
Kedua Judade itu kemudian memperkenalkan diri mereka kepada Sima Yong. Judade pria Bernama Hatauda dan Judade yang wanita Bernama Nirdayi. Keduanya adalah praktisi Kota Selatan yang tergabung didalam salah satu Ordo bernama Massacre.
Ordo ini termasuk kategori sepuluh besar di Asosiaso Arena Kota Selatan. Hatauda dan Nirdayi berniat memperbaiki senjata Hatauda karena dalam beberapa bulan kedepan, Ordo Massacre akan berperang melawan antar Ordo di Hutan terlarang Kota Selatan.
Peperangan adalah hal yang rutin terjadi dibenua ini. Dengan berperang, kemampuan kultivasi seseorang akan cepat meningkat karena beberapa manfaat seperti mengamati Teknik-teknik langksa dari lawan atau kawan, bahkan jika beruntung makan seseorang bisa memanen beberapa sumber daya disana.
Meski sering berperang, tidak pernah Benua itu kekurang sumber daya mahluk hidup. Selalu saja akan muncul praktisi baru yang entah berasal daru ratusan bahkan ribuan dunia lain yang ada di bawah Alam Dewa ataukah merupakan kaum pertapa yang selalu menyembunyikan diri.
Setelah Sima Yong memperkenalkan dirinya dan juga menampilkan kemampuan dan keahlian sampingannya selain simbol master, juga adalah seorang array master maka ketiganya menjadi cukup akrab didalam perbincangan santai,
“Lalu mengapa saudara Yong tidak mendaftarkan diri di arena Kota Selatan? Ayo bergabung dengan Ordo Massacre kami? Aku dapat memberi rekomendasi khusus untuk anda”.
“Karena kenyataan sebenarnya di Kota Selatan ini adalah pengajuan aplikasi untuk bergabung dengan salah satu ordo yang masuk dalam 20 besar adalah sangat sulit. Di perlukan berbagai kriteria khusus yang kemudian menjadi pertimbangan Ordo untuk seorang praktisi bergabung”
“Melihat bahwa saudara Yong saat ini hanya berada di ranah Alam Raja Bintang dua, maka saya sarankan untuk berkultivasi terlebih dahulu untuk meningkatkan kultivasi anda minimal Alam Raja Bintang Lima” Hatauda memberi informasi dan mengajak Sima Yong untuk bergabung di Ordo mereka.
Sima Yong sendiri agak terkejut Ketika mendengar bahwa syarat untuk bergabung di dalam Ordo Massacre adalah minimal Alam Raja Bintang Lima. Bukankah untuk menemui seseorang praktisi ranah Alam Raja Bintang Lima di Benua Silver kami adalah hal yang langka??. Mengapa di Benua ini, praktisi di bawah Alam Raja Bintang 5 seolah-olah adalah sampah yang tidak terlalu dilirik??? “Hmmm ini semakin menarik”
“Saudara Hutauda… mengapa praktisi Alam Raja Bintang Lima tidak di ijinkan untuk bergabung di Ordo anda? Mengapa harus Alam Raja Bintang 5 barulah layak untuk di ajak bergabung dengan Ordo??”
“itu sudah menjadi patokan untuk bergabung dengan sebuah Ordo. Kenyataan sebenarnya adalah, penentuan minimal bergabung di Ordo kami itu adalah termasuk yang paling ringan. Jika saudara Yong ingin bergabung dengan tiga besar Ordo di Kota Selatan ini, yang ada mereka menetapkan sejumlah syarat berat seperti; kultivasi harus minimal di Ranah Alam Raja Bintang Delapan, harus memiliki salah satu diantara ini ; Sayap ilahi (Divine wing) minimal bintang empat, atau telah memiliki hewan kontrak, atau memiliki Skill tambahan domain Dewi pelindung dan lain sebagainya”
Sima Yong ternganga mendengar semua kriteria yang dijelaskan oleh Hatauda itu.
“Sebentar saudara Hatauda… aku kurang mengerti dengan apa yang dimaksud dengan sayap ilahi, hewan kontrak atau Skill domain dewi pelindung itu?”
Hatauda dan Nirdayi saling bertatapan. Keduanya seperti merasa heran Ketika melihat Sima Yong tidak mengerti dengan hal-hal yang telah dia ucapkan.
“Oke.. aku bukan berasal dari Benua Kota Penyaringan Dewa. Aku berasal dari salah satu Benua diantara ribuan Benua di bawah Alam Dewa ini. Karena Kota Penyaringan Dewa ini adalah tempat transisi, tentu saja kalian lebih maju sehingga beberapa Teknik atau kebiasaan sangatlah berbeda dibanding benua-benua di bawah Alam Dewa itu” Sima Yong dengan cemberut menjelaskan bahwa dirinya sebenarnya adalah seorang udik pedesaan.
“Baiklah saudara Yong, aku akan mencoba menjelaskan sepengetahuanku. Divine wing ini adalah penganugerahan reward atas praktisi bela diri Ketika mereka menyelesaikan tugas di lantai-lantai tertentu yang sangat berbahaya di Menara Dewa berkabut Kota Selatan ini. Semakin tinggi lantai yang dapat anda selesaikan maka manfaat yang anda terima juga semakin bagus. Adapun manfaat berupa hadiah yang diperoleh masing-masing praktisi adalah berbeda-beda sesuai pencapaian dan pemahamannya”.
__ADS_1
“Itu sesuai kriteria kecepatan atau kekuatan anda Ketika menaklukkan masing-masing lantai. Divine wing yang menjadi reward ini ini terdiri dari bermacam-macam yaitu sayap mortal, sayap rembulan, sayap meteor, sayap antariksa, sayap nirwana, sayap kehancuran ilahi, sayap immortal ilahi”.
“Setelah memperoleh salah satu jenis sayap, anda harus selalu memperkuat sayap dengan menaikkan level yang kami sebut Bintang 1 sampai Bintang 9. Bahan-bahan untuk meningkatkan level bintang hanya dapat diperoleh di Menara Dewa Berkabut atau di Jurang terlarang”.
“Sayang nya Menara Dewa berkabut ini hanya dapat dimasuki sekali seumur hidup. Anda harus betul-betul merasa kemampuan anda telah maksimal, baru memikirkan memasuki Menara Dewa Berkabut.”.
Jeda sejenak… Hatauda menarik nafas lalu melanjutkan penjelasan….
“Hewan kontrak adalah hewan kelas immortal yang dapat anda temui dilokasi peperangan antar Ordo di Hutan terlarang. Ketika anda berhasil menaklukakan mereka, hewan itu akan menyerahkan seluruh kehidupannya di tangan anda. Jangan dipandang rendah hewan kontrak ini”. “
“Ketika anda telah melakukan kontrak dengan salah satu dari mereka, maka semua skill yang dimiliki hewan kontrak akan menyatu dengan anda. Bahkan Ketika bertempur maka kekuatan anda akan berubah menjadi dua kali lipat karena hewan kontrak ini. Hewan kontrak adalah salah satu kemampuan yang sulit didapat”
Hattauda Kembali mengambil nafas… Jeda…
“Yang terakhir adalah Domain Dewi Pelindung. Keahlian Domain Dewi Pelindung ini hanya dapat anda dapati Ketika menyisiri daerah terlarang di tepian Jurang Neraka dan Nirwana Benua. Area terlarang Jurang Neraka dan Nirwana ini hanya dibuka setiap lima tahun sekali. Pintu menuju Jurang terlarang hanya dibuka setelah amukan energi didalam jurang itu mengalami penurunan hingga batas yang dapat ditoleransi, yaitu setiap lima tahunan”.
“Oleh karena itu, Saudara Yong harus bergabung dengan Ordo minimal enam bulan kedepan. Karena dalam satu tahun kedepan, Pintu ke Jurang Neraka Nirwana akan dibuka. Hanya seseorang yang terdaftar sebagai anggota 20 Ordo terbesarlah yang diijinkan memasuki Jurang Terlarang itu”.
“Ketrampilan Domain Dewi Pelindung sendiri terdapat empat jenis di tepian jurang terlarang itu. Yang pertama adalah Ketrampilan Domain Dewi Es, Domain Dewa Api, Domain Dewi Nirwana dan Domain Dewi Cahaya. Sangat sedikit sekali praktisi yang memiliki keberuntungan memiliki kemampuan Ketrampilan Domain Dewi pelindung itu”.
“Aku mendengar bahwa salah seorang jenius di Ordo Nomor Satu "Veteran" memiliki pemahaman Ketrampilan Domain Dewi Pelindung Nirwana setelah dia menelusuri Tepian Jurang Neraka Nirwana itu empat tahun yang lalu. Mungkin orang itu bahkan telah menuju ke Alam Dewa”.
Wajah Hatauda menjadi berbinar Ketika memulai penjelasan yang satu ini,
“Ada hal lainnya yang akan membuat anda dilirik oleh Ordo kelas atas, jika anda memiliki Skill tambahan seperti Sacred Wing atau Petrify seperti yang Saudara Yong peragakan sebelumnya” Hatauda sepertinya telah menyelesaikan sesi penjelasannya atas berbagai hal yang Sima Yong tidak mengerti itu.
Jelas dia merasa Sima Yong adalah sosok yang istimewa karena mampu merapalkan mantra Petrify didalam Teknik pertempuran. Sementara untuk orang-orang awam yang tidak memahami Persepsi Jiwa sebagai Simbol Master dan Prasasti, harus meminta dibuatkan khusus di dalam senjata mereka. Dan itu pasti memakan biaya yang sangat mahal sekali dengan bahan-bahan yang amatlah langka.
******
SIma Yong kemudian memberitahu Hatauda mengenai bahan-bahan yang harus disiapkan Judade itu,
__ADS_1
“Saudara Hatauda, jika memang anda berniat untuk dituliskan mantra Petrfy di senjata anda, maka anda harus menyediakan beberapa bahan untuk aku tuliskan rune dan prasasti. Bahan utama adalah lima helai rambut monster Medussa, lalu satu sisik Naga jenis apapun. Semakin langka jenis sisik naga yang ada kumpulkan, maka semakin kuat mantra di senjata anda. Terakhir adalah Inti Monster (monster core) berunsur batu yaitu minimal Hewan Iblis peringkat Alam Raja”.
“Ketika senjata anda telah di tuliskan simbol dan prasasti itu, anda harus ingat… pemakaian mantra di senjata anda hanya diijinkan sekali dalam satu jam. Ketika anda selesai melepaskan mantra petrify dari senjata selama pertempuran…. Anda harus menunggu satu jam kedepan baru lah mantra itu dapat di gunakan lagi dari senjata anda”
Hatauda menganggukkan kepala. Dia paham mengenai hal-hal yang berkaitan dengan ahli-ahli sihir seperti pemuda Elf didepannya. Semua bahan harus disediakan oleh pelanggan.
“Lalu untuk keperluan penulisan Simbol dan Prasasti Petir? Bahan apa sajakah yang perlu aku siapkan?”
“Itu adalah mempersiapkan sebuah batu Ungu unsur petir yang telah di sirami energi petir usia minimal 150 tahun, tanaman bambu petir usia 150 tahun dan satu monster core hewan iblis berunsur petir peringkat Alam Raja” Jawab Sima Yong.
Mendengar keterangan yang diberikan Sima Yong, wajah berseri tampak terlihat diwajah Hatauda.
“Kebetulan ketiga bahan untuk menuliskan Simbol Petir di Senjata itu aku memilikinya. Sejak lima puluh tahun lalu aku mengumpulkan benda-benda itu”
Hatauda menyodorkan tiga bahan dasar untuk menuliskan Simbol Petir itu kepada Sima Yong yang bertanya- anya “Lima Puluh tahun lalu?? Jadi berapa kira-kira umur Raksasa ini??”.
“Kira-kira berapa biaya yang diperlukan untuk menuliskan Simbol petir seperti itu?” Nirdayi perempuan Judade itu bertanya.
Sima diam sebentar dan berpikir. Setelah mempertimbangkan sejenak, karena tidak mengetahui seperti apa biaya yang dikenakan untuk jasa seperti ini, dia menyebutkan,
“Sebenarnya aku tidak mengetahui berapa biaya pada umumnya. Bukankah Teknik penulisan Simbol seperti ini adalah hal baru bagi kalian praktisi di Benua ini? Maka aku pikir biaya 1500 Blue Manna adalah nilai yang pantas”.
Kedua Kaum Judade itu tidak menunjukkan ekspresi terkejut Ketika Sima Yong menyebutkan nilai jasa penulisan Simbol dan Prasasti oleh dia. Menurut perempuan Judade itu, bahkan nilai transaksi Sima Yong itu termasuk kategori murah jika dibandingkan jasa-jasa kaum penyihir seperti Alkemis. Akan tetapi dia tidak menyebutkan jasa yang di peroleh Array Master. Biasanya nilai jasa Array Master bahkan tidak lebih dari sepertiga penghasilan Alkemis Master.
Karena tertarik untuk menuliskan Simbol Petir di senjatanya, maka Nirdayi juga mendaftarkan dua trisula miliknya untuk di tuliskan simbol petir. Sima Yong melirik trisula itu dan membatin “Senjata Peringkat Saint awal. Di Benua ini, senjata peringkat Saint amatlah umum”
Hatauda membayar 2500 Blue Manna karena dia dikenakan biaya tambahan atas reparasi semua Simbol dan Prasasti di Senjata Palu Hitam itu, sementara Nirdayi hanya dikenakan biaya 1500 Blue Manna saja. Ketiganya membuat perjanjian untuk mengambil senjata yang telah selesai di bubuhi Simbol dan Prasasti esok hari. Hattauda dan Nirdayi kemudian meninggalkan toko kecil itu dan Sima Yong bergegas menuliskan Simbol dan Prasasti. Dia berniat untuk menutup diri setelah selesai dengan penulisan Simbol Petir milik dua Judade.
Sima Yong merasa bahwa dalam waktu singkat dirinya harus memasuki ranah Alam Raja Lima. Bukankah dia memiliki beberapa sumber daya yang dipanen dari Kebun Obat Kaum Elf di Pegunungan Biru? Lagipula jika dia tidak bergegas memasuki Alam Raja Lima, dirinya tidak akan bisa bergabung dengan Ordo ternama Kota Selatan. Banyak sekali manfaat jika bergabung dalam Ordo.
Beberapa kerugian besar jika tidak bergabung dalam Ordo Besar seperti tidak dapat menerima manfaat besar memasuki Menara Dewa Berkabut atau Hutan terlarang dalam perang ordo atau tidak bisa bergabung menelusuri jurang terlarang untuk memanen keberuntungan disana. Baru setelah kultivasinya meningkat ke Alam Raja Bintang Lima, dia akan mencoba memahami Simbol Penghancuran di Totem Suci Elf itu…..
__ADS_1
*Bersambung*