
Di sebuah ruangan gua karang Neraka Kesembilan, di ruangan yang terlihat begitu indah karena dikerjakan oleh pahatan ahli-ahli seni pilihan..
"Brak !" meja batu diruangan itu hancur terbelah menjadi beberapa bagian, tatkala terkena sambaran Guan Dao.
Orang-orang yang berada di ruangan itu gemetar, lalu terjatuh menyembah sosok pria yang menghancurkan meja itu
(Guan Dao adalah senjata berkepala pisau setengah bundar serupa bulan sepanjang 6.5 depa atau 50 cun, yang memiliki pegangan berupa tongkat kayu atau besi, yang ujung satunya berkepala pisau tajam).
Pria yang menghancurkan meja batu alam didalam ruang gua itu tampak angker dalam balutan pakaian seperti raja neraka, lengkap dengan topeng raja neraka (kamu dapat melihat topeng raja neraka seperti itu dikenakan pemain opera Tiongkok klasik, lengkap dengan senjata Guan Dao itu dan bendera warna-warni di punggung).
Tak seorangpun melihat ketika pria berpakaian unik itu telah menggerakkan Guan Dao ditangannya memengal meja batu. Tahu-tahu saja, meja batu telah terbelah-belah menyerupai tahu kedele yang diiris pisau dapur.
"Ceritakan masalahnya dengan jelas !" sungguh angker dan dalam suara pria berpakaian raja neraka itu berbicara.
Lalu dengan terbata-bata, salah seorang diantara lima pria yang membungkuk menyembah itu bersuara,
"A-ampunkan kami Panglima. K-ketika itu k-kami hanya berani mengintip saja.
S-seperti anda ketahui, mereka bertiga adalah ahli Melintas SAGE yang berkepandaian sangat tinggi. Bahkan di Neraka kesimbilan ini ketiganya jarang menemui tandingan.
Na-namun refiner jubah kelabu itu terlihat hanya menggerakkan sedikit tangannya, yang lantas membentuk ribuan pedang pendek dari genangan air di tanah, dan terbang menghujam Tiga Ahli Pintu Neraka anda hingga tewas dengan satu gerakan"
Pria yang di panggil Panglima itu lantas diam. Orang-orang tak dapat menebak apa yang dia pikirkan. Ekspresinya tertutup dengan topeng raja neraka. Namun satu hal yang dapat mereka tebak. Panglima itu marah besar, dan itu tercermin dari sorot mata di balik topeng yang tampak menyala-nyala.
Lima tarikan nafas kemudian, pria bertopeng raja neraka itu berkata dengan dingin.
"Kalian dapat kembali ke Klub Pintu Surgawi. Mulai sekarang kalian mesti lebih berhati-hati.
Jangan memulai perkara apapun dengan menyenggol Asosiasi Perdagangan Mestika Naga. Masalah dengan asosiasi itu akan aku tangani sendiri kedepan nanti.
Mengenai Refiner Jubah Kelabu itu, kelak aku akan mengambil perkara tersendiri dengan dia" suara pria bertopeng itu semakin dingin terdengar. Lima orang yang menyembah itu bertambah gemetar.
__ADS_1
"Meninggalkan" titah topeng raja neraka, disusul dengan tindakan pergi secara terburu-buru dari lima orang itu. Mereka bersyukur si topeng raja neraka tidak melampiaskan kemarahannya kepada mereka.
Sepeninggal lima orang tadi, si manusia bertopeng raja neraka masih berdiri dalam diam. Pantulan tubuhnya yang terkena cahaya puluhan lampu bakar di dinding gua, terlihat ikut menari seiring api di lampu bakar itu bergoyang.
Tak lama kemudian, terlihat seorang pemuda memasuki ruangan gua itu. Pria muda berusia paling tidak 32 tahun langsun membungkuk dan memberi hormat kepada si topeng raja neraka (masa itu ketika praktisi mengejar keabadian hingga berusia ratusan bahkan ribuan tahun, seseorang berusia hingga 40 tahun disebut sebagai anak muda atau pemuda).
Penampilan orang muda itu mengenakan pakaian berwarna serba putih namun terlihat demikian mewah. Rambut sisi kiri kanannya di ikat kebelakang dan dibiarkan menjuntai kebawah seperti air mengalir. Sementara sebagian rambut bagian atasnya di gelung membentuk gulungan indah. Penampilan menarik dibarengi wajahnya yang tampan itu akan menimbulkan perasaan simpatik dihati siapapun yang melihatnya.
Namun jika kamu mengetahui siapa pemuda berpenampilan bangsawan itu, maka kamu akan ketakutan. Dia dikenal dengan sebutan Pelajar Tangan Iblis, salah satu Semidevil kejm dari Neraka Dunia.
Jika pria bertopeng raja neraka tadi dikenal dengan julukan Panglima Pintu Neraka adalah peringkat kesembilan dalam daftar Sepuluh Maha Suci Neraka Dunia, maka Pelajar Tangan Iblis itu menduduki peringkat ke sepuluh dalam daftar peringkat tersebut. Keduanya adalah kakak beradik dalam satu guru yang sama, sehingga kedekatan keduanya seperti saudara kandung layaknya.
"Kakak, ada apakah gerangan kamu memanggil diriku?" tanya pelajar itu.
Masih dalam posisi berbalik belakang, Panglima Pintu Neraka itu berkata,
"Hatiku gundah sekali. Seseorang pendatang baru yang di gadang-gadangkan memiliki kemampuan setara seperti kami Para Semidevil Neraka Dunia, kini mulai banyak di bicarakan orang di Neraka Kesembilan ini.
Lalu si Pelajar Tangan Iblis berkata,
"Kakak, apa yang anda ingin aku lakukan? Beri perintah saja maka aku akan melaksanakannya" suara itu lembut dan masih dalam posisi membungkuk memberi hormat.
Sekarang si Panglima Pintu Neraka berbalik dan menatap pelajar itu. Dia berbicara dengan dalam,
"Pernahkan kamu mendengar ungkapan yang berkata, ombak di belakang akan selalu menggulung ombak di depan lalu membentuk ombak baru yang jauh lebih besar...
Aku takut, masa kejayaan kami pengikut Sekte Lautan iblis ini akan berakhir di Neraka Dunia.
Yang ku dengar... Seseorang pendatang baru yang berprofesi sebagai Refiner telah membuka praktek di Asosiasi Perdagangan Mestika Rembulan. Refiner itulah yang membantai orang-orangku. Dia bahkan hanya melambaikan tangan, lalu tiga Ahli Melintas SAGE ku meregang nya" Nafas topeng Raja Neraka terdengar memburu.
"Aku ingin kamu melenyapkan dia, sebelum dia berubah menjadi harimau yang telah tumbuh sayapnya" kini dia membalikkan badan, menata lurus kearah Pria muda itu.
__ADS_1
Pelajar Tangan Iblis itu mendongak kan kepalanya dan berkata dengan nada yang tetap terjaga sopan,
"Akan tetapi, yang aku dengar... dia hanyalah seorang anak kecil belaka.
Bahkan kultivasinya hanya di Setengah Langkah SAGE. Apa yang harus kita takutkan?" meski bersuara sopan, namun wajah pelajar terlihat tidak puas. Dia memandang rendah refiner yang di perbincangkan.
Suara Panglima Pintu Neraka itu seketika terdengar meninggi,
"Tahu apa kamu! Justru kamu itulah yang bersifat kenakak-kanakan. Kamu itu terlalu cepat puas dan merasa diri tak terkalahkan, ketika telah menembus kultivasi SAGE awal itu.
Ingat ! Jika saja aku tidak ikut campur dengan memberikan kamu pecahan relikui Sekte Raja Pedang digabungkan pecahan acak relikui iblis, tidak nanti kamu akan dapat menerobos menjadi SAGE peringkat awal.
Dan kamu harus Ingat lagi ! Begitu pecahan relikui Raja Pedang lainnya ditemukan orang, kultivasi kamu akan kembali turun menjadi Kuasi SAGE lagi. Untuk apa terlalu lengah dan tidak memperhatikan lawan-lawan baru telah bermunculan di sekeliling" Panglima Pintu Neraka itu diam dan menarik nafasnya dalam-dalam mencoba mengontrol kemarahannya. Lanjutnya...
"Aku perintahkan kamu untuk memata-matai Refiner itu, lalu mencari celah manakala ada kesempatan... Habisi dia. Aku tidak ingin seekor harimau dibiarkan tumbuh semakin besar, sampai memiliki sayap, baru kami mencoba-coba mengawasi dan membantai hewan liar seperti itu.
Akan ada masanya ketika kita semua terlalu terlambat sadar bahwa diam-diam lawan kita akan semakin perkasa, lalu kemudian lawan itu akan menggerogoti kita dari dalam, sampai habis tak bersisa !" sedemikian emosi Panglima Pintu Neraka itu, sampai-sampai dadanya terlihat bergetar.
"Aku merasa ada hal istimewa yang tidak kita ketahui dari Refiner Jubah Kelabu itu" imbuhnya.
Sambil menggigit bibir menahan rasa amarah, Pelajar Tangan iblis itu berkata sopan sambil terus membungkuk menghormati Panglima Pintu Neraka.
"Baik kakak. Aku akan menangani Refiner itu"
Pelajar Tangan iblis itu meninggalkan kediaman Panglima Pintu Neraka di salah satu gua tebing-tebing Neraka Kesembilan. Dia berulang kali mengutuk Sima Yong dan berniat untuk membunuh dengan kejam Refiner Jubah Kelabu itu,
"Gara-gara kamu, diriku di caci maki kakakku. Tidak biasanya dia berlaku kasar kepadaku. Nantikan perlakuanku nanti" Pelajar Tangan Iblis itu melompat cepat, lalu lenyap diantara tebing-tebing terjal.
*Bersambung*
Untuk membuat author lebih semangat dan tetap berkreasi melanjutkan novel ini, jangan lupa di-like, sekedar komen dan vote.
__ADS_1
Terlebih tolong favoritkan novel ini karena Noveltoon akan menilai untuk menjadi pemasukan Author berdasarkan jumlah Favorit, komen dan like … yang tentunya juga menyemangati author. Apresiasi yang readers berikan akan menyemangati autor untuk terus berkarya di Noveltoon ini.