Kisah Dewa Pedang Utara

Kisah Dewa Pedang Utara
Sengatan Berefek Stune


__ADS_3

Tsing !


   Dunia seolah terhenti ketika Tuan Dermawan ke enam menggerakan surai yang ada di enam ekor miliknya. Bulu-bulu halus penuh seperti petir seketika meledak penuh cahaya layaknya kilat raksasa ketika di tengah badai.


Zzz.. Duar !


   Cahaya kilat kian melebar dan sulur-sulurnya memanjang hingga menyengat Sima Yong yang saat itu sedang melayang pada jarak sepuluh tombak dari tuan itu . Ketika lidah petir itu mengenai tubuhnya, rasanya sangat menyakitkan dan seperti akan membuat tubuhnya menjadi hangus. Terkejut ..


"Ini kekuatan bawaan garis darah " kata Sima Yong kaget.


   Beruntung sekali Sima Yong berada pada tahap Alam Melintas Immortal yang memiliki hawa murni demikian luas tidak terukur. Hawa murni itu lantas dengan refleks mencuat dari dantiannya, lalu menjalar cepat ke seluruh meridiannya dan melindungi bagian luar tubuh.


"Stun !" desis Sima Yong. Ia merasa tubuhnya kaku sesaat - mirip seperti seseorang yang terkena sengatan listrik atau kaku membatu karena efek sihir 'Petrify'.


"Celaka. Tak ku sangka petir mahluk ini memberi efek stun yang kuat. 


   Setidaknya efek ini akan bertahan selama 5 tarikan nafas. Akan ada banyak hal yang dapat dia lakukan kepadaku" Batin Sima Yong. Ia saat ini masih terdiam kaku dalam efek Stun karena sengatan listrik enam surai Tuan Dermawan.


    Mendadak, belum lagi lima tarikan nafas berlalu, sekonyong-konyong Tuan Dermawan itu meluncur deras ke arah Sima Yong. Gerakan itu amat cepat. Tangannya membentuk pukulan telapak tangan kosong, terlihat mengunci dada Sima Yong.


Blam !


   Sima Yong terlempar mundur kebelakang tanpa daya. Pengaruh Stune dari efek kejutan listrik Tuan Dermawan membuatnya tidak berdaya melakukan tindakan pertahanan. Mujur bagi dirinya, selain hawa murni yang tinggi melapisi tubuhnya, ia juga mengenakan rompi berlapis-lapis. 


"Mahluk jadi-jadian ini memiliki kekuatan di Ranah Alam Kuasi Melintas Immortal?" batin Sima Yong dongkol. Buru-buru setelah pengaruh stune hilang dan ia langsung menstabilkan kedudukannya.


   Kuasi atau semu atau setengah langkah menuju Alam Melintas Immortal ini meskipun bukan sesungguhnya di ranah Alam Melintas Immortal seperti tingkatan yang dimiliki Sima Yong, akan tetap keberadaan peringkat seperti ini sangatlah jarang tandingannya di luaran sana.


Apalagi Mahluk-mahluk keturunan Bijuu ini memiliki energi dan kekuatan sihir yang membuat mereka menjadi berkali-kali lebih berbahaya dibanding ahli yang di ranah Kuasi Melintas Immortal biasa.


   Saat ini tubuh Sima Yong dilindungi oleh dua artefak yaitu rompi sihir untuk melindungi diri dari serangan sihir tak terduga dan rompi immortal hitam untuk melindungi diri atas serangan yang menggunakan kekuatan fisik. Di tambah dengan tingkat kultivasinya yang tinggi membuat serangan Tuan Dermawan tidak terlalu membahayakan dirinya.

__ADS_1


"Hahaha " suara Tuan Dermawan terdengar membahana, memecah rasa sepi di Padang Tengkorak yang suram itu. Bahkan burung gagak itu kini ikut-ikutan tertawa dengan nada sumbang. Terlalu buruk didengar dan sangat menyakitkan kuping.


"Tak kuduga kemampuan anda hanya biasa-biasa saja. Padahal kabar angin yang kami dengar dari mulut ke mulut, anda dengan mudah mengalahkan sosok yang dikenal menjadi dewa di Negri Tanaman Obat sana. Bahkan anda dibgadang-gadangkan sebagai mahkluk setengah dewa


   Siapa menyangka kalau berita itu hanya terlalu di lebih-lebihkan saja" kata Tuan Dermawan mengejek.


   Sima Yong si anak muda itu tidak lantas terpancing dengan provokasi Tuan Dermawan ini. Ia telah terlalu banyak melewati kejadian-kejadian menebarkan, sehingga sekedar provokasi dari makhluk sejenis siluman ini, tidak nanti akan membuat nya ikut terpancing. Katanya dengan balik mengejek.


"Aku akui kalau kekuatan sengatan anda mengandung efek stune yang paling kuat dari yang pernah aku temui.


   Akan tetapi, sebagaimana benda-beda sihir lainnya, bukankah penggunaan kemampuan seperti ini ada batasannya? Misalnya butuh beberapa detik lagi untuk anda dapat menggunakan kekuatan itu bukan?" senyum licik tersungging di bibir anak muda itu. Lanjutnya.


 "Aku menantang anda, coba sekali lagi sengat diriku dengan listrik yang mengandung stune ini !" nada suaranya kini terdengar menghina.


   Sontak saja wajah Tuan Dermawan ke enam itu berubah menjadi keruh. Dia tidak menyangka kalau anak muda ini tahu rahasia penggunaan kemampuan bawaan keturunan sihir seperti ini. Katanya gugup..


"B-bagaimana k-kamu tahu?"


"Itu karena aku juga seorang ahli sihir. Aku adalah seorang Grand Magus !"


   Tiba-tiba tubuhnya meluncur secepat kilat, tahu-tahu ia telah berada dekat sekali dengan Tuan Dermawan.


Panik.. Tuan Dermawan langsung menjadi panik.


"B-bagaimana bisa dia menembus ruang seperti ini" teriak Tuan Dermawan kalang-kabut.


   Belum lagi Tuan Dermawan itu melakukan gerakan teknik perlindungan, tahu-tahu satu pukulan telapak tangan telah mendarat di dada nya.


Blam !


   Tuan Dermawan terlempar seperti layang-layang putus. Keras dan penuh kekuatan seorang ahli Alam Melintas immortal yang tak sanggup dia hadapi. Wush - wush..

__ADS_1


Ketika pada akhirnya Tuan Dermawan berhasil mengatur keseimbangan tubuh akibat goncangan, tiba-tiba dia merasa perutnya mulas, dan mulut nya terasa anyir.


"Hoeks - hoeks" serangan tak terduga itu betul-betul dilakukan si anak muda dalam gerakan yang terlalu cepat di mata Tuan Dermawan ke enam.


"Ini diluar batas kemampuanku" batin Tuan Dermawan sambil menyeka darah yang menetes di mulut. Seluruh tubuhnya terasa seperti akan remuk. Tulang-tulangnya jika saja dapat berbicara - pasti lah tulang itu sudah berteriak kesakitan.


"Aku tak menduga sama sekali, semuda ini dia telah memiliki kemampuan di ranah Alam Melintas Immortal" kembali Tuan Dermawan berpura-pura masih menstabilkan diri. Dia tahu, ada perbedaan seperti jurang yang sangat dalam untuk seseorang di ranah Kuasi / semu / pseudo seperti dia jika dibandingkan dengan ahli yang full murni di ranah tersebut. Karena jalan satu-satunya adalah kembali melakukan tindakan eksekusi menggunakan garis darah nya dari kelas Raijuu.


   Tinggal hitungan lima tarikan nafas lagi dan semua energi fisik maupun energi sihir akan membangkitkan garis darah Raijuu nya, dan akan menyengat anak muda itu dengan sengatan listrik dewa petir yang memiliki efek 'stune'.


"Bodoh.. " kata Tuan Dermawan bengis. Dia berubah menjadi percaya diri lagi. Saat itu semua energi telah terkumpul ulang dan siap menembakkan senjata listrik dari garis darah dewa petirnya.


"Meski kamu seorang ahli di ranah Alam Melintas Immortal, namun kamu hanya seekor semut di bawah kekuatan garis darah dewa petir" dingin terdengar suara Tuan Dermawan. Jubah panjang nya tersibak dan enam surai panjang itu berdiri dan mulai berkilat-kilat.


"Mati lah kamu manusia terkutuk !" tangisan Tuan Dermawan terdengar, sekali lagi membahana di padang suram itu. Petir dan kilat mulai melebar dari setiap helai yang muncul dari enam surai miliknya. Akan tetapi...


Ting !


   Tuan Dermawan seketika melongo. Semua seakan terhenti. Bahkan kilat dan petir yang menyambar dari ekornya tiba-tiba terhenti, setengah gerakan menuju ke anak muda itu.


"Apa yang terjadi?" jeritnya bingung di dalam hati.


   Tuan Dermawan hanya dapat merasakan dadanya sakit, lalu setelah itu dia tidak ingat apa-apa lagi. Sebuah pedang berwarna merah - artefak pedang sihir tahu-tahu telah menembus dadanya. 


Bedebum !


   Tubuh Tuan Dermawan terjatuh ke tanah ketika anak muda itu mencabut pedang sihir yang dipegang tangan kanannya. Tangan kiri nye memegang satu tongkat pendek yang dikenal dengan sebutan Noble Phantasm (artefak) Penembus Ruang dan Waktu.


Bersambung


    Halo semua. Terima kasih sudah membaca dan menyukai Novel ini.  Dan untuk membuat author lebih semangat lagi, selalu berikan like ya. Jangan lupa favoritkan dan rekomendasikan novel ini kepada yang lain... Terima kasih dan semangat membaca. <3

__ADS_1


__ADS_2