
Malam belum juga berlalu, bahkan bunyi kentongan ke empat baru saja di bunyikan petugas malam kota-kota terdekat. Kala itu di tempat yang bernama Gunung Zushan - Wilayah Barat Benua Silver, langit malam tiba-tiba bercahaya seperti cahaya terangnya ledakan kembang api ketika perayaan Tahun Baru.
Serigala dan segala makhluk malam di gunung itu seketika menjadi ribut dalam lolongan saling sahut menyahut. Cahaya ledakan itu begitu eksplosif menyusul kemudian, penampakan satu kapal roh yang besar muncul di langit.
Kedatangan kapal roh itu begitu terasa agung dan khidmat. Bagaimana tidak? Aura yang terpancar keluar dari arah kapal roh itu demikian agung dan membuat orang merasa kepingin untuk bersujud.
Satu sosok tubuh terlihat menampakan dirinya dari atas kapal roh itu. Aura yang terlihat agung seperti kaum bangsawan namun menindas pertanda sosok itu bukanlah satu manusia sederhana.
Dia adalah seorang pria muda, usia sekitar 30 tahun, berperawakan tinggi langsing, dengan bentuk wajah yang tirus namun menarik. Mata nya tajam seperti elang dengan warna bola mata kecoklatan membuat siapapun sulit untuk berpaling dari wajah itu. Nama pria muda ini adalah Nangong Rong, salah satu jenius dari Klan Vermillion dari Negeri Ajaib Wonderland.
Sayang sekali wajah Nangong Rong selalu terlihat dingin dan tanpa ekspresi. Dia mengenakan pakaian dari sutra mahal dan langka yang warnanya biru langit, di mana bagian belakang bajunya itu, tergambar satu Burung Vermillion besar, yang berpendar-pendar karena dikerjakan ahli menggunakan benang sulaman khusus.
Nangong Rong adalah salah satu jenius diantara beberapa jenius Klan Vermilion di Negeri Ajaib Wonderland. Dia melintas antar universe, dari suatu Negeri yang pantas disebut memiliki banyak kelebihan yaitu tempat tinggal kaum immortal dari dunia ini pergi setelah mencapai ranah tertinggi dalam kultivasi.
Nangong Rong sejak lahir memang telah berada di Negeri Ajaib itu, dan menjadi kesayangan di Klan Vermillion tersebut. Akan tetapi puluhan tahun yang lalu kabar berita muncul dan membuat geger di Klan Vermillion mereka. Salah satu jenius usia muda, yaitu gadis muda bernama Nangong Chun-chun - tunangan Nangong Rong ini, menghilang dengan membawa sekitar lima anak muda dan melintasi universe dan pergi ke Benua Silver ini.
Tujuan Nangong Chun-chun di masa lalu adalah untuk mencari satu benda Kristal Magenta yang menurut catatan kuno, keberadaan benda itu banyak sekali di sebuah universe terbelakang dan terpencil, dimana Benua Silver ini berada.
__ADS_1
Padahal semua orang tahu. Sekali seseorang meninggalkan Universe Negri Ajaib, tidak akan ada kesempatan kedua kali untuk kembali ke Negeri Ajaib - kecuali dengan persyaratan khusus yang amat sulit dipenuhi. Nangong Chun-chun melanggar aturan dan tidak memerdulikan larang penatua lalu kabur melintasi antar wilayah universe.
Kemudian Tim pelacak yang terdiri dari Hakim-hakim di Klan Vermillion melakukan pelacakan dan menemukan kalau Nangong Chun-chun tewas dalam misi pencarian Kristal Magenta itu.
Hakim-hakim klan dapat kembali ke Negeri Ajaib dengan membawa jasad Nangong Chun-chun serta pemuda lainnya, namun setelah mengorbankan kehilangan setengah ranah kultivasi mereka yang telah di latih puluhan tahun, dan harus berlatih lagi mulai dari mula-mula.
Saat mencapai ranah immortal, Nangong Rong sang tunangan Nangong Chun-chun kemudian memutuskan untuk menjelajah antar universe dan berniat mencari keadilan dan membalas dendam atas tunangan nya yang tewas, dan dia muncul pada malam ini di Gunung Sushan.
******
Pelan-pelan kapal roh itu mendarat di Gunung Sushan, melewati hamparan kristal-kristal langka yang disebut dengan nama Kristal Magenta berusia ribuan tahun. Ketika pria berwajah dingin itu turun dari atas kapal roh dan menapakkan kaki di atas tanah, aura kultivasi seseorang ahli yang berada di ranah tertinggi immortal memancar keluar dari tubuhnya.
Tap - tap - tap ! bunyi langkah kakinya menapak tanah di Gunung Sushan, tidak berusaha menyembunyikan suara langkahnya melainkan sengaja membuat suara yang keras. Dia menyelidiki bongkahan tanah yang terlihat tidak rata. Diambil nya contoh tanah, di cium dan mata-nya jelalatan menyelidiki keadaan sekitar. Tempat kentara sekali pernah di jadikan tempat penguburan jenazah seseorang
Sementara itu dari dalam hutan, sepasang mata melihat semua kejadian itu dengan menahan napas sebisa mungkin, menutup aura dalam-dalam agar tidak terdeteksi oleh pria berjubah biru tadi. Sosok pengintip ini jika diperhatikan, adalah seorang pria paruh baya yang mengenakan pakaian serba putih, dengan logo unta dan gunung yang disulam besar-besar di punggung bajunya.
Jika kamu masih ingat dengan kisah-kisah di bab 126 sampai 128, maka kamu akan tahu siapa orang ini. Pria ini bernama Cui Cheng Gong, yang merupakan Master dari Sekte Gunung Unta Putih, salah satu sekte kelas empat di wilayah barat. (dikisahkan pada bab-bab terdahulu, kalau pria tua ini pernah mengejar Sima Yong di daerah barat sini, lalu pelariannya terbantu dengan kemunculan satu kapal roh besar yang memuat ahli-ahli dengan satu perempuan muda yang memiliki kultivasi tinggi kala itu. Konon ahli-ahli itu berasal dari Negeri Ajaib Wonderland).
Dengan tingkat kultivasi yang hanya di ranah Alam Raja peringkat menengah, tentu saja Cui Cheng Gong merasa amat tertekan dan tertindas dengan aura seorang Praktis Peringkat Tertinggi yaitu Immortal - aura yang dikeluarkan pria muda berbaju biru tadi.
__ADS_1
Jantung yang berdebar-debar, Cui Cheng Gong berulang kali berkeringat dingin sambil memikirkan. Siapakah pria muda dengan kultivasi sempurna dan tak ada bandingannya di Benua Silver ini? Sebagai seorang ahli beladiri yang telah puas merasakan pahit getir nya dunia Jiang Hu ini.
Dia tahu kalau nyawanya saat ini adalah mirip seperti telur di ujung tanduk. Jika saja dia salah bergerak dan menimbulkan suara, nyawa adalah taruhannya. Dan Cui Cheng Gong tidak memilih untuk menyerahkan diri mentah-mentah ke manusia seperti dewa peringkat immortal ini.
Cui Cheng Gong juga tahu, mahluk immortal ini sedang mencari-cari petunjuk mengenai kejadian yang terjadi belasan tahun yang lalu. Ketika itu terjadi pertempuran antara seorang gadis aneh dengan kultivasi yang sangat tinggi, melawan mahluk mitos keturunan Macan Putih.
"Aku menduga makhluk immortal ini mencari petunjuk, siapa yang membunuh gadis itu" Cui Cheng Gong gemetar. Jangankan seseorang berperingkat immortal. Sedangkan berhadapan dengan seorang praktisi peringkat SAINT dari kelompok ras iblis saja, dia telah terkencing-kencing. Apalagi ini adalah sosok yang telah setara kaum dewa..
"Aku ibarat satu kutu yang amat kecil dihadapan immortal ini" batin Cui Cheng Gong merasa aman.
Akan tetap baru saja Cui Cheng Gong merasa kalau dia aman dan tidak terdeteksi dalam misi pengintaiannya, tiba-tiba satu sosok jangkung,berambut gelap kecoklatan dengan mata coklat dan jubah biru bersulam Vermillion telah berdiri di hadapannya.
Cui Cheng Gong ingin menangis akan tetapi dia takut. Immortal ini seperti malaikat saja kedatangannya.
"M-maafkan a-ku telah m-mengintip anda dewa" lirih suara Cui Cheng Gong terdengar. Lanjutnya..
"A-aku tahu siapa yang membunuh gadis itu" katanya..
Bersambung
__ADS_1
Halo semua. Terima kasih sudah membaca dan menyukai Novel ini. Dan untuk membuat author lebih semangat lagi, selalu berikan like ya. Jangan lupa favoritkan dan rekomendasikan novel ini kepada yang lain... Terima kasih dan semangat membaca. <3