
Sima Yong menghabiskan satu bulan setengah atau 7 hari didalam Domain Pagoda untuk memanfaatkan efek mengkonsumsi buah roh “Fushi No Min” dan berusaha menerobos ke ranah Alam Pencerahan Suci.
Setelah membenamkan diri sebulan penuh didalam meditasinya, semua organ-organ Sima Yong bergerak membantu menerobos meridian ranah Alam Pencerahan Suci itu. Dan didalam sebuah raungan yang keras, SIma Yong menerobos di ranah Alam Pencerahan Suci sambil mengeluarkan ledakan yang amat keras.
“Ranah Alam Pencerahan Suci dengan total ATK 9.400.000 jin…” teriak Sima Yong seolah tidak percaya.
Tentu saja dengan nilai ATK nya saat ini, dia akan mampu bertarung dengan seseorang diranah SAINT awal yang biasanya memiliki rata-rata ATK 9.500.000
“Pantas saja Master Sekte Kuil Teratai Putih amat marah Ketika mendengar Raja Kelelawar telah merebut cincin spasial milik Mentri Xu Bibin” Sima Yong tertawa terbahak-bahak melihat manfaat buah roh itu.
“Sudah menjadi keuntunganku ketika merampas cincin milik Xu Bibin.
>>>>>>
Ketika merasa masih ada waktu tersisa yang dia miliki, Sima Yong mempelajari Teknik Hi No Chakura (jarahan Teknik dari Imam MaoHuo). Dengan bekal kecerdasan dan kultivasi yang tinggi di Alam Pencerahan Suci awal itu, Sima Yong tidak membutuhkan waktu terlalu lama untuk menguasai Teknik cakra itu.
Bahkan lebih jauh Sima Yong kini berhasil membuka Gerbang ketiga dari “Delapan Gerbang Batin yang Tersembunyi.
Gerbang ke tiga ini Bernama Gerbang keajaiban. Letak kekuatan gerbang Keajaiban adalah di kedua lutut para praktisi bela diri. Ketika Gerbang dilutut ini terbuka, maka praktisi akan mampu meningkatkan kecepatan gerak ataupun larinya, bahkan biasanya bisa jauh lebih cepat dari meteor. Dalam Hal ini kekuatan ATK juga bertambah sebesar 1.000.000 jin.
Anak muda ini kini berubah laksana monster kecil yang mengerikan. Bagaimana tidak, dengan kultivasi Alam Pencerahan Suci awal Lev 1 saja, nilai ATK pertempurannya telah menjadi senilai 10.400.000 jin.
Kekuatan ini bahkan lebih kuat dari praktisi SAINT di ranah awal level 1. Sima Yong benar-benar amat puas setelah melakukan penerobosan ini.
>>>>>>
Sima Yong melangkah ringan pada pagi itu. Dia berniat untuk menuju ke Kota Embun Surga, tempat dimana Sekte Kuil Emas berkedudukan. Sekte itu lebih tepatnya memiliki domisili di Pegunungan Suangzhi Shan. Perjanjian pertempuran versus wakil ketua Sekte itu semakin dekat dimana Raja Kelelawar akan melakukan duel dengannya di Sungai Berlumpur nanti.
Setelah menyerahkan kepala Xu Bibin Bersama Bishojo kepada bagian administrasi Misi di organisasi, Sima Yong mengambil 400.000 blue diamon dan bergegas menuju Kota Embun Pagi.
Lantaran tidak terlalu terburu-buru maka Sima Yong mengambil alat transportasi darat yaitu kereta kuda sewaan ketimbang naik kapal roh yang cepat itu.
Keesokan harinya Ketika kereta yang di sewanya memasuki Kota Embun Pagi, Sima Yong mengintip dari balik jendela kereta.
“Inilah Kota Embun Pagi yang menurut kabar burung, terdapat banyak sekali tempat wisata dengan pemandangan bagaikan lukisan” Sima Yong menghirup udara segar sehingga paru-parunya mengembang
“Aku akan bersenang-senang beberapa hari sebelum nantinya akan terlibat di dalam beberapa pertempuran” pikirnya. Beberapa pekerjaan sebagai pembunuh bayaran belakangan ini menyita banyak energi, sehingga rekreasi sejenak akan membantu pikiran menjadi jernih.
Setelah memilih hotel terbaik di Kota Embun Pagi dan memberikan banyak tip kepada kusir dari jasa penyewaan kereta itu, Sima Yong tampak duduk menikmati pemandangan Kota ini dari balkon sebuah restoran Bernama “Kenangan Para Dewa”
“Kenangan Para Dewa” adalah sebuah restoran yang menyajikan hidangan daging magical beast langka yang dipercaya akan membantu kultivasi seseorang serta berdampak baik bagi Kesehatan tubuh.
__ADS_1
Ketika hidangan pesanan Sima Yong datang, yang mana hanya terdiri dari nasi dan sayur-sayuran … seseorang terdengar menegur nya
“Aku lihat saudara ini hanya memakan sayur-sayuran dan buah saja. Sepertinya saudara muda ini adalah penganut aliran yang pantang memakan barang bernyawa bukan??”
Tampak seorang pemuda berpakaian cukup rapih tersenyum ramah kearah Sima Yong. Sima Yong menyelidiki dengan dalam kearah dua mata pemuda itu. Namun dia tidak mendapati sesuatu yang mencurigakan.
Terlebih Ketika dia memeriksa tingkat kultivasi pemuda itu, ternyata hanya berada di ranah Alam Bayi Spirit bintang 9 saja. “Sepertinya semua baik-baik saja” pikirnya.
Sima Yong lantas membalas dengan senyum ramah kepada pemuda itu, yang lalu juga berniat memperkenalkan diri nya…
“Namaku Ju Qin… aku adalah seorang pelancong yang sangat tertarik dengan keindahan alam di sekitar Kota Embun Surga ini” mendahului memperkenalkan diri si pemuda terpelajar itu.
“Namaku Sima Yong. Aku juga pelancong yang ingin bersenang-senang menikmati keindahan alam”
Tidak terlalu lama kemudian, kedua pemuda itu menjadi akrab satu sama lain. Mungkin karena perbedaan usia yang tidak telalu jauh membuat keduanya menjadi cepat saling beradaptasi.
Ju Qin berusia 24 tahun sedangkan Sima Yong 23 tahun. Akan tetapi setelah lama saling bertukar pikiran, Sima Yong menyimpulkan bahwa Ju Qin adalah seorang tuan muda dari sekte atau kalangan anak pejabat.
“Ju Qin ini terkesan sangat berpendidikan dan memiliki tata krama yang amat tinggi. Pengetahuan nya pun amat luas sehingga terkesan dia seperti pria yang berusia 35 atau bahkan 40 tahun saja” pikir Sima Yong.
“Saudara Yong, mari kita pergi melihat “Telaga Qian Se Hu” di pinggiran kota. Senja menuju malam seperti ini adalah saat yang paling terbaik Ketika duduk di tepi telaga sambil menikmati beberapa cawan arak” kata Ju Qin dengan antusias.
>>>>>>
Dua pria muda terlihat duduk di salah satu kedai arak di tepian Telaga. Arak mengalir ke tenggorokan ketika mereka menikmati keindahan Telaga Qian Se Hu yang terlihat memancarkan kerlap-kerlip cahaya lampu dari air.
“Benar sekali kabar burung itu… saudara Qin….. lihatlah beberapa kunang-kunang bahkan terlihat keluar dari dalam kilau cahaya lampu didalam air” teriak Sima Yong takjub.
“Hahaha… sesuai dengan kabar burung. Keajaiban kunang-kunang di Telaga Qian Se Hu bukanlah isapan jempol belaka” kata Ju Qin dengan gembira.
Meskipun suasana gembira dan rasa kekaguman akan keindahan alam melanda dirinya, hal itu bukan berarti Sima Yong mengendorkan kewaspadaan nya. Semenjak bergabung dengan Organisasi Dong Xing sebagai penerus Raja Kelelawar, intuisi Sima Yong kini semakin bertambah tajam.
“Duaarr….!!!” Bunyi letusan keras atas tumbukan salah satu tangannya dengan sebuah telapak tangan berkecepatan meteor yang ditujukan kearah Ju Yin.
Sima Yong terlebih dahulu telah mendorong pria bermarga Ju itu lalu dia sendiri yang menerima pukulan mematikan berkekuatan 4.000.000 jin.
Serangan maut itu ternyata terlahir dari sesosok praktisi yang mengenakan pakaian serba putih lengkap dengan kerudungnya. Di tangannya dia memegang pedang Panjang yang kini di ayunkan kearah Ju Yin.
“Minggir atau mati” teriak sosok penyerang itu Ketika dia melihat Sima Yong menghalangi serangannya.
Dalam nada suara yang terdengar acuh tak acuh Sima Yong menjawab,
__ADS_1
“Kelompok mahluk berpakaian serba putih lagi…”
Dalam Gerakan cepat dimana Jari telunjuk dan jari tengah nya membentuk tusukan, diarahkan ke pedang ditangan sosok berkerudung putih yang kini sekali lagi menikam ganas kearah Ju Yin.
“Kraak….”
Bunyi pedang roh ditangan sosok putih yang telah patah menjadi dua bagian Ketika bertubrukan dengan dua jari Sima Yong. Figur berjubah putih itu terlihat seolah tidak percaya ketika Pedang Peringkat Surgawi ditangannya dirusak hanya dengan menggunakan dua jari tangan saja.
“Mohon informasi. Siapakah tuan muda ini??? Teknik jari yang bukan pedang itu hanya dapat dilakukan oleh Praktisi SAINT saja” sosok berwajah putih itu seketika berubah menjadi waspada. Ranah Alam SAINT adalah sebuah ranah yang hanya dimiliki petinggi kelas atas di Sekte bintang 9.
Dengan tersenyum Sima Yong berkata,
“Aku hanya seorang pelancong yang ingin menikmati keindahan alam di sekitar Kota Embun Surga ini. Jika temanku ini memiliki kesalahan… mohon di maafkan”
Setelah menatap sekali lagi seolah masih belum percaya, pria berpakaian putih itu membungku memberi hormat lantas berkata,
“Tidak perlu.. aku yang akan pergi. Namun aku tidak menjamin jika kemudian hari bertemu lagi teman anda… maka aku akan menghabisi dirinya. Kuil Teratai Putih tidak pernah berbelas kasihan terhadap lawan” kata pria itu lalu melompat terbang dan menghilang dibalik bumbungan perumahan kota.
Sementara itu…..
“Pangeran….!!!”
“Pangeran… terimalah hormat kami”
“Mohon maaf atas keterlambatan kedatangan kami…”
Kurang lebih 20 pria berpakaian tentara kekaisaran Rajawali Agung muncul dan memberi hormat kepada Ju Ying…..
“Pangeran… anda ternyata seorang pangeran” kata Sima Yong sambil tersenyum. Sesuai dugaannya, Ju Yin ini adalah seseorang yang berpendidikan atau merupakan tuan muda dari kalangan pejabat.
Ju Yong tersenyum lemah kearah Sima Yong. “Dan Saudara Yong adalah Kultivator berperingkat SAINT???”
Mata nya menatap kesal kearah 20 pria pasukan elit yang baru datang itu….
“Kalian betul-betul lambat. Sampai-sampai seorang pembunuh bayaran hampir saja merenggut nyawaku. Jika bukan karena keahlian saudara Yong yang demikian tinggi ini, mungkin aku telah mati” tegur Ju Qin kepada 20 pendatang baru itu.
*Bersambung*
Untuk membuat author lebih semangat dan tetap berkreasi melanjutkan novel ini, jangan lupa di like, sekedar komen dan vote.
Terlebih tolong favoritkan novel ini karena Noveltoon akan menilai untuk menjadi pemasukan Author berdasarkan jumlah Favorit, komen dan like … yang tentunya juga menyemangati author. Apresiasi yang readers berikan akan menyemangati autor untuk terus berkarya di Noveltoon ini.
__ADS_1