
Sima Yong terperanjat ketika menyaksikan pertempuran di langit, di hadapannya.
Seorang perempuan cantik, yang memiliki rambut bercahaya seperti perak keemasan tatkala tertimpa sinar rembulan, terlihat bertempur di antara ilusi badai salju yang dengan ganas menyerang tiga pria di seberang sana.
Sesekali dia membentak dan membentuk perangkap lubang hitam yang menjerat tiga ahli lawannya didalam ranjau lubang hitam yang di ciptakan. Meskipun di keroyok oleh tiga ahli lainnya, Perempuan ras Jinging itu tidak terlihat keteteran sedikitpun.
Padahal, kultivasi perempuan jingling itu berada di ranah Alam Pencerahan Suci lev 9 dan tiga pengeroyoknya di antara Alam Pencerahan Suci lev 7 dan 8. Semua teknik sihirnya benar-benar teknik sihir kelas atas yang membuat tiga ahli lainnya tidak berdaya.
"Blackhole, ilusi badai es penggetar sukma? aku kenal jingling itu" Sima Yong membatin.
"Ye Bing Qing !" tanpa sadar Sima Yong berteriak.
Ye Bing Qing melirik kearah Sima Yong, tatkala dia mendengar namanya di sebut.
"Suiitt" sebuah tikaman pedang menggores pipinya, sebuah goresan tipin namun menimbulkan noda darah di pipi.
"Saudara Yong !" girang hati Ye Bing Qing. Semangat pertempuran semakin bangkit di hati.
Dengan geram Ye Bing Qing memandang praktisi berkemampuan APS lev 8 yang terlihat tertawa senang itu. Praktisi tersebut terlihat bahagia setelah pedang ditangannya berhasil menggores lawan. Namun kebahagiaannya berlalu dengan cepat, ketika lawannya perempuan jingling itu terdengar merapal mantra..
"Petrfy ... membatu !"
"Demi kaum suci ! Apa yang terjadi dengan tubuhku?" Praktisi yang tadinya tertawa itu kini terlihat panik. Dia merasakan tubuhnya seketika membatu, Freeze membeku tatkala lawannya perempuan Jingling itu merapal mantra Petrify.
Dengan jeritan melolong yang hanya didengar dirinya sendiri (karena dalam keadaan membatu) praktisi tu merasakan sakit didadanya tatkala perempuan jingling itu menyodok dengan keras penuh energi Qi.
Praktisi APS lev 8 itu menyemburkan darah dari mulut, disusul tubuhnya melayang jatuh ke arah tanah bagaikan layangan yang putus.
Dua kawannya yang telah terbebas dari perangkap lubang hitam seketika menjadi gugup.
"Perempuan sihir ini terlalu banyak menyembunyikan muslihat di lengan baju nya" desis salah satunya.
Kawannya mengangguk kepala da berkata,
__ADS_1
"Mari kita hadang dia dalam gerakan mati bersama. Jika rahasia penculikan ini tercium Klan Qilin, kita semua akan mati"
Dengan teriakan yang menggelegar, dua praktisi tersisa dari Klan Pedang Beracun membuat gulungan asap beracun yang sangat besar. Saking besarnya asap kehitaman itu terlihat membentuk kalajengking raksasa.
"Mari mati bersama!" dua praktisi itu menyodok asap berwujud kalajengking, penuh bau amis dan hawa beracun. Dengan suara mencicit siap menelan Ye Bing Qing, perempuan jingling itu.
Akan tetapi alangkah terkejutnya dua ahli APS Sekte Pedang Beracun itu. Sekonyong-konyong, sebuah angin badai Put-ing Beliung muncul dalam suara yang bergemuruh, menindas dan membuyarkan gumpalan asap berbentuk kalajengking.
"Wush" asap sihir beracun itu buyar menyisakan dua ahli Sekte Pedang Racun melongo tidak percaya. Bahkan angin yang tersisa, meninggalkan rasa perih ketika menyentuh kulit mereka.
"Seorang ahli telah datang membantu perempuan itu" desis salah satu praktisi. Keduanya melirik kearah pria muda yang baru datang. Bulu kuduk mereka seketika berdiri ketika melihat pria itu melayang diatas pusaran angin put-ing beliung yang terlihat seperti kendaraan baginya.
"Kita bukan lawan orang muda itu, mari pergi" kata salah satunya.
Dalam gerakan yang tidak terduga, kedua praktisi Sekte Pedang Racun mengambil jalan terbang berbalik mundur.
"Perempuan iblis, kami masih akan membuat perhitungan dengan kamu dikemudian hari" demikian salah satu praktisi itu berteriak sambil terbang menjauh.
Sekali lagi kedua praktisi itu dibuat terkejut. Tidak jauh dari arah mereka terbang telah berdiri seorang pria menterang yang mengenakan pakaian seperti pria bangsawan.
"Kamu tidak akan memiliki kesempatan untuk pergi dari hadapan Fei Ma"
Tangan Fei Ma kembali membentuk seni beladiri Cakar Pegasus iblis, lalu ketika dia membenturkan dua pelapak tangannya, tampak sebuah ilusi berbentuk cakar yang membentur dua praktisi itu.
Dengan jeritan yang menyayat hati, dua praktisi itu masing-masing terbelah menjadi empat potongan besar. Tubuh yang termutilasi itu terlempar jatuh arah bawah, lenyap di telan kegelapan malam.
>>>>>>
Meirenyu bersama Lin Hong tiba di Kota Seribu Mimpi. Meirenyu ingin langsung menerobos padang gurun dan terbang menuju utara, sambil mencari jejak Yu Long. Akan tetapi Lin Hong menghalangi.
"Terlalu berbahaya jika terbang tanpa menggunakan alat transportasi. Terkadang timbul uap panas ataupun energi mematikan yang timbul selama perjalanan menembus gurun ini" kata Lin Hong khawatir. Tentu saja dengan pengalamannya yang sekian kali melintasi pada gurun itu membuat Lin Hong berhati-hati.
"Apakah biarpun seorang SAINT akan berbahaya jika melintas padang gurun tanpa menggunakan alat transportasi?" tanya Meirenyu.
__ADS_1
"Kakak Meirenyu, aku tahu anda memiliki kultivasi yang tinggi. Akan tetapi saat ini anda pergi bersama dengan ku. Jika anda pergi seorang diri tentu saja tidak akan berarti bagimu. Namun keberadaanku ini akan membuat konsentrasi anda pecah ketika terjadi luapan atau serangan tidak terduga kekuatan alam" Lin Hong mengingatkan Meirenyu.
Meirenyu menjadi bingung. Sementara dia tidak membawa perahu roh dari Benua Penyaringan Dewa. Padahal masternya sudah memperingatkan dia agar membawa sebuah perahu roh untuk berjaga-jaga. Kini dia menyesal..
"Jika kita menggunakan hewan roh darat melintasi padang gurun, apakah memungkinkan?" tanya Meirenyu.
Lin Hong menjelaskan bahwa hewan transportasi darat yang di sediakan oleh jasa penyewaan Kota Seribu Mimpi, akan memakan waktu 6 bulan perjalanan untuk tiba di Utara. Sedangkan tidak tersedia jasa penyewaan hewan roh transportasi udara (Hewan transportasi udara memang jauh lebih mahal harganya dibanding hewan transportasi darat).
Sementara jika mereka menumpang airship, alat transportasi udara itu belum juga tiba dari Utara. Mereka masih harus menunggu berminggu-minggu sebelum kapal airsip itu tiba, lalu menumpang menuju utara. Meirenyu mengeluh, dia kehabisan akal.
Lin Hong melihat kegalauan itu lalu berkata,
"Sebenarnya aku menyimpan sebuah Kapal Roh kepunyaan master. Akan tetapi aku sama sekali tidak memiliki energi stone yang dapat digunakan sebagai bahan bakar kapal" Lin Hong tersipu malu.
"Mengapa kamu tidak mengatakan sedari tadi? aku memiliki banyak sekali energi stone. Bahkan aku memiliki blue manna yang nilai energinya jauh diatas energi stone yang kamu sebutkan" Meirenyu tertawa.
Mereka berdua bergegas mencari tempat tersembunyi, jauh dari Kota Seribu Mimpi. Ketika Lin Hong mengeluarkan kapal roh kecil itu, benda itu mendadak berubah menjadi besar. Itu adalah kapal raksasa yang memiliki kecepatan khusus.
"Kapal ini ditemukan oleh master, ketika dia mengambilnya dari praktisi Negri Asing Wonderland, yang tewas ketika bertempur di suatu tempat. Kecepatan kapal ini jauh melebihi kecepatan airship yang merupakan alat transportasi umum" kata Lin Hong.
Meirenyu seketika terlihat tertarik. "Wonderland?" ternyata negri itu riil adanya. Ternyata itu bukan sebuah negri dongeng, desis Meirenyu dengan suara kerinduan.
"Negri Asing Wonderland nyata adanya. Ini adalah salah satu barang yang berasal dari negri itu" bisik Meirenyu, sambil tangannya mengelus badan kapal.
Keduanya melompat keatas geladak kapal, dan kapal bergerak ketika Meirenyu melempar seonggok energi stone.
"Pergilah, menembus padang gurun itu. Kami mencari seseorang" kata Meirenyu.
Dia berdiri di anjungan dan melihat debu panas yang telihat didepan mata. Padang Gurun pemisah wilayah utara dan barat itu.
*Bersambung*
Untuk membuat author lebih semangat dan tetap berkreasi melanjutkan novel ini, jangan lupa di-like, sekedar komen dan vote.
__ADS_1
Terlebih tolong favoritkan novel ini karena Noveltoon akan menilai untuk menjadi pemasukan Author berdasarkan jumlah Favorit, komen dan like … yang tentunya juga menyemangati author. Apresiasi yang readers berikan akan menyemangati autor untuk terus berkarya di Noveltoon ini.