Kisah Dewa Pedang Utara

Kisah Dewa Pedang Utara
Organisasi Berbahaya


__ADS_3

Kembali ke Puncak Biru Benua Silver...


Xia Chyou memuntahkan darah segar dari mulutnya, seiring dengan lenyapnya ilusi Singa Bersayap Kelabu. Jiwanya serasa terkoyak ketika api sihir yang di tiup dari terompet keong itu melalap singa ciptaan jiwanya.


Dalam jeritan kesakitan antara rasa tidak percaya akan kekalahannya, Xia Chyou sekali lagi membakar semangat nya. sebuah pil pembakar jiwa ditelan perempuan itu. Dia memaksa kekuatan jiwa nya untuk bekerja lebih keras lagi untuk menimbulkan ilusi baru.


"Malaikat Kelabu !" seru Xia Chyou.


Sekali lagi sebuah gulungan asap tercipta lalu kemudian membentuk semacam manusia bersayap yang memegang pedang. Wujud manusia bersayap itu "kelabu".


Meirenyu menjadi sangat marah melihat perlawanan Xia Chyou. Dengan membentuk segel-segel rumit mulutnya bernyanyi dalam alunan lagu yang membuat bulu kuduk semua orang di lapangan pertempuran itu meremang. Bahkan beberapa penonton yang memiliki kultivasi rendah, langsung jatuh pingsan.


Sungguh mengerikan !!


Selepas satrawan itu melantunkan lagu-lagu bernada sendu, semua orang hampir menjerit ketakutan. Dari dalam tanah keluar tiga mahluk aneh yang belum pernah mereka lihat sebelumnya. Ketiga nya muncul tanpa menimbulkan suara sama sekali.


Tiga mahluk aneh itu adalah seekor duyung perempuan yang memegang tombak berkepala tiga atau trisula. Sosok duyung raksasa setinggi sepuluh meter. Mahluk yang lainnya adalah seekor gurita raksasa dengan tinggi dua puluh meter. Sedangkan sosok monster ketiga adalah seekor ikan cucut sepanjang sepuluh meter.


Tiga mahluk itu kini terlihat mengancam, mengelilingi Malaikat Kelabu ciptaan Xia Chyou.


"Trang !!" bunyi benturan nyating terdengar tatkala mahluk kelabu itu menebas kearah tiga monster ciptaan Meirenyu. Duyung bertrisula menghalangi sabetan pedang dan menimbulkan bunyi memekakkan telinga.


Ikan cucut itu melihat kesempatan dan dalam sekali lompatan ganas, serangan moncong nya yang tajam menyerupai pedang menusuk kejam kearah sosok kelabu. Di pihak lain Gurita itu tidak mau kalah cepat. Tentakel nya membuka lebar, lalu melilit ketat mahluk kelabu.


Mahluk kelabu terlihat kerepotan dalam cengkeraman gurita raksasa, duyung itu mengambil kesempatan yang dengan gerakan cepat membuat menyodok trisula di tangannya dan menyemprotkan sebuah uap berwarna biru laut.

__ADS_1


"Wush.."


Uap kebiru-biruan itu langsung membuat mahluk kelabu kelabakan seolah mahluk hidup yang kehabisan nafas. Trisula ditangan nya langsung menusuk tepat kearah dada mahluk kelabu.


Jeritan melolong terdengar dari Xia Chyou tatkala dada mahluk kelabu tertusuk trisuladi tangan duyung itu. Rupa-rupanya ketika dada mahluk kelabu itu tertembus tombak di tangan duyung raksasa, hal yang sama juga di alami Xia Chou. Dada perempuan tua itu bersimbah darah.


Dengan mata melotot, Xia Chyou sesepuh Klan Xia dari Barat menghembuskan nafas terakhir. Mahluk kelabu buatan Xia Chyou iut lenyap dalam kehampaan, seiring dengan kematian Xia Chyou.


Adapun sisa kelompok Klan Xia tidak mendapat pengampunan sedikitpun dari Meirenyu. Dengan darah dingin, Meirenyu membantai mereka tidak tersisa. "Membasmi musuh itu harus sampai ke akar-akarnya" demikian ucap Meirenyu sambil menatap dingin kearah ribuan penonton


Keadaan di lapangan arena pertempuran Puncak Biru menjadi hening. Semua orang terdiam menyaksikan pertempuran menggunakan kekuatan sihir seperti itu. Belum pernah mereka menyaksikan pertempuran sedahsyat seperti baru saja terjadi tadi.


Nama Satrawan Morenyu, saat itu juga menjadi terkenal di wilayah Utara. Orang-orang memperbincangkan pertempuran yang menggunakan kekuatan jiwa itu dari mulut ke mulut. Beredar kabar bahwa Sekte Pedang awan telah merekrut ahli SAINT sastrawan itu, sehingga minat banyak anak muda menjadi meningkat untuk menimba ilmu di Sekte Pedang Awan.


******


"Jadi kedatangan kalian ke Wilayah Utara sini adalah untuk membentuk organisasi rahasia yang nantinya akan mendukung kemajuan kultivasi ahli-ahli di Wilayah Utara sini?" tanya Peng Fai.


"Organisasi pembunuh bayaran lebih tepatnya" Kata Meirenyu.


"Master kami sangat berpengalaman bekerja di sebuah organisasi seperti iu di Benua Penyaringan Dewa. Organisasi Dong Xing amatlah terkenal di sana. Semua orang yang mendengar nama Raja Kelelawar, akan gemetar ketakutan" Kata Meirenyu.


"Lalu, untuk apakah barus dinamakan organisasi berbahaya yaitu pembunuh bayaran?" tanya Peng Fai.


"Dengan memilih jalur organisasi berbahaya seperti ini, jumlah dana yang akan di kumpulkan cenderung lebih cepat. Dan mengapa memilih organisasi pembunuh bayaran? Jawabannya adalah organisasi pembunuh bayaran akan leih cepat di kenal dan selalu menimbulkan rasa gentar siapapun yang mendengarnya" demikian penjelasan Meirenyu.

__ADS_1


"Ketika nanti berdiri, kami hanya akn merekrut talenta-talenta berbakat di wilayah ini dengan memberikan kompensasi berupa teknik-teknik canggih yang kami bawa dari Benua Penyaringan Dewa. Dengan demikian, kami harapkan praktisi-praktisi yang bergabung di organisasi kami akan cepat meningkatkan kultivasinya".


"Kelak ketika pertempuran atau perang itu akan dimulai, bukankah pengikut Master Sima Yong tidak akan memiliki kemampuan di bawah praktisi-praktisi dari empat wilayah lainnya di benua ini" Meirenyu mengakhiri ceramahnya.


Peng Fai, sepertinya masih belum terkoneksi dengan perbincangan Meirenyu dan rencana pendirian organisasi berbahaya,


"Perang? Pertempuran? akankah pertempuran terjadi nanti di wilayah utara sini?" Peng Fai benar-benar merasa bingung.


Lin Hong yang sejak awal telah gemas dengan sikap inosen Peng Fai langsung menyela,


"Aku melihat Peng Fai kecil ini tidak pernah berubah dari sifat Naifnya. Rupa-rupanya karena terlalu lama berdiam diri di di Puncak Biru Negri Great Ying ini, sampai-sampai dia lupa bahwa pertempuran diantara Raja Pedang lima wilayah Benua Silver akan terjadi"


"Aku bertanya-tanya, apakah kamu tidakpernah mendengar bahwa Raja Pedang antar wilayah nanti nya bertempur, akan di buka dengan peperangan antar wilayah di Benua ini"


"Baru saja kamu menyaksikan, apabila ahli-ahli dari wilayah Barat Klan Xia itu menyerang Sekte kamu. Apakah ada diantara kamu yang sanggup menghadapi perempuan tua itu?"


"Kamu terlalu lama berdiam diri, duduk manis sambil mendengar puji-pujian bahwa kemampuan pedang mu yang terbaik di Negri Great Ying ini. Akan tetapi, kemampuan kamu itu tidak ada artinya sama sekali ketika kamu pergi ke wilayah Barat sana" Pedas kata-kata Lin Hong, sampai-sampai membuat pipi Peng Fai memerah.


"Aku mengerti" bisik Peng Fai lemah. Dia memang telah melupakan bahwa perang antara sekte antar wilayah akan terjadi, ketika masin-masing wilayah di Benua Silver mengumumkan Raja Pedang mereka.


Ketika masa itu tiba, alangkah bodohnya jika dia membiarkan dirinya terlalu terbuai dan meras diri terlalu tinggi dan tidak awas-awas dengan kemampuan ahli-ahli bela diri lainnya di seluruh penjuru benua.


"Aku akan bergabung dengan organisasi Master Yong. Apapun itu demi membuat nama wilayah utara ini tida memalukan ketika perang antar sekte terjadi"


*Bersambung*

__ADS_1


Untuk membuat author lebih semangat dan tetap berkreasi melanjutkan novel ini, jangan lupa di-like, sekedar komen dan vote.


   Terlebih tolong favoritkan novel ini karena Noveltoon akan menilai untuk menjadi pemasukan Author berdasarkan jumlah Favorit, komen dan like … yang tentunya juga menyemangati author. Apresiasi yang readers berikan akan menyemangati autor untuk terus berkarya di Noveltoon ini.


__ADS_2