakan padaku. Apa yang kamu ingin aku kerjakan? Kamu telah capek-capek membangunku dari tidur ini, tentunya dengan memiliki keinginan tertentu bukan?" tanya si anak kecil.


"Adik, Er.. Hei Jian. Dapatkah kamu mengajariku Teknik Pedang Terbang, sesuai yang terlukis di pola-pola itu?" Sima Yong menunjukkan pola lukisan Teknik Pedang Terbang kepada Hei Jian, yang kini dengan mulut terbuka lebar tampak terkejut. Dia begitu menggemaskan layaknya anak kecil usia tujuh namun sekaligus mengerikan karena aura penindasan terpancar keluar dari tubuh Hei Jian itu...


*Bersambung*

__ADS_1


   Untuk membuat author lebih semangat dan tetap berkreasi melanjutkan novel ini, jangan lupa di-like, sekedar komen dan vote.


   Terlebih tolong favoritkan novel ini karena Noveltoon akan menilai untuk menjadi pemasukan Author berdasarkan jumlah Favorit, komen dan like … yang tentunya juga menyemangati author. Apresiasi yang readers berikan akan menyemangati autor untuk terus berkarya di Noveltoon ini.


__ADS_2